Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 23 Terhempas Lemas



Pagi harinya Ben bangun terlambat karena baru bisa tidur menjelang dini hari, membuatnya kalang kabut, langsung ke kamar mandi hanya mandi kucing (cuci muka saja 😁)gosok gigi, dan menyemprotkan parfum keseluruh badannya, lalu segera berlari keluar kamar menuju dapur untuk ambil minum


Saat di dapur tampak meja makan sudah ada menu sarapan bubur ayam yang harum baunya.


Ben kemudian mencari Clara, dilihatnya tas-tas Clara sudah didekat pintu ruang tamu


"Dimana Aras?" tanya Ben lalu sambil makan buburnya beberapa suap lalu berjalan keluar dan tampak Clara di depan pintu rumah simbok memakai kemeja putih dan bercelana jeans sedang berbincang dengan simbok



"Aras" panggil Ben tidak berani teriak


Clara yang pada mulanya wajahnya tersenyum bersama simbok, langsung merubah ekspresinya menjadi datar setelah mendengar namanya dipanggil


Sambil berjalan mendekat Ben


"Ada apa meneer" tanya Clara dengan wajah datar


"Aku mau omong sebentar" ujar Ben lalu masuk sebelumnya Ben teriak ke simbok


"Mbok...bilang pak Darto supaya nyiapin kudaku yah"


"Sudah siap di depan Meneer"jawab simbok


" Duduk dulu Ras......ehmm.....mengenai tadi malam aku minta maaf"


"Maaf aku tidak pernah berhubungan dengan wanita jadi kalau bicara tidak bisa atur kalau menyakiti perasaan" ujar Ben


"Hemm....aku juga minta maaf meneer kalau ada yang salah, aku mau pamit nanti mau minta tolong diantar pak Darto ke sumur, terimakasih sudah diijinin tinggal disini" ucap Clara


"Memangnya kamu tau arahnya?bersabarlah besok minggu aku libur, aku anterin kamu kesana, bagaimana Ras?"


"Baiklah...lagipula ini sudah Jumat" ucap Raras


"Meneer mau kemana?"


"Masuk kerja...kenapa?"


"Berangkat kerja dengan baju kek gitu?"


"Iya...kan ini seragam Ras" jawab Ben bingung


"Lepas baju dan celana Meneer!!" ucap Clara ambigu kemudian mengambil sesuatu dari tasnya


"Eeeh....maksudnya gimana Ras?" tanya Ben shock


"Dilepas bajunya dan celananya Meneer buruan! apa harus Raras bantuin lepasnya?" tanya Clara sambil menaikkan salah satu alisnya lalu berjalan mendekati Ben yang terlihat panik


"Aku sudah kesiangan Ras, ntar malam ajah ya" ucap Ben gugup


"Makanya buruan dilepas, biar cepat selesai...buruan to Meneer lama banget sich nglepas baju dan celana doang" ucap Clara


Pak Darto yang barusan di dapur mendengar pembicaraan majikannya membuatnya berhenti melangkah


"Raass....masak dilakuin disini sich!"ujar Ben yang sudah mikir kemana-mana dan si Bentor sudah mode bertarung : ON


"Laah dimanapun kan bisa Meneer, ayoo buruan Meneer katanya minta cepet biar gak terlambat"


"Dikamar aja ya Ras, malu aku disini..." ujar Ben lalu menggandeng Clara buru-buru ke kamar


.


.


.


"Meneer baru diajak Nyai indehoi lagi"


"Walaah katanya sudah telat. ya ampuun kaya gak ada hari esok yo pak e,"


Tiba-tiba terdengar teriakan


"Aaargh ......Raassss, pelan-pelan ....aku bisa sendiri, jadi wanita lembutan dikit napa"


"Katanya disuruh cepetan, Raras sudah siap ini malah Meneer lambat banget"


"Aaaaargh Meneer kok malah pake mukul sich!"


Teriakan kedua majikannya membuat Simbok dan Pak e yang sudah berpikir yang nggak-nggak langsung pergi menjauh karena malu sendiri


"Untung kamu dulu nggak kaya Nyai ya bune, berisik dan treak-treak" ujar pak e dan ditanggapi simbok sambil terkikik


Ketika kedua pasangan tua itu berpikir kemana-mana, bagaimana kejadian yang sebenarnya?lets check it out


Setelah sampai di kamar Clara menata tempat tidur, kemudian Clara mengeluarkan setrika tanpa listriknya


"Meneer kok bengong sih, ayoo buruan..." omel Clara yang melihat Ben malah bingung, membuat Clara langsung mendekat ke Ben dan membantu Ben melepaskan bajunya secara paksa


"Aaargh ......Raassss, pelan-pelan ....aku bisa sendiri, jadi wanita lembutan dikit napa" omel Ben saat Clara berusaha melepaskan ikat pinggang Ben tetapi kesulitan saat Clara menengadah bersamaan Ben yang menunduk jadi tentu saja benturan tak terelakan terjadi itulah membuat Ben berteriak


"Katanya disuruh cepetan, Raras sudah siap ini malah Meneer lambat banget"omel Clara bukannya merasa bersalah telah menyakiti hidung Ben dan membuat Ben kesal lalu memukul tangan Clara yang masih mau nekat melepas ikat pinggangnya


"Aaaaargh Meneer kok malah pake mukul sich!" teriak Clara sambil melotot


"Udah aku lepas ini, buruan kamu berbaring" ucap Ben dengan suara serak dan bergetar


"Ngapain berbaring?" hanya Clara bingung, lalu mengambil baju dan celana Ben lalu menyetrikanya membuat Bentor yang siap tempur langsung terhempaskan lemas tak berdaya


Ben terduduk lemas karena apa yang dia pikir ternyata sangat berbeda jauh, membuat dirinya semakin frustasi


Clara yang gak merasa telah PHPin burap disampingnya yang saat ini menatap tajam kearahnya, tetap saja menyetrika baju dan celana Ben


"Sudah ini Meneer buruan dipake lalu berangkat sana" ujar Clara watados


"Kenapa Meneer? wajahnya kok merah?" tanya Clara lalu berusaha berpikir kemudian terbetik sebuah pemikiran lalu melihat ke arah Bentor, membuat Clara terpekik


"Dasaaaar Meneer Mesoeeem!!!"


Clara segera lari keluar dari kamar takut diterkam Ben yang masih dalam mode terkam:ON


"Verdomme (sialan).....aaaargh!! teriak Ben lalu masuk kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk meredam si Bentor dari kemarin yang sudah berani unjuk rasa setelah 30 tahun aksi bungkam.


...***...


...TBC...


...Mianhae πŸ™πŸ™πŸ™ya telat upload, maklum menjelang anak PAT author berubah dulu menjadi guru dadakan buat Ucritku 😁😁...


...✌✌✌✌✌✌✌...


...Saranghae ChinguπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–πŸ’–...