Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 32 First Kiss



"Lamaa banget sich Ben....berapa ronde kamu?!!"


"Berisik kamu...ada apa kamu, bukannya kamu ada kencan?"


"Gara-gara kamuu kelamaan indehoi dengan Nyaimu aku gagal kencan ini, Selvi pasti marah aku sudah terlambat ini"


"Laah kok aku?? la ngapain juga kamu balik lagi!!" ujar Ben songong


"Giiiniiii niiii punya teman yang gak tahu diri, heeh surat mutasi kamu tertinggal di mobil, kalau mobil mu aku pake pacaran, suratmu hilang gimana kamu bisa berangkat!!" ujar Harry dengan suara satu oktaf lebih tinggi.


"Oooo....."


"Cuman Oooo....doang??!!! gak terimakasih gitu?!!"


"Iya....iya makasiiih!!! ........puass kamu?" ucap Ben malas.


"Ben....itu Nyaimu yakin orang pribumi? bukannya Indo ya??"


"Ngapain kamu tanya-tanya tentang Nyaiku??!! Naksir kamu??"


"Yaaa ampuun Ben....segila-gilanya aku, aku gak bakalan nikung sahabat dan sodaraku sendiri" ujar Harry sewot sambil menatap Ben kesal.


"Dia pribumi asli, gak dengar dia ngomong"


"Tapi dia putih dan bersih banget Ben, mana ada wanita pribumi putih, yang ada hitam dekil"


"Kenyataan dia orang pribumi kok, mau indo (blasteran pribumi dengan orang asing) kek aku gak peduli"


"Ben....kita tahu bagaimana posisi Nyai di lingkungan kita, Nyaimu itu sangat mencolok bahkan gadis indo pun tidak ada secantik dia, kulitnya putih bersih, tinggi untuk ukuran wanita pribumi yang biasanya cebol "


"Jika para Hollander Batavia melihat Nyaimu, pasti mereka akan berusaha merebut dan melecehkan Raras, belum lagi jika Elenor tahu kamu punya Nyai...pasti Raras bakalan dia hina dan paling ekstrem Raras dibunuh olehnya"


"Kamu ingat Lena, gadis yang aku ajak sebagai pasanganmu malam itu, paginya ditemukan mati di sungai"


"Raras bukan Nyaiku, sebelum kita pindah ke Batavia aku akan menikahi Raras secara resmi negara dan agama"


"Apaaa kamu gila? apakah kamu tahu menikahi pribumi .....nantinya Raras dan anak-anakmu akan selalu dihina seumur hidup mereka, karena mereka bukan darah murni"


"Aku juga bukan orang Hollander kamu lupa? aku orang Jerman, kalau tidak dibawa Bapa Frans ke Belanda, maka selamanya aku orang Jerman"


"Karena itu, kamu harus menikah dengan wanita asli Hollander sehingga statusmu semakin kuat"


"Haaah....jadi menurutmu aku harus menikahi para nonik? dimana merekapun memandang rendah diriku sebagai anak yatim piatu dan bukan Hollander asli!! ........mereka mau berbicara dan menyapaku karena pangkatku saja disini"


"Tidak Har....selain aku sama sekali tidak tertarik pada mereka, aku ingin hidup dengan satu wanita yang melihatku apa adanya"


"Oke....oke aku mengerti kamu baru pertama kalinya jatuh cinta terhadap seorang wanita, jadi meski aku berbicara sampai berbusa menasehatimu kamu bakalan menentang, tetapi tolong pertimbangkan lagi, menikahi gadis pribumi itu sangat berat" ujar Harry lalu berpamitan untuk pulang.


Sesaat Harry pulang, Ben terdiam dan berpikir keras....dengan diam dan berpikir tak terasa langkah kakinya membawanya menuju kamarnya.


Dikamar tampak Clara duduk sambil memangku barang hitam, tampak kerutan di kening Clara seakan berpikir keras, sampai tidak menyadari kehadiran Ben


"Ras....." panggil Ben yang tidak ditanggapi oleh Clara, saat Ben ingin marah Clara tiba-tiba berdiri dan mengambil baju dan segera menuju kamar mandi meninggalkan Ben yang bingung melihat sikap aneh Clara.


Saat kekuar Clara hanya memakai tanktop sport dan legging warna hitam, menunjukkan perut datar Clara, kemudian membalut tangannya dengan pembalut yang biasa dipakai para petinju berlatih



Melihat Clara berpakaian begitu membuat si bentor mulai bereaksi


"Ras....kamu mau apa?pakai pakaian yang sopan Ras" perintah Ben dengan suara serak


Tetapi diabaikan Clara, Clara segera ke belakang rumah dan menuju sebuah pohon lalu melakukan pemanasan sebentar dengan situp lalu segera memasang kuda-kuda dan segera melakukan Chok ( pukulan) kombinasi jab( pukulan pendek) hook, uppercut, spining backfist (pukulan berputar ), tae sok(pukulan menggunakan siku dan tendangan (tae) straight(lurus kedepan) setelah Clara melampiaskan rasa marah dan frustasinya dengan membantai pohon pepaya di kebon, Clara menutup gerakan tendangan sudut yang memutarkan badannya berotasi seluruh badan, tendangan mematikan ini membuat pohon pepaya tersebut patah dan rubuh


Ben dan simbok melihatnya dengan mulut ternganga melihat kemampuan beladiri Clara


"Mbok ambilkan air minum"


"Baik Meneer" ujar simbol lalu bergegas mengambilkan minum buat nyonya majikannya, sedangkan Ben berjalan mendekati Clara dan melihat hasil perbuatan Nyainya kepada pohon yang tak bersalah itu membuat si Bentor ngilu seketika.


Clara hanya terduduk di tanah dengan nafas tersengal.


"Ras...kamu baik-baik sajakan?apa terjadi sesuatu yang membuatmu marah?" tanya Ben ketar-ketir dipikirnya Clara mendengar perbincangan dengan Harry tadi.


"Tenanglah Ras...saat aku telah memutuskan sesuatu itu sudah aku pikirkan masak-masak, jangan kuatir kamu dan anak-anak kita akan ku jaga baik-baik"


"Haaah???? Meneer omong apaan sich??!!"tanya Clara bingung


"Anak? anaknya siapa?udah aah, Raras mau mandi....dah lengket" ujar Clara sambil ngloyor pergi dan benar-benar malas berdebat dengan bule terabsurb sedunia ini.


"Mandii lagii kamu Ras?"


"Emang kenapa??!! gak boleh gitu?gak lihat tubuh Raras berkeringat lengket gini" ujar Clara sambil mencondongkan badannya dan wajahnya sehingga sangat dekat dengan Ben dengan smirknya, membuat Ben menahan nafasnya.


Tetapi baru beberapa langkah tiba-tiba tubuhnya dibalik untuk menghadap Ben, kemudian Ben agak berjongkok dan menggendong tubuh Clara ala karung beras


"Meneer aaarghhh....lepasin Raras" teriak Raras


"Meneer ini minumnya gimana?" tanya simbok


"Taruh didapur dulu mbok, mau olahraga dulu"


"Bbbaik Meneer.....bukannya tadi udah ya???" gumam simbok sambil geleng-geleng


"Kamu kenapa bune?"


"Pakne opo nek Bule itu kuat banget yah mainnya?"


"Main opo to bune?"


"Ituuu looo indehoii"


"Walah gak tahu bunee, kenapa to tanya gitu bune?"


"Itu Meneer langsung nubruk Nyai, karena melihat Nyai tadi habis silat-silatan pake baju **** banget, silat e Nyai keren pak e nganti pohon pepayamu dibuat ambyar pak e"


"Heeeh Nyai iso silat?" pekik Darto takjub dan dijawab simbok sambil mengangguk-angguk.


^^^


Dikamar, tubuh Clara dijauhkan Ben ke ranjang"


"Me...meneer mau ngapain??" ujar Clara panik


"Mau ajak kamu olahraga ranjang....bukankah ini yang kamu??"


Clara yang melihat Itu refleks berusaha melepaskan diri dari kungkungan tubuh Ben, "Sial...perasaan gue jadi gak enak begini yah?" ujar batin Clara dengan was-was


"A-nuu, Meneer...maaf Raras hanya becanda" kelakar Clara gugup sambil memasang mata puppy eyes


Belum sempat Clara memberontak kembali, dengan sangat tiba-tiba Ben menarik tengkuk Clara, Dan tanpa di duga-duga Ben mendekatkan kepalanya mendekat ke telinga Clara dan berbisik


"Becanda katamu?"beo Ben sinis kemudian dengan menyeringai dan tanpa mengatakan apapun lagi, dia segera menciumnya, tidak!tepatnya mencium paksa Clara


Clara mengerjapkan matanya beberapa Kali. Dia sangat syok, otak cerdasnya tiba-tiba saja ngeblank


Pada awalnya Ben Hanya ingin memberi pelajaran kepada Clara supaya tidak membangunkan Bentor yang sudah tertidur selama 30tahun


Tetapi setelah bibirnya menyentuh bibir penuh beraroma strawberry Itu membuat Ben terbawa suasana


Dari hanya ciuman sekilas, menjadi ciuman dalam, dan mulai menuntut, dan memaksa mulut Clara untuk terbuka dengan menggigit bibir Clara


Setelah bibir Clara terbuka, maka Ben segera mengabsen mulut Clara, Ben memainkan dan membelit lidah Clara


Clara yang belum pernah berciuman bingung tidak tau harus bagaimana, dan bahkan mulai terlena ciuman lembut Ben dan mulai membalas meski masih kaku


Saat Ben melihat Clara dan dirinya mulai kehabisan oksigen setelah lama berciuman, Ben segera menghentikan ciumannya, lalu menempelkan keningnya ke kening Clara


Ketika kesadaran Clara mulai datang, Clara menggelengkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca, ciuman pertamanya yang selama ini dipertahankan sudah direngut secara paksa dan dengan bodohnya diapun menikmatinya


"Meneer Raras tahu, aku sudah dijadikan Nyai Meneer, tetapi aku punya harga diri Meneer....aku ndak mau dijadikan gundik mainan Meneer" ujar Clara sambil mengusap air mata sialannya.


Setelah mengucap itu Clara mendorong tubuh Ben yang sudah merenggang rengkuhannya dari tubuh Clara, lalu Clara segera turun dari ranjang dan berlari keluar dari kamar


Tetapi gerakan Clara kalah cepat dengan gerakan Ben


Greep....tubuh Clara dipeluk Ben dari belakang


"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai gundik mainanku, menikahlah denganku Ras....aku mau kamu menjadi istri resmiku"


"Aku bukan pria brengsek yang suka mencium sembarang wanita, menciummu Itu juga ciuman pertamaku"


"Aku selalu jijik terhadap sentuhan dan berdekatan dengan para wanita selama ini, baru denganmu aku bisa Dan tidak merasa jijik"


Clara dengan sekuat tenaga menginjak kaki Ben, sehingga Ben melepas pelukannya karena kesakitan.


Mendapat peluang itu Clara segera masuk kamar mandi dan luruh dilantai.


...***...


...TBC...


...Ben Gercep juga yah😁😁...


...Mianhae yah, baru malam sempat up🙏🙏...