Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 100 I See U Again



"Looo cah ayu kamu belum bilang sama papimu?" tanya Joyo dengan watados


Clara langsung mengggelengkan kepalanya sambil merapat di dekat Aron


"Kang mas...aku tanya kok malah tidak dijawab tooh!!" omel Sebastian kesal.


"Masss. ....Bassss!!!!" terdengar teriakan cempreng dari tante Lena sambil berlari-lari.


"Apaaan sich Len, kebiasaan loo udah tua juga masih lari-lari sambil teriak-teriak"


"Ora sah crigis (tidak usah cerewet)mas, liaten dulu iniii!" seru Lena sambil menyodorkan hpnya ke arah Sebastian.


Clara dan Aron hanya saling berpegangan erat, karena mencium aroma-aroma kena amukan macan keluarga Wiguna


"Olivia Clara Maharani Wigunaaa!!apakah bule sontoloyo ini memperkosa kamu? sampai kamu hamil anak dia?!!" tanya Sebastian sambil menatap Aron penuh curiga dan marah.


Mendengar ucapan Sebastian sontak membuat Aron shock lalu mengusap wajahnya frustasi dan berbisik ke Clara.


"Memangnya mukaku yang ganteng sempurna ini terlihat seperti muka pemerkosa ya Claa?"


Clara yang pada awalnya ketakutan dan gugup akan pertanyaan papinya, tetapi saat mendengar bisikan Aron membuatnya ujung bibirnya sedikit tertarik ke atas menahan ketawa.


"Anu pi....anu bukan seperti itu ceritanya, Ben tidak memperkosa Clara kok, tapi anu...anuu" jawab Clara tergagap kebingungan bagaimana menjelaskan kesalah pahaman ini.


Kalau mau bicara jujur pastilah dia dan Aron dijadikan peyek kacang oleh papi dan tantenya, ditambah disitu ada pakde Joyo yang tidak kalah garangnya sama kedua macan keluarga Wiguna, karena video kejadian kemarin di Oregon ternyata diunggah oleh putri dari keluarga Aberneity sehingga menjadi viral, terlebih Clara adalah putri dari keluarga terkaya di Asia hampir saja terbunuh oleh racun, jadi hampir semua orang tahu dirinya telah menjadi istri dan sedang hamil anak dari Bosnya si Laron bin Uler ini.


"Been....bantuin ngomong, jangan diem aja" bisik Clara sambil meremas tangan Ben yang sedari tadi memegangnya.


"Otak jeniusku tiba-tiba ngadat Claa" jawab Aron juga sambil berbisik sambil meringis.


Melihat Aron dan Clara yang malah sibuk saling berbisik dan bermain sikut-sikutan membuat Lena dan Sebastian jadi semakin marah.


"Rara!!!! dasar yaah kalian ini sudah berbuat salah bukannya merasa bersalah kalian malah sibuk sendiri berdua" seru Lena sambil memukuli lengan Clara sedangkan Sebastian melampiaskan kemarahan juga memukuli Aron yang sedang melindungi tubuh Clara dari pukulan tangan Lena


"Dasar Bule sontoloyo kamu ini, sudah menikahi putriku tanpa ijin bahkan malah menghamili juga" sembur Sebastian.


"Bastian....Lenaaa....berhentiii!!!! ingat Clara sedang hamil, sampai ada apa-apa dengan cucuku aku masukin kalian ke penjara!!" amuk Joyo sambil menarik tubuh Lena dan Sebastian menjauh dari Clara yang saat ini dalam rengkuhan tubuh tinggi besarnya Aron.


Mendengar bentakan dan sentakan tangan dari pakde Joyo menyadarkan dan membuat Lena dan Sebastian menjadi cemas keselamatan Clara dan cucu mereka.


"Bukankan Ben sudah meminta ijin untuk menikahi Clara secara gereja, itu menandakan dia pria bertanggung jawab...kenapa kalian malah mempersulit keadaan mereka"


"Masalah kehamilan Clara itukan wajar, mereka sudah sah secara sipil di Indonesia maupun Amerika jadi buat apa kalian marah-marah begitu, jika kalian tidak merestui aku sebagai kakak papanya Clara yang merestui"


"Ayo Nak Ben bawa istrimu ke rumah pakde, meski tidak semewah rumah baso sapi ini rumah pakde ya bagus" ucap Joyo ketus


"Kangmas bukan begitu maksud aku, maafkan papi ya Claa yang sudah terbawa emosi....papi restui pernikahan kalian, kalau bisa secepatnya sebelum perutmu makin buncit ya Cla"


"Len besok urus semua masalah pernikahan mereka, pake WO ternama..... semua yang terbaik"


"Pii.....bolehkah Clara ngomong?" ucap Clara pelan


"Boleeh....boleeh...kamu minta apa? kamu pingin pernikahan yang bagaimana?"


"Kalau bisa pernikahan Clara dibuat sederhana saja ya, kemarin waktu sama abang tante Lena sudah merancang terlalu mewah, kali ini biar Clara dan Ben yang atur sendiri ya, nanti tante Lena bantuin ya tan" ucap Clara.


"Baiklah terserah kalian, tapi kalian harus menikah satu minggu lagi kamu tinggal perintah WO saja, kamu harus banyak istirahat dan jaga kandunganmu" ujar Lena lalu segera menelpon WO langganannya dan beranjak meninggalkan ruang dapur.


"Kalian itu kalau tidak mas bentak nggak mikir secara matang, cuman bisa marah-marah heran aku kenapa Bram ngijinin kamu yang asuh Cla" omel Joyo.


"Nak Ben buruan istrimu kamu suruh makan dulu kalo ibu hamil itu pasti kelaparan" ujar Joyo sambil menarik tangan Sebastian supaya tidak mengganggu Clara dan Aron.


Setelah selesai makan, mereka segera kembali ke kamar untuk segera beristirahat sebelumnya mereka membasuh badan dan berganti baju supaya segar.


"Claa....ambilin baju dong, baju yang aku bawa jatuh dan basah ini!!" teriak Aron dengan suara kencang


Haizzz kebiasaan dech, kebiasaan buruk bos satunya ini adalah selalu menjatuhkan baju atau handuknya dikamar mandi sehingga basah.


"Iyaaa....bentar!!" jawab Clara tidak kalah kerasnya lalu mengambilkan baju Aron dari koper.


Saat membalikkan badan, tampak Aron sudah keluar dari kamar mandi hanya membalut tubuh bagian bawahnya dengan handuk



"Lama banget sich Cla...keburu kedinginan ini!!" omel Aron.


Clara yang terkejut melihat Aron yang sudah berada dibelakangnya, ditambah Aron yang tidak memakai baju membuat mata Clara ternoda.


"Beeeen!!!!! pake baju dulu kenapa siccch, bikin mata suciku ternodai ini!!!" (Woiiiii Claaa ...elo lupa dulu kamukan sudah melihat Ben tidak memakai baju...dasar pikun loe 😣*Author POV) pekik Clara lalu membalikkan tubuhnya memunggungi Aron.


"Iyaa....iyaa gitu aja heboh kamu,mulai biasain lihat aku tidak pakai baju" ucap Aron sambil mengambil baju yang ditangan Clara.


'Eeeh....wait a minute, apaa mataku tidak salah lihat?' gumam Clara dalam hati, lalu segera membalikkan tubuhnya menghadap Aron dan mulai mendekati Aron


Dengan mata berkaca-kaca, Clara mengusap tahi lalat di leher Aron


"Apakah kamu benar-benar Ben suamiku, kita benar-benar pernah bertemu di jaman dulu, itu bukan mimpi aku belaka-kan?" tanya Clara sambil terisak.


"Akhirnya kamu mengingat aku Schatje....jangan menangis ini aku suamimu Burap kesayanganmu" jawab Aron sambil mengusap air mata Clara dan menciumi seluruh wajah Clara yang semakin keras menangisnya.


"Bukankah aku sudah pernah bilang I Will See You again Schatje, dan kali ini dimana sudah tidak ada peperangan kita tidak akan berpisah lagi" ujar Aron sambil memeluk erat tubuh Clara yang masih terisak diceruk leher Aron.


"I miss you so much Ben, aku gak bisa hidup tanpa dirimu lagi....sungguh" ucapan Clara membuat kupu-kupu beterbangan di perut Aron, akhirnya setelah ratusan tahun bahkan ribuan tahun terpisah akhirnya dia menemukan satu-satunya wanita yang dia cintai.


Entah siapa yang memulai, keduanya sudah saling berciuman dengan sangat lembut untuk menuangkan rasa rindu dan cinta mereka, tetapi lama kelamaan ciuman Aron semakin dalam dan menuntut.


"Claa...karena kita sudah menikah di masa lalu, boleh ya aku minta dp dulu ya sekarang" ucap Aron dengan suara serak karena sudah dipenuhi gairah dan si Arthur sudah meronta-ronta ingin segera bermain track-trackan di terowongan soulmatenya si cantik tembem guinevere.


Clara dengan tersenyum malu hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah memerah.


Aron secara perlahan melucuti baju tidur Clara yang mempunyai model daster tanpa lengan sambil tetap menyesap diceruk leher Clara membuat Clara yang belum pernah disentuh selain Ben dimasa lalu yang gagal akhir terdengar ******* pelan dari mulut Clara, cumbuan yang Aron berikan tidak berhenti sampai disitu, bibir Aron semakin turun ke arah squishy Clara yang sangat disukai Ben dari dulu, tidak besar ataupun kecil tetapi pas di genggaman milik Aron, dan berusaha melepas kaitan penutup squishy yang membuat Clara kembali mendesah dan segera mengecup dan bermain di squishy kesayangan dan candu baginya mulai sekarang.


Dengan sekali sentak, handuk yang menutupi king Arthur akhirnya terlepas sudah, dan Aron semakin gencar mempersiapkan soulmate sahabatnya supaya siap diajak bermain track-trackan


Baru saja si Arthur mengintip pintu terowongan terdengar teriakan histeris


"Diiiik Claraaa!!!!!aaaargh" teriak Galuh lalu menutup matanya dengan kedua tangannya dan bersembunyi dibelakang tubuh Sean.


"Yaaa ampuuun Ar...kalo baru main pintu ditutup kenapa!!" ucap Sean dengan ekspresi watados.


"Kingkooooooong!!!!!!!" teriak Aron dan Clara dengan suara menggelegar marah.


...***...


...TBC...


...Yaaah Gatot Maning....gatot maning...


...Kasihan...kasihan....kasihan si Arthur aka Bentor bermain track-trackan 😩😱😣...