
Ellle...katakan padaku, bagaimana kalung Monica bisa kamu pakai?" bentak Donald
"Kalung Monica?ini kalung aku enak aja, tanya aja Raksa tadi dari kotak perhiasanku kok...yaa kan Raksa sayang?" tanya Elonor manja dijawab Raksa dengan mengangguk-anggukan kepalanya dengan ekspresi polos...sebenarnya dipolos-polosin ding.
"Si****n kamu Elle, dimana Monica katakan" bentak Donald langsung mengencangkan cengkramannya di rahang Elonor membuat Elonor meringis kesakitan.
"Mana kutahu Monica dimana, ......sakiit Mayor"erang Elonor kesakitan.
"Jangan bohong kamu Elle, jawaaab dimana kamu membunuhnya?"
"Monica apa aku bunuh ya?aku lupa mayor karena banyaknya wanita yang aku bunuh"
"Kamu sudah berteman dengan Monica sejak kecil, apa salah adikku kepadamu hah!!"
"Monica menggoda calon suamiku, Monica dan istri Ben sudah aku bunuh kalau nggak salah" racau Elonor yang sudah semakin gelisah.
"Ayolah kak Donald aku sudah gatal, ayooo lepas celanamu" ujar Elonor yang sudah seperti cacing kepanasan membuat Donald kuwalahan memegangi Elonor yang semakin liar meraba-raba dirinya dan mau menyerang Raksa yang berlindung di belakang tubuh Donald.
"Dokter Raksa, pegangin dulu yah...aku cari tali untuk mengikat" perintah Donald
"Eeeeh....ndaaak- ndaaaak....Raksa masih perjaka nggak mau diunboxing tante gatel ini hiiiy....biar Raksa cari tali ajah" ujar panik Clara membuat Donald gemas melihat ekspresi panik Clara terlihat imut.
'Hiiii...kalo diunboxing Jon kook mah, hayuk-hayuks wae laah ini masak jeruk makan jeruk' batin Clara sambil menatap horor ke arah Elonor
"Sa....apa yang terjadi?" tanya Phil bingung karena melihat Donald yang kewalahan menghadapi Elonor.
"Phil...!!" teriak Clara langsung berlari memeluk Phil.
Phil yang belum paham, tiba-tiba mendapat rejeki nomplok mendapat pelukan Clara auto freeze.
"Pura-pura kaget dan ikutin semua drama Raras ya Phil" ujar Clara yang ditanggapi anggukan Phil yang tersenyum lebar.
"Phil...untung kamu datang, itu tante dedemit mau memperkosa aku huwaaaa!!" seru Clara pura-pura menjadi korban yang sangat menderita.
'Mana...piala Citra...mana...manaaa......sumpah demi dewa neptunus di bikini bottom, Clara sudah lelah hayati di sini, kalo bukan untuk menyelamatkan Benjamin Von trapps suaminya Clara ogah'
'Ben awas ya sampe besok setelah jadi suaminya berani nyia-nyian Clara, itu torpedo Bentor aku jadiin sate torpedo' batin Clara.
Diwaktu sama, ditempat berbeda
Uhuuuk....uhuuuk....
"Hati-hati kalau minum Ben" ujar sipir penjara sambil memberikan minum ke Ben
"Eeh iya terimakasih" jawab Ben yang bingung tiba-tiba si Bentor nyeri.
"Kamu sedih juga yaah, tenang aja kita bakalan bertemu rumahmu saat kita berkumpul di surga bersama Clara..sabaar yah bentorku sayang" bujuk Ben ke adiknya.
Kembali lagi ke rumah Elonor
"Apa benar Mayor, itu tante gambreng mau memperkosa adikku ini?!" ujar Phil emosi.
"Iya hampir, tetapi tenanglah dr Raksa aman kok, sekarang bantuin aku cariin tali ya tuan Phil"
"Baiklah mayor" ujar Phil kemudian mencari tali dan membantu Donald membungkam dan mengikat Elonor
Akhirnya Elonor berhasil diikat dan dibungkam mulutnya lalu digotong ala karung beras oleh Donald lalu di taruh diatas kuda.
Anak buah Elonor sudah dilumpuhkan Phil yang ternyata bersama anak buah Jaja, sehingga tidak ada yang menghalangi saat Elonor ditangkap Donald
"Mau dibawa kemana ini mayor?" tanya Clara
"Mau aku bawa ke kantor polisi, aku sudah bawa perhiasan-perhiasan milik Monica sebagai bukti bahwa Elle membunuh Monica dok"
"Tenang saja, disana dia akan tersalurkan" ujar Donald dengan smirk licik.
Mereka akhirnya berpisah, Clara dan Phil kembali ke markas dan bersiap untuk misi selanjutnya yang direncanakan tiga hari lagi di pelabuhan Sunda Kelapa, target kali adalah seorang pedagang senjata yang mensuplay tentara Belanda di Hindia Belanda.
Donald menepati ucapannya kepada Clara, sesampainya di kantor polisi, tubuh Elonor di tempatkan di sebuah sel, dimana kemudian Donald menyuruh cenyeng-centeng pribumi bayaran untuk melayani Elonor....ada 5 centeng yang disuruh Donald untuk masuk sel bersama Elonor dan menikmati tubuh putih Elonor.
"Komandan bagaimana jika ayah anda tahu?"
tanya John kepala sipir penjara khawatir.
"Akukan tidak salah....kalo Elonor tidak tersalurkan setelah minum obat perangsang bukankah dia bisa mati....apa kamu tidak dengar itu teriakan kepuasan Elle?" ujar Donald sambil tersenyum puas.
"Jangan pernah bermain dengan keluarga de Chapman Elle" ujar Donald lirih sambil pergi meninggalkan penjara kepolisian.
^^^
Pagi harinya kota Batavia dihebohkan oleh berita tertangkapnya seorang putri komandan tentara KNIL dan keponakan dari Gubernur Jenderal Batavia.
Pengadilan segera dilakukan karena bukti-bukti, saksi kuat terlebih akhirnya tubuh Monica ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi memprihatinkan membuat keluarga Van der Chapman yang ternyata masih memiliki kekerabatan dengan keluarga kerajaan monarki Belanda memenangkan kasus ini dan pengadilan menjatuhkan hukuman mati terhadap dedemit.
Keluarga dedemit yang sebelumnya sok berkuasa kini tidak bisa berkutik dan menerima putusan pengadilan tersebut.
"Hukuman itu terlalu ringan buat si dedemit ya Pos" ujar Stefi
"Hukuman di dunia ini mungkin masih ringan baginya, tetapi ntah hukuman dari Tuhan setelah dia mati Cip..." jawab Clara lalu pergi.
.
.
.
Malam harinya Clara, Phil, Boim, Mamat, Akri dan saat ini Wisnu dan pasukannya ikut turun karena yang mereka hadapi ada beberapa tentara KNIL yang terlibat
Clara membagi dua tim, tim pertama untuk menghilangkan para penjaga, dan berjaga diluar sedangkan tim kedua masuk ke dalam gedung di pelabuhan, tempat penjualan senjata berlangsung.
Tim pertama dipimpin Wisnu dan pasukannya yang sudah dilatih Clara untuk melempar jarum beracunnya, sehingga ketika para penjaga ditaklukkan tanpa suara dan perlawanan.
Tim keduapun dibagi lagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama untuk menyerang sisi kanan dan kelompok kedua sisi sebelah kiri.
Pada mulanya rencana berjalan lancar, target sudah berhasil dieksekusi, tetapi tanpa sepengetahuan pasukan Clara adalah pasukan KNIL mulai curiga akan adanya penyerangan malam ini, sehingga malam itu pasukan Clara sudah terkepung oleh pasukan KNIL yang di pimpin Walter dari depan dan Donald dari arah belakang gedung.
Melihat kondisi tidak mendukung, Clara langsung menyuruh Boim dan Akri untuk meniup peluit sebagai tanda untuk melempar bom molotov yang memang telah mereka siapkan sebagai rencana cadangan, ternyata ide membuat bom molotov sangat tepat melihat kondisi saat ini.
Setelah Peluit berbunyi mereka segera melempar pasukan tentara KNIL dengan bom kemudian saat melihat barikade tentara KNIL terbuka pasukan Clara yang semua berbaju hitam dan bercadar hitam, hanya terlihat matanya saja itu segera kabur sambil tetap melempari pasukan musuh dengan jarum beracun, sedangkan Phil selalu melindungi Clara dengan menembaki para tentara KNIL sambil berlari mengikuti Clara.
Donald yang geram karena usahanya untuk menangkap pasukan gesluierde geest (hantu bercadar)terancam gagal ikut berlari mengejar pasukan hantu itu, dan melihat ada sesosok bercadar yang selalu dilindungi pasukannya menyusuri pinggir pantai.
"Jadi kamu pimpinannya" ujar Donald geram lalu berlari mengejar sosok pimpinan tersebut dan berusaha menembakinya diikuti Walter yang ternyata adalah bawahan dari Donald, tetapi gerakan pimpinan tersebut sangat lincah dan pandai berkelit.
Donald yang merasa geram lalu membidikan senapannya, tetapi ketika melihat melalui visir ( bagian dari senapan untuk melihat target/sasaran saat akan membidik) Donald terkejut karena mata pimpinan gesluierde geest itu sangat dia kenal.
Mata indah yang selalu mengusiknya selama beberapa minggu ini, tetapi tiba-tiba terdengar tembakan yang mengenai sosok yang Donald bidik tadi sehingga sosok bercadar itu jatuh ke laut .
"Nieeet( tidak)!!!" teriak Donald panik.
...***...
...TBC...
...Omooo.....omoooo siapa yang tertembak?😱😱...