Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 79 游魂 Yóu hún



Ben melihat tubuh Clara dibawah perlindungan tubuh Phil, meski begitu Ben melihat luka menganga dibahu dan luka di kepala Clara. Sedangkan tubuh Phil dibagian punggung penuh dengan pecahan kaca yang ikut hancur dan menyebar akibat meledaknya pabrik tersebut


"Claa....sayang, bertahan ya aku mohon" ujar Ben sambil menggendong tubuh Clara yang sudah bersimbah darah dan tidak sadar, ala bridal style lalu bergegas membawa tubuh Clara naik ke kuda


"Bawa tubuh Phil juga Mat" perintah Ben


"Baik Meneer, kita bawa ke sinsei Chun...rumahnya tidak jauh dari sini" ujar Mamat lalu segera mengangkat tubuh Phil dan mereka bergegas menuju rumah sinsei Chun


Sepanjang perjalananan Ben selalu mengajak bicara Clara untuk menghilangkan kepanikan didalam dirinya


"Tenanglah Ben, Peppos wanita kuat...pasti bisa melewati ini semua" hibur Harry yang berkuda disamping Ben karena melihat sahabatnya yang biasa tenang, saat ini terlihat sangat panik dan cemas


"Aku suami yang buruk, tidak bisa menjaga istriku sampai dua kali terluka parah seperti ini" umpat Ben menyalahkan dirinya


"Bukan salahmu Ben, percayalah istrimu adalah wanita terkuat yang pernah aku tahu


Akhirnya mereka sampai di rumah Sinsei Chun, Clara segera ditolong emak Chun, sedangkan Phil ditolong Sinsei Chun.


Setelah menunggu emak yang berusaha menolong Clara, akhirnya emak keluar dari ruangan


"Mak...gimana istriku?" tanya Ben yang langsung menyerbu emak Chun


"Meneer...nyai sudah bisa tertolong, tapi.." emak Chun menjeda ucapannya seakan ragu untuk mengatakan sesuatu


"Tapi apa mak?katakan saja mak ada apa dengan istriku?" tanya Ben semakin gelisah melihat gelagat emak Chun


"Mari ikut saya Meneer, anda bisa melihat kondisi istri anda" ajak emak Chun alih-alih menjawab pertanyaan Ben


Ben segera ikut emak masuk ke dalam, saat Harry dan Donald mau ikut masuk, tetapi dilarang emak Chun.


Saat Ben masuk ke kamar, Ben melihat istrinya terbaring lemah dan sangat pucat, membuat Ben segera duduk disamping Clara sambil menggenggam tangan Clara lalu mengecup kening Clara lembut


"Luka Nyai sebenarnya tidak terlalu berbahaya karena tidak mengenai organ pentingnya, tetapi Nyai terluka ditempat yang sama sehingga luka yang belum sembuh sempurna terbuka kembali sehingga pendarahan yang dialaminya sangat banyak"


"Yang menjadi masalah adalah Nyai adalah Yóu hún ( arwah penggembara), waktu dia diwaktu ini sudah tidak lama lagi, apakah Meneer tau bahwa Nyai bukan dari masa kita?" tanya emak Chun


"Saya tahu, seorang bule seperti anda pasti tidak mempercayai ucapan saya, tetapi..."


Belum selesai emak Chun bicara, Ben sudah menyelanya


"Saya tahu istri saya bukan dari masa yang sama dengan saya, lalu berapa lama lagi istriku bertahan disamping saya Mak?" tanya Ben yang masih menatap Clara dengan pandangan sedih


"Jangan sampai Nyai terluka kembali, maka dia masih bisa di sisi anda, tetapi jika sampai terluka kembali .... anda harus merelakan dia untuk kembali pulang ke keluarganya" jelas emak Chun, kemudian meninggalkan Ben menemani Clara


"Maak...bagaimana emak tau istriku bukan dari masa sini?" tanya Ben


Emak Chun yang mau keluar ruangan, menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya sambil menatap Ben


"Lihatlah istrimu baik-baik itu Meneer, tubuh dan rohnya sudah mulai mengabur, meski hanya sepersekian detik."


"Dulu lǎoshīku (guru) pernah bercerita bahwa di dunia ini ada sebuah roh penggembara, dulu aku tidak pernah mempercainya Meneer, tetapi melihat istri anda saat pertama bertemu dan sekarang, baru aku percaya bahwa roh pengembara"


"Claa.....jangan tinggalin aku, aku gak bisa hidup tanpamu" ujar Ben sambil mengusap pipi Clara penuh perasaan


"Maafkan aku yang terlalu egois, tetapi sungguh-sungguh sangat mencintaimu Claa" ujar Ben sambil terisak


Karena terlalu capai menangis, Ben akhirnya tertidur sambil duduk disamping ranjang Clara


.


.


.


.


Tit.....tit...tit.....


Clara mendengar suara monitor yang selalu ada di ruang ICU, Monitor akan menampilkan grafis tentang kinerja organ tubuh, misalnya detak jantung, kadar oksigen di dalam darah, atau tekanan darah.


Selain itu Clara mendengar suara orang berbincang


"Bagaimana kondisi Miss Jane sus?"


"Masih sama dok, putri tidurku kita masih tertidur dengan lelapnya" ujar suara seorang suster.


"Aku dimana?....apa yang terjadi padaku? Ben dimana?" ujar Clara yang panik karena tidak bisa membuka mata dan menggerakkan semua organ tubuhnya


^^^


"Beeeen!!" teriak Clara ketika pada akhirnya Clara bisa bangun,membuka mata dan mengeluarkan suaranya


"Sayaang, kamu sudah sadar?" tanya Ben dengan suara serak khas orang bangun tidur, setelah mendengar teriakan istrinya


Clara yang melihat keadaan sekitar dengan bingung, lalu menemukan suaminya yang sudah berada disampingnya, segera memeluk suaminya erat sambil menangis


"Ben....aku takut, aku takut kehilanganmu" ujar Clara sambil menangis, yaah Clara sekarang saat ini takut untuk pulang ke masanya dan berpisah dari Ben


"Sttt.... aku disini sayang, nggak akan ninggalin kamu hmm" ujar Ben sambil mengusap punggung Clara lembut


"Janji yah Ben, jangan pernah ninggalin Clara...Clara tidak punya siapa-siapa selain kamu"


"Iya aku janji, aku gak akan meninggalkanmu bahkan jika harus berpisah, disetiap reinkarnasiku aku akan selalu mencarimu Claraku sayang" ucap Ben semakin erat memeluk istrinya karena mulai timbul ketakutan kehilangan Clara dalam diri Ben setelah mendengar ucapan Emak Chun.


...***...


...TBC...


...Nite....Nite Kesayangan Thoor😊😘...


...Gimana yah hubungan Clara & Ben?...