
Clara mendesah frustasi seraya menatap pantulan dirinya dibalik cermin, terlihat jelas mata sembabnya.
Gara-gara pikirannya kalut tidak bisa pulang, ditambah ciuman Ben membuat Clara trrbayang-bayang oleh raut wajah arogan Ben sewaktu menciumnya dengan paksa bibir sexinya pokoknya Clara tidak rela
Bayangkan coba diantara banyaknya lelaki di dunia ini kenapa harus Ben si Burap yang mengambil ciuman pertamanya, kenapa bukan Eun Woo saja gitu? (Kalo Eun Woo mAh thoornya juga mau Cla...๐)
Dengan penuh kekesalan Clara membuka pintu kamar mandi, baru saja keluar dari kamar mandi terdengar suara bariton yang sudah sangat dia hapal selama hampir 2minggu ini memanggil namanya, yess exactly suara siapa lagi coba kalo bukan suara burap, eh salah Ben
"Olivia Raras Maharani"
Clara hanya mendelikkan matanya tanpa ada niatan untuk menjawabnya " Ngapain juga nungguin Clara mandi, bikin mood gue makin suram" omel Clara dalam hati
Dengan cuek bebek dan gaya hai nya Clara hanya menutup pintu kamar mandi seakan-akan tidak mendengar panggilan Ben
"Araaas....kamu budeek(tuli dalam bahasa Jawa)yah?" dengus Ben tidak terima diabaikan Clara.
"Daritadi aku panggil kamu diam saja"
"Ooooh...." jawab Clara datar
Ben melototkan matanya selebar mungkin "Ooooh aja?" beo Ben
"Gak sopan banget sih kamu Ras?"
"Ya" jawab Clara singkat dan langsung menyelonong tanpa mempedulikan keberadaan Ben, Clara males meladeni mahluk aneh dalam bis satu ini (dasar Clara sablenk itu mah judul Lupus๐๐ hayooo saha yang tahu Lupus ngacung!!*author POV)
Ben yang melihat itu sontak menggelengkan kepalanya dan dengan gerakan sangat cepat Ben menghalangi jalannya Clara
"Kenapa kamu nyuekin aku?" tanya Ben tidak kalah datarnya " Berani-beraninya kamu nyuekin suami sendiri"
Clara tersenyum sinis sambil melipat tangan didadanya
"Meneer pikir sendiri, lagipula siapa bilang Meneer suami Raras" jawab Clara sambil menatap Ben tanpa rasa takut
"Meneer minggir, Raras mau lewat laper mau makan, lagipula sejak kapan Raras mau jadi istri Meneer!!" ujar Clara ketus
Clara marah dan dongkol karena Ben sudah mencuri ciuman pertamanya dah gitu gak minta maaf pula, pingin rasanya nendang Ben biar sampe timbuktu negaranya donald bebek.
Ben menggertak giginya kesal, sebelum akhirnya Ben merubah mimik muka kesalnya dengan senyuman jahilnya
"Aaah...aku tahu kamu marah gegara aku cium yaah?" tebak Ben sambil menaik turunkan alisnya"
"Elaaah Raas, baru dicium suaminya sendiri aja ngambek, mulai sekarang dibiasaain sama ciuman suamimu. Kamu itu harusnya bersyukur punya suami yang gantengnya paripurna seperti aku ini"
Clara ingin muntah mendengarnya. Benar kata orang-orang tua jaman dulu kalo orang yang mempunyai tingkat kepercayaan terlalu tinggi bisa menyebabkan gila contohnya si Burap satu ini. Entah dulu emaknya nyidam apa sampe punya anak seperti gini, yang penting saat ini Clara sudah sangat kesal dibuatnya
"Ngambek kata Meneer?!!" seru Clara gak terima, dengan sekuat tenaga Clara menginjak kaki Ben "Nih makan syukur!!"
"Aaaargh.....Olivia Raras Maharani beraninya kamu menginjak kaki sempurnaku sampe dua kali pula!!" teriak Ben kesakitan sambil menatap tajam Clara
"Yaah beranilah, cuman tinggal nginjak juga" jawab Clara sambil mengedip-ngedipkan matanya polos....eeh ralat dipolos-polosin ding
"Udaah aah Raras laper, bye Meneer Raras makan dulu"
"Bertepatan saat itu kedua insan tom and Jerry telah sampai di ruang makan, tiba-tiba Clara menghentikan langkahnya sambil memasang mukanya kaget karena dimeja makan tampak seorang bule satu lagi teman Ben sedang duduk manis sambil makan
Ben yang berjalan dibelakang Clara, menubruk tubuh Clara karena Clara berhenti mendadak
Saat Ben mau protes ke Clara, Clara sambil menunjukkan jarinya ke depan sambil berbisik
"Meneer ntuh!!"
Ben segera mengarahkan matanya ke arah yang ditunjuk Raras, kemudian segera merengkuh pinggang Raras sambil berseru
"Hehehe...aku laper Ben, minta makan dulu apalagi simbok barusan selesai menggoreng ayam, harumnya bikin perutku laper" ujar Harry dengan memasang muka melas.
"Haii....kenalin namaku Harry..Harry Van Olson" ujar Harry sambil mengulurkan tangannya
Sambil tersenyum manis Clara mengulurkan tangan untuk menyambut uluran tangan Harry
"Raras Maharani"
Tetapi saat tangan Clara ingin menggenggam tangan Harry, tiba-tiba tangan Clara malah digenggam tangan Ben.
"Astaga naga....kenapa tangan Raras Meneer genggam?" tanya Clara terkejut sambil melepas tangannya dari tangan Ben
"Suka-suka akulah!" jawab Ben dengan ketus
"Lagian ada suami didekatnya berani-beraninya godain temen aku yang playboy akut ini, pake acara senyum-senyum pula"
"Godain apa sih Meneer, orang cuman kenalan doang" ujar Clara yang gak habis pikir dengan jalan pikiran si Burap
"Iya kenalan, tapi ya gak usah pake senyum-senyum gitu kenapa?katanya tadi gak bakal tertarik sama model bule bentukan kek Harry"
"Ciiih...nyatanya sama aja kamu seperti gadis-gadis lain kalo lihat Harry langsung cari muka!" ujar Ben sewot
"Trus Raras harus nangis-nangis gitu?"
"Lagipula kapan Raras cari muka sama si Ucup inih? dan Kapan Raras terlihat tertarik sama si Ucup ini, ngadepin bule satu kaya Meneer aja sudah bikin kepala Raras mau copot, ditambah bule Ucup satu ini!" jawab Clara gak kalah sewot
Ben mendengus kesal karena kehabisan kata-katanya, lalu menolehkan kepalanya dan menatap tajam ke arah Harry yang terbengong melihat sikap temannya yang berubah 180ยฐ
"Ngapain kamu bengong?buruan makan lalu cepat pulang"
"Benar-benar tadi ada yang bilang bule ucup itu aku?kok bisa?"tanya Harry bingung
"Ya bisalah di Betawi sana seringnya cowok playboy namanya ucup, makanya Raras panggil Meneer Ucup" terang Clara dengan wajah sotoynya
"Waaah....Pepos makanya cocok ama Ben, udah suka asal kasih nama, kalo ngomong mukanya datar, gak ngrasa berdosa pula" ujar Harry sambil geleng-geleng
"Pepos?apaan tuuch" tanya Ben dan Clara bersamaan dengan wajah bingung
"Pantaat Tepos ....Pepos ya itu kamu Ras, kamu tuch memang gadis dalam masa pertumbuhan, dasar kamu Ben anak kecil kok ya dimakan" ujar Harry
"Anak kecil?Masa pertumbuhan maksud loe apaan Cup?!!" tanya Clara mulai naik satu oktaf
"Ya iyalah Ras...tuh lihat dada dan pantaat kamu tepos rata kaya papan triplek, makanya Ras makan yang banyak"
"Biar badan gak kurus kering gitu gak kasihan sama Ben, kena tulang-tulang kamu?!!" ujar Harry
Saat Clara mau mengamuk sudah didahului Ben
"Berani-beraninya kamu ngejek istriku Har, aku gak pernah namanya menghina pacar-pacar kamu yang gemuk-gemuk kek babi...euuuw menjijikan, badan istriku ini bagus dan enak digendong-gendong"
"Coba kamu sama pacar-pacar kamu, aku jamin kamu bakalan kena encok" ujar Ben sewot membuat Clara geleng-geleng lalu meninggalkan kedua bule gila itu yang makin sengit meributkan cewek mereka takut ketularan gila.
"Ya Tuhan....Ya Gusti...kelihatannya dikehidupanku yang lalu aku sudah menghancurkan satu koloni, sehingga sekarang harus menghadapi dua bule gila ini" gumam Clara sambil menakupkan kedua tangannya
...***...
...TBC...
...Selamat beristirahat ya kesayangan Thoor๐๐...
...Night....Night zzzzz...