
"Lebih baik anda tanyakan pada anggota tim anda dr Lino" ujar Adam menepuk bahu Bima yang ketakutan
"Bima... bagaimana kejadiannya? Apa kamu melihatnya?"tanya Lino kepada Bima
"Begini dokter Lino...." Ujar Bima menceritakan kejadian yang sebenarnya pada mereka.
Anton menatap tajam Clara Lalu menarik tangan Clara sambil membentak
"Ikut ke Kantor!!!" sambil keluar dari unit operasi
Sepanjang lorong semua berbisik bingung apa yang terjadi melihat wajah mengerikan Anton diikuti Clara yang terseok-seok Karena diseret Anton.
Anton menarik Clara menuju ruang kerja pribadinya Lalu mengunci dari dalam
"Lepasin dok!!!! Sakiiit kenapa sih kamu?aku tidak melakukan kesalahan dalam operasi" ujar Clara kesal sambil mengusap tangannya yang memerah Dan sakit rasanya.
"Masiih keras kepala tidak mengakui salah??kamu itu baru 3tahun jadi Dr bedah Dan disini kamu masih baru....yang kamu lakukan tadi bisa berakibat fatal!!apa kamu tidak bisa berpikir sampai kesitu?" Teriak Anton
"Menurut aturan rs dan aturan kedokteran, apa yang aku lakukan tidak salah sama sekali....aku memang baru dan pengalamanku masih sedikit dibandingkan kamu...tetapi selama aku di US aku kerja di Mount Sinai Hospital selama 2 tahun dan mampu melakukan operasi jantung dan lagi aku tahu betul pasien mana yang membutuhkan pertolonganku."
"Yang harusnya berpikir itu kamu...apa yang ada di kepalamu Hanya kecurigaan Dan meremehkan kemampuan orang lain, terutama juniormu!! Pasien itu bisa mati jika tidak aku tolong, keselamatan pasien lebih penting dari egomu yang sebesar jagat raya itu!!" ujar Clara ketus.
"Apa kamu bilang? Karena egoku?......bukannya egomu yang membuatmu melakukan tanpa menginformasikan terlebih dahulu pada tim yang seharusnya kamu Bantu dalam operasi? Kamu bicara soal keselamatan pasien yang utama sedangkan kamu sendiri meninggalkan pasien yang sudah kamu kirim ke ruang operasi tanpa pemberitahuan lebih lanjut...itukah yang kamu bilang demi keselamatan pasien hah!!!dimana akal sehatmu dokter Raras??" Ujar Anton tidak kalah ketusnya.
Anton semakin marah dan maju sambil menatap Clara tepat diwajahnya.
"Ternyata kamu sangat arogan Dan susah diberitahu dr Raras Maharani...aku beritahu satu Hal... sebagai seorang dr keselamatan pasien adalah Hal utama tetapi kamu juga harus bisa membaca resiko atas tindakan yang kamu lakukan ...nyawa bukan sesuatu yang bisa kamu anggap remeh sesimple cara berpikirmu dr Raras...mulai kedepannya jangan pernah melakukan operasi sendiri tanpa pemberitahuan dr Raras" ucap singkat Anton yang Lalu berbalik hendak meninggalkan Clara Karena debaran jantungnya yang semakin kencang Karena posisinya terlalu dekat dengan Clara
"Berhenti!!!!!.........tahu apa kamu tentang harga nyawa seorang pasien?" ujar Clara dengan suara bergetar.
Anton kembali berbalik dan terkejut melihat wajah Clara yang penuh emosi dengan matanya berkaca-kaca.
"Kamu tidak pernah tahu rasanya melihat korban malpraktek yang tidak mendapat pertolongan apa-apa dari rs ...mereka Hanya bisa mengarang cerita untuk menutupi kejadian itu dan menawarkan sejumlah uang sebagai tutup mulut dan memperlakukan pasien seakan nyawa tidak berharga sama sekali...itu yang kamu bilang tidak dianggap remeh??nyawa manusia tidak berharga sama sekali dibandingkan nama baik rs terlebih keluarganya Hanya ada anak kecil perempuan.........aku tahu........sangaaaaat tahu dr Anton ....jadi jangan sekali-kali kamu bicara seakan aku tidak tahu bagaimana berharga nya nyawa pasien!!"
"Sebaiknya kamu belajar menghargai nyawa pasien dibandingkan nama baik rs di mata masyarakat!!" Ujar Clara penuh emosi lalu meninggalkan ruang dr Anton
Anton hanya menatap Clara dengan ekspresi kaget dan bingung.
...***...
...TBC...
...Jangan lupa Like...vote n comment nya dong!!🙏😘😘...
...Gumawo🙏😊...