
"Adik kenapa lari-lari sich, kakinya ntar sakit" omel Lino.
"Kalian tahu nggak di taman rs ada hantu nya?" tanya Clara sambil ngos-ngosan mengabaikan omelan Lino.
"Hantu?!!!" pekik Anton dan Lino secara bersamaan
"Heeem....hiiiy!!" ujar Clara dengan ekspresi ngeri.
"Mukanya mengerikan po Ras?" tanya Anton kepo.
"Kagak sichhhh.........ganteng malah, apa itu mas Gendu yang sedang menyamar jadi cowok ganteng untuk menarik korbannya?"
"Itu berarti aku dooong huwaaa!!!!!!" cerocos Clara langsung memeluk lengan Lino ketakutan.
Anton dan Lino saling berpandangan lalu mendudukkan Clara.
"Udah ini diminum dulu, dari tadikan belum minum" ujar Lino lalu menyodorkan botol minum.
"Buka mulutnya Ras" perintah Anton.
"Hah?!" tanya Clara bengong, belum sempat Clara mendapatkan jawaban, mulutnya yang terbuka sudah disumpal roti sama Anton.
"Kalo kelaparan dan kehausan itu bisa menyebabkan halusinasi visual, makanya makan dulu" ujar Anton dengan muka serius menjelaskan ke Clara.
"Ifu..teoli dalil manaf?" ucap Clara dengan mulut penuh sambil menatap Anton protes.
"Adik baru makan diem dulu iih, ntar nyembur" omel Lino yang langsung mendapatkan pelototan dari Clara kesal.
"Ras mana ada sore-sore gini ada gendruwo sich, udah gitu yaaa.....mana ada hantu Indonesia mukanya ganteng, yang ada mukanya mengerikan " ejek Anton sambil tersenyum geli.
"Kamu kebanyakan nonton drakor dik, jadi melihat hantu aja ganteng....pasti mukanya muka korea ya kan?" tebak Lino tepat sasaran.
Clara dengan mulut merucut dan pipi gembung penuh roti menganggukkan kepalanya sebal karena tidak dipercaya,..... apesnya lagi malah diketawain sama kedua dokter lucnut ini.
"Haizzz cewek jaman sekarang ini hobi banget sich cowok Korea kaya Kiki, ......masak aku dipanggil lee Sung ki" omel Anton dengan muka kesal.
"Hahaha Le seung gi atuh dok, emang sich mukanya dr memang sama" ujar Clara sambil terkikik.
"Udah aah aku mau lihat Josh"
"Tunggu dulu dik, Josh baru dipersiapkan dan dibawa ke ruang pemulihan, nanti kita kesana untuk memberikan obat" ujar Lino sambil menarik lengan Clara untuk duduk kembali.
"Rotinya dihabisin dulu Ras, ntar halusinasi lihat mbak Kunti seperti artis korea lagi" ejek Anton langsung mendapat tabokan sekuat tenaga dari Clara sampai Anton meringis kesakitan.
Setelah Josh dibawa ke ruang pemulihan, Clara ditemani Anton dan Lino untuk memantau kondisi Josh dan memberikan suntikan obat, untuk menguatkan jantung dan tidak terjadi komplikasi penolakan tubuh.
Clara dengan setia menemani Josh, sampai akhirnya dipindah di ruang vvip rs ketika pada akhirnya Josh mulai sadar.
"Princess aku dimana, aku kenapa?"
"Akhirnya kamu sadar Josh, terimakasih ya untuk tidak meninggalkanku sendiri" ujar Clara sambil menangis terisak sambil menempelkan dahinya ke dahi Josh
"Mana mungkin aku meninggalkanmu princess, jangan menangis lagi hmm" jawab Josh sambil mengusap pipi Clara lembut.
Diluar kamar tanpa Clara sadari Lino dan Anton melihat kemesraan mereka dengan rasa cemburu di dada.
"Kelihatannya Raras mencintai bule itu kak, " ucap dengan senyum kakunya lalu meninggalkan Lino.
Selama tiga hari ini Clara sama sekali tidak beranjak meninggalkan Josh kecuali saat Clara harus mulai bekerja, hal tersebut menjadi pembicaraan di rs .
Sampai pada suatu hari Sebastian datang ke rs dan melihat kedekatan Clara dengan Josh, membuatnya marah dan segera memanggil Lino ke rumah
Lino yang kebingungan kenapa calon papa mertuanya memanggil, segera menuju ke rumah keluarga Wiguna.
"Apa kamu mau calon istrimu direbut sama bule gila itu hah!!" bentak Sebastian penuh emosi.
"Bukan begitu pi, Josh terluka dan adik hanya merawatnya saja kok pi"bujuk Lino membela Clara.
"Pernikahan kalian papi ajuin 2 minggu lagi, papi gak mau diundur lagi...sebagai seorang pria kamu harus lebih tegas mempertahankan apa yang menjadi milik kamu, ini bantuan papi terakhir kali........ingat itu Lino!!!" seru Sebastian marah lalu meninggalkan Lino yang masih kaget akan keputusan papi mertuanya.
Tanpa mereka sadari Clara berada di belakang pintu ruang kerja Sebastian, terduduk lemas dilantai menangis dalam diam dan itu disaksikan Raksa.
Saat Sebastian keluar dan melihat Clara, langsung berbicara tegas.
"Mulai besok persiapkan diri kamu untuk pernikahan, pergi ke salon atau apapun itu, dan papi larang ke rs lagi menemui Josh"
"Pi....bukankah Clara sudah bilang ke papi bahwa Clara sudah bersedia menikah dengan abang, itu berarti Clara sudah bersedia memberikan rasa cinta Clara ke abang, tetapi papi nggak boleh melarang Clara untuk berhenti menyayangi Josh, Josh itu orang terpenting dalam hidup Clara, seperti papi dan Raksa, Clara mohon pi...." ucap Clara sambil bersimpuh sambil menangis dibawah kaki Sebastian.
"Anwar!!!! bawa nona muda masuk ke kamar dan jangan sampai Nona muda keluar sedikitpun dari kamar, sampai nona muda kabur....kamu tahu yang bisa aku lakukan padamu" ujar Sebastian dengan nada dingin membuat Anwar susah menahan ludahnya, karena tahu majikannya jarang marah tetapi sekali marah bakalan mengerikan.
"Mari nona..." ucap Anwar ketika mau menarik tubuh Clara berdiri.
"Sampai kamu menyentuh calon istriku, jangan salahkan aku jika pisau bedahku menyayat tubuhmu" ancam Lino penuh dengan aura intimidasi membuat nyali Anwar menciut.
'Buseet mertua dan menantu kelihatannya saja tutur kata halus dan ekspresi muka tenang tapi setiap kali marah mengerikan' batin Anwar yang langsung mengurungkan niatnya untuk memegang nona mudanya.
"Adik ayo bangun sayang"bujuk Lino lembut sambil membantu Clara berdiri
"Bang....tolongin bilang papi adik gak bisa" ujar Clara sambil menangis.
"Abang bantuin, adik tenang dulu ya...jangan menangis lagi" ucap Lino sambil mengusap air mata di pipi Clara.
"Kak....biar Raksa yang membujuk papi, bawa Claa ke kamar dulu kak" ujar Raksa lalu segera menuju ke kamar Sebastian.
"Ayo dik istirahat di kamar dulu" ujar Lino menuju ke kamar
Sesampai di kamar, dibaringkannya Clara di tempat tidur, kemudian Lino mau beranjak meninggalkan kamar Clara, tiba-tiba...
"Bang....."
"Hmm....adik istirahat saja ya, berapa hari ini bukankah adik kurang istirahat"
"Bang....apa abang juga nggak bolehin adik nemenin Josh?"
Sambil menghela nafas panjang untuk mengurangi nyeri di dada Lino berkata
"Jujur abang cemburu dan iri sama Josh, adik terlihat lebih perhatian bahkan sampai mau bersimpuh di kaki Anton dan Papi demi dirinya"
"Abang merasa nggak ada apa-apanya dibandingkan Josh dimata adik dan dihati adik, tetapi setelah adik bicara tadi sama papi, abang merasa ada harapan untuk menjadi pria yang adik cintai....bener tidak dik pemikiran abang?" tanya Lino yang duduk di tepi ranjang Clara sambil menggenggam tangan Clara dengan tatapan penuh harapan.
"Maaf ya bang, buat abang insecure....tapi adik melihat sosok papa di Josh, saat papa meninggal dunia Clara runtuh bang...bahkan Clara harus pergi sekolah negeri menggunakan harta warisan terakhir papa setelah semua habis untuk membayar pinalti karena proyek yang ditangani papa semua mega proyek"
"Saat di pesawat itulah adik bertemu Josh, dan selama di Amerika adik tinggal bersama Josh dan adiknya Isabel, setiap kali adik jatuh terpuruk sedih dan putus asa, ataupun di saat terancam bahaya, Joshlah yang selalu ada disamping Clara"
"Sekarang abang tahukan alasan apa yang membuat adik tidak bisa untuk tidak sayang sama Josh"
"Tapi Josh mencintaimu dik"
"Iya...tapi Josh juga tau cinta yang aku punya untuknya bukan cinta yang dia harapkan"
"Apakah adik mencintai abang?" tanya Lino ragu.
"Adik baru belajar mencintai abang, bukankah kita mau menikahkan? adik tidak mau main-main dengan sebuah pernikahan bang, aku harap abang begitu" jawab Clara
"Abang tumbuh melihat penderitaan mama yang ditinggalkan papa, maka abang tidak mau hal itu terjadi pada anak dan istriku nantinya dik" ucap Lino membuat Clara tersenyum.
'Inilah kenyataan yang harus Clara terimakan Tuhan bukan khayalan bersama dengan Ben' batin Clara yang berusaha menerima bahwa Ben hanyalah khayalan dia semata.
^^^
Sejak hari itu berita pernikahan Clara dan Lino menyebar di seluruh rs bahkan beberapa berita di surat kabar bahkan beberapa stasiun televisi sudah mulai mengendus kabar pernikahan putri pengusaha terkaya di Asia akan segera menikah.
Hal tersebut membuat Anton mulai mabuk-mabukan kembali, sampai suatu malam bodyguard suruhan mamanya menyeret Anton pulang dari sebuah Club
"Dasar anak bodoh, memangnya dengan mabuk-mabukan begitu kamu bisa merebut putri keluarga Wiguna dari anak haram itu???!!! dasar memalukan kamu!!" ucap Irene ketus sambil menampar Anton.
"Mau mama apa hah?!! semua orang di Indonesia ini sudah tahu berita pernikahan mereka" teriak Anton sambil menatap mamanya tajam.
"Berikan berkas ini ke tangan dr Raras alias dr Clara, pasti pernikahan itu tidak akan terlaksana"ucap Irene sambil memberikan berkas ke tangan Anton
"Berkas apa ini mah?!!....berhenti berbuat ngawur ma, ini sudah tindakan kriminal dengan memalsukan berkas sepenting ini!" ujar Anton
"Apa menurutmu mamamu penjahat kriminal apa...sampai-sampai berani memalsukan dokumen sepenting ini"
"Dokumen inilah yang disuruh papamu hancurkan tapi dasar dr Ratmono serakah menggunakan ini untuk memeras papamu, untung mama tahu terlebih dahulu jadi berkas ini sudah ditangan mama"
"Gunakan ini untuk merebut putri keluarga Wiguna, dan menghancurkan hidup anak haram tersebut" ucap Irene sambil meninggalkan Anton yang masih membaca dokumen itu dengan kening berkerut.
...***...
...TBC...
...Dokumen apa yah?๐ฎ๐ฎ...
...Hayoo ditebak๐๐...