
Setelah 45 menit pesawat kami mendarat di bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.
Ketika turun dari pesawat sudah disambut bapak Danlanud untuk koordinasi dengan angkatan udara yang juga diturunkan untuk membantu evakuasi para korban bencana.
Kita baru tahu bahwa kita akan dibagi menjadi 8titik dimana tiap titik terdapat anggota dokter TNI AD, TNI AU, dan dari kepolisian untuk mengawal kami karena dalam kondisi seperti ini rawan kejahatan perampasan barang para sukarelawan oleh para oknum yang memanfaatkan momen bencana ini.
"Aku bantu bawa dokter" ujar penduduk sekitar yang sebagai pemandu.
"Apakah jauh pak?"
"Daerah lokasi yang kita tuju itu dibalik hutan kecil ini dok...gak jauh kok yaah sekitar 1,5jam kalau kita naik motor, tetapi karena gempa kemarin jalan hanya bisa kita lewati dengan berjalan kaki sekitar 2-2,5 jam dok, karena banyaknya pohon tumbang dan jalan dipenuhi batu-batu" terang pak Budiman.
"Untung aku ikut latihan tentara, bukan dokter murni jadi tidak pingsan" batin Clara sambil meringis
"Dok...tasnya masih ada ruang dikit tidak?" tanya letnan Kiki salah satu anggota kepolisian pengawal rombongan para medis yang berwajah cubby dan berkulit hitam manis, sekali melihat Kiki memiliki sifat ramah dan banyak bicara
"Ada...mau nitip apaan?" tanya Clara
"Hair colour, soft lens dan foundation" ujar Kiki cengengesan
"Let...ini kita bukan main loo kenapa bawa barang aneh-aneh?" tanya Clara sambil geleng-geleng
"Hihihi maaf dok, kemarenkan kita harus menyamar, naah peralatan ini kelupaan saya tinggal di rumah, sedangkan ini disuruh dr Ratna untuk bawain beberapa obat analgesik di tas saya"jawab Kiki sambil terkikik
Clara sangat beruntung mendapatkan tim yang ramah-ramah dan hobi bercanda, sehingga untuk berjalan menyusuri hutan tidak terasa melelahkan
"Dok...kalau capek saya bawain tasnya" tawarin Anton
"Tidak kok...terimakasih ya dok" ucap Clara sambil menundukkan kepala lalu berjalan ke depan mengikuti rombongannya
"Dokter Anton suka ya sama dr cantik itu?" tanya kapten Mardi seorang anggota kepolisian berbadan kekar, hitam dan berkumis, meski terlihat sangar tetapi ternyata banyak bicara
Anton tersenyum tanpa menjawab pertanyaan kepo kapten Mardi.
"Cantik sih cantik dok, tetapi sangat pendiam...misal pun bicara hanya sepatah dua patah kata, gak pernah tersenyum pula" ujar dokter Dodi dokter dari Yogya.
"Makanya kapt di rs kita dr Raras dipanggil Snowqueen ya kan dok?" ujar dr Adrian kepada Anton
"Tetapi meski begitu, dr Raras banyak penggemarnya dari anak-anak sampe tua...termasuk dr Anton kapt" bisik Adrian ditelinga Mardi
"Oalah....makanya dari tadi matanya dr Anton mengawasi dr cantik terus" bisik Mardi pula
Saat makan siang mereka berhenti sebentar untuk beristirahat dan makan siang terlebih dahulu
"Air sumur ini jernih banget, dan segar banget buat cuci muka" ucap Budiman
Mendengar itu semua ikutan mencuci muka, mereka menikmati daerah sekitar sumur yang sejuk terlebih cuaca saat itu tidak terik sehingga tidak membuat udara panas.
"Kita beristirahat 30menit dulu yah, apalagi desa Jrakah sudah terlihat, jadi kita lebih santai terlebih dulu" usul pak Budiman.
Semua menyetujui usul Budiman, terlebih suasana sekitar sumur sangat indah buat berfoto-foto.
Disaat semua pada sibuk berfoto, Clara yang sedang duduk dipinggir sungai sambil mencari sinyal untuk menghubungi Lino.
Saat Clara sibuk mencari sinyal tiba-tiba ada angin membuat karet rambut Clara terlepas dan jatuh di sumur.
"Haizz...pake lepas pula, untung airnya tidak terlalu jauh dari permukaan, jadi bisa aku raih karetku" gumam Clara.
Tetapi saat tangan Clara menyentuh karet rambutnya, tiba-tiba air sumur mulai menyurut sehingga Clara berusaha semakin menjulurkan badannya kebawah sambil memegang tiang sumur.
Tetapi karena faktor usia, kayu tersebut sudah rapuh sehingga tidak mampu menyangga badan Clara dan patah membuat Clara hilang keseimbangan dan jatuh kedalam semur sambil menarik tas-tas yang pada ditaruh di pinggir sumur sama rombongan Clara.
"Aaaaargh......." teriak Clara kencang.
"Byuuur.....byuuuur...."
"Dokterrrr Raras....." teriak semua orang sambil berlari ke arah sumur setelah mendengar teriakan Clara dan suara barang jatuh ke air.
Tetapi semua orang sangat terkejut, sumur yang pada mulanya berlimpah air sampai mendekati permukaan sumur sekarang, sumur tersebut kosong tanpa air, dan sumur terlihat kering tidak menunjukkan pernah terisi air.
"Airnya kemana?...dokter Raras kemana?" semua menjadi kebingungan.
"Raraaaaas.......jawaaaab kamu dimanaaa?" teriak Anton panik karena wanita yang dicintainya raib tak berbekas
"Kita harus masuk ke sumur dok...." ujar Budiman
"Dok pake tali ya, biar dokter juga tidak hilang" ujar Mardi
Anton langsung mengangguk dan segera mengikatkan tali tambang yang dibawa Hasan ke tubuhnya dan dia segera menuruni sumur dengan tali dipegang yang lain.
Saat di dasar sumur Anton mencari pintu atau lobang yang mungkin membawa Clara dan air yang sebanyak itu tiba-tiba hilang
"Gimana dok? apakah ada lubang?"
"Coba pencet-pencet dinding sumur dok, barangkali ada pintu rahasianya" teriak Kiki
"Emang di novel....dasar hallu kamu Ki" ejek Mardi
"Kan mungkin saja kapten...kan gak mungkin air sebanyak itu hilang beserta bu dokter" ujar Kiki sewot.
"Benar kata letnan Kiki, terlebih harusnya dinding sumur basah atau ada lumutnya...laa ini kering kerontong seperti tidak pernah ada airnya" ujar dr Adrian
"Iyaa padahal kita ber10 semua pada cuci muka dan mencuci kaki kita disini" ujar dr Sapto pula.
Anton menuruti usulan Kiki dengan mencari di semua dinding sumur, tetapi hasilnya nihil...bahkan Mardi dan Hasanpun ikut turun untuk membantu mencari, tetap saja tidak ada apa-apa di sumur kering tersebut.
Saat mereka masih sibuk mencari Clara di dalam sumur dan disekitar sumur, tiba-tiba datang seorang pria paruh baya
"Loo Man...baru pada apa kalian? warga desa semua sudah menunggu kalian sejak tadi, kalian kok malah di sumur tua ini"tanya pria itu keheranan
"Sugeng siang pak lurah Sunu" sapa Budiman sambil menjabat tangan lurah desa Jrakah dengan hormat
"Ini lo pak lurah, salah satu dokter terjatuh di sumur kok tiba-tiba menghilang, dan lebih anehnya lagi masak tadi air sumur yang jernih dan penuh ikut raib pak" jelas Budiman
"Loooo Man...sumur ini sejak aku kecil sudah kering kerontang, tidak pernah ada airnya, lagipula sumur ini angker" terang lurah Sunu membuat rombongan Anton langsung terkejut, terutama Kiki.
"Kamu ki piye to Man(Loo kamu gimana to Man)...jadi pemandu arah kok malah ndak tau daerah sini" omel lurah Sunu
"Laa saya ndak tau pak Lurah ternyata ada sumur angker...tapi demi Allah pak, kita semua tadi cuci muka dan kaki membasuh badan kita disini...airnya seger dan jernih" ujar Budiman
"Ayoo buruan ke desa sekarang sebelum hari sore, daerah sini kalau menjelang Maghrib dan malam akan sangat mengerikan" ajak lurah Sunu
"Saya akan menunggu disini saja, takutnya nanti Raras sendirian disini" ucap Anton tegas
"Tidak usah macam-macam anak muda, daerah sini dilarang dijamah manusia, kita ke desa biar Kyai Sastro yang akan mencari dr yang hilang tersebut" bentak Sunu
"Apakah pernah ada yang hilang dan akhirnya ditemukan pak" tanya Mardi
"Dulu agak sering, dan kyai Sastro bisa membawa kembali orang-orang yang hilang tersebut meski dalam keadaan tidak bernyawa lagi" ucap Sunu enteng
"Apaaaa.....tidak dr Raras tidak boleh mati......" teriak Kiki histeris
"Anda jangan bercanda pak....ini bukan bercandaan, akan saya bayar berapapun asal Raras tetap hidup" ujar Anton ketus
"Anak muda yang kita hadapi saat ini adalah dunia astral, kyai Sastro tidak bisa memastikan nya" terang Sunu
"Ini hanya tahayul....besok aku akan meminta tenaga ahli untuk mencari Raras" ujar Anton kekeuh
"Dok....sadarlah ini sudah diluar nalar, bahkan tidak ada alat teknologi dan teori ilmiah yang bisa menjelaskan ini semua" bujuk Adrian
"Kita ke desa dulu dok, sambil mencari bantuan untuk menemukan dr Raras, dr Anton harus kuat, segera kabarin keluarga dr Raras dok" ujar Hasan dan Mardi bersamaan
Anton langsung luruh terduduk di tanah
"Apa yang harus kukatakan kepada kakakku dan ayah Raras" ucap Anton dengan penuh rasa putus asa
Lalu Anton dituntun Adrian berjalan bersama yang lainnya menuju desa Jrakah
"Ini salahku Dri....harusnya Raras tidak ikut kesini, tetapi aku dengan licik nya ingin memisahkan Raras dengan kakakku maka memasukan nama Raras untuk ditugaskan kemari" ucap Anton lirih penuh sesal.
"Sudahlah Nton...kamu juga tidak tau bakalan begini juga, kita berdoa semoga Tuhan melindungi dr Raras" ucap Adrian menenangkan Anton.
...***...
...TBC...
...Terimakasih sudah berkenan membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya yah😁☺...