Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 56 Life Must Go On



Di ruang rawat pasien Suwarjo yang akan transplantasi jantung oleh tim dr Lino sudah hadir dr Echa, dr Anya resident bedah kardio, dr Gema dokter anestesi dan suster senior Tantri dan Aryo, beserta keluarga pasien yaitu istri dan kedua anaknya.


Lino datang bersama dr Nadia first asistance dr Lino yang masih muda dan sangat cantik, menghampiri pasien yang sedang sudah terpasang bermacam alat penyokong hidup, agar bisa bertahan hidup



Keluarga pasien segera menghampiri Lino dan Nadia dengan wajah penuh harap.


"dr Lino kami sangat berharap dokter bisa menyelamatkan hidup suami saya" ujar istri pasien penuh harap


"Tolong selamatkan papa saya dok" ujar kedua putra pasien sambil menatap Lino dan Nadia.


Lino dan Nadia menatap ke duanya tidak tega dan kasihan


"Kami akan berusaha melakukan operasi terbaik untuk menyelamatkan suami ibu dan ayah kalian, dukung kami dengan doa ya, jangan panik dan tetap optimis yah, selalu percaya akan kuasa Tuhan" ujar Lino lembut


Nadia melihat Lino penuh kekaguman, dr Lino yang pendiam tetapi bisa lembut kepada pasiennya


"Terimakasih dr Lino dan dr Nadia" ujar ketiganya bersamaan"


"Maaf saya akan memindahkan bapak ke ruang intensif sehingga bisa kita pantau ulang sebelum operasi" ujar Lino


"Silahkan dok" ujar keluarga pasien.


Tantri dan Aryo segera membawa pasien ke ruang intensif sesuai perintah Lino


Tim Lino kembali mempersiapkan kondisi pasien supaya siap dioperasi


Sedang untuk donornya, Lino turun langsung sendiri menekankan untuk lebih telitisehingga tidak terjadi salah ambil


"Jangan memberikan, dan membawa donornya ke ruang operasi, jangan menuliskan nama dokter dan penerima dengan initial, tulis nama dengan jelas dan lengkap"


Setelah itu Lino dan Nadia melakukan pemeriksaan dan pengecekan ulang kondisi pasien


Melihat kedekatan Lino dan Nadia membuat dr Gema putri dari kepala rs terbakar cemburu, sehingga mendekati Nadia dan mendorong Nadia, yang sedang memeriksa semua alat sehingga menyebabkan salah satu alat hampir terlepas dari tubuh pasien


"Kamu apa-apaan sich dr Gema, hampir saja alat ini terlepas dari tubuh pasien" ujar Nadia yang terganggu dengan sikap Gema


"Maaf aku nggak sengaja....hanya saja jarak kedekatanmu dengan dr Lino terlalu pribadi, hal tersebut tidak diperlukan di pekerjaan" jawab Gema ketus


Mendengar hal itu sontak membuat Nadia mengkerutkan keningnya, saat akan menjawab Lino sudah menjawabnya duluan


" Apa yang sedang kamu permasalahkan dr Gema, kita ini sedang menangani pasien dan ini bukan main-main, apa yang ada dalam pikiranmu sekarang, jangan bertingkah macam-macam dan kehilangan fokus" ujar Lino dengan nada tegas dan dingin



"Buat kamu aku bertingkah macam-macam, sedangkan dia benar?kamu selaku mengacuhkan aku, dingin denganku, tetapi dengannya kamu selalu betah bersama, bahkan berangkat kerja bersama, kamu itu kenapa sebenarnya?"seru Gema emosi


Nadia terkejut, ternyata kedatangannya pagi tadi bersama Lino telah diketahui banyak orang


dr Anya dan dr Echa yang sedang memeriksa catatan medis pasien dengan serius langsung menatap mereka dengan perasaan ngeri


Lino yang melihat keadaan sekitar, membuat dirinya jengah, lalu menyuruh Gema keluar ruangan bersamanya.


"dokter Gema anda itu seorang dokter bukan remaja labil yang bersikap kekanak-kanakan, bersikaplah layaknya seorang dokter" ujar Lino dengan ekspresi sangat dingin


"Aku memang dokter dan aku kekanak-kanakan, kenapa kamu yang tidak pernah mengacuhkan aku dan para suster yang menaksir kamu, tetapi malah memperdulikan dr Nadia yang barusan datang, katakan apakah kamu menyukai dr Nadia?"


"dokter Gema saat ini kita sedang menangani pasien, tidak seharusnya membahas masalah ini kita harus fokus ke pasien"


"Jangan menghindar dari pertanyaanku dr Lino, jawab pertanyaanku sekarang...apakah kamu suka dengan dr Nadia?"


Lino menatap Gema serius, lalu menjawab dengan suara yakin


" Iya...aku menyukai dr Nadia, rasa suka yang tidak bisa kurasakan denganmu"


Gema memandang Lino dengan pandangan terluka dan mata berkaca-kaca


"Kenapa dengan mudahnya kamu menyukainya, dan tidak menyukaiku padahal aku sudah berusaha keras untuk mendapatkan hatimu?kenapa kamu memperlakukan aku begini dr Lino"


"Sebelumnya aku minta maaf dr Gema sudah menyakitimu, tetapi aku juga tidak bisa memilih kemana hatiku berlabuh untuk mencintai, sejak awal sudah kukatakan untuk tidak mencintaiku, karena sampai kapan pun aku tidak bisa mencintaimu, jadi berhentilah menyakiti dirimu sendiri"


"Jangan libatkan masalah perasaanmu di pekerjaan, jika kamu masih mencampuradukan masalah perasaan pribadi dan pekerjaan, maka aku akan mengganti dr anestesi dari tim yang lain


"Aku tidak mau, kenapa setelah ada dr Nadia kamu lalu membuangku? asal kamu tahu dr Lino sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan dirimu untuk dr Nadia yang barusan datang berapa minggu ini"


"Kenapa kamu tidak paham juga dr Gema, aku tidak mau masalah tadi terulang lagi karena kamu tidak suka melihatku dengan Nadia, ingat kita adalah tim bedah jantung pasien kita berjuang antara hidup dan mati, jangan karena tingkahmu sepeeti anak tk lalu merusak operasiku" ujar Lino tegas


"Lagipula apa yang kamu pertahankan dr Gema?aku sama sekali tidak pernah memiliki perasaan denganmu dari awal kita bertemu sampai saat ini dan dimasa yang akan datang, kita tidak akan bersatu karena perasaan kita lain, maaf aku harus mengatakan hal ini untuk mempertegas sikapku untukmu, carilah pria lain yang bisa mencintaimu dan menerima mu apa adanya" kata Lino mempertegas keputusannya lalu berbalik meninggalkan dr Gema yang masih menangis tersedu


Saat akan masuk ke ruang kantornya untuk berganti dengan baju scrubnya tampak Nadia sudah menunggunya di dalam kantor


"Jangan menatapku seperti itu...kamu tidak melakukan salah, jangan merasa bersalah untuk hal yang tidak kamu lakukan


"Hubungan apa?...tidak ada hubungan antara aku dengan Gema, jadi tidak ada yang merusak dan dirusak"


"Kamu itu terlalu tidak pedulian kok kak, gak kasihan apa dengan perasaan dr Gema"


"Kalo aku gak peduli, aku tidak perlu repot-repot mempertegas bagaimana perasaanku dan membiarkan dia beranggapan sesukanya, aku bukan pria yang suka mempermainkan perasaan seorang wanita yang menyukaiku, jika aku tidak mencintainya maka aku akan bilang aku tidak mencintainya....supaya jelas dan tidak menggantung, jadi biar wanita itu segera mencari pria lainnya.


Nadia menatap Lino dengan tatapan makin memuja karena terkesan atas jawaban dan sikap Lino


"Itu jika kakak tidak mencintainya, tetapi bagaimana jika mencintai seseorang?" tanya Nadia kepo


Lino memicingkan sebelah matanya dan menatap Nadia tajam


"Jika aku mencintai seorang wanita maka aku akan mengatakan sejujurnya dan mengejarnya sampai dapat, aku tidak akan berhenti sampai dia mengatakan untuk menjauhinya"


Tok....tok....dr Lino operasi akan segera kita lakukan dik!" teriak perawat Aryo


"Ayo Nad...lets rock n roll" ujar Lino sambil mengacak rambut Nadia gemas


"Kaaaak....ku laporin ke om sebastian yah!!!" rajuk Nadia


"Laporin aja ke papi, kakak gak takut" ujar Lino lalu meninggalkan Nadia yang masih mengomel dibelakangnya.


^^^^


Setelah operasi berjalan lancar, dan semua dokter sudah bersiap akan pulang termasuk Lino, tampak disamping mobilnya sudah berdiri seorang pria dengan penampilan tidak rapi


"Butuh tumpangan Nton?"tawar Lino


"Hmm...." jawab Anton singkat


Selama di mobil keduanya terdiam sambil mendengarkan suara radio yang sedang mengalunkan lagu yang berjudul 'Lonely' dari Justin Bieber


"Kak mampir ke gudeg itu dulu yah, aku lapeer" ujar Anton


"Yaa" jawab Lino singkat lalu segera memarkirkan mobilnya di depan warung gudeg yang terkenal di kota Yogyakarta


Setelah mereka memesan makan dan minum, mereka segera duduk sambil mendengarkan musik gamelan


"Kak....apakah begitu mudahnya kakak melupakan Raras dengan menggantikan dengan wanita lain?baru 4bulan kak"


"Lalu kenapa juga dengan sepupunya Raras? apa sebegitu inginnya kakak menjadi bagian keluarga Wiguna sampai lepas dari putri dari Sebastian Wiguna sekarang keponakannya?"


"Misalpun dengan wanita lainnya kamu juga akan marah dengan kakak to Nton?"


"Life must go on Nton, kamu juga lihatlah dirimu....setiap hari mabuk-mabukan, tidak pernah masuk kerja, tidak kasihan kamu dengan papa?"


"Papa sudah tua Nton, jangan sampai diusianya ini dia melakukan kesalahan dalam operasi"


"Kenapa bahas Anton, Anton baru bahas kakak"


"Apa yang akan kamu bahas, bukankah kamu sudah tahu kakak baru dekat dengan Nadia, sudahkan nggak ada yang harus kakak jelaskan lagi?" ujar Lino dengan tenang


"Ayo makan, keburu dingin...lalu kamu menginap dimana? kakak anter"


"Gak usah dianter, Anton bisa naik taxi online, males aku lihat muka kakak" omel Anton


"Terserah, tapi awas yah kalo kamu mabuk-mabukan disini, kakak gak mau nolongin" ancam Lino


"Seung Gi Ooppa!!" teriak suara cempreng lalu menghambur ke arah Anton


"Kangen ya ama Kiki? sampe bela-belain datang ke Yogya"


"Berisik kamu Ki, jadi cewek kok suka ke ge eran cih" omel Anton


Lino yang melihat interaksi keduanya hanya tersenyum tipis, lalu segera menghabiskan makan lalu meninggalkan pasangan tom and jerry itu yang masih asyik beradu argumen unfaedah


"Hiduplah dengan baik Nton, life must go on...betulkan dik?" ujar Lino sambil menatap ke atas


...***...


...TBC...


...Lino dan Clara sudah mulai menerima keadaan yang terjadi, dengan tetap berusaha hidup dengan baik...


...Hayoo mana pasukan...


...1. Burap & Nyai...


...2. Anton & Kiki...


...3. Lino & Nadia...