Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 14 Permintaan Seorang Ayah



Flashback On (Satu bulan sebelumnya)


"Ra....." sebuah suara cempreng memekakkan telinga terdengar di lorong rs, membuat Clara kaget setengah mati, dan semakin shock tampak seorang wanita gempal yang menggunakan seragam tentara berlari menuju dirinya.


Saat sampai didepan Clara, wanita tersebut langsung memeluk erat Clara kencang sambil menangis


"Ini Rara sahabatku sd sampai smpkan?" ucapnya lirih sambil masih terisak


"Pippo londo suwung(nama ejekan Poppy waktu sekolah karena rambutnya merah seperti orang belanda, suwung\=gila)?" ujar Clara sambil tersenyum lembut ditanggapi Poppy dengan anggukan kepala berkali-kali.


"Ayo Ra...kita lanjut ke taman.....maaf ya semua bikin heboh" ujar Poppy dengan muka songongnya sambil membungkuk-bungkuk kepada para pasien dan suster yang melihat polah absurd Poppy , sambil menarik Clara yang masih dengan sikap tenangnya mengikuti tarikan tangan Poppy.


"Cla....ini bener-bener loe?...saat kemarin-kemarin gue selalu melihatmu dari jauh gue ingin menyapa tapi gue bingung kenapa namanya berubah, tetapi ternyata benar itu loe" ujar Poppy sambil menghapus ingusnya.("iyuuh....temen Clara jorok ya gaes"omel thoor kepada Poppy😣😣)


"Kamu benar-benar berubah Cla....sejak om meninggal kamu langsung menghilang tanpa memberi kabar ke kita, aku Nyo-nyo dan Bum-bum setiap hari ke rumahmu, tetapi kemudian berita kebangkrutan papamu, membuat kami sangat mengkhawatirkan loe"


"Maaf ya Pip....saat itu kondisinya ...." belum selesai mulut Clara langsung ditutup Poppy


"Sttt....jangan mengungkit masa lalu, gue sudah senang loe baik-baik saja Cla....gue kabari Bum dan Nyo yah?" tanya Poppy dengan mata berbinar-binar


"Hemmm....boleh gue juga kangen kalian" ujar Clara sambil tersenyum.


"Minta no Wa loe Pip" ujar Clara lalu Pippo langsung memberikan hpnya sambil masih melihat wajah sahabatnya penuh kerinduan.


"Pip...makasih ya elo panggil gue Ra saat di depan banyak orang bukan Cla..." ucap Clara sambil menggenggam tangan Poppy.


"Iya....gue tahu pasti ada maksud loe ganti nama, makanya gue panggil loe Ra" ujar Poppy sambil tersenyum bangga


"You're the best Pip..." ucap Clara sambil memeluk Poppy.


Akhirnya Clara bertemu dengan ketiga sahabatnya, Nyonyo yang mempunyai nama Nyoman bekerja di rs juga di bagian kepala security, Poppy bekerja di rs sebagai bagian administrasi rs hanya Bumbum yang mempunyai nama Syailendra tetapi karena badannya yang gempal, maka dipanggil bumbum, tidak bekerja di rs melainkan di perusahaan IT.


Mereka dari kelas 1 sampai kelas 3 selalu satu kelas sehingga bersahabat, terlebih mereka memiliki kegemaran yang sama yaitu bernyanyi dan berjoget dangdut, mereka berempat sering dihukum karena selalu membuat keributan dengan bernyanyi dangdut diwaktu yang salah.


Setelah mereka saling bercerita kenangan masa lalu sambil tertawa-tawa, akhirnya mereka bertanya bagaimana kabar Clara yang sedari tadi hanya tertawa dan tersenyum, sangat berbeda dengan sifat Clara dulu.


Sebenarnya Clara tidak mau bercerita, tetapi melihat bagaimana ketiga sahabatnya yang menatapnya sedih dan khawatir, akhirnya Clara bercerita semua, sampai alasannya mengganti namanya.


"Cla...kita semua bantuin loe yah, jangan berjuang sendiri lagi, kali ini biarkan kita berjuang bersama membantu loe" ujar Poppy, Nyonyo dan Bum serentak.


"Jangan.....kalian dah punya keluarga bagaimana nantinya"


"Kejahatan ini harus diungkapkan Cla..jangan kuatir suami gue pengacara cukup handal jadi kita bakalan aman" ujar Poppy dengan penuh keyakinan


"Makasih ya gaess...maaf merepotkan" ucap Clara akhirnya terisak membuat semua memeluk Clara.


"That's what friend are for Cla..." ujar Bumbum sambil ikut terharu.


Flashback end


Clara kembali ke rs masih sambil berpikir keras, sampai di ruangannya hanya duduk lalu menaruh kepalanya di meja.


"Dok....apakah kamu baik-baik saja?" tanya Anton yang sudah 3x mengetuk pintu, saat didalam sudah memanggil 3x juga tidak direspon Clara sehingga mendekati Clara dan melihat Clara masih melamun lalu dengan pelan menyentuh bahu Clara.


Clara yang terkaget segera berdiri sehingga kepala Clara membentur hidung Anton


"Aaaaawww sakit tauu!!!....kenapa sih gak ketok pintu dulu, langsung selonong sambil ngagetin pula, .......emang kalo senior boleh gitu mengganggu privasi junior seenak udelnya sendiri" bentak Clara sambil menatap Anton penuh kemarahan membuat Anton shock melihat tatapan penuh kebencian dari mata Clara


Clara yang menyadari salah, segera berusaha memainkan poker facenya, lalu kembali ke wajah datarnya


"Maaf dok...spontan kaget, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya tadi sudah mengetok pintu 3x memanggil anda 3x, maaf membuatmu terkejut dok...ini cuman memberikan rundowon persiapan kita, dan apa yang perlu kita bawa...apabila masih belum paham bisa wa saya saja, sekali lagi saya minta maaf" ujar Anton segera meninggalkan ruang Clara sambil memegang hidungnya.


Anton segera mengobati hidungnya dan merasakan nyeri di dadanya karena melihat sinar kebencian di mata Clara


"Apakah kamu tidak mengingatku sama sekali Ras?Sebegitu bencikah dirimu denganku" ucap Anton lirih.


^^^


"Ayo dok pulang" ajak dr Husein yang satu ruang dengan Clara


"Oooo sudah waktunya pulang ya?" tanya Clara yang masih membaca berkas dari Anton sambil nyengir.


"Iya yuuk pulang..." jawab Husein sambil geli melihat Raras yang linglung


"Sebentar saya beresin tas saya, kita turun bareng ya dok"jawab Clara.


"Iya dok...persiapan sebanyak ini hanya diberi waktu dua hari gilaaa pusing saya dok" ujar Clara.


"Tenang aja dr Anton sudah sering terjun ke lapangan jadi anda tinggal nurut aja, pasti beres" ucap Husein menenangkan.


"Syukurlah dok....hehehehe"


Saat lift terbuka tampak Lino, dr Meri dan dr Andro tersenyum melihat Clara.


"Adik ya yang ditunjuk ke Yogya?"tanya Lino


"Iya bang, persiapan banyak banget inih...bantuin yah" ucap Clara dengan mata puppy eyes nya


"Hahaha....anything for you mi Reina"ucap Lino sambil mengusap kepala Clara lembut


"Gracias Mi Rey" jawab Clara sambil tersenyum lebar.


Husein, Andro dan Meri yang berada dalam satu lift jengah sendiri melihat ke uwuan pasangan ini


"Dunia milik mereka berdua, kita hanya numpang dok" biaik Husein sambil meringis


"Jiwa jomblo meronta ya dok?" ejek dr Meri geli.


Saat lift sudah sampai basement pasangan itu segera berpamitan kepada dr yang lain dan segera menuju mobil Lino.


"Ayo tebak usaha Anton berhasil nggak misahin mereka?" tanya Andro


"Gak bakalan, Pradiptayuda ini dimenangkan Lino" ujar Meri.


"Belum tentu, kelihatannya dr Raras sudah membangunkan macan dalam diri dr Anton"jawab Husein sambil tersenyum.


Sebelum pulang, Lino membantu membeli perbekalan yang akan dibawa Clara, dan setelah sampai di rumah Clara Lino membantu packing dibantu Raksa.


"Kalian mandi dulu lalu makan malam dulu gih, nanti dilanjut lagi" ujar Sebastian yang melihat kesibukan mereka bertiga.


"Saya pulang saja om, terimakasih" ucap Lino sopan.


"Mandi di sini lalu om tunggu dibawah, ada yang mau om bicarakan denganmu" ucap Sebastian tegas tak terbantahkan.


"Emang ada apa sih pih...?" tanya Clara dan Raksa bersamaan.


"Udaah kalian juga mandi lalu makan bersama" ucap Sebastian tidak mau menjawab pertanyaan Clara.


"Ay..ay...kapten...laksanakan" ujar kedua anak tengil Wiguna sambil memberi hormat ke Sebastian membuat Sebastian dan Lino tersenyum geli.


Setelah Lino mandi dan berganti baju dengan meminjam baju Raksa yang paling besar, karena badan Lino lebih besar dari Raksa, Lino segera menemui Sebastian dan diajak Sebastian ke ruang kerjanya.


"Duduklah nak Lino" ujar Sebastian


"Baik om" ujar Lino.


"Sudah berapa bulan ini om lihat kamu dekat sama putriku...katakan terus terang apa rencanamu kedepannya dengan putri kesayanganku nak Lino?"tanya Sebastian to the point


"Kalo diijinkan om, setelah adik dari Yogya saya mau melamar putri om" ucap Lino


"Apakah kamu sudah yakin?putri om banyak kekurangannya dan sangat keras kepala, kamu bisa terima itu semua?" tanya Sebastian.


"Meski baru sebentar saya mengenal adik, saya merasa nyaman didekatnya, untuk pertama kali dalam hidup saya, saya bisa nyaman tertawa, bisa manja dan bisa memanjakan orang yang cintai, tanpa takut salah" ujar Lino dengan wajah berbinar-binar.


"Apakah nak Lino tau....Raras dulu adalah gadis ceria, lincah dan suka tertawa tidak hanya bersama dengan Raksa, tetapi ada sebuah kejadian yang membuat Raras menjadi tidak ramah, jarang tertawa, pendiam, serius dan dingin dengan orang lain"


"Tetapi saat dengan nak Lino, om bisa lihat putri om kembali seperti dulu, bahkan bisa bersikap manja dengan seorang laki-laki....padahal om sangat khawatir Raras tidak mendapatkan jodoh, karena dengan jenis dia selalu dingin dan angkuh"


"Bisakah om mempercayai kamu untuk menitipkan putri om untuk kamu jaga seumur hidupmu?jangan membuatnya menangis dan menyakitinya?"tanya Sebastian


"Saya tidak bisa menjanjikan bahwa didalam perjalanan cinta kami adik tidak menangis, tetapi saya berjanji, sepanjang hidup saya akan selalu berusaha membahagiakan dan melindungi adik dan anak kami kelak, dan tidak akan ada yang bisa menggantikannya posisi adik di hati saya"


"Dan ini tidak hanya janji saja, tetapi saya akan membuktikan, beri saya kesempatan ya om" ucap Lino dengan sungguh-sungguh.


Sebastian tersenyum dan menepuk bahu Lino, "Akan om lihat bukti dari janjimu nak Lino, ayo makan malam dulu, dua anak tengil itu pasti sudah menunggu kita" ajak Sebastian.


...***...


...TBC...