Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 86 I Will Safe You Now



Selama fisioterapi Clara selalu ditemani Josh, meskipun Sebastian selalu mengusir Josh, tetapi dasarnya si Josh itu bebel , sehingga lama-lama Sebastian capek sendiri dan membiarkan Clara kemana-mana dianter dan dikawal Josh.


Setelah tiga minggu Clara sudah bisa beraktifitas normal dan mulai masuk kembali ke rumah sakit.


Saat masuk kembali, Clara disambut secara meriah, banyak yang memeluknya sambil menangis haru, terlebih Pippo dan Nyonyo sahabatnya.


Setelah penyambutan dengan para staf dan dokter, Clara menghadap dr Sutoyo sebagai pemimpin Rs dan dr Wisnu sebagai senior atasan bagian thorax kardiovascular, untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya, membuat kedua dokter tersebut terkejut.


"Apakah Lino yang melarang dirimu berkerja setelah kalian menikah nanti dokter Raras?" tanya Wisnu.


"Tidak kok dok, abang membebaskan Raras untuk melakukan apapun yang Raras mau, rencana Raras mau istirahat terlebih dahulu, dan fokus mengenal abang lebih dalam, terlebih kondisi sekarang, jika kami berdua terlalu sibuk, itu tidak baik bagi rumah tangga kami nantinya" terang Clara.


Ucapan Clara membuat Wisnu tersenyum lebar dan makin sayang dengan calon menantunya ini, meski masih muda tetapi mempunyai pemikiran dewasa dan tegas.


"Betapa beruntungnya putraku mendapatkan kamu nak, boleh ya mulai sekarang aku memanggilmu nak Raras?" tanya Wisnu


"Baik dok, silahkan" sahut Clara sambil menunduk hormat.


"Kamu juga harus memanggil aku papa yah, kan sebentar lagi kamu akan menjadi putriku" ucap Wisnu yang sontak membuat hati Clara nyeri tetapi Clara sudah berjanji dengan Ben untuk menghilangkan rasa dendam di dalam hatinya.


Belum sempat Clara menjawab teleponnya berdering, yang terjadi panggilan emergency tim 1.


"Maaf dok, permisi ada panggilan darurat dari tim satu" ujar Clara kemudian beranjak berdiri dan kemudian berlari


"Jangan lari-lari kakimu baru saja sembuh!!" teriak dr Sutoyo dan dr Wisnu secara bersamaan tetapi Clara tidak mendengar.


"Akhirnya keinginanmu terkabul Nu, punya mantu dokter cantik banget" puji dr Sutoyo


"Hehe iya Yok, tetapi kenapa dia tidak mau memanggilku papa ya?" tanya Wisnu sedih


"Belum terbiasa Nu, biarin aja ....gak usah baper" ucap Sutoyo sambil menepuk bahu Wisnu


^^^


Saat Clara sampai di depan UGD, Raras dicegat Anton


"Ras...kamu harus tenang saat ini, janji yaah kamu harus tenang" ujar Anton sambil memegang dua bahu Clara, membuat Clara bingung dan perasaannya mulai tidak enak.


"Apaan sich dok, minggir Clara mau mbantuin masuk" ujar Clara sambil mendorong Anton, kemudian masuk ke ruang UGD.


Di dalam ruang UGD tampak Lino berusaha menolong pasien, sambil memeriksa dengan teliti.


Clara kemudian mendekat dan ketika melihat siapa pasien yang sedang berbaring tersebut langsung berlari mendekat



"Josh.....apa yang terjadi??!!!ya Tuhanku apa yang terjadi padamu" seru Clara sambil berusaha menyadarkan Josh.


"Dik...tenang, Josh mengalami blunt cardiac injury /BCI (Tabrakan kendaraan bermotor terlibat dalam sebagian besar penyebab BCI karena deselerasi yang signifikan dapat mengakibatkan robeknya jantung dari perlekatannya pada struktur di sekitarnya)sehingga menyebabkan terjadi tamponade jantung"


Mendengar diagnosis Lino membuat Clara terduduk lemas dilantai, karena kemarin dia tidak berhasil menyelamatkan Phil karena mengalami hal yang sama.


"Not this time, this time i will safe you!!" ujar Clara kemudian berdiri dan saat melihat Anton, Clara segera berlutut di kaki Anton.


"Dok ijinkan Raras melakukan operasi kepada Josh, aku mohon hanya Josh selain papi dan Raksa yang Raras punya di dunia, aku mohon ijinkan yah"


Mendengar ucapan dan tindakan Clara sampai mau bersujud membuat nyeri didada Lino dan Anton.


"Berdirilah Ras, kamu yakin kamu bisa? akan ada empat tindakan yang harus kita lakukan bertiga, setelah kita mengoperasi jantung, dilanjut dr bagian bedah akan melakukan operasi Laparotomi (tindakan operasi yang dilakukan dr spesialis bedah untuk meneliti keadaan di dalam perut karena benturan yang terjadi disaat kecelakaan)" ujar Anton tegas sambil memegang dua bahu Clara dan menarik tubuh Clara untuk berdiri.


"Iya pasti bisa dok, saya yakin" ujar Clara sambil menatap Anton penuh keyakinan


"Baik ayo bersiap, kak ayo kita lakukan operasi ini" ujar Anton


"Iya, adik jangan khawatir yah kita bertiga pasti bisa" ujar Lino kemudian ke ruang persiapan operasi, ketiganya segera berganti dengan baju scrub berwarna hijau terang.


Ketiganya mulai masuk ke ruang operasi setelah mencuci bersih tangan mereka, dengan dibantu suster mereka memakai masker dan mantel operasi, dr anestesi dan para suster dari tim 1 sudah bersiap


Saat akan memulai operasi, Clara mendekatkan ke telinga Josh dan membisikkan.


"Bantu Cla untuk tetap bertahan untuk hidup ya Josh, Cla mohon"


Setelah itu Clara menarik nafas panjang dan memejamkan matanya sambil berdoa "Tuhan bantu Clara kali ini"


Anton dan Lino sangat paham bahwa Clara merasa tertekan di operasi ini, menatapnya penuh simpati


Clara membuka mata dan menatap Lino dan Anton yang membalas menatap Clara menenangkan.


Dengan yakin Clara segera melakukan operasi yang merupakan medan perang melawan ketakutannya sendiri.


Selama 6jam tampak dr Merry beserta para suster sudah terlihat sangat kelelahan tapi juga mengagumi cara kerja ketiga dr andalan rs Gatot Subroto bagian bedah Thorax Kardiovascular sangat cekatan.


Setelah semua tindakan berhasil mereka selesaikan dan melihat reaksi tubuh pasien setelah operasi, inilah yang paling ditakutkan para dr bedah Kardio.


"ACC off (Aorta Cross Clamping sebuah instrumen alat bedah yang dipakai untuk bedah jantung untuk menjepit aorta dan memisahkan sirkulasi sistemik dari hati).


"Pedal...." pinta Anton, segera Clara ambilkan dua pedal berbentuk pipih bertangkai


Anton memasukkan dua pedal dikedua sisi jantung Josh yang masih dalam keadaan luka terbuka


" Mulai dengan 50 joule..shock" perintah Anton yang kemudian memberikan kejutan listrik kepada jantung yang sempat terhenti setelah operasi tadi.


"Naikkan menjadi 70joule...shock!"ujar Anton yang memberikan kejutan listrik kembali


Setelah mendapatkan dua kali kejutan listrik jantung Josh bisa berdetak dengan normal kembali menandakan operasi mereka telah berhasil.


"Kita berhasil Bang, dokter Anton" ucap Clara lega, kemudian membisikkan kembali ke telinga Josh.


"Terimakasih my superhero sudah mau bertahan, Cla mohon bertahan sekali lagi untuk operasi selanjutnya, aku tunggu kamu diluar hmm..." ucap Clara sambil meneteskan matanya.


"Biarkan aku selesaikan dik"ujar Lino


"Aku bantu bang" ucap Clara kemudian membantu Lino menjahit dan menutup luka operasi.


Anton kemudian memberi kode ke dr Budi untuk memanggil dr Hector yang merupakan dokter spesialis bedah terbaik di rs ini.


"Kondisi internal lainnya sudah kembali normal" lapor dr Merry melihat monitor pantauan kondisi pasien.


Kemudian tampak terlihat dr Hector yang bergantian masuk ke ruang operasi menggantikan tim 1 untuk melakukan operasi laparatomi.


Saat ketiga dokter spesialis Kardio tersebut keluar dari ruang operasi dan berada di ruang ganti, Clara segera memeluk Lino dan Anton secara bersamaan


"Terimakasih.....terimakasih" ucap Clara sambil terisak.


Mendapat pelukan dadakan dari Clara membuat mereka tersenyum dan membalas pelukan Clara


dr Merry beserta anggota tim satu melihat pemandangan aneh ini pada tersenyum.


"Dr Raras sangat hebat, menyatukan dua kakak beradik yang bermusuhan menjadi bersatu" ujar dr Budi.


"Iya dok, kamu betul banget"


^^^


Sambil menunggu operasi Laparatomi, Clara beristirahat di taman kecil didekat ruang operasi, sambil melihat ikan yang asik berenang kesana kemari


"Mau minum?" tanya sebuah suara bariton dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan cengkok bukan orang Indonesia asli dari seorang pria asing berkaca mata memakai kemeja putih.



Clara melihat air dari botol dari pria aneh yang sialnya sangat tampan ini dengan memicingkan matanya menatap curiga.


"Haizzx Itu gak ada racunnya, sini aku buktiin!!" ujar pria tersebut sambil menyaut botol minum yang dipegang Clara, kemudian meminum air dari dalam botol membuat Clara menganga terkejut dengan ulah aneh si pria asing ini.


"Gak beracunkan? kamu percayakan? ayo diminum" ucap pria asing ini sambil memberikan botolnya kembali ke Clara yang tanpa basa basi langsung duduk disamping Clara dengan watados.


'Hidiiih enak aja, masak bekas minumnya dia Clara minum hiiiy....' batin Clara sambil menatap heran pria aneh disampingnya.


"Gak usah menatap aku lama-lama ntar jatuh cinta kepadaku loo" ujar pria tersebut penuh percaya diri membuat Clara langsung memutar kan bola matanya malas.


Nich orang kesambet jin rs apa ya? kok bisa-bisa aneh bin ajib kek gini, masa bodolah emang Clara pikirin.


Kriiing...kriiing


Terdengar suara telpon yang ternyata dari Lino, Clara segera membalikkan badannya memunggungi pria aneh tersebut untuk menerima telpon


"Baik bang, adik kesana" jawab Clara yang kemudian tersenyum


"Udah dulu yy-a, looo kemana perginya si cowok aneh?" ucap Clara sambil melihat ke sekeliling taman


"Apa dia hantu penunggu rs ya?hiiiiy.....ganteng sich ganteng tapi kalo hantu Clara mah ogah hiiiiiy!!" gumam Clara sambil merasa bulu kuduknya berdiri dan segera kabur meninggalkan taman dengan lari terbirit-birit.


...***...


...TBC...


...Dah double up yess😁...


...Besok kemungkinan libur up ya, mau ke luar kota sebentar...jadi jangan pada unjuk rasa yah😁✌...