Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 104 Gone In 60 Second



"Piii....Ben jangan dipingit dulu yah, kita mau poto prewed pake baju pengantin ini, karena besok kan setelah pemberkatan kita langsung terbang ke US mana sempat kita poto-potoan pose mesra" bujuk Clara dengan mata berkaca-kaca.


Melihat putrinya sudah mau menangis, timbul rasa iba dan perasaan bersalah didalam hati Sebastian, sudah cukup kemaren membuat pernikahan putrinya gagal karena keteledorannya tidak menyelediki masa lalu Lino.


Melihat Papinya yang bau-baunya luluh sudut bibir atas Clara sedikit tertarik ke atas, hanya Aron yang melihat itu, membuatnya mengerti bahwa istrinya mempunyai rencana, maka dia mengikuti mau istrinya saja.


Sambil mengusap kepala Clara penuh kasih, Sebastian langsung berseru.


"Bule sontoloyo ingat yah, habis foto langsung pulang nggak usah aneh-aneh....Ingaaaat!!!! habis itu langsung pulang!!!" ucap Sebastian sambil mengacung-acungkan jari telunjuknya sebagai tanda peringatan.


"Anwar bawa 5 anak buahmu untuk mengawal pasangan anak bandel ini supaya tidak macam-macam" perintah Sebastian sambil melirik sinis ke arah Aron, sedangkan Aron pura-pura tidak lihat dan memasang wajah polos.


"Piii....ngapain sich harus pake diintilin 6 bodyguard, udah sama om Anwar aja....lihat muka sangar om Anwar penjahat dah langsung ngacir pi" ucap Clara sambil meringis sambil melirik bodyguard papinya yang sangat pandai bertarung, penampilannya memang garang, dengan badan penuh tato, bertindik ditelinganya dan jangan lupakan muka datar nya.


Dari pertama kali Clara kenal, bodyguard setia papinya tidak pernah tersenyum, selalu serius dan kaku



Pleeetak......


Sebastian menyentil kening Clara


"Nggak mau, maka nggak ada foto prewed segala....papi gak mau dibantah Olivia Clara Maharani Wiguna!!" ujar Sebastian dengan tegas membuat nyali Clara ciut jika papi sudah dalam mode senggol bacok gini---- hicks.


"Ayo Ben buruan kita berangkat sebelum singa-singa Wiguna mengamuk" ujar Clara sambil menggeret tangan Aron sambil berteriak pamit tante Lena, pakde Joyo dan semua yang sedang berkumpul.


"Claaraaaaa berani ngatain papi singaaa ini pasti ketularan bule sontoloyo!!!!" omel Sebastian sambil melotot.


Tetapi Clara dan Aron sudah lari secepat kilat diikuti Anwar dan kelima anak buahnya yang mempunyai wajah nggak ada ganteng-gantengnya seperti di film drakor-drakor bodyguardnya kaya Ji Chang Wook (Etdaah Claa..., dasar dokter songong ini negara +62 mana ada bodyguard ganteng, kebanyakan nonton drakor loe *author POV)


"Claraaa ingat kamu baru hamillll, jangan lari-lari!!" teriak pakde dan Lena bersamaan lalu mereka serentak melototin Sebastian.


"Apaaa?---kenapa kalian melototin aku?" tanya Sebastian bingung.


"Kowe ki kebangetan banget ogh Bas" (Kamu itu keterlaluan kok Bas) cecar Joyo.


"Iya bener kangmas Joyo, mas Bas kaya gak pernah punya istri hamil"


"Wanita hamil, terlebih hamil muda pinginnya nempel suaminya terus---- la kok mas Bas tega loo mau misahin Clara sama Ben, aneh kok kamu mas" omel Lena gak kalah sewotnya.


"Aku ki diam mergo masih menghormati kamu yang sudah ditunjuk adikku untuk menjadi ayah angkatnya, tapi nek polahmu kaya gini aku mau tempuh pengadilan untuk mengambil hak asuh Clara, di pengadilan pasti memenangkan aku karena aku masih sedarah dengan Clara" ujar Joyo meski tetap tenang tapi kata-katanya sarat akan intimidasi.


"Ampun to kangmas, kangmas tau kalo Bastian dari dulu sudah menyayangi dan menganggap Clara putriku sendiri" ujar Sebastian yang berusaha membujuk Joyo.


"Nek kamu sayang Clara, kamu ya harus sayang juga karo(sama) Ben, gitu-gitu itu sudah menjadi pilihane Clara, hargai pilihan putrimu itu" ujar Pakde Joyo dengan logat jawa nya medok.


"Apa kamu gak lihat perbedaan Clara sekarang dan Clara dulu, sekarang dia penuh ekspresi mulai pecicilan lagi kaya dulu dan yang paling penting phobia Clara yang parah sekarang sembuh berkat Ben, ora sah adoh-adoh saiki bandingin saat dia berpacaran dengan Josh dan Lino, Clara ekspresinya monoton-----yo ora????"


"Saat bersama Josh dia selalu manja, pandangannya hanya menganggap seperti kakak, sedang saat bersama Lino Clara penuh kepura-puraan tidak alami"


Sebastian terdiam dan mulai memikirkan ucapan dari Joyo


"Dan kamu Raksa, cobalah mengenal kakak iparmu itu, dia pria baik meski sering nyebelin tapi dia orang yang sangat cerdas dan menyenangkan"


"Ora nentang tapi jaga jarak ro masmu ipe (kakak ipar), aku paham kamu lebih sayang ke Lino dibanding Ben, tapi meski mbakmu sudah memaafkan kesalahan Lino sekeluarga tetapi kenyataan Lino yang membuat papanya meninggal itu tidak bisa membuat Clara hidup tenang, menikahi pembunuh ayahnya, coba kamu diposisi Clara, nek kamu isoo ----- koe adalah malaikat di bumi ini" ujar Joyo panjang kali lebar dengan muka kesalnya.


Mendengar ucapan dari pakdenya membuat Raksa tertohok, dan mulai menyadari kesalahannya.


"Maaf pakde--- Raksa tidak berpikir panjang"


"Wes sekarang ayo mulai rapat persiapan pernikahan Clara" ujar Joyo kemudian mulai mengkordinasi acara pernikahan Clara yang super kilat.


Saat sedang sedang rapat tiba-tiba hp Raksa berbunyi.


"Ya kak Tina?....apa maksud kakak? kan kakak dikawal 6 orang gimana bisa hilang?" seru Raksa.


"Baik kak, nanti Raksa kabari ya...terimakasih kak"


"Kenapa Sa? mbakmu kabur?"


"Kakak bersama rombongannya menghilang setelah mereka berganti baju, padahal mobilnya masih berada tidak jauh dari pantai yang sudah kak Tina setting."


Sebastian segera menghubungi hp Anwar, sedangkan Galuh dan Sean segera menelpon Clara dan Ben.


"Hpnya Clara tidak bisa dihubungi sama sekali om Bas" lapor Galuh.


"Hp Ben juga gak bisa dihubungi " ujar Sean kemudian keluar mengambil komputernya.


Cincin pernikahan mereka sengaja dipasangi pelacak, sehingga dengan mudah Sean bisa menemukan posisi Ben dan Clara"


"Mereka masih berada di sekitar pantai, mereka berada di pulau Karya?" seru Sean bingung.


"Ngapain mereka disana mas?" tanya Galuh.


"Anwar juga tidak bisa dihubungi" ujar Sebastian.


"Mas Bas segera cari Clara dan Ben....kok perasaanku tidak enak ini" ujar Lena.


"Baik tante, biar Raksa turun tangan sendiri tan" ucap Raksa kemudian beranjak pergi sambil diikuti para bawahannya.


"Aku ikut Sa, pengawal bayangan Ben juga gak bisa dihubungi, maka kondisinya pasti genting " jawab Sen meski terlihat cemas, tetapi Sean tetap bisa tenang.


"Ayo kak Sean" ajak Raksa.


...***...


...TBC...


...Kemana mereka menghilang ya?😮😮...


...Olla everybody, mianhae thor dalam dua minggu updatednya dua hari sekali 😂😂...


...Start 2morow kembali ke jadwal awal ya sehari 1x update ok👌👌😁...