
Karena kepala Ben pusing tujuh keliling, dia segera buru-buru pergi sambil membawa mobilnya
"Meneer nggak jadi naik kuda?" tanya Darto sambil lari-lari mengejar Ben sambil membawa kantong
"Biar cepet sampe pak...."
"Oooo ya sudah meneer, ini bekal dibuatin Nyai" ucap Darto sambil memberikan tas bekal yang membuat Ben mengernyitkan keningnya, tetapi langsung diambil dan segera menancap gas.
Sedangkan Clara dengan mengomel-ngomel karena jengkel melihat si Bentor yang sedang berkembang di dalam celana si Burap.
"Huwaaaa....mata perawanku sudah ternodai oleh Bule Sarap tingkat dewa!" teriak Clara sambil mengambil baju-baju kotor bule dan bajunya, lalu membawanya ke sumur dan mencuci dan menjemur.
"Nyai...biar simbok saja yang mencuci baju-bajunya"
"Raras bisa mbok...udah simbok masak aja dulu, nanti bantuin Raras beres-beres kamar satunya ya mbok"
"Loo kok sampai dua kamar to Nyai?"
"Iya....Meneer nyuruh kamar satunya dibersihin gitu" ujar Raras sambil tetap mencuci lalu menjemur baju.
Ketika Raras masih sibuk beberes rumah, Ben di bengkel kendaraan-kendaraan milik tentara KNIL
"Ben...kamu hari ini pakai parfum apa? kok harum sekali udah gitu bajunya rapi banget...mau kencan?" ejek Harry sahabat Ben.
"Berisik ..." ujar Ben
"Haizz....kamu itu dari dulu selalu gak mau terus terang" omel Harry lalu mereka berdua melanjutkan merawat kendaraan saat mereka tidak patroli.
Saat makan siang, semua tentara berkumpul untuk makan siang di dekat bengkel di markas tentara ada tempat menjual makanan yang menjual istri dari tentara KNIL yang disebut kantine (kantin)
"Been ayooo makan dulu, dilanjut nanti lagi"
"Iyaa...." jawab Ben lalu berjalan ke arah mobilnya.
"Woooiiii Ben...kantine kearah sana kok malah kesana?" tanya Harry bingung.
Ben mengacuhkan teriakan Harry, dan tetap berjalan kearah mobilnya dan mengambil tempat bekalnya, baru menyusul Harry ke kantine
Saat sampai Kantine Ben mencuci tangannya, kemudian duduk diseberang Harry yang terbengong melihat Ben yang menenteng tas kecil berwarna pink.
"wat breng je mee?" (Kamu bawa apa itu?)
Tanpa menjawab Ben segera membuka tas mungilnya, ternyata berisi kotak bekal makan dan termos minum.
Ben membuka termosnya dan tempat makannya, membuat senyum terkembang di bibirnya membuat Harry terkejut melihat sahabatnya yang jarang berekspresi bisa tersenyum lebar hanya melihat makanan.
"Schattig " (cute) ujar Ben sambil menatap makanannya yang Clara buat dibentuk seorang gadis lucu, dimana rambutnya dari mihun goreng, gaunnya dari scramble telur, wajahnya dari nasi diberi rumput laut sebagai mata dan mulut, sosis goreng, chicken katsu dan mayonaise.
Ben segera mengambil gelas kosong dan menuang jus jambu ke gelas dan mulai melahap makanannya tanpa mempedulikan Harry yang masih takjup melihat bentuk bekal Ben yang aneh.
"Apakah enak itu Ben? dapat dari mana?" tanya Harry Kepo.
"Nyaiku yang membuat ini dan sangat lezat, aku suka masakannya" ujar Ben yang tetap makan dengan lahap.
Uuuhuuuuk......Harry tersedak dan terbatuk-batuk membuat Ben menyodorkan air putih minuman Harry.
"Nyai....sejak kapan kamu punya?gadis mana yang beruntung kamu jadikan gundik?" tanya Harry shock.
"Sejak kemarin....gadis dari hutan" jawab Ben datar.
"Haaah....pribumi dari hutan?gadis hutan seperti apa sampai membuatmu tertarik dan kamu jadikan Nyai?"
"Yang jelas bukan tipe kamu yang berpantat dan berdada besar" ucap Ben sinis.
"Hahaha....kalau begitu pasti jelek" jawab Harry kemudian makan lagi.
"Itu minuman apa? jamu hah?"
"Bukan jus jambu ini"
"Heeeh jus?stuup jambu to?orang pribumikan suka buat minuman aneh itu euuuw" ejek Harry yang hanya ditanggapi Ben sambil mengedikkan bahunya cuek.
"Seleramu aneh Ben....nonik-nonik cantik bahkan sampai putri bangsawan dari negeri kita kamu gak mau, pelacur dan pribumi-pribumi **** kamu tidak mau, milihnya gadis hutan jelek hahahaha" ejek Harry.
"Baguslah jika pandanganmu seperti itu jadi Nyaiku hanya milikku" gumam lirih Ben.
"Eeh kamu omong apa?"
"Ndaak kok....ayo dilanjut kerja lagi" ujar Ben lalu membereskan bekalnya lalu berjalan meninggalkan Harry yang langsung terburu-buru menyelesaikan makannya.
Sore harinya Ben masuk ke dalam rumah tampak berubah semua, lantai tampak mengkilap, beberapa tanaman bergantung diatas.
Foto-foto di lepasin, diganti hiasan kecil-kecil yang berkesan unik dan sangkar burung kosong dibiarkan menggantung sehingga rumah Ben terlihat asri dan unik.
Dan lagi rumah yang biasa pengap sekarang tercium bau harum dan segar, Ben mengelilingi rumah dengan takjup
"Baru dua hari kedatangan Aras, rumahku sudah dirombak....dimana gadis barbar itu" ujar Ben lalu berjalan ke belakang
...(Buat Audio ini nggak usah dibaca yah)...
Ben sangat terkejut saat melihat Clara sedang duduk berbincang dengan simbok memakai kebaya, rambut diikat tinggi
"Mooi..." ujar Ben lirih
Saat Ben masih terbengong kagum melihat Clara, Clara sedang menoleh kebelakang
"Looo Meneer dah pulang?"
"Udaah" jawab Ben singkat
"Meneer habis jatuhkah?" tanya Clara yang tiba-tiba sudah didepan Ben, membuat Ben gugup.
"Nggak kok...memang kenapa?" tanya Ben bingung, dan langsung auto gugup ketika Clara mengendus-endus tubuhnya lalu membuka jaketnya.
"Euuuuwwww....Meneer habis mandi oli ya...ayo buruan mandi dan ganti baju...biar bajunya Raras cuci, sambil mendorong-dorong tubuh Ben kearah kamar mandi
"Meneer buruan mandi napa...malah bengong, mau dimandiin Raras" teriak Clara vulgar tanpa dipikir dulu ( lupa dia pagi-pagi tadi membuat Bentor unjuk rasa *Author POVπ).
"Kalau iya.........kamu mau mandiin aku Ras?" goda Ben yang hanya memakai kaos dalam, berjalan mendekati Clara jangan lupakan dengan wajah menggoda ala Ben.
"Eeeeh....."
"Bukankah tadi pagi kamu sudah berani membangunkan Bentor aku Ras...sekarang kamu mulai lagi....mau tanggung jawab kamu?" ujar Ben semakin memepet Clara ke tembok.
"Bentor????....tanggung jawab??" tanya Clara yang masih meloading di otak lola nya
"Jiaaaah Meneer mulaiiii mesuuum....minggir sana!! mauuu aku buat si bentor pingsan selamanya?!!" ancam Clara sambil melototkan matanya.
Bukannya takut malah membuat Ben yang sudah On malah semakin berani menggoda Clara.
"Kalau pingsan...ntar ndak ada yang buat kamu teriak-teriak keenakan gimana?" bisik Ben di telinga Clara membuat Clara mendorong tubuh Ben lalu lari kabur menjauh sambil berteriak heboh, tetapi karena memakai kain maka Clara tidak bisa berlari sehingga dengan mudah menangkap dan menggelitik tubuh Clara yang mungil di kursi panjang ruang tamu
"Ammpuuuun Meneer geli....hahahaha....ampuun" teriak Clara
"Kapoook nggak kamuuu...." ujar Ben yang ikut tertawa karena berhasil menggoda Clara
Tuuuuuck.....
Tiba-tiba hp Clara terjatuh dan menyala dimana tampak foto Lino terpampang di wallpaper hp Clara.
Ben memungut hp Clara tetapi kemudian mati
"Ini apa Ras?" tanya Ben bingung
"Ini hp Meneer, di jamanku ini adalah alat untuk saling menghubungi orang yang jauh dari kita" terang Clara
"Tadi terang kok sekarang gelap?"
"Sentuh aja layarnya Meneer seperti ini" ucap Clara lalu menyentuh layar hpnya, sehingga langsung menyala dan tampak foto Lino, dan saat Ben menyentuh layar yang tidak sengaja menggeser layarnya, tampak foto kedua Clara dipeluk dari belakang oleh Lino dengan wajah bahagia.
"Ini siapa Ras..." tanya Ben dengan nada dingin
"Itu Bang Lino" jawab Clara
"Kakak kamu?" tanya Ben sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Bukan....pria yang Raras suka dan ternyata Raras sangat menyayanginya" jawab Clara sedih sambil melihat foto di hpnya.
"Jadiii....kamu ingin pulang karena pria ini?!!" bentak Ben marah karena dadanya terasa nyeri saat tau ternyata ada pria lain di hati Nyainya.
"Iyaa...." jawab Clara singkat
"Bagusss.....besok aku ijin tidak masuk...aku antar kamu ke sumur sialan itu dan pulanglah temui pria pucat itu dan jangan pernah kembali lagi kesini!!" ucap Ben ketus lalu segera masuk ke kamar sambil membanting pintu keras.
"Loooo kok marah? habis ketawa-tawa, eeh tau-tau marah"
"PMS kali yah" monolog Clara sambil mengedikkan bahunya lalu masuk ke kamarnya ( dasar Clara gak peka π£π£π£ author POV)
Dikamar Ben membuang semua buku-buku di rak bukunya melampiaskan marah dan rasa sesak didada.
...***...
...TBC...
...Cieee....ciee....si bule cemburu...
...Emang enaak....ππππ...
...Sudah double up yess...
...Semoga makin suka yaahππ...
...Saranghae ya buat semua pembacakuβΊππππ...
...Kesayangan aku Revisi dikit karena di tahun 1895 belum ada pesawat Mianhae yahππ...