
Selama perjalanan Clara dan Phil mendengarkan Boim yang menjelaskan siapa target misi ini dan alasan kenapa target harus segera dihilangkan nyawanya
Akhirnya mereka sampai disebuah rumah kolonial kecil dan tidak terawat dan dijaga para pria Bule berbadan besar-besar dan masing-masing memegang senapan laras panjang.
"Bang yakin kita bakalan menyerang frontal menghadapi mereka?" tanya Clara
"Iya Sa, biasanya gitu" ujar Boim
"Kita cuman berlima bang, kita harus berhemat tenaga kalau ingin menyerang mereka" ujar Clara
"Lalu apakah loe ada usul Sa?"
Clara segera mengungkapkan rencananya, lalu memberikan beberapa jarum yang sudah diolesi racun ke Phil, dan ke Boim
"Kalian bisa menggunakan sumpitan inikan?" tanya Clara sambil menyerahkan 3alat sumpit ke Mamat, Boim dan Akri
"Oo makanya loe tadi nyuruh buat bikinin Jaja ya?" ujar Boim yang ditanggapi Clara dengan anggukan
"Sumpit buat aku mana Sa?" tanya Phil
"Kita tidak perlu sumpit kita langsung frontal" ujar Clara lalu menarik paksa kemeja Phil, sehingga sobek membuat Phil memerah mukanya
"Ras....aku tahu aku tampan, tapi kalo kepingin ntar aja dirumah, ini kita masih jalanin misi" ujar Phil gugup
Pletaaaak.....
Tampan?....Pingin?....Waaa memang ya Bulgun satu ini pikirannya suka travelling ke arah yang bener, maksudnya bener-bener kelewatan mesum
Heran dech jadi orang, dalam misi penting sempat-sempatnya mikir yang nggak-nggak
"Sakiit Ras....buset untung sayang Ras" omel Phil sambil mengusap dahinya yang disentil keras sama Clara
"Makanya ini kepala dipanjangin rambutnya, jadi kepintarannya nggak terbang ditiup angin, bisa-bisanya keadaan seperti ini masih sempat mikir aneh"
Mendengar ucapan Clara sontak membuat Mamat, Akri dan Boim menahan ketawa, membuat Phil auto melotot
Setelah merobek baju Phil, Clara segera mencorengin tangan, baju dan dahi Phil dengan cairan merah, yang dibuat Jaenab dari kulit manggis, dan mengolesi dirinya juga dengan cairan merah
Setelah semua selesai, Mamat cs segera menyebar ke sekeliling gedung itu untuk mulai beraksi, sedangkan Clara dan Phil mulai bermain drama
"Tolong.....!!!!" teriak Ben dan Clara berlari dengan kaki pincang menuju para bule yang berjaga di pintu depan
Para penjaga yang melihat dua pria berwajah bule yang berlari dengan berdarah-darah segera menolong Phil dan Clara
"Apa yang terjadi?siapa yang menyerang kalian?" tanya para bule itu segera membantu memapah Clara dan Phil
"Kami diserang dan dirampok para pribumi, mereka mengejar kami" ujar Clara sambil pura ngos-ngosan dan langsung mengeluarkan jarumnya dan menusukkan di tengkuk penjaga tersebut bersamaan dengan Phil
Kedua penjaga yang tidak siap itu segera jatuh ke tanah, membuat Clara dan Phil tersenyum, dan segera menarik kedua bule ke depan pintu gerbang dan mereka dudukan, dengan wajah mereka tutup dengan topi penjaga, seolah-olah mereka tertidur
Phil dan Clara segera membuka pintu depan secara perlahan dan mulai masuk ke dalam gedung dengan penuh waspada dimana mereka sudah bersiap membawa pistol, begitu juga dengan Mamat, Akri dan Boim yang juga berhasil masuk.
Boim memberi kode bahwa daerah belakang sudah aman, lalu memberi kode untuk ke atas
Mereka kemudian keatas dimana paling depan Mamat dan Akri, mereka ke kanan dan ke kiri
Setelah dirasa aman, Boim, Phil dan Clara segera naik dan membagi dua tim Phil mengikuti Akri yang tidak terlalu pandai ilmu beladiri, sedangkan Boim mengikuti Mamat.
Clara melihat di lantai atas tampak banyak ruangan-ruangan dan setiap ruangan terdengar teriakan kesakitan gadis-gadis
Tangan Clara digenggam erat Phil sambil memberi kode dengan menggelengkan kepalanya
"Ada saatnya kita hancurkan mereka...saat ini kita hanya membunuh 2bule pemilik rumah bordir ini"bisik Phil pelan
Sampai akhirnya tampak sebuah pintu yang lebih besar dibandingkan pintu lainnya, Akri bersiap membuka pintu dengan memberi kode tangan 1...2...3
Akri segera meniupkan sumpitnya ke arah sebelah kiri sedangkan sebelah kanan Clara segera melemparkan jarum beracun, dibantu Phil
Setelah para bule terjatuh Clara segera menolong kedua gadis sambil memberi kode untuk diam dan menyuruh Akri membawa dua gadis itu keluar
Clara segera mendekat bule pemilik rumah bordir yang sudah terkapar tetapi belum mati karena jarum Clara hanya menyerempet lehernya, meski hanya menyerempet tapi racun tersebut cukup membuat ketiga pria tersebut terkapar lemah
Dengan perlahan Clara berjalan mendekatinya sambil menatap tajam pria tersebut,
"Sss-siapa kalian?" ujar pria bule tersebut ketakutan
"Kamu tidak perlu tau siapa kami, yang perlu kamu tahu adalah racun dari jarumku jika tertusuk bisa menyebabkan mati seketika, tetapi jika hanya terserempet racun tersebut akan merusak semua organ dalam kalian akan rusak secara perlahan dan kalian bisa merasakan rasa sakit itu sampai pada akhirnya kalian mati" jelas Clara tetap dengan nada lembut dan tatapan datarnya
Phil yang melihat sisi lain dari Clara membuatnya tersenyum lebar
"Ayo kita pulang, mission completed" ujar Clara dengan nada dingin lalu beranjak pergi meninggalkan ke tiga bule termasuk pemilik rumah bordir ini dan mulai merasakan kesakitan
"Kunci pintunya Phil"
Saat diluar Clara melihat Boim dan Mamat juga berhasil membunuh target mereka yaitu seorang perwira Belanda yang selalu menculiki gadis-gadis pribumi dan menyiksa mereka sampai mati, mereka segera beranjak meninggalkan rumah bordir tersebut sambil membawa ketiga gadis remaja tersebut.
"Jangan takut hmm....kami orang pribumi juga," ujar Clara sambil menurunkan masker hitamnya sebentar lalu kembali dia pakai, dan membantu naik kuda dan segera memacu kudanya kembali ke rumah babe Sabeni.
Harry sudah menunggu kedatangan Clara dengan gelisah, dan ketika Clara datang Harry segera menyambutnya, dan terlihat kaget karena tubuh Clara dan Phil penuh darah
"Pos...kamu terluka, lihatlah banyak banget darah dibajumu" ujar Harry panik
"Cup....ini cat dari kulit manggis, bukan darah beneran, kami semua tidak ada yang terluka sama sekali" ujar Clara menenangkan Harry
"Loo kok bisa?" tanya babe Sabeni yang melihat anak buahnya satu persatu
Boim segera menceritakan ke yang lain apa yang terjadi, Clara dibantu Jaenab dan Nyak Siti segera membawa gadis dan berusaha mengobati dan menenangkan mereka
"Nyak ada 3 ember besar untuk mengobati luka di daerah sensitif mereka supaya mereka tidak merasa perih dan sakit"
"Ada Sa....sebentar Nyak siapin dulu yah"
Para gadis melihat wajah tampan Clara menatapnya dengan malu-malu, terlebih tutur kata Clara sangat lembut, berbeda dengan pria-pria yang sering mereka temui.
Jaenab dan Nyak membantu ketiga gadis tersebut, sedangkan Clara segera mandi karena tubuhnya sudah lengket dengan cairan manggis tadi.
Setelah mandi Clara segera kembali ke kamarnya
"Mpok...tadi yang nolongin kite namanya siapa?"
"Yang mana? kan ada 5pria, yang badan besar berkumis dan hitam itu Mas Mamat, yang kurus tinggi rambut gondrong itu bang Akri, yang badan besar rambut cepak dan berkumis tipis itu laki gue bang Boim, yang bule gundul dan bermata biru itu Phil, sedang yang kurus berkulit putih itu dr Raksa" terang Jaenab
"Kenapa memangnya?" tanya Jaenab curiga
"Dokter itu ape mpok?" tanya salah satu gadis
"Dokter itu orang yang pinter ngobatin orang sakit, kaya pak mantri gitu, tapi lebih pinter" terang Jaenab
"Wa...udah tampan, pinter ya mpok" ujar ketiga gadis tersebut dengan wajah kagum
'Lah kalo kalian tau cowok yang kalian taksir cewek cantik, bakalan pingsan kalian' batin Clara sambil terkekeh.
...***...
...TBC...
...Hari ini double Up yes?!! karena kemarin Thor nggak sempat pegang kompi...
...Mian yah🙏😉...