Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 93 Hamil?



"Sayang apakah kamu sudah sembuh, siapakah gadis gembel itu?" tanya Aracely dengan gaya mendesah-ndesah membuat Clara ingin muntah.


Whaat Clara sudah cetar membahana gini dikatain gembel bener-bener buta si dedemit , bikin Clara ingin mendorongnya ke segitiga bermuda ini betina.


"Ini istriku mrs Aracelly, sayang ini mantan istrinya ayahku" ujar Aron sambil menekankan kata Mantan.


Saat Clara akan menyambut uluran tangan si dedemit, buru-buru Aron menarik tangan Clara.


"Tanganmu yang halus ini jangan menyentuh tangannya dia sayang, nanti terkontaminasi nanti pas kamu membelaiku tubuhku menjadi kotor...ntar kamu nggak naafsu lagi sama aku dong" ucap Aron dengan manja membuat Clara menatap Aron tidak berkedip


Membelai?....bernafsuuu sama Laron? hoeeek....waaa si bos ini kalau mau ngajak main drama kira-kira dong, kapan coba tangan suci Clara ( eeeh sudah nggak ding, kan kemaren sempat megang bentor) membelai tubuh si Laron.


Clara yang melihat raut muka si dedemit yang semakin gak sedap dipandang dan memandang remeh dirinya membuatnya ingin mengerjai si dedemit.


"Sayang jangan begitu, malu didengar ibu....senang berkenalan dengan anda ibu mertua" sapa Clara dengan ucapan dibuat selembut mungkin dan dengan memberi hormat sesopan mungkin.


Ceileee Claa....kalo ada penganugerahan artis terbaik, Clara pasti bisa mendapatkan nominasi artis terbaik wkwkwk.


Aracely yang melihat dirinya masih menjadi pusat perhatian para tamu berusaha menekan rasa marahnya dengan beracting menjadi ibu yang baik kepada putra dan menantu tirinya.


"Hahaha anak baik...silahkan kalian menikmati pestanya...mama tinggal dulu ya sayang" ujar Aracelly sambil beranjak meninggalkan mereka dengan mencengkram tangannya sendiri erat.


Sepeninggal ibu tiri membuat Aron dan Sean bernafas lega.


"Cieee...cieee...pesonamu memang hebat tuan, sampai ibu tirimu saja tersepona denganmu" goda Clara sambil menoel-noel lengan Aron.


"Baru tahu ya pesona suamimu ini benar-benar amazing....makanya jangan jauh-jauh dariku, biar suamimu yang tampan ini tidak diambil orang lain" jawab Aron penuh percaya diri.


Iiiidiiih Amaziiing....yang benar Amazone kali, memang yah si Laron ini ganteng sich ganteng tapi kalo kewarasannya diragukan Clara mah ogah.


Clara mulai bosan gimana tidak bosan seorang dokter yang terbiasa aktif lari sana sini menolong pasien di UGD, saat ini hanya bisa pasrah mendampingi si Laron yang membicarakan masalah bisnis dan pertanian menggunakan bahasa Inggris dan Perancis, orang kalau pake bahasa Indonesia sekalipun belum tentu Clara paham, eeh ini pake bahasa asing.


Mau berusaha menjauh tapi si Laron dalam gurita mode:on, gimana Clara bisa lepas coba.


Belum lagi Clara tidak boleh lengah dari para wanita yang ada saja polahnya berusaha mendekati si Laron, sehingga malam ini Clara benar-benar lelah hayati.


"Tuaan pulang yuuk, Clara dah capek ini" rajuk Clara dengan puppy eyes andalannya.


"Kamu sudah lapar ya?" tanya Aron saat menyadari bahwa sedari tadi mereka belum makan.


"Ayo makan dulu, nanti baru kita pulang" ucap Aron sambil mengajak Clara untuk mengambil makanan.


"Duduklah disini, aku ambilkan makanan" ujar Aron kemudian beranjak ke meja tempat banyak makanan.


'Waa ngimpi apa Clara malam tadi sampai diambilin bos laron yang maha sempurna ini, atau barangkali Aron salah minum obat yee' batin Clara sambil cekikikan sendiri.


Melihat Aron yang menjauh dari Clara, dengan smirk liciknya Aracelly segera mendekat ke arah Clara.


Clara yang sudah melihat dari sudut matanya tersenyum licik, benar sesuai dugaannya pasti si dedemit bakalan menyerang saat dia berjauhan dari Aron.


Aracelly menyodorkan minuman ke arah Clara, dan memaksa Clara untuk meminumnya, tetapi dengan sopan Clara menolaknya.


"Heeh gadis gembel!!! jangan sombong kamu Apakah menurutmu Aron menikahimu karena dia mencintaimu, kamu itu hanya obat untuk dirinya...apakah kamu tahu bahwa dia itu pembenci wanita, jadi jangan sok kamu!"


"Terlebih kamu itu hanya gembel dari negara miskin, yang ingin hidup enak di negara Amerika ini, lihatlah dirimu tidak ada bagusnya sama sekali" cerocos Aracelly sinis.


"Oooo..." komentar Clara dengan memasang wajah tenang kemudian kembali asyik menonton pertunjukan menyanyi yang memang saat itu sedang melantunkan lagu kesukaan Clara.


"Hanya Oooo?!!" pekik Aracely mulai terpancing emosinya.


"Lalu Clara harus bilang apa tante? di negara asal saya yang tante bilang miskin itu mengajarkan untuk menghormati yang lebih tua saat bicara, bukankah anda ibu tiri dari suami saya...jadi saya harus menghormati anda saat anda berbicara bukan" jawab Clara dengan muka dibuat sepolos mungkin.


"Kamu panggil aku tante? heh gadis bodoh apakah kamu tidak lihat penampilanku ini?" ucap Aracely ketus.


"Kalau begitu Clara minta maaf, tante udah ya nggak usah marah-marah.... nanti keriputnya kembali terlihat looo meski sudah berkali-kali anda filler" ucap dengan nada di lembut-lembutkan tetapi semua orang tahu bahwa disetiap perkataan Clara mengandung ejekan.


Aracelly yang sudah tidak bisa menahan emosinya segera melayangkan tamparannya kearah pipi Clara


Clara yang sudah terbiasa bertarung langsung bisa membaca dan menebak serangan Aracelky, sepersekian detik sebelum tangan si dedemit itu mengenai pipi Clara, Clara segera pura-pura terkena tamparan dan terjatuh.


Aracelly tampak shock sambil melihat tangannya dan Clara, terlebih saat semua perhatian tamu mengarah ke dirinya dan datanglah Aron dengan tergopoh-gopoh berlari menolong Clara diikuti Sean dan Sam yang sangat terkejut mendengar Clara hamil.


"Ben....tante itu menamparku karena tidak mau minum minuman itu yang sudah diberi obat untuk menggugurkan bayi kita, Claa takut" seru Clara segera memeluk tubuh Ben.


"Dasar gadis bandel...ulah apalagi ini hmm..." bisik Aron di telinga Clara lalu segera mengecup kening Clara


Haizz dasar bos Laron tukang modus, enak aja main cium-cium jidat Clara, coba saja tidak dalam situasi telenovela pasti sudah di gibeng tuch si bos.


"Mrs Aracelly kalau tidak menyukai kehadiran kami jangan lalu menyerang istri dan anakku, apa salah mereka hah!!!....Sean ambil minuman beracun itu dari tangannya!!" bentak Aron marah.


Bentakan Aron menyadarkan Sean dan Sam yang masih shock mendengar kehamilan Clara.


"Itu bohong Aron sayang, mommy tidak mungkin berbuat seperti itu, ini perbuatan istrimu....dia menjebak mommy, percayalah pada mommy sayang!!" bujuk Aracelly panik berusaha memegang tangan Aron tapi langsung ditepis oleh tangan Sam


"Saya punya bukti bahwa nyonya muda Ulker memang benar-benar diserang oleh Nyonya Santibanez" ujar seorang wanita bule cantik kemudian memutar rekaman dari hp nya ke layar lebar, dimana tadinya menunjukkan foto-foto perjalanan hidup seorang artis terkenal Aracelly Morales


Saat video rekaman tersebut diputar, semua tamu melihat bagaimana Aracellylah yang menyerang Clara.


"Bohooong itu bohong, kalian bersekongkol menjebak aku!!" pekik Aracelly


"Bisa-bisanya kamu menuduh putriku seorang pembohong nyonya Santibanez" bentak seorang pria botak yang ternyata seorang pemilik stasiun tv terkenal di negara bagian Oregon.


"Buu-ukan begitu tuan Aberneity" ucap Aracelly terbata-bata.


"Bisa-bisanya kamu menghina seorang putri dari keraton Surakarta, Indonesia dengan sebutan gembel!!! harap kalian tahu Nyonya muda Uler itu adalah dr Olivia Clara Maharani Mahendra Joyodikusumo keponakanku"


"Dan harap kalian tahu aku ini Raja Hamengku Ngabehi Joyodikusumo (Maaf ini nama author karang karena tidak mungkin mungkin menggunakan nama raja dari keraton Surakarta yang sebenarnyašŸ™mohon jangan diprotes yah) pemilik perkebunan teh terbesar di Indonesia dan Clara itu adalah putri angkat dari Sebastian Wiguna keluarga terkaya nomer satu se Asia" ujar pangeran Joyo dengan suara menggelegar.


"Romo Ulker bukan Uler" bisik seorang wanita cantik yang berdiri disamping pangeran Joyo


"Ooo iya, maafkan Pakde Claa, pakdhe salah sebut....Hendratmo segera urus di pengadilan dan kepolisian aku menuntut Nyonya Santibanez dengan penghinaan, pencemaran nama baik dan usaha pembunuhan keponakanku dan cucu keturunan Raja"


Aracelly yang mendengar itu sontak memucat wajahnya dan saat akan kabur langsung ditangkap oleh para bodyguard keluarga Ulker dan dibawanya ke kantor polisi diikuti Sean sambil membawa gelas yang berisi obat.


Yang memucat sebenarnya bukan hanya Aracelly saja, Clara pun semakin erat memeluk tubuh Ben sambil menyambunyikan kepalanya di dada Ben sambil bergumam.


"Mati kita Ben....itu pakdhe aku" bisik Clara dengan suara tercekat.


"Siapa pakdhe Cla?" tanya Aron bingung yang melihat istrinya yang tadinya jagoan bermain drama dengannya sekarang sembunyi di dadanya.


"Pakdhe Joyo adalah kakak dari papaku" cicit Clara pelan.


Ternyata benar kata orang yah, bahwa dunia itu hanya selebar daun kelor, padahal yah Clara sudah Amerika...Amerika itu juga luas bingit ya to gaess, la kok ya bisa bertemu pakdenya.


Padahal waktu di Indonesia, Jakarta-Surakarta itu lebih dekat daripada Surakarta-Oregon, itu aja tidak pernah bertemu, terakhir bertemu Clara saat papanya meninggal, meski sering juga pakde Joyo sering menelponnya.


Dari keluarga papanya, hanya pakde Joyolah seorang raja di Surakarta yang masih menganggap papa Clara adalah adiknya, sedangkan yang lainnya sudah membuang papanya dan melucuti nama Joyodikusumo dari nama papanya karena nekat menikahi mama Clara yang merupakan wanita keturunan warga asing.


"Oooo....lalu kenapa kamu panik Cla?"


Belum sempat Clara menjawab, terdengar suara ngebass berwibawa milik pakdhe Joyo


"Dimana rumah kalian, pakde ingin mendengar cerita kalian" perintah Pakde tak terbantahkan.


"Baik pakde, mari Pakde "cicit Clara pelan yang masih tetap menggenggam tangan Aron erat.


'Mati gue....tolooong bawa istri Eun Woo ini pergi huwaaa' batin Clara panik dan ingin kabur.


Gimana tidak panik coba, satu Clara saat ini sedang bermain drama alias tipu-tipu padahal didalam keluarga kerajaan keraton dimana nilai-nilai luhur masih dijunjung tinggi, maka kebohongan itu dilarang keras, terlebih sampai berbohong sudah menikah dan hamil pisan.


Dua bagaimana nanti bos laronnya yang memiliki sifat super duper ajib dan minim akhlak ini menghadapi watak pakdenya yang kaku, kolot dan keras ini. Ingin rasanya Clara menceburkan dirinya ke laut antartika hicks....huwaaaaaa.


...***...


...TBC...


...Kisah ini sudah mau ending ya kesayangan ThooršŸ™...