Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 31 Cemburu Ala Burap



Ben yang terkejut melihat sahabatnya Harry menyaksikan Clara yang sedang berpakaian **** membuat alarm peringatan berbahaya dalam dirinya menyala sehingga langsung merengkuh tubuh Clara dalam pelukannya dan menatap tajam Harry


"Siapa yang ngijinin kamu masuk ke dalam Harry?bukankah tadi aku suruh tunggu di depan kan" ujar Ben ketus.


"Heleeh biasanya aku juga masuk-masuk ke rumahmu"


"Sekarang gak boleh!!buruan sana ke depan, aku mau pakai baju sama istriku aku" ujar Ben sambil merengkuh pinggang Clara posesif


"Meneer....ngapain sich pegang-pegang segala" seru Clara


"La kan dari tadi kita pegang-pegangan terus Ras...lupaa ya?perlu aku ingetin bagian mana aja yang aku pegang" bisik Ben ke telinga Clara membuat bulu kuduk Clara meremang dan segera berlari ke kamarnya, tetapi saat di kamar nya Clara kebingungan semua baju dan tasnya tidak ada


"Meneer....baju dan tasku apa disitu?" tanya Clara sambil mengketok pintu kamar Ben


"Iya...masuklah"


Ceklek.....


"Meneer kenapa semua barangku dipindah sich?"


"Mulai hari ini kamarmu disini, kamarmu kasurnya rusak, gak boleh lagi tidur dikasur bawah tanpa tempat tidur..."ucap Ben membuat Clara tersenyum tetapi senyum itu langsung sirna saat Burap mengucapkan


"Ntar kamu sakit lagi, aku yang repot" ujar Ben yang masih mengancingkan bajunya


Clara hanya diam malas menanggapi, entah kenapa moodnya langsung terjun bebas untuk berdebat dengan bule sarap di depannya ini


Clara segera mengambil baju dan berganti baju dikamar mandi, lalu kembali ke kamar untuk mengeringkan rambutnya dan memberikan vitamin


Ben hanya menatap semua ritual Clara sehabis mandi, membuat Clara jengah tetapi berusaha mengacuhkan si Burap biar gak gede kepala


Setelah selesai, Clara segera berdiri dan mau keluar kamar untuk ke dapur memasak untuk makan malam mereka


Tetapi baru satu langkah menuju pintu Ben menghalangi langkah Clara, Clara ke kiri Ben ikut ke kiri, Clara ke kanan Benpun ikut ke kanan, hal itu membuat Clara kesal setengah mati


"Meneer ngapain sich...minggir dong Raras mau lewat ini"


Mendengar itu Ben mendengus kesal dan berujar


"Bagus akhirnya kamu bicara .....berani-beraninya kamu mengacuhkan dan mengabaikanku"


"Siapa bilang Raras mengacuhkan dan mengabaikan Meneer? Raras beneran gak kok, Raras hanya terlalu malas ngomong ama Meneer"


"Apa kamu bilang? Berani bilang gitu sama suamimu sendiri?" ujar Ben tidak percaya mendengarnya sambil melototkan matanya ke arah Clara.


Clara yang mendengar itu hanya cengengesan sambil membentuk tangannya tanda piss, kemudian berdehem dan menampilkan senyum terindahnya.


"Becanda Meneer...dikit-dikit jangan marah donk, ntar cepat tua looh" rayu Clara sambil mengedip-kedipkan matanya.



"Naah katakan Meneer mau ngomong apa sampai Raras gak boleh keluar kamar?" tanya Clara dengan gaya dimanis-maniskan.


Ben berdecak kesal lalu berjalan mendekat ke arah Clara.


"Ras kamu gak boleh keluar ke kamar ya" ujar Ben dengan muka songongnya plus nyebelinnya


Mendengar itu Clara segera menatap tajam Ben


"Lhoo kenapa? Raraskan harus masak untuk makan malam kita?"


"Malam ini kita makan masakan simbok aja....kamu gak boleh keluar karena ada Harry"


"Emangnya kenapa dengan Harry?sampai Raras gak boleh ketemu Harry?"


"Eeeeh.....tunggu-tunggu dari tadi Meneer selalu bilang suami....istri, itu siapa?" tanya Clara yang baru menyadari dari tadi Ben selalu ngomong suami istri mulu


"Iyaa...memang kenapa? bukankah kamu gak mau jadi Nyaiku....tapi kalo jadi istriku pasti mau" ucap Ben dengan kepedean tingkat tinggi.


Sebelum Clara mau protes, Ben sudah langsung melarang Clara protes.


"Stttt...stt....ngamuknya ntar malam kita bahas, sekarang yang penting kamu gak boleh melihat, tertarik dan memandang Harry....kamu mengerti?"


"Sebentar....sebentar kenapa Raras dilarang?...........kalo melarang ya harus dikasih tau alasannya jadi Raras paham" tanya Clara berusaha sabar menghadapi burap satu ini.


"Ya biar mencegah kamu tertarik dengan Harry" ujar Ben ketus


"Laa kenapa Raras harus tertarik sama Harry?emangnya Harry orang hebat gitu?"


"Semua wanita tertarik dengan Harry, karena Harry sedikit tampan dan menarik" ucap Ben dengan muka cemberut.


"Jangan memukul rata semua wanita itu sama Meneer,........ setiap wanita mempunyai standar penilaian tampan tidaknya seorang pria, terutama Raras"


"Menurut Raras Harry tidak tampan, biasa saja tapi Raras bisa pastiin bahwa Harry bukan pria yang bisa dipercaya wanita, pacarnya pasti banyak yang toh?"


"Bagaimana kamu tau kalo Harry playboy?kamu sudah pernah bertemu?"


"Meneer dengan usiaku segini, sangat mudah mengenal seorang pria baik-baik ataupun buaya buntung seperti temanmu itu dengan sekali melihat dari matanya" jelas Clara membuat Ben tersenyum lebar ternyata yang dikhawatirkan tidak perlu terjadi


"Gadis pintar.....!!!" puji Ben sambil mengusap kepala Clara


"Meneer cemburuuu yaaah???kuatiiir yaah Raras naksir temannya??!!" goda Clara sambil mendekatkan dirinya ke arah Ben.


"Sssiapa ...bilang!!!....ciih aku cemburu sama Harry haaah....gak mungkinlah!!"


"Lagipula belum tentu juga Harry tertarik dengan muka jelek kamu!" elak Ben sambil memundurkan badannya.


"Yakiiin????.......


ayoo kita buktikan" tantang Clara dengan smirknya.


"Jangan macam-macam kamu Ras....udah kamu nurut dikamar aja ....aku mau nemuin Harry dulu" ujar Ben dengan gugup dan memerah wajahnya karena jarak dirinya dengan Clara sangat dekat membuat si Bentor mulai bangun untuk unjuk rasa lagi, sehingga Ben langsung meninggalkan Clara secepat mungkin.


Melihat itu Clara tertawa terbahak-bahak puas rasanya bisa membuat Burap mati kutu dan kabur.


Emang enak melawan dr Olivia Clara Maharani, makanya jangan berani main-main dengannya huahahaha.


Setelah puas tertawa....Clara kembali terdiam dan luruh duduk di lantai sambil mengusap tas-tasnya


Sampai tiba-tiba dia teringat, saat tiba di bandara kemarin Bum-bum sahabatnya memberikan sebuah amplop dan terngiang ucapan bum-bum


"Cla...lihatlah rekaman cctv yang berhasil aku retas dan perbaiki karena rekaman ini pernah dihapus, aku harap ini bisa membuka sedikit demi sedikit kejadian 12tahun yang lalu Cla, aku sudah menyimpannya jadi bisa kamu pake sebagai barang bukti saat kamu laporkan ke pengadilan bersama Heru suami Pippo" ujar Bum-bum


Clara segera membongkar tasnya untuk mencari amplop dari bumbum karena penasaran bukti apakah yang didapat bum-bum.


...***...


...TBC...


...Hayoooo tebak video apa yah?😁😁😁...


...Sabaar yaah...Thoor upnya hari Senin...


...Jadi jangan nangis+protes yee...


...SaranghaeπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–...