
Pagi harinya Clara sudah bangun pagi, tampak Isabel sudah berdandan cantik memakai blazer dan celana hitam, dan menggerai rambut pirang nya dan sedang bertelepon dengan seseorang.
"Elo dah bangun Ra...baguslah, udah sana mandi dulu baju sudah aku siapin, lalu aku tunggu diruang makan ya" ujar Isabel sambil menggeret tas kopernya lalu keluar kamar meninggalkan Clara yang masih mengumpulkan nyawanya.
"Aah tak apalah daripada gak ada kerjaan ntar malah mikir aneh-aneh, lagipula cuman disuruh ngintil doangkan....itu mah keciiil" ujar Clara kemudian segera mandi dan memakai baju yang sudah disiapin Isabel
Setelah mandi, Clara segera berdandan dan memakai blouse berwarna dusty pink dan bawahan berwarna fuschia soft, menggerai rambutnya yang sudah memanjang dan memakai riasan soft yang membuat Clara tampak cantik dan segar.
"Clara fighting!!!"ujar Clara menyemangati diri sendiri.
Kemudian keluar dari kamarnya menuju ke meja makan yang sudah tampak Isabel bersama bosnya Aron dan Sean yang sudah duduk manis di meja makan.
"Good Morning...!" sapa Clara sopan dengan tersenyum membuat Aron memandangnya tidak berkedip.
Sean yang melihat sahabatnya yang biasanya tidak pernah tertarik terhadap semua wanita cantik sekalipun, tetapi saat ini tampak memandang dokter berbadan mungil, bermata hitam dan berambut hitam tidak berkedip, membuatnya ingin mengusilinya
" Morning....ooo ya my name Sean Weiltheimer" sapa Sean sambil mengulurkan tangannya ke arah Clara.
Tetapi saat tangan Clara mau menyambut tangan Sean, tangan Sean langsung ditepis kasar oleh Aron
"Tangan kotormu tidak boleh bersentuhan dengan tangan dokter pribadiku, nanti dia terkontaminasi virus jorokmu" ujar Aron songong membuat Isabel dan Clara terbengong.
"Ciiih bilang aja kamu cemburukan? takut si Dwarf ini naksir ketampanan aku" goda Sean dengan tingkat kepercayaan dirinya yang setinggi langit.
"Who's dwarf?" tanya Clara bersamaan dengan Aron dengan ekspresi bingung.
"Ya si pinky itulah, dari kita berempat siapa yang paling pendek?" ujar Sean sambil tetap makan.
Waaah si kingkong orong-orong ini gak punya sopan santun, baru berkenalan aja sudah ngatain dwarf, emang minta disliding si kingkong, enak aja ngatain bininya Eun Woo yang super imut ini dwarf
"Heh Uncle Kingkong, enak aja dwarf, dinegaraku sebagai seorang cewek aku termasuk tinggi yaa, kalian aja yang tingginya kebangetan gak normal" omel Clara lalu segera duduk dan meminum jus buah dan menyomot roti gandum
"Who's uncle kingkong?" tanya Sean bingung.
Ketiga orang didepannya segera menunjukkan jarinya ke arah Sean, membuat Sean terkejut.
"Waaah si dwarf ngajak berantem ini...." belum selesai Sean mengomel mulutnya sudah disumbat roti oleh Aron.
"Shut up kingkong!! aku tidak pernah menghina wanita-wanitamu yang seperti sapi" ujar Aron tetap memasang ekspresi wajah datar menatap Sean.
"dr Mahendra, segera bersiap satu jam dari sekarang kita berangkat" ujar Aron segera mengusap mulutnya setelah selesai makan kemudian berdiri
"Kita kemana tuan?" tanya Clara bingung
"Pulang ke rumahku, oerkebunanku sudah waktunya panen jadi kita harus mengawasi" terang Aron.
"Oooo....tapi tuan aku nggak bawa baju, bajuku di Jakarta semua" ucap Clara kebingungan.
"Udah tenang saja ini satu koper sudah gue siapin, elo tinggal cuss aja" ujar Isabel sambil menunjuk sebuah koper besar di dekat kopernya.
Akhirnya Clara mengikuti bos barunya dan si kingkong orong-orong naik pesawat pribadi Ulker.
Selama penerbangan Clara menghela nafas lega ternyata benar ucapan Isabel bahwa bosnya tidak rewel bahkan sangat pendiam dan sibuk dengan berkas-berkas yang dibawakan oleh asistennya Sam
Tapiiii......berbeda 180° dengan Aron, si kingkong orong-orong ada saja dari ucapannya bikin Clara pingin becek-becek mukanya yang penuh bulu sampai Aron dan Sam geleng-geleng dengan penjelmaan si tom and jerry.
Akhirnya Aron menggeret Clara untuk duduk di sisinya untuk melihat pemandangan selama penerbangan daripada mendengar perdebatan unfaedah si tom n jerry yang membuatnya pusing, sedangkan dia masih menyelesaikan berkas-berkas yang Clara gak paham isinya.
"Tuan memangnya perkebunan apa yang sedang panen ini?" tanya Clara basa-basi.
"Perkebunan Anggur kita di Oregon namanya The Ulker Vineyard, pernahkah kamu kesana?"
"Belum....saya di Amerika hanya belajar dan kerja di rs saja tuan"
"Istirahatlah dulu, perjalanan kita nanti masih panjang" ujarnya lagi
"Baik tuan" ujar Clara yang memang merasa ngantuk karena nggak ngapa-ngapain.
^^^
Hidup bini hallunya Eun Woo yang dikiranya mendapatkan ketenangan di perkebunan anggur yang sangat indah ini, malah mengalami banyak kesulitan dan kesengsaraan yang disebabkan siapa lagi coba ?!!
Yess, mr Laron bin Uler, yah meskipun Clara benci mengakui bahwa bosnya itu sangat tampan.
Namun....dia itu terlalu cerewet dan sering bertingkah aneh, semua yang diperintahnya harus sesuai keinginannya, jika tidak siap-siap saja bakalan kena semprot yang maha dahsyat melebihi jari-jari netizen warga +62.
Tugas Clara yang katanya si Mumun cuman ngintilin doang beuuuuh....itu mah asli boong abis, aslinya yaah gaess ......
Clara itu kerjaannya dari nyiapin dia baju buat kerja di pagi hari, masakin dia makan itu kalau dirumah, kalau sedang di perkebunan dan dikantor memang sih Clara cuman disuruh duduk manis nonton drakor lewat laptop itu saat dia di zona hijau, tetapi saat tiba-tiba muncul alarm zona merah alias datangnya wanita jablay berpakaian minim yang begitu bernafsu sama si bos Laron Clara langsung dijadikan tameng hidup buat dirinya.
Masih mending diusir halus dengan akting lebay Clara sebagai pacar, tunangan sampai menjadi istripun sudah dilakukan Clara, tapi beberapa kali Clara harus turun tangan menggunakan kekerasan dengan adu fisik, kalau tidak badan Clara yang putih mulus bakal kena cakaran dan tamparan.
Mau protes ancamannya selalu akan memecat sahabatnya si Mumun aka Isabel, maka akhirnya Clara hanya berusaha sabar karena hanya dua minggu, tetapi celakanya terasa berabad-abad.
Seperti saat ini, Clara yang sedang asyik melihat drakor 'home town ca-ca-ca' eeh si bos Laron tiba-tiba
"Claa...buatin kopi dong"
"Suruh OB aja kali tuan, mau Claa telponin?" tanya Clara masih manis ini.
"Buat apa nyuruh OB, kan ada kamu..."
"Eeeh....maksud tuan Clara ini OB? waaah Clara gak terima yaah, di kontrak kerja Clara hanya sebagai dokter pribadi, tetapi tuan sudah tidak sesuai kontrak Clara sudah dijadikan juru masak, body guard sekarang mau ditambah jadi OB, lalu apa bedanya dong Clara dengan Jongos!!" ucap Clara nyolot kesal.
Alih-alih si Laron eeh maksudnya Aron bergeming, malah mengeluarkan surat perjanjian kontrak yang dia tanda tangani dan menyodorkan ke arah Clara tanpa ekspresi.
"Kamu baca lagi gih, gak usah treak-treak...suaramu bikin pengar"
Clara yang penasaran, apa dia kurang teliti membaca ya? langsung mengambil berkas tersebut dan membaca berulang-ulang tidak ada frasa yang menyebutkan dia harus jadi bodyguard maupun jongos.
"Tuan...disini tidak disebutkan Clara harus menjadi bodyguard maupun jongos" ujar Clara sewot
"Yakin kamu lulusan kedokteran terbaik Harvard? baca surat kontrak saja gak paham...lihat nomer 7 dan 14 disitu disebutkan bahwa kamu membantuku mencegah terjadinya symptom akibat bersentuhan dengan wanita selain kamu, dan membantu disaat pihak pertama sedang berhalangan ato kerepotan untuk mengurangi kemungkinan bertemunya dengan para wanita"
"Naah akukan tidak melanggar bukan???!!! kamunya aja yang gak bisa memahami kata demi kata...makanya sebelum kamu tanda tangani bertanyalah kejelasan secara terperinci" ujar Aron dengan tersenyum licik.
Mendengar perkataan si bos Laron membuat Clara menatapnya tajam, coba tidak demi si mumun, Clara pasti bakalan membuat si Laron terbang ke bikini bottom untuk bermain dengan si Patrick.
"Udah gak usah menatap suamimu yang gantengnya paripurna ini, udah buruan buatin kopi hitam yah" ujar Aron dengan tetap memasang wajah datar andalannya.
Clara yang mendengar itu hanya bisa menahan kekesalannya. 'Ciiih suami dari Hongkong, heran banget gara-gara mulut lucnut yang sok sok an terlalu mendalami peran malah mengaku jadi istri si Laron, sekarang dia langsung gede kepala ngaku-ngaku suami sah jelmaan Raline shah ini hicks......'
Nasib seorang jongos hanya bisa mengikuti perintah tanpa bisa menolak perintahnya. Padahal dalam hati Clara ingin sekali menolaknya tetapi karena kebodohannya langsung tanda tangan tanpa bertanya dan didampingi pengacaranya pula....dasar Clara bodoh.
"Iya...iya saya buatkan terlebih dahulu tuan, permisi" ujar Clara lalu segera beranjak menuju pantry.
Dengan perasaan dongkol Clara segera bergegas membuatkan kopi hitam buat si laron.
Sepeninggal Clara dari ruangan Aron, masuklah Sean.
"Mau sampai kapan kamu ngerjain bini kamu, gak kasihan apa sama si dwarf...untungnya dia hebat beladiri sehingga bisa melawan para nenek sihir dengan mudahnya"
"Baguskan jadi semua tahu bahwa nyonya muda Ulker itu wanita tangguh, jadi gak bakalan berani macem-macem lagi" jawab Aron tenang.
"Terus kamu bikin dia kesel mau sampe kapan hah??"
"Sampai dia sudah gak mikirin dan melupkan dokter pucat itu, maka akan kubuat dia terlalu sibuk kesal sama aku terus!"
Mendengar ucapan songong sahabatnya membuat Sean geleng-geleng kepala.
"Teori dari mana itu, yang ada si dwarf bakalan membandingkan dirimu dengan dokter itu, dan kamu bakalan kalah telak"
"Lalu mau sampai kapan kamu sembunyikan pernikahan sah kalian dari si dwarf?"
Belum sempat Aron menjawab Clara sudah masuk membawa kopi pesanan Aron dari arah belakang Sean, dimana Sean lupa menutup pintu, dengan watados Clara bertanya.
"Kalian menyembunyikan dariku mengenai pernikahannya siapa?"
Gleeeeg......" Mati aku" pekik tertahan Sean sambil membalikkan badan menatap Clara dan Aron secara bergantian.
...***...
...TBC...
...O-O-O ketahuan gak ya kalo Clara sudah dinikahi Aron secara hukum di Indonesia?...