
"Meneer panggil Raras kenapa?"
"Duduklah dulu lalu minum" ucap Ben
Saat Clara mau mengambil gelas berisi jus didepan Ben, tangan Clara langsung ditepis Ben
"Ambil minum sendiri ke dalam kenapa?, inikan minumanku" ujar Ben dengan muka songong membuat Clara memandang Ben tak berketip
"Udah gak usah menatapku seperti itu, aku tahu wanita pribumi seperti kamu pasti terpesona terhadap ketampananku" ucap Ben narsis membuat Clara memutar bola matanya malas lalu terbersit ide nekat dari simbok bahwa burap belum pernah berdekatan dengan wanita
Dengan tersenyum licik, Clara mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Ben sambil membungkukkan badannya karena Ben sedang duduk lalu meneliti kening,mata, pipi, bibirnya
"A...aapa yang kamu lakukan Ras" tanya Ben tergagap karena gugup dengan tingkah nekat Clara yang mendekatkan dengan dirinya sampai aroma vanila dari tubuh Clara tercium di hidung Ben
"Hanya ingin menatap meneerku dari dekat, apakah benar-benar tampan tidak" bisik Clara ke dekat telinga Ben membuat Ben meremang dan hanya menatap Clara gugup
"Tapi ternyata gak begitu tampan tuch" ujar Clara watados dan segera menegakkan badannya lalu beranjak meninggalkan Ben yang masih terbengong mencari air minum didapur sambil tersenyum puas
Ben langsung meminum jusnya untuk meredakan rasa gugup dan debaran jantungnya yang menggila karena melihat wajah Clara yang begitu cantik tepat 1cm didepan wajahnya, tetapi karena saking terburu meminum membuatnya tersedak
Uhuuuk...uhuuuk.....
"Ini diminum dulu, makanya kalau minum jus jambunya pelan-pelan, kaya anak kecil aja" ejek Clara sambil menyodorkan segelas air putih ke Ben dan langsung mendapatkan pelototan mata penuh emosi dari Ben
"Udah gak usah pake melotot gitu, Raras tahu bahwa Raras sangat cantik makanya meneer sampai gugup dan mukanya merah semua gitu" goda Raras sambil mengedipkan salah satu matanya dan langsung kabur pura-puranya membantu simbok mengangkat sayuran dari kebun
Skak mat.....membuat Ben makin memerah wajahnya
"Sialaaan.....dasar gadis edaan!!!" umpat Ben lalu langsung masuk ke dalam rumah sambil membanting pintunya keras untuk menutupi rasa malunya
Melihat itu Clara tertawa terbahak-bahak membuat simbok dan pak Darto terheran-heran
"Ada apa to Nyai...itu kok meneer kelihatan marah"
"Biasa mbok....minuman dari jambu nya habis" ujar Clara sekenaknya
"Oalaah...pakne tolong dipetikin lagi jambu nya, meneer suka jambu e" ujar simbok dengan logat jawanya medok
"Yoo bukee, sik"
"Eeeh siapa yang mau manjat mbok?"
"Yaa pak e Nyai"
"Pakee dah tua yaa ...sini biar Clara ajah yang naek" ujar Clara dengan gagahnya berjalan menuju pohon jambu lalu dengan ringannya Clara segera naik ke pohon tanpa mendapat kesusahan membuat simbok dan pak Darto shock, karena masa itu seorang wanita tidak boleh naik pohon
"Nyai turuuun.....nanti meneer marah" teriak simbok dan pak e
"Haizz....gak papa Raras dah sering kok naik-naik pohon mbok" ucap Clara santai tetap memetiki jambu-jambu yang ranum
Mendengar diluar sangat berisik mengusik Ben yang masih jengkel sama Clara, Ben langsung keluar dan melihat simbok dan suaminya teriak-teriak sambil menatap ke atas
"Ada apa mbok kok teriak-teriak?" tanya Ben
"Eeeh....ndak apa meneer, hehehe " ujar simbol menutupi kesalahan Nyainya
Ben menatap curiga lalu menatap keatas dan kaget melihat Clara yang duduk di dahan sambil mengambili jambu-jambu yang memang baru berbuah banyak banget
"Araaaassss!!!!!!turuuuun kamu manusia atau monyet!!" teriak Ben
"Bentar Meneer sayang ini jambu nya masih banyak yang sudah matang, kalo tidak dipetik besok kan sayang kalau jatuh dan busuk."
"Turuuun Araass sekarang!!"bentak Ben.
"Haizzz....iya...iyaa" ujar Clara sambil turun ke bawah, tetapi saat sudah dekat tanah tidak sengaja tangan Clara merusak rumah semut, sehingga semua semut langsung menyerang Clara sehingga Clara segera meloncat turunnya membuat Ben, simbok dan pak Darto speechless dengan Nyai baru dirumah ini
Saat Ben bersiap memarahi Clara, Clara segera menaruh jambu ke tanah lalu langsung kabur ke kamar mandi sambil teriak-teriak kesakitan digigitin semut
"Meneer marahnya ditunda dulu yaa....Raras mandiii duluuu!!"
Ben hanya bingung melihat polah Clara, lalu ketika tersadar langsung mengejar Clara
"Araaas kamu kenapa kok teriak-teriak kesakitan "
Simbok dan Pak e yang melihat polah dua majikannya yang absurb dan heboh membuat mereka tertawa geli
"Rumah ini semakin rame ya pak e"
"Iyoo bunee, meneer yang biasanya gak pedulian sekarang jadi peduli sama Nyai"
.
.
Clara yang masuk ke kamar mandi dan karena sangat tidak nyaman seluruh badan Clara lupa menutup pintu kamar mandi dan langsung melepas celana dan blouse nya, hanya memakai cd g-stringnya dan bh warna hitam, sambil mengibas-ibaskan semut-semut di sekujur tubuhnya sampai tidak sadar Ben yang berlari mengikuti Clara dan berdiri terbengong menatap tubuh indah Clara
Saat Ben tersadar, Ben segera keluar dari kamarnya menuju dapur untuk minum air sebanyak-banyaknya, untuk meredakan detak jantungnya yang bertalu-talu tidak karuan sambil berkali-kali mengacak rambutnya
"Sialan gadis itu sangat cantik banget, tubuhnya bagus banget ya ampuun"teriak Ben frustasi karena tidak bisa mengenyahkan bayangan tubuh Clara dari pikirannya terlebih tiba-tiba si Bentornya bereaksi membuat Ben makin pening
"Bentoor....bentoor akhirnya bereaksi juga kau.... aku pikir kamu punya kelainan karena tidak bernafsu dengan wanita" ujar Ben sambil melihat juniornya.
Saat Ben masih menenangkan jantung nya tiba-tiba terdengar suara Clara yang memanggil simbok sambil mencarinya
Ben semakin puyeng melihat penampilan Clara yang hanya memakai celana pendek warna cream dengan kemeja putih dengan rambut digerai habis keramas
"Meneer hallo....kok bengong?" panggil Clara sambil melambaikan tangan didepan mata Ben, membuat Ben tersadarkan dari bengong nya
"Ngapain cari simbok?" tanya Ben yang tidak menjawab pertanyaan Clara dengan wajah datar
"Minta bantuin gosokin obat ke tubuh Raras karena digigitin semut" ujar Clara sambil berkali-kali menggaruk semua badannya
Ben melihat memang terlihat wajah, leher, tangan dan kaki Clara terlihat bentol-bentol merah
"Mana obatnya?"tanya Ben
"Buat apa meneer? tanya Clara bingung
"Simbok mungkin baru kerumah anaknya, kelamaan nanti kalau menunggu simbok pulang" jawab Ben tetap memasang muka datar
Clara berpikir keras, kalo kelamaan nunggu simbok dia sudah gak tahan rasa gatal dan panas karena semut tadi semut merah yang gigitannya aduhai membuat kulit mulus Clara bentol-bentol merah
"Baik...tapi jangan modus yah" ancam Clara
"Apa itu modus?"
"Ada niat mesum dibelakangnya" ucap Clara sambil melototkan matanya dan memberikan salepnya ke Ben
"Jangan GR kamu, aku tidak tertarik sama pribumi jelek kaya kamu" ucap Ben sinis
"Iya..iya Raras tahu selera meneer pasti nonik-nonik dengan badan montok euuuy...."* pada jaman dulu wanita cantik itu adalah wanita berbadan montok alias atas dan bawah besar
"Sok tahu kamu..." jawab Ben sewot
"Hahaha muka meneer merah lagi" ejek Clara
"Bagian mana yang digosok" ucap Ben tetap dengan nada sewot
Lalu Clara duduk membelakangi Ben di kursi meja makan, sambil mengikat rambutnya ke atas, sehingga terlihat tengkuk Clara yang putih mulus (eeh sekarang bentol-bentol dingππ author POV)
Untuk menutupi kegugupan Ben mengusap salepnya sambil ditepuk keras ke tengkuk Clara membuat Clara teriak-teriak
"Meneer gilaa, sakiit tau...gak inget apa tangan segede kaki gajah!!" teriak Clara
"Makanya jadi gadis gak nakal kenapa, sekali-kali aja jadi wanita feminin ?"
"Udah suka pake celana kaya cowok, suka berantem ditambah suka naek pohon...emang kamu monyet!!" omel Ben sambil tetap mengusap di belakang telinga Clara
"Enak aja monyet...emang kenapa wanita bisa naik pohon, emang kenapa wanita pake celana, pikiran meneer itu harus dirombak...wanita dan pria sama haknya, di jamanku pria dan wanita sejajar kita bekerja bersama dan saling menghormati" ujar Clara sambil tetap menggarukin punggung nya
"Punggungnya mau digosokin juga?"
"Yaaah....dasar meneer mesum!!" teriak Clara
sewot
"Dirogoh Raaaas, ndak harus buka baju!!! yang pikiran mesum siapa cobaa!!" teriak Ben sambil nyentil kening Clara dan ditanggapi Clara sambil meringis
Lalu Clara kembali membalikkan badannya sehingga bisa di olesi Ben
"Dasaar Ben begoo....ini namanya menyiksa bentor aku sampai nanti malam....benar-benar ini ide dan mulut begoo" umpat Ben dalam hati saat menyentuh punggung Clara yang halus membuat Bentor makin sesak di kurungannya
"Meneer pelan-pelan kenapa kaya mengasah pisau....awwww pelan meneer"teriak Clara
"Makanya diem...kalo banyak gerak sakit" teriak Ben
"Gimana gak gerak ini mah antara geli dan sakiit...udaah Meneer sakiiit"
"Tanggung, yang bawah belum ini"
"Gak usah...yang lembutan dikit napa Meneer!!" teriak Clara
Keberisikan mereka membuat Simbok dan Pak Darto yang mau masuk untuk menanyakan besok tugasnya apa langsung tidak berani membuka pintu masuk rumah dibelakang dapur.
"Bunee....Meneer baru indehoi sama Nyai" bisik pak e
"Iyoo pakne....mainnya didapur pula hihihi"
"Kalo sudah pingin dimanapun ya oke bukee....kaya kita belum pernah muda" ujar pak e
"Yoo wes pak e..kita jangan ganggu mereka, semoga segera ada majikan kecil ya pak e, pasti ganteng-ganteng dan ayu yoo pak e"
"Yoo jelas ayah ibunya saja ganteng dan ayu banget gitu kok" ucap pak e lalu mereka berdua kembali ke rumah belakang
...***...
...TBC...
...Hallo....hallo ...terimakasih ya gaess sudah mau berkenan membaca novel ini semoga suka yaahπππ...
...Saranghaeππππ...