Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 29 Kedatangan Bule Sableng



"Meneer ....Nyaii kenapa malah main di blumbang(kolam)" tanya simbok dengan wajah bingung.


"Main gimana to mbok....tercebur ini" omel Ben kesal.


"Buruan buang itu kucing...."


"Laa kucing lucu ini, kok dibuang buat Munah aja ya Meneer"


"Terserah pokoknya jauhin, Raras takut kucing" perintah Ben lalu berdiri


"Ayo bangun Ras...kucingnya dah pergi" ujar Ben sambil mengulurkan tangan....atau mau main di sini, aku sich mau aja ehmmm....sensasi beda gitu" ucap Ben absurb.


Bikin Clara melototkan matanya lalu berdiri sendiri lalu segera berjalan keluar dari kolam ikan, tetapi memang nasib Clara baru apes baru jalan berapa langkah menuju tepi kolam karena kolamnya penuh dengan lumut sehingga terpelesetlah Clara dan menarik tubuh Ben.


Ben yang tidak siap ketika ditarik Clara sehingga menyebabkan dirinya ikut terjatuh tepat diatas tubuh Clara, untung tadi tangan Ben sempat melindungi kepala Clara sehingga saat terjatuh kepalanya tidak terbentur dasar kolam.


"Meneer dicari Meneer H...ha....riii" ujar pak Darto langsung kicep melihat posisi mereka berdua


"Ben.... Jij bent gek (kamu memang gila) emang enak main di kolam?" tanya Harry songong langsung mendapat pelototan Ben dan Clara.


"Woooo.....woooo tenaaang temaaan, buseeet kompak banget garangnya"


"Sanaaaa keluar!!!" teriak Ben mengusir Harry yang masih cengengesan


"Iyaaa.....iyaa galak amat meneer" ejek Harry yang beranjak pergi menuju teras rumah.


"Aras....aras....kamu tuch memang wanita yang penuh kejutan, diajak baek-baek ndak mau...eeh langsung aja main tarik-tarik gini" ucapan Ben sambil tersenyum menyebalkan.


"Udaaah selesai ngomongnya?kalo udah buruan minggir ....badan Meneer berat tau"


"Yaaa karena belum terbiasa Ras...ntar la mah lama juga nggak kok" jawab Ben lalu segera berdiri dan membantu Clara berdiri lalu mereka berdua keluar dari kolam ikan dalam kondisi seperti tikus masuk selokan, badan basah, kotor penuh dengan lumut dan lumpur.


Ketika Clara mau masuk kerumah untuk mandi langsung dicekal oleh Ben


"Mau kemana?"


"Mau mandilah...masak mau nyanyi" ujar Clara sewot


"Gak boleh masuk rumah dan mandi dikamar mandi ku....rumah dan kamar mandiku sudah wangi dan bersih....kamu bau dan kotor"


"Yaa udaah kalo gitu Raras mandi di kamar mandi mbok aja" ujar Clara yang malas berdebat karena badannya sudah lengket dan gatal.


"Mboook....ambilin peralatan mandi Raras di kamar mandi bersama baju ya mbok!" teriak Clara


"Ayooo ikut aku...kelamaan kalo harus nimba air dulu Ras"


"Aku mandi meneer ...udah gatal "


"Makanya kita mandi di sini" tunjuk Ben ke sebuah bilik kamar mandi dengan dinding kay berukuran 3x3, dengan tank (gentong dari kayu diatas bilik tersebut berada di belakang rumah).


"Kita??....Raras gak mau mandi bareng Maneer dasar Meneer Mesoem!!" omel Clara sambil meronta-ronta karena ditarik Ben.


"Aras...itu ada dua bilik dan ada sekatnya....makanya jadi cewek tuh jangan sok-sokan gak mau tapi ntar tau-tau nubruk...ntar tau-tau nyosoor, gitu ngatain aku mesum" gerutu Ben membuat muka Clara memerah


"Tapi ......kalo kamu jadi satu bilik berdua, aku ikhlas dan pasrah kok Ras" ujar Ben dengan senyum lebarnya


"Bodooo meneer", lalu segera masuk ke salah satu bilik.


"Meneer ini airnya darimana?"


"Disitu ada tarikan talikan? naah nanti kita tarik bersamaan ntar air keluar dari atas lewat pipa itu" terang Ben


"Oooo....oke dech, jangan ngintip ya Meneer!"


"Ngintip dari mana coba orang dindingnya dari kayu rapat gitu" omel Ben ngegas.


"Nyaii ini peralatan mandi untuk Nyai dan Meneer" teriak simbok.


"Makasih Mbok" ujar Clara sambil melongokkan kepalanya sambil nyengir


"Ras....buruan ditarik aku udah lepas baju inih" teriak Ben.


"Iyaa...bentar iih gak sabaran"


"Araaas jangan ditarik sekarang, belum siap ini"


"Katanya tadi minta tarik...gimana sih Meneer"


"Meneer jangan digosok keras-keras ntar lecet, tapi diusap-usap secara perlahan yaa"


"Biar cepet selesai Ras..."


"Haizzzz....dinikmati jangan buru-buru Meneer, dasar ya gak sabaran banget"


"Iya..iya ini aku usap pelan-pelan, udah ini aku tarik yaah"


"Jangan dulu Meneer nanggung ini, Raras belum selesai ini"


"Lama banget sih Ras...keburu dingin ini"


"Yaa udaah Raras tarik yaaah....."


Byuuur....."Araaas pelan-pelan nariknya pedih ini!!"


Saat sepasang insan gesrek sedang heboh dengan ucapan ambigu membuat Harry yang baru pertama kali mendengar tiba-tiba merasa gerah karena pikiran si bule playboy minim akhlak itu seputar dunia permesuman tingkat dewa


Simbok yang melihat teman majikannya duduknya sudah gak betah


"Jangan kaget Meneer maklum pengantin baru"


"Emang sering mbok?!"


"Beauuuh....tiap hari tuan, dimanapun tempatnya, udah gitu gak cuman malam saja loo pagi, sore juga gituu" cerocos simbok bagaikan radio pemancar


"Haaah beneran mbook?....waaah gak ngira, aku kira Ben itu tidak normal loo mbok"


"Mbok inget tooh aku sering bawa cewek dari nonik baik-baik, yang nakal, lalu pelacur bule sampai pribumi....eeh itu anak dengan jijik mengusir para wanita tersebut"


"Iyaa Meneer tapi Nyai Raras itu cantiknya kaya Nawangwulan jelas ajah Meneer Ben takluk" ujar Simbok menggebu-gebu


"Looo mbok namanya itu Raras atau Nawangmulan sich, aku kok bingung"


"Haizzz Meneer Nawangwulan itu bidadari di cerita Jaka Tarub itu loo Meneer bukan Nawangmulan!" jelas Simbok ditanggapi anggukan Harry


Karena Harry gerah maka segera menuju ke dapur untuk ambil minum sendiri


"Meneer saya ambilkan yah" tanya simbok.


"Gak usah Mbok, aku bisa sendiri...udah simbok selesain tugas simbok" ujar Harry lalu duduk dimeja makan sambil minum.


Tiba-tiba pintu dapur terbuka dan masuklah Clara yang mengenakan kemeja Ben berwarna putih kebesaran, menunjukkan kaki jenjang putihnya, diikuti Ben yang sedang mengomel karena bajunya dipakai Clara, membuat Harry terbengong melihat keuwuan dua insan gesrek yang belum menyadari ada mahluk bule di dapur.



"Ras....handukmu kekecilan ini, dan aku nggak pake baju pula" gerutu Ben


"Salah sendiri.... Makanya jangan usil, baju Clara Meneer pake ngelap"


"Yaa maaf, kan asal nyamber tadi...ayoo buruan keringin rambut aku ini masih basah ini" rajuk Ben


"Iya iya berisik" ujar Clara lalu membalik badannya lalu mulai meraih kepala Ben sambil berjinjit karena tinggi Clara hanya setengah dada Ben


"Menunduk Meneer.....punya badan kok kaya tiang listrik"


"Kamu tuch yang cebol"


"Enaak aja" omel Clara sambil tetap berjinjit sehingga kemeja Ben naik membuat Harry yang lemah iman tersedak minumnya karena dipikirnya Ben dan Clara berciuman dan melihat kaki jenjang Clara semakin terpapar nyata didepannya.


Uuhuuuk.....uhuuuuuk...


Mendengar suara batuk dibelakangnya Clara dan Ben auto menengok



"Hai....Ben" sapa Harry dengan canggung karena mengganggu keuwuan temannya bersama pasangannya


...***...


...TBC...


...Makasiiih ya nggak ngira ternyata novelku ini disukai kalian...


...Loope....lopeee sekebon buat kalianπŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...