Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 22 Nyai=Bukan Istri



Setelah selesai diobati, Raras dengan bersungut-sungut


"Kasihan besok yang jadi istri Meneer"


"Emang kenapa?" tanya Ben sambil mengernyitkan keningnya


"Udah galak kasar pula, makanya sampe sekarang belum punya istri!!" ejek Clara


"Emang suamimu besok gak pusing apa punya istri udah barbar, cerewet, hobi treak-treak pula"


"Ituuuuupuuun kalo ada yang mau" ejek Ben dengan tersenyum sinis


"Boleh peecaya boleh tidak, tapi Raras punya cowok tuch" ujar Clara tetapi dengan tatapan sedih lalu meninggalkan si bule


"Meneer...aku tidur dikamar yang mana?" tanya Clara sambil mengangkat tas-tasnya, untuk menutupi rasa gundahnya.


Segera dibawa Ben ke kamarnya


"Besok kamar tamu baru dibersihkan, malam ini tidurlah disini, tapi ingat aku tidak suka wanita bau, mendengkur dan suka mengigau" ucap Ben membuat Clara mengusap dadanya sambil merapalkan kata sabar-sabar.


Clara shock melihat kamar Ben, tempat tidurnya besar dari besi dengan ditutup kelambu putih.*kasur jaman dulu itu yang masih dari kapuk bukan springbed kaya jaman sekarang*


Kamar Ben seperti difilm-film horor Indonesia itu membuat Clara yang paling takut horor Indonesia langsung bergidik ngeri kalo disuruh tidur disini


"Meneer bilang tidak suka wanita bau, tapi kamar ini sangat pengap dan bau...sekarang Meneer keluar sana, mau aku bersihkan kamar kok gelap pengap gini" omel Clara menutupi rasa takutnya


Ben yang tidak terima dibilang kamarnya bau, mau marah tapi Clara sudah melotot dan belum sampai diijinin Ben sudah mengambil sapu, kain lap, lalu segera melepas kelambu dan seprai kasur, akhirnya Ben pasrah kamarnya dirombak Clara.


Bahkan Clara meminta Ben membantu mendorong dan memindahkan posisi furniture kamar, menurunkan semua foto dan gambar yang bukan kepunyaan Ben


Setelah dua jam kamar Ben terlihat rapi dan wangi karena Clara menyalakan lilin aroma therapynya, dan menyemprotkan pengharum kain ke seprai dan mengganti kelambu dan membuat klambunya tidak terlihat mengerikan lagi.



Ben berdiri disamping Clara dan melihat perubahan kamarnya yang terlihat lebih luas, bersih dan kamar menjadi harum


"Aaah...akhirnya kamarnya menjadi nyaman, sekarang masak dulu aah laper" ujar sambil mengangkat tangannya keatas, lalu berjalan ke dapur


"Kamu mau masak apa?" tanya Ben yang juga merasa lapar karena ikutan mendorong-dorong meja tadi.


"Belum tahu baru cek dapur" jawab Clara lalu melihat persediaan yang ada, kemudian membuat balado telur, sayur bayam dan ikan lele goreng kremes (Clara mengeluarkan tepung serbaguna dari jamannya wkwkwk dasar ClaraπŸ˜…πŸ˜…)


"Kamu sudah terbiasa masak ya Ras?"


"Heemm....mama dah meninggal saat Raras usia 3 tahun, bibi dirumah sudah tua jadi dari usia 7tahun Raras harus bisa masak buat papa" ucap Raras sambil mengingat papanya sambil tersenyum


"Ooo makanya kamu ingin pulang ya?karena papamu sendirian disana?"


"Papa sudah meninggal 12tahun yang lalu Meneer"


"Ooo....maaf Ras" ucap Ben menyesal


"Usiamu berapa Ras?"


"Tahun ini 24tahun Meneer?"


"Apa kamu janda?" tanya Ben shock


"Enaak saja!! aku belum nikah Meneer!!" jawab Clara sewot


"Naah kalo gitu bener kan kataku tadi, nggak ada yang sama kamu " ejek Ben


"Meneeeer!!!! Raras masih muda yaah masih 24 ngapain buru-buru nikah" omel Clara makin emosi


"Halaaah kamu tuch banyak alasan...bukannya wanita pribumi umur 12-15tahun sudah dinikahkan kalau tidak pasti jadi perawan tua" ujar Ben dengan nada sinis


"Susah memang kalo bicara dengan mahluk purba, mau dijelasin sampe mulut berbusa teteup aja gagal paham" ujar Clara sambil tetap masak, karena malas nanggapin Ben maka Clara segera menyanyi lagu "Bojo Galak" plus goyangan ala Clara membuat Ben


"Araaaaass.....kamu nyanyi apaan sich trus apa itu artinya?"tanya Ben


"Ada dueech" jawab Clara sambil terus menyanyi sampai masakan selesai membuat Ben makin kesal.


"Kamu tuch kenapa gak nyanyi keroncong yang enak didengar, malah nyanyi berisik sambil nari aneh gitu" omel Ben.


"Udaah makan dulu gak usah cerewet" ucap Clara sambil mengambilkan makan Ben.


"Terserah kamu aja, lain kali belajar masakan bangsaku, jangan masakan pribumi terus" ucap Ben


Sambil memberikan nasi dengan lauk lele, terus dan sayur ditaruh didalam mangkuk kecil terpisah


"Kalau gitu ajarin Raras" ujar Clara kalem membuat Ben menganggukan kepalanya.


Setelah mengambilkan makan buat Ben, Clara segera beranjak pergi.


"Mau kemana kamu!!"


"Minta nasi gaplek ke simbok"


"Ngapain ......ini nasinya masih banyak"


"Tadi siang aja nasi satu bakul habis kok, ntar kurang kalo Raras ikutan makan"


"Kamu Nyaiku maka makan nasi yang sama....cepat buruan ambil gak usah banyak cing cong"


Akhirnya Clara kembali duduk dan mulai makan bersama Ben


Setelah selesai makan Clara segera membereskan meja makan dan mengantar lauk yang masih ada buat Simbok, sedangkan Ben masuk ke ruang kerjanya.


Saat sudah pukul 21.00 Ben masuk kamar dan tampak Clara sedang membersihkan wajahnya dan memakai krim perawatan, sesudah itu memakai handbody, Ben hanya melihat itu semua sambil geleng-geleng terlebih melihat baju tidur Clara yang berupa piayama kaos panjang berwarna soft pink, dan celana panjang


Setelah selesai dengan ritualnya Clara baru mau duduk di ranjang, Ben sudah duluan membentaknya


"Mau apa kamu?"


"Tidurlah....masak mau jogging" omel Clara yang sudah sangat mengantuk


"Siapa yang bilang kamu boleh tidur di ranjang yang sama denganku?!!"


"Kamu bukan istriku hanya Nyai!!! ingat posisimu!!" bentak Ben membuat Clara yang sudah sangat capek dan mengantuk langsung menyambar tas ransel punyanya dan beranjak keluar kamar


"Mau kemana kamu? siapa yang ngijinin kamu keluar dari kamar ini"


"Heeeh bule songong....apa sich maumu!!tadi dibilang gak boleh tidur diranjangmu, sekarang gak boleh keluar kamar, lalu aku tidur dimana!!! aku sudah capek Meneer!!" teriak Clara emosi


"Kamu berani membentak Meneermu!!! memangnya kamu siapa hah!!! apa karena pernah menolongku lalu kamu sudah berani melawanku?!!"


"Ingat kamu hanya wanita pribumi yang sudah aku angkat jadi Nyaiku, derajatmu lebih tinggi daripada wanita pribumi lainnya yang hanya bisa menjadi budak kasar atau pelacur bangsa kita" ucap Ben ketus.


"Sebagai Nyai...kamu tidur dibawah kasurku, kamu paham dan harus menjadi pelayanku!!"


"Sudah cukup bicaranya?!" ucap Clara dengan menatap Ben dingin.


"Hanya karena sudah mengangkatku menjadi Nyai, memberiku tempat tinggal dan memberi makan kamu sudah bisa semena-mena padaku? jangan mimpi!!"


"Ingat baik-baik...aku dr Olivia Raras Maharani Wiguna tidak akan mau menjadi pelayan dan gundikmu, besok aku akan mencari sumur itu dan pulang ke jaman ku, jadi tidak ada hubungan lagi denganmu!"


"Jadi jangan pernah bertindak semena-mena terhadapku" ujar Clara sambil menekankan telunjuk Clara di luka bahu Ben membuat meringis kesakitan.


Setelah itu dengan memanggul tasnya keluar kamar dengan membanting pintu kamar Ben dengan keras lalu menuju ke ruang tamu, terdengar umpatan dari dalam kamar, tetapi diabaikan Clara.


Clara segera mengambil selimut dan dan jaket milik Lino, yang dibawa Clara sebagai bantal kemudian Clara tidur di kursi panjang di ruang tamu


Saat Clara tertidur dengan nyenyak berbeda dengan Ben, berbagai perasaan bertarung dalam diri Ben antara marah, kesal, dan menyesal


"Kenapa juga aku harus kasar dengannya!! padahalkan enak tidur berdua dengan gadis cantik itu!!" omel Ben


"Tetapi kalo tidur disampingnya, si Bentor buat kepalaku puyeng.....Aaaargh bari sehari dia tinggal disini bikin aku stresss" monolog Ben sambil berjalan mondarandir sambil mengacak-acak rambutnya frustasi


...***...


...TBC...


...Sudah up setiap hari yess😁...


...Semoga suka yahπŸ™πŸ˜‰...


...Saranghae πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜...