
'Hiiih dasar Phil koplo bisa-bisanya maksa Clara menyetujui ide gilanya'
Clara segera menuju kamar mandi untuk segera mandi, untuk menghilangkan lengket di tubuhnya dan panas di kepalanya.
Setelah mandi Clara segera masuk kedalam kamarnya
Tok....tok
"Nyaii....nyaiii..ini Mamat"
" Ya Maat....sebentar yah" jawab Clara lalu segera membuka kamarnya
"Nyai ini tas-tasnya Nyai dan Meneer" ujar Mamat sambil membawakan tasnya
"Tolong bawain masuk ya Mat" perintah Clara
"Baik Nyai" ujar Mamat lalu membawakan semua tasnya masuk ke kamar lalu segera beranjak keluar karena takut dimarahi Phil
"Makasih ya Mat" ujar Clara, lalu segera mengambil perawatan muka dan badannya.
Setelah selesai melakukan ritual habis mandinya, Clara keluar mencari Jaenab. Saat mau melewati ruang tengah Clara mendengar pembicaraan serius antara Phil, Clift, babe Sabeni dan beberapa suara pria
Pada awalnya Clara tidak peduli apa yang mereka bicarakan, tetapi saat namanya disebut, maka mau nggak mau Clara mencuri dengar pembicaraan para lelaki tersebut, yang pada intinya menyembunyikan keberadaannya itu sangat susah karena fisiknya terlalu menyolok di jaman ini.
Clara mengurungkan dirinya menuju dapur, dan kembali ke kamarnya kemudian menatap dirinya ke cermin.
'Ya Tuhan aku harus gimana ini, aku masih harus bertahan hidup disini, jika ini jalan yang harus kulalui' ujar Clara kemudian mengambil gunting dan clippers dari tas Anton, setelah selesai Clara tersenyum puas dan mengambil pomadenya Anton.
Setelah dirasa sudah bagus, Clara segera menganti kebaya encim kepunyaan Jaenab dengan menggunakan kaos dan celana jeansnya, tak lupa membebat dadanya dengan stagen yang pernah dibelikan Simbok kemarin di Yogyakarta.
Akhirnya penampilan Clara sudah sempurna, dan keluar menuju perkumpulan para pria tersebut, dan secara tidak sengaja mendengar bahwa Inggris akan membantu perjuangan rakyat pribumi melawan tentara Belanda
Dan ternyata Phil dan Clift adalah utusan rahasia untuk mengusir Belanda dari tanah Hindia Belanda, dan menginginkan kerjasama perdagangan dengan rakyat Hindia Belanda bukan menjajah dan memonopoli seluruh negeri.
Clara segera mulai melangkah masuk dengan gagahnya
"Babe Sabeni ijinkan Raras ikut terjun berjuang bersama kalian, tetapi bantu Raras menyelamatkan suami Raras"
Mendengar ucapan Raras semua memandang Raras dengan muka bingung, karena penampilan Clara sudah berubah 180°
Tampak didepan mereka seorang pria muda tampan, berkulit putih, memakai kaos berwarna putih dan celana jeans dan menggunakan sepatu sneakkers putih.
"Kk-kamu siapa?" tanya Sabeni sambil menelisik wajah Clara
"Raras!!!! apa yang kamu lakukan dengan rambut indahmu?!! lalu kenapa kamu berdandan seperti ini " omel Phil
"Karena kalo aku menjadi Raras seperti biasanya, akan membahayakan kita semua, sedangkan kalo begini maka Raras bisa ikut berjuang bersama kalian" ujar Clara berusaha membujuk semuanya
"Nyaaai? beneran kamu Nyai Raras?" tanya Wisnu sambil menatap Clara dengan tidak percaya
"Iya pangeran, ini Raras tapi sekarang kalian panggil saya Raksa....Raksa Wiguna" ujar Clara sambil mengulurkan tangannya ' Maaf ya ndut, gue pinjem nama loe😁' batin Clara
"Memangnya kamu bisa menggunakan senapan?" ujar Clift meremehkan Clara
"Berikan senapan padaku Phil, dan tunjukkan mana sasarannya" ujar Clara tenang
Phil segera memberikan senapan laras panjangnya, dan Phil mengajari secara singkat bagaimana penggunaannya
Ternyata senapan yang diberikan Phil ada buatan England, yang cara penggunaannya sudah seperti senapan modern di masanya Clara, hanya amunisinya belum sebanyak senapan modern, tetapi sudah tidak perlu memakai bubuk mesiu dan pematik api seperti senapan para pasukan VOC dan KNIL.
Setelah pengarahan singkat, mereka menuju ke arah belakang rumah babe Sabeni yang masih merupakan hutan bambu
Clara disuruh menembak burung yang sedang hinggap di pohon dan menembak sasaran tembak dari jarak jauh.
Clara bisa menyelesaikan dengan sempurna membuat semua pria yang hadir memandang takjub.
Setelah Raras bisa menunjukkan kemampuannya maka Sabeni mengajak semuanya sarapan
Jaenab dan nyak Siti menatap Clara tak berkedip
"Be...aku panggilin Raras makan ye"
"Kagak usah, noh...Raras dah duduk manis sarapan" ujar Sabeni membuat Jaenab dan Siti bingung nyariin Raras
"Beeh...kire-kire nape kalo bercanda, kagak lucu Be" ujar Jaenab sewot
Pleetak....tuh mate dipake kalo nyari, bukan mulut loe aje dilebarin....yang duduk pake kais putih ntuh sapa emang" omel Sabeni
"Beeh dia pria Be, Nyai Raras itu perempuan cantik tulen" ujar Siti yang habis kesabarannya menghadapi suaminya
"Heeh...loe berdua ntuh ya Nyak ama anak sama aje, itu emang Raras sekarang berdandan jadi pria, karena kecantikannya terlalu ngolok, udah gitu die yang akan menjadi juru tembak kite nantinya, paham kalian?" seru Sabeni membuat Clara nyengir sambil menyantap ubi rebus dan sayur besan (sayur khas betawi jaman dulu)
Jaenab dan Siti mendengar penjelasan Sabeni sontak melototkan matanya ke arah Clara
"Iye Nab...Nyak, aye Raras...tetapi sekarang panggil aye Raksa ye " ujar Clara
"Gilee lo Ras, cakep bener loe jadi laki...gue kalo kagak inget udah punya lakik, gue bisa naksir elo Ras" ucap Jaenab yang langsung dapat pelototan Babe dan Nyaknya
^^^
Setelah selesai sarapan, mereka kembali melanjutkan penyusunan strategi pembebasan Ben dan membunuh Gubernur Jendral Jan Holken Coen, yang terkenal kebengisannya terhadap para pribumi sama persis dengan kakek buyutnya yang bernama JP Coen, Holken merupakan paman dari nonik dedemit
Menurut info yang didapat, sebulan lagi akan ada pesta besar-besaran para tentara VOC dan KNIL
Menurut rencana pasukan dibagi dua, pasukan pertama untuk menmbunuh tersebut akan dilaksanakan di pesta tersebut.
Sedangkan pasukan ke dua adalah berusaha membebaskan Ben dari penjara.
Clara menilai jika pasukan pertama langsung menyerbu itu sangat besar resikonya, sehingga Clara memberikan ide untuk menyusup dengan menjadi salah satu penghibur, karena penghibur yang mengisi acara tersebut adalah kabaret tempat Ucip aka Stefi pacar dari Ucup
Mendengar usulan tersebut Wisnu memberikan waktu Clara untuk mulai ke tempat kerja Stefi dengan diantar Akri saat itu juga.
Saat Clara sedang bersiap di kamarnya tiba-tiba
Braaaaak......
"Raaaaas!!!!" terdengar suara Bariton yang sudah menerobos masuk pintu Clara sambil menatap Clara terpaku melihat penampilan Clara sekarang
...***...
...TBC...
...Hayooo tebak itu siapa?...
...Terimakasih ya buat pembaca kesayangan author yang sudah setia dan sabar menunggu kelanjutan novel ini yang tertunda up karena perbaruan aplikasi...
...Mian yah🙏😘...
Yang sudah gak sabar kapan Clara pulang tunggu ya, ini sudah mulai masuk peperangan
...Jadi biarkan Clara dan Ben berjuang maenan pistol dulu yah🙏😁...