Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 74 Nasib Amber



"Ben...aku tahu kamu sedih kehilangan istri kamu...tapi ya jangan begini-begini amat Ben, sampe nyium Raksa "


"Memang Raksa pria bermuka cantik, tapi tetep dia pria Ben!!" omel Donald sambil menarik Clara menjauh dari Ben.


"Dan kamu Sa...eheem....kenapa kamu memakai baju wanita?" tanya Donald gugup saat meihat Clara yang pagi itu memang sudah berdandan wanita dan memakai kebaya putih dan kain batik sesuai permintaan suaminya membuatnya terlihat sangat cantik.


Clara hanya memutar bola matanya malas


"La memang saya perempuan, memangnya saya terlihat seperti seorang pria?" tanya Clara.



"Eeeh....ndak kok, tapi kenapa wajahmu terlihat seperti dr Raksa Wiguna ya?" ujar Donald bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Mayor, perkenalkan inilah istri saya yang berhasil lolos dari usaha pembunuhan yang dilakukan Ellonor kemarin" ujar Ben yang menarik Clara ke dalam pelukannya.


"Saya Raras Maharani Von Trapps mayor" ujar Clara sambil menundukkan kepalanya dengan hormat


Donald yang masih terbius kecantikan Clara dengan tersenyum kaku.


"Maafkan saya mevrouw (nyonya/ panggilan ke wanita yang telah bersuami), sudah salah paham kepada anda dan mengganggu anda bersama suami anda"


"Maaf ya overste Ben...telah mengganggu mu tadi"



"Bagaimana ada seorang Mayor dari tentara VOC bisa berada disini" bentak Wisnu dan Phil dengan beberapa pasukan pribumi yang sudah mengepung Donald sambil mengacungkan pistol dan senapannya.


Donald segera mengangkat tangannya keatas


"Aku kemari bukan sebagai mayor dari pasukan VOC, saya kemari sebagai Donad Van Der Chapman, saya mau menemui Phil dan Raksa...ada hal penting yang perlu mereka tahu" ujar Donald.


"Jangan bohong kamu, bagaimana kamu tahu Phil disini, dimana pasukanmu bersembunyi?" bentak Wisnu.


"Cari pasukan VOC disekitar sini!" perintah Wisnu kepada pasukannya


"Baik pangeran" jawab mereka serempak


"Aku hanya datang kemari sendiri, percayalah aku tahu dimana tempat tinggal Phil dan Raksa karena setiap malam ketika kalian pulang, aku selalu mengikutinya" ujar Donald dengan malu karena harus mengakui bahwa dirinya selama ini adalah penguntit


"Aku datang kemari karena aku harus memberitahu keadaan genting yang akan terjadi"


"Tuan Phil, dimana Raksa yah?" tanya Donald sambil clingukkan mencari Raksa.


"Buat apa mencari Raksa, katakan saja sekarang apa yang ingin kamu katakan kepadanya" ujar Phil ketus


"Tapi Raksa perlu tahu juga tuan Phil" ujar Donald kekeuh memaksa.


"Udah katakan sekarang mayor, bukankah Raksa dah disini...ntuh" ujar Wisnu dengan muka lempengnya.


Donald yang mendengar Raksa sudah ada langsung membalikkan badannya dengan senyum mengembang


"Mana Raksa??" tanya Donald kebingungan


"Dasar mayor dodol...ntuh yang sedang sedang dipeluk sama suaminya si bule kampret itu Raksa Wiguna alias Raras Maharani, yang nasibnya apes punya laki bule kampret" ujar Wisnu ketus


"Wooii pangeran cebol apa maksudmu....iri bilang kagak usah ngata-ngatain kampret segala" teriak Ben sewot


"Ciiih iriii....Raras aja sedang khilaf, ntar pas sadar pasti langsung ninggalin kamu" ejek Wisnu sinis


Buseeet baru tahu Clara kalo laki-laki kalo bersaing ternyata bisa juga julid kek emak-emak.


Clara yang sudah muak dengan pertengkaran unfaedah diantara mereka langsung menengahi.


"Pangeran Wisnu bisa diem gak!! dan kamu Ben suamiku yang paling ganteng kalo masih riweh....ntar malam tidur diluar!!" ujar Clara meski tetap tenang dan tersenyum tetapi membuat keduanya kicep, sedangkan Ben langsung memasang wajah memelas.


"Yeeesss, ntar malam gantian tidur sama aku ya Ras, akukan suamimu yang kedua Ras" ujar Phil dengan cengiran lebarnya.


'Toloong....siapapun jugaa bantuin istri Eunwo ini untuk pergi dari rombongan pria aneh dan gila ini huwaaa'


Clara memang menyadari bahwa dirinya memang cantik jelita bagaikan bidadari di jaman ini, tapi ya nggak gini-gini amat kali, sampai tiga pria selalu ribut merebutkannya...diulang tigaa gaess.


Dan bau-baunya bakalan jadi empat karena si Donald bebek bakalan semakin gencar mengejar dirinya setelah tahu dirinya seorang wanita.


"Phil....sini kamu!!" panggil Clara tegas


Phil yang dipanggil Clara dengan semangat empat lima langsung segera mendatangi Clara.


Plaaak....plaaak Clara segera menabokin tubuh Phil


"Sakiit Ras....tega iih kamu sama suami keduamu yang ganteng ini" ujar Phil lebay membuat Clara memijat pelipisnya.


Saat Clara melihat Ben mau marah kepada Phil langsung menggenggam tangan Ben erat.


"Mari Mayor, ikut saya untuk bicara di rumah panggung di samping rumah ini" ajak Clara sambil tetap menggandeng Ben membuat Ben tersenyum tengil mengejek pria yang lain.


Clara yang melihat polah suaminya cuman geleng-geleng sambil mengelus dadanya sabar...sabaar orang sabar pantatnya lebar..


.eeeeh.


Donald bagaikan terhipnotis ucapan Clara segera mengikuti Clara diikuti Phil sedangkan Wisnu tetap memasang muka curiga dan siaga kepada Donald.


Setelah sampai dirumah panggung Clara duduk disamping Ben, dan Phil disamping Clara


"Sa...beneran suamimu dua?" tanya Donald yang masih penasaran.


"Sekarang kita bahas hal penting apa yang ingin anda sampaikan Mayor?" tanya Clara to the point dengan wajah datar mengabaikan pertanyaan Donald.


Sambil menghela nafasnya akhirnya Donald menceritakan malam kemarin.


Flashback On


Setelah kepergian Clara dan Phil, Donald menyuruh Amber untuk pergi sebelum ketahuan Walter dan ayahnya.


Melihat Amber tertembak, Donald segera berteriak ke arah Walter saat Walter ingin menembak Amber yang saat itu memakai celana, baju hitam dan bercadar hitam seperti pasukan hantu bercadar.


"Walter jangan tembak!!! dia Amber"


Walter yang terkejut segera berlari mendekati Amber


"Kamu nggak papa sayang?" ujar Walter yang berlari menolong Amber


"Apa yang kamu lakukan Walter!! menyingkirlah kita harus menangkap dan membunuhnya karena dia pemberontak!" teriak Bill.


"Dia bukan pemberontak pa, papa kejar pemberontak lainnya....yang ini biarkan Walter yang urus" ujar Walter sambil memapah Amber


"Jangan bodoh kamu Walter, dia hanya p****r murahan dan sekarang ternyata adalah seorang pemberontak yang harus dihukum mati"


"Selama ini aku yang selalu bodoh menjadi boneka ambisi papa, tetapi saat ini Walter sudah lelah .....Walter hanya menginginkan sebuah keluarga normal bersama Amber" ujar Walter lalu meninggalkan ayahnya sambil memapah Amber.


"Dasar J***g gara-gara kamu putraku menentangku" bentak Bill lalu menembakkan pistolnya ke arah Amber


Doooor......


Tetapi Bill dibuat terkejut dan menjadi lemas terduduk karena yang tertembak adalah putra kesayangannya bukannya Amber.


"Walterrrr......kenapa?" seru Amber sambil memeluk tubuh yang barusan memasang tubuhnya ke belakang tubuh Amber menerima timah panas dari senapan Bill


"Ik hou van je liefste (aku mencintaimu sayang) maafkan aku selalu berbuat kasar selama ini" ujar Walter dengan suara tersenggal-senggal kemudian menutup matanya selama-lamanya.


"Walter Neee.....nee, laat me alsjeblieft niet alleen (Walter...jangan tinggalin aku sendiri)" teriak Amber histeris.


Amber yang ketakutan saat para tentara VOC sudah mulai berdatangan ke arahnya segera mengambil pistol nya Walter, dengan susah payah Amber berdiri dan menembak Bill yang masih shock melihat putranya meninggal dengan bersimbah darah.


Dooor.....


Doooor.....dooor....


Ambil berhasil menembak bahu Bill, tetapi setelah itu tembakan para tentara KNIL menghujam ke tubuh Amber berkali-kali membuat Amber tersenyum puas.


"Selamat tinggal Sa...." ujarnya lirih kemudian tubuhnya terjatuh di dekat tubuh Walter


Ferdinand van der Chapman datang bersama pasukannya lalu salah satu ajudannya memeriksa tubuh Amber dan Walter.


"Komandan ditubuh wanita ini ada kantung berisi beberapa jarum beracun seperti jarum yang berhasil membunuh Gubernur Jendral Holken"


"Aapaaa kakakku meninggal?" tanya Bill terkejut


"Gak usah berpura-pura Bill, sudah bukan rahasia bahwa kamu menginginkan posisi Gubernur Jendral Batavia, tetapi aku nggak mengira bahwa kamu tega membunuh kakak iparmu bahkan putra kesayanganmu sendiri" ujar Ferdinand ketus.


"Ringkus komandan Bill Van der Chord sekarang" perintah Donald kepada anak buahnya


"Fred....aku tahu kamu dendam kepada keluargaku atas kematian Monica, tetapi demi Tuhan Fred aku tidak mungkin membunuh kakak iparku sendiri, percayalah padaku Fred...kita sudah berteman sejak kita kecil Fred aku mohon percayalah padaku!!" teriak Bill sambil meronta-ronta


"Monica juga berteman dengan putrimu, tapi putrimu tega membunuhnya bukan?bagaimana aku tidak percaya bahwa ayahnya pun mampu membunuh kakak iparnya dan putranya sendiri" ujar Ferdinand dengan nada dingin.


"Bawa dia ke penjara Gubernurat, dan segera laporkan ke pengadilan kerajaan untuk segera diadili" perintah Bill tegas


"Baik komandan" teriak para tentara serempak sambil menyeret Bill dengan kasar


Flashback off


Clara yang mendengar Amber meninggal ikut meneteskan air matanya


"Lalu kamu jauh-jauh hanya untuk bercerita seperti itu?" tanya Phil sinis


"Bukan gitu....ceritaku belum selesai tuan Phil" jawab Donald sewot.


"Paginya komandan Bill berhasil kabur ditolong anak buahnya yang setia, dan saat ini dia membawa pasukannya untuk membasmi para pribumi....karena itulah aku kemari untuk memperingatkan kalian untuk bersiap menghadapi pasukan komandan Bill adalah pasukan berani mati dan pembenci pribumi" ujar Donald.


"Bukankah Mayor juga pembenci pribumi, kenapa anda sekarang menolong para pribumi?"


"Apa rencana tersembunyimu Mayor?" tanya Ben ketus.


"Iya...saya akui aku pembenci orang pribumi, tetapi istrimu membuat pandanganku berubah, dia telah menyelamatkan nyawa ayahku dan aku, dan untuk pertama kalinya aku jatuh cinta ...Puji Tuhan ternyata Raksa adalah wanita jadi aku masih normal" ujar Donald dengan nada pasti sambil menatap Clara penuh cinta


"Jangan macam-macam mayor, Clara adalah istriku kami sudah menikah secara resmi"


"Aku tidak masalah jika Raksa sudah menikah denganmu, tuan Phil saja rela menjadi suami kedua maka akupun rela menjadi suami ketiganya" ujar Donald dengan penuh percaya diri


Naniiii.....benerkan sesuai perkiraanku bahwa si Donald Bebek satu ini nekat dan gila, suami satu aja belum dapat pemberkatan pernikahan ini malah ada dua pria yang dengan songong nya rela jadi suami ke dua dan ke tiganya.


Memangnya Clara cewek apaan, dasar pria-pria gila minim ahklak....masa bodo aah, pusing kepala Clara (makanya Cla....buruan pulang gak main-main di jaman dulu wae πŸ˜• mbantuin rs yang selalu siaga 1 menerima pasien mbk Coronces😒😒😣 di RS *author ngomel)


Clara sambil memijat keningnya yang semakin sakit, langsung menggeret Ben kembali masuk rumah


"Kalau sudah selesai Raras mau istirahat karena badannya belum sehat, ayo Ben sayang!"


"Mari Mayor, saya mau menemani istri saya istirahat badannya masih panas" pamit Ben dengan tersenyum jumawa


"Overste Ben....satu minggu lagi ada kapal untuk pergi ke Belanda, kalian sudah aku belikan tiket, kalian pergilah ke sana karena disini tidak aman, terlebih kamu sekarang pria buronan Ben" ujar Donald


"Maaf Sa, hanya ini yang bisa aku lakukan supaya kamu aman" ujar Donald lalu beranjak berdiri.


"Jaga istri kita Ben, aku akan berburu Bill supaya tidak sampai kemari dan membumi hanguskan warga pribumi disini" ujarnya untuk terakhir kali kemudian meninggalkan rumah panggung dan pergi dengan naik kuda.


...***...


...TBC...


...Hari ini double up yess😁...


...Gumawo ya buat para pembaca-pembacaku tersayang yang sangat pandai dan bahkan sangat kreatif memberi nama lucu2 ke para tokoh karakter di novel aku, mohon ijin ya ide nama dari kalian thor pakai πŸ™πŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ˜˜...


...Loooope....looopee all of u πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–πŸ’–...