
Belum lama mata mereka terpejam, tiba-tiba terdengar ketukan keras dan teriakan pak Darto
"Meneer....Nyaii...."
Ben terbangun dan tersenyum melihat Clara yang tidur dalam pelukannya, dengan perlahan Ben berusaha menggeserkan badan Clara dari tangannya supaya Clara tidak terbangun.
Cekleek....Ben membuka pintunya dengan mata masih sangat mengantuk
"Ada apa pak?"
"Nyai dicari suruhan Meneer Henry Mang Kusno, katanya Nyonya mau melahirkan" ujar pak Darto terlihat panik
"Laah hubungannya apa dengan Nyaiku...cari dukun bayi kenapa...suruh perhi aja pak, Claa masih tidur kasihan"
"Tapi Meneer, dukun bayinya gak sanggup...bayinya kembar"
"Ada apa Meneer?" tanya Clara dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Nyaii Nyonya Carol mau melahirkan dukun bayinya tidak sanggup" ujar Darto sambil menyelonong masuk
"Heeeh....pak kan udah aku bilang Clara mau tidur!!" omel Ben
"Meneer kita naik kudamu saja, kalo naik andong bakalan lebih lama" ujar Clara segera melompat dari ranjang segera mengambil baju scrub, menyiapkan peralatan bedah, infus, kateter, beberapa obat, obat bius, kateter, beberapa kain operasi, dan kapas, dan kain kasa.
"Pak Darto keluar dulu, saya bersiap dulu" ujar Clara sambil menyerahkan tas yang telah Clara siapkan.
"Meneer ganti baju, nanti batu Clara menjadi asisten Clara di operasi nanti, pleasee jangan sepeeti dulu saat memeriksa Meneer Henry ya" ancam Clara sambil melototkan matanya membuat Ben cengengesan mengingat polahnya dulu.
Flasback on
Saat Clara keluar nampak sebuah andong sudah menunggu dan si Ucup sudah ikutan duduk manis didekat kusir Mang Kusno
"Pos...kamu pake baju apa itu?" tanya Harry dengan tatapan heran
Bukannya menjawab, Clara malah membalas
"Kamu ngapain Ucup? minggir sanaa huss...huss bikin moodku makin anjlok" seru Clara sewot
"Emang aku ayam? sampe di huzz...huzzz!"
"Kamu ngapain disitu Cup?" tanya Ben yang tiba-tiba dibelakang Clara
"Aku ikut kalian, daripada bengong dibarakku sendiri" ujar Harry dengan senyum tengil nya
"Diiih....Ucup.... ucup katanya playboy, cewek tinggal pilih. Nyatanya cuman ditemenin nyamuk dan jangkrik" ejek Clara
"Waaaa....si peppos ngajakin berantem inih, malam ini gagal kencan gara-gara lakimu itu" ujar Harry sewot
"Enak aja....salah kamu sendirilah ngapain nungguin kita mandi" ucap Ben dengan muka sinisnya
"Yaaelaaah kalian gak kasian ama aku?!!" ujar Harry lebay
"Nggaaaak!!" ujar pasangan seteru yang nggak tau bisa kompak kali ini serempak
"Aayoo pak jalan" perintah Harry yang pura-pura masa bodo yang kehadirannya tidak dikehendaki
Saat Ben mau ngomel tangannya langsung dipegang Clara
"Biarin aja si Ucup ikut Meneer, daripada dirumah persediaan makan kita dihabisin sama dia....kita tekor"ujar Clara dengan senyum mengejek
"Enaak aja...kapaan aku menghabiskan persediaan kalian" ujar Harry watados
"Yang habisin 1ayam utuh, nasi satu bakul dan satu mangkuk gulai daun singkong saha Cuuup?!!"
"Ya salahin simbok salahnya masaknya hari ini enak banget, jadi aku khilaf
"Woiiii Cup itu yang masak Aras, bukan simbok. Simbok cuman bagian goreng dan menyajikan di meja makan aja." sembur Ben
"He...he...Pos masakanmu enak juga ternyata" ujar Harry sambil menggaruk tengkuknya yang gak gatal.
Sepanjang perjalanan Clara hanya terdiam karena masih malu dan shock kejadian tadi, sedangkan Ben tersenyum sepanjang perjalanan, membuat Harry terheran akan pasangan dibelakangnya
Setelah 1 jam akhirnya mereka sampai di rumah Henry Van Helsen, dan tampak Henry sudah bersiap menyambut Clara
"Selamat datang Nyai dan Overste Ben, loo Overste Harry juga ikut ya?.....mari-mari masuk" sapa Henry ramah
"Terimakasih Meneer" ujar Clara dengan tersenyum, baru mau melangkah masuk tangan Clara sudah digandeng erat ....yah siapa lagi kalo bukan si Burap dengan muka datar, dan posesifnya.
"Meneer untuk mempersingkat waktu, bolehkah saya mulai memeriksa Nyonya sekarang?"
"Ooooh....baik-baik mari ikut saya"
Mereka segera mengikuti Henry menuju sebuah kamar
"Nyai....bisakah hanya Nyai yang masuk saja?"
"Tentu Meneer Hebry....Cup jagain Meneerku ini supaya jangan bikin ulah" ujar Clara sambil menatap tajam Ben
"Apaaa??!!! udah sana masuk....jangan la mah lama" ujar Ben sok jaim
Akhirnya Clara segera masuk kamar, dan melihat Nyonya Van Helsen, seorang wanita cantik, berambut pirang dan bermata hazel, terbaring di tempat tidur
"Selamat malam nyonya, perkenalkan nama saya dr Raras Maharani, apakah boleh saya memulai memeriksa anda Nyonya?"
"Malam....apakah benar kamu seorang Nyai?kata suamiku kamu sangat pandai mengobati"
"Teman-teman suamiku setelah meminum obat dari Nyai langsung membaik segala penyakitnya"
"Iya Nyonya saya Nyai dari Meneer Von Trapp, bolehkah saya mulai nyonya?"
"Boleh...."
"Bayi nyonya kembar loo, ada detak bayi ini...." ujar Clara sambil tersenyum lebar, karena baru kali ini dia memeriksa ibu hamil sesuai ajaran teori dari Anton
"Benarkah nyai dokter?" tanya nyonya Carol dengan mata berbinar
"Iya nyonya, ada dua detak jantung, kalau menurut perkiraan saya sudah 30minggu betul?"
"iya Nyai...betul, mengapa ya kehamilan kali ini saya menjadi sangat lemah, hanya bisa tiduran"
"Nyonya menderita anemia, memang resiko ibu hamil kembar adalah mengalami anemia, ini saya beri vitamin penambah darah, lalu mulai makan makanan penambah darah seperti hati ayam atau sapi, makan buah-buahan"
"Baik Nyai...., gimana kondisi bayiku Nyai?"
"Nyonya kondisi bayi anda sehat, tetapi kedua bayi belum menempati posisi siap dilahirkan, bayi kembar biasanya akan lahir di minggu 34-36, jadi nanti jangan panik dan khawatir. Setelah semua diperiksa Clara, Nyonya Carol tidak terkena sipilis maka Clara menjelaskan kepada Henry dan dilanjutkan memeriksa Henry
"Meneer ayo temani"
"Kenapa harus aku temani?" tanya Ben kebingungan
"Emang di jaman ini, apakah seorang dokter wanita memeriksa pepenya seorang pria dewasa, dan emangnya Meneer ngijinin?" bisik Clara sambil menunjuk ke arah Bentor ( Otak polos Clara sudah terkontaminasi mesumnya si Burap gaes...πauthor POV sambil geleng-geleng)
"Eeeh....harus sampe buka celana juga?" tanya Ben sambil melotot dan ditanggapi anggukan Clara sambil meringis lalu memasangkan sarung tangan dan masker ke Ben
"Gak boleh....gak boleh priksa, enak aja si Bentor aja belum pernah kamu lihat baru kamu raba belum di...hmmmmpft" mulut Ben langsung dibungkam Clara dengan tangan sambil melotot
"Meneer kalo berisik ntar Raras sunat mau???" ancam Clara sambil menarik Ben masuk kamar.
Sampai dikamar Henry mempersilakan duduk Clara, lalu Clara memeriksa tensi, cek suhu, mencari ruam-ruam di tangan dan kaki
"Meneer maaf, biar saya mulai periksa bagaimana kondisi si ****" ujar Clara membuat Henri memerah wajahnya dan ragu-ragu
"Haruskah lepas celana Nyai?"
"Tidak harus...nggak usah juga gak papa" serobot Ben Es teh membuat Clara langsung mencubit perut Ben sekuat tenaga membuat Ben meringis ngilu
"Jangan dengerin dia Meneer Henry, silahkan dilepas biar saya bisa mengobati sesuai kondisi Meneer" ujar Clara dengan tersenyum
"Raass....nggak usah senyum-senyum gitu, orang sama aku aja gak pernah senyum" rajuk Ben tetapi tidak ditanggapi oleh Clara
Saat celana Henry mulai terlepas kepala Clara langsung dipeluk Ben sehingga kepala Clara menempel di dada Ben
"Kamu gak boleh lihat, biar aku yang lihat...nah sekarang yang dilihat apanya?" ujar Ben yang tetep kekeuh melarang Clara
"Meneer gimana aku periksa, kalo gak boleh melihat dan memeriksanya"
"Araas nurut...duduk menghadap tembok, biar aku yang periksa" perintah Ben sambil menatap tajam Clara (buseeet si burap kek Clara di setrap/dihukum guru menghadap tembok π₯π₯ author POV)
Clara akhirnya mengalah dan membiarkan Ben memeriksa, sedangkan Henry antara malu dan bingung menghadapi pasangan aneh ini ribut
"Ya udah sana di periksa, ntar Raras catat!" ujar Clara
"Pepenya baik-baik aja kok Ras, kecil dan tidak berdaya gitu" ujar Ben dengan muka songong
"Meneer....lihatnya dari dekat, ada ruam-ruam merah gak? ada putih-putih gak?, bagian pepenya ada luka atau bekas luka tidak? ada benjolan tidak?" bentak Clara
"Haizz merepotkan dech" omel Ben kemudian memeriksa dari dekat mencari tanda-tanda sesuai perintah Clara
"Ras...ada beberapa ruam disekitar ****, dan ujung tombaknya ada seperti luka kering, kalo putih-putih gak ada"
"Apakah ada benjolan kerak coklat dikulit meninggi sekitar 0,4mm?"
"Araaas....masak aku harus lihat sampai detail sich"
"Pilih Raras yang lihat atau meneer?" ancam Clara ketus
"Kamu gak boleh!!!! ....makanya meneer jadi pria itu setia jangan jajan kemana-mana, makanya kalo cari istri cari yang cantik sempurna kaya istri saya, sehingga betah dan gak pingin cewek lain" ceramah Ben membuat Henry mau nampol Ben tapi takut di tampol balik sampai melayang ke langit ke tujuh sama bininya, jadi berusaha menulikan telinganya dan menebalkan mentalnya.
Clara hanya geleng-geleng dengan tingkah tengil Burap, tapi dengan tak sadar senyum tipis tersungging di bibir Clara.
"Ras tidak ada benjolan kerak kulit di tombaknya....udah apalagi?!!" ujar Ben malas-malasan
" Meneer Ben lihat di punggung dan dada meneer Henry ada ruam merah tidak?"
"Denger perintah istrikukan? buruan diangkat bajunya" perintah Ben ketus membuat Henry pasrah sambil meringis
"Meneer jangan galak ama pasien Raras bisakan? maaf ya Meneer Henry" ujar Raras yang masih menghadap tembok
"Iyaaa..iyaaaa"
"Ras....tidak ada ruam"
Setelah Henry selesai diperiksa Raras eehh Ben tepatnya, Raras segera menulis resep dan menjelaskan bahwa Henry terkena sipilis sudah tahap sekunder karena sudah satu bulan mengalaminya, dan melarang melakukan hubungan dengan wanita manapun, kemudian Clara memegang di belakang telinga Henry untk mengecek apa getah beningnya sudah terkena belum, ternyata tidak ditemukan benjolan dan pembengkakkan
"Gak usah memerah mukanya dipegang tangan lembut istriku, jangan berani mikir nggak-nggak!!! " ancam Ben dengan menatap tajam Henry
"N...ndaak overste....ndak berani" ucap Henry takut
Clara hanya memutar bola matanya malas, "Meneer resep ini coba anda berikan ke sinshe toko obat China, untung belum parah jadi masih bisa sembuh tetapi resiko penularan masih ada jadi belum bisa bermain dulu, kalo terpaksa silahkan anda bermain solo dengan sabun dulu ya sampai benar-benar bersih dan sembuh" ujar Clara, kemudian berpamitan untuk pulang
Flashback End
...***...
...TBC...
...Ollaaaa....maaf ya baru Update...
...hari ini mau double up khusus buat kesayangan thoor...
...loope....looope all of U ππππ...