
Setelah makan malam bersama Anton mengantar pulang Andro karena kendaraan Andro dipakai kakaknya, jadi hari ini dia nebenk Anton yang letak Apartemennya berdekatan dengan apartemennya Anton
"Nton...loe suka dr Raras ya?"
"Nggak tahu...."
"Kalo loe benar-benar suka besok waktu acara saat yang tepat untuk mulailah pdkt, karena kalau tidak sudah ada yang start duluan" ucap Andro ambigu
"Maksud loe?!!"
"Udah lakuin yang gue suruh, tim kita tadi buat acara pas perpeloncoan junior, Raras bikin ntar yang diplonco junior dengan seniornya"
"Departemen kita juniornya cuman Raras doang, soo dia bakalan ngajakin elo"
"Kok gue?!! kan senior diee bisa elo, Merry, Adrian, Silvia"
"Dasar dodol...namanya juga senior di tim kita senior dr bedah jantung saha mang!!!" omel Andro kesel ama Anton
"Gue salah apa ama Raras?"
"Gini...nii orang gak peka!!!dari pertama loe ketus mulu ama dia, kagak ada ramahnya ....masih untung loe cuman diajakin ikut diplonco, kalo gue jadi Raras dah gue libes loe pake traktor" gerutu Android yang ditanggepin Anton cuman mringis sambil tetep menyopir
"Nton rubah dong sikap loe, gak semua cewek demen cowok sok cool kek loe, salah satunya Raras yang sebenarnya gue liat keras kepala dan irit bicara kek loe" jelas Andro lalu segera turun dari mobil setelah sampai di didepan apartemennya.
"Makasih ya tumpangannya, inget pesen gue Nton sebelum loe nyesel Raras direbut sama orang yang selama ini loe remehin" ucap Andro.
"Iya..." jawab Anton singkat lalu meninggalkan Andro menuju apartemennya sambil berpikir omongannya Andro sahabatnya.
.
.
Keesokkan harinya tim dr Anton diharuskan untuk berkumpul jam 2 siang untuk gladi bersih bersama yang lain.
Tetapi Raras bermasalah di bengkel disebabkan kemarin Clara asal tarik kabel, menyebabkan tidak hanya bermasalah untuk menstarter mobilnya saja juga menyebabkan kerusakan di bagian yang lain membuat Clara merutuki kebodohannya.
"Dokter Anton mohon maaf saya akan terlambat datang, karena masih di bengkel" ijin Clara di telpon
"Sekarang dr dimana?"
"Di bengkel dok, kenapa ya?" tanya Clara bingung
"Share loc " perintah Anton singkat
"Buat apa dok" tanya Clara lalu terdengar
"Dik...gimana mobilnya?"
"Abang..mobil adik rusaknya parah dech" rajuk manja Clara
"Kok bisa dek...bentar abang urusin ya" jawab Lino sambil mengusap kepala Clara dengan lembut.
"Dok sebentar ya abang saya datang" ucap Clara
Sambil tersenyum karena mendengar suara manja Raras kepada abangnya, Anton menjawab "Selesaikan dulu masalah mu dok, lagipula tugasmu kan tidak manggung jadi santai saja ya"
"Baik dok, terimakasih"
Sambil menutup telepon Anton tersenyum karena baru tahu bahwa gadis yang dia taksir ternyata gadis manja hanya dengan keluarganya, dengan yang lain dia sangat dingin.
Tepat jam 3sore Clara baru datang sambil membawakan minuman untuk timnya
"Maaf ya baru datang, apa yang bisa saya bantu?"
"Ntar bantuin make up kita ya dokter" ucap dr Merry
"Baik dok"
Lalu setelah selesai berlatih, Clara mulai merias dr Merry, dengan make up flawless membuat dr Merry yang tidak pernah bermake up terlihat sangat cantik.
Sambil menunggu giliran dan mendengarkan pidato, dan mendengarkan perform dari departemen lainnya, beberapa kali Clara tersenyum karena kelucuan para dokter tentara di panggung sambil melihat perdebatan heboh dr Hanafi dan suster Silvia, apapun jadi perdebatan buat mereka berdua
"Jangan heran dok, mereka berdua dari pertama selalu begitu" ucap dr Merry
"Hehehe iya dok, tahun depan mereka berdua saja yang maju ke panggung untuk stand up komedi" ceplos Clara dengan watados membuat dr Andro dan dr Adrian yang duduk di depan suster Silvia dan dr Merry langsung berbalik dan serentak menjawab "Setujuuuh!!"
Membuat dr Hanafi dan suster Silvia langsung melototin Clara sambil mengomel
"dr Anton besok-besok kalo di suruh nyusun acara yang gokil dan tengil suruh aja dr Raras yang mikir" omel suster Silvia yang menepuk bahu dr Anton yang duduk di depan Clara.
"Iya..boleh" jawab Anton sambil mengangguk.
Lalu giliran tim dr Anton menyanyi membuat para wanita histeris dan ikut bernyanyi bersama
"Setiap tahun dan setiap acara kalau dr Anton menyanyi pasti heboh gini" ucap dr Merry dan suster Silvia kepada dr Raras, dan ditanggapi anggukkan saja.
Akhirnya sampai di penghujung acara, yaitu acara perpeloncoan para junior, untuk tahun ini ada 6junior yaitu dr Rahma junior dari departemen dokter Anak, dr Satya dari departemen dokter Orthopedi, dr Eka dari departemen dokter Mata, dr Dyan dari departemen dokter kandungan, dr Riki dari departemen Fisioterapi, dr Raras dari departemen bedah jantung.
Satu persatu dipanggil lalu di jelaskan cara bermain, dan membuat acara yang biasanya membuat para junior mules, tetapi pada saat ini membuat para seniornya pun ikut mules karena ikut dikerjain di atas panggung, membuat para penonton tertawa dengan tingkah polah senior dan junior yang harus kompak di panggung, meskipun kebanyakan pada ambyar.
Dan yang terakhir dipanggil dr Eka dan dr Raras untuk maju ke depan
"Nah dokter-dokter cantik pilihan tugasnya tinggal dua, apa yaaah????" goda MC
"Menyanyi lagu romantis sudah, membuat puisi sudah, tantangan bermain bersama sudah, membuat pantun receh sudah....lalu tinggal apa ya ini????" pertanyaan Mc membuat para penonton makin heboh dan bertepuk tangan.
"Okeee dokter cantik mari kita buka....1...2...3!!!!"
" Yaaaa ini dia tantangan selanjutnya menyanyi dan berjoget dangdut dan saling merayu gombal, naah silahkan dipilih para kontestan cantik ini"
Dokter Eka yang pendiam dan pemalu langsung berkeringat dingin menjawab "Saya memilih merayu saja, karena saya tidak bisa menyanyi ...maaf ya dokter Raras" ucap dr Eka dengan muka menyesal membuat Clara tersenyum
"Tidak apa dok"
"Oke dr Eka silahkan dijemput senior dari departemen dokter kandungan yaitu dr Bima, mari kita saksikan ke kompakan departemen kandungan rs kita" teriak heboh Mc lalu menggiring Clara untuk menepi dulu bersamanya sambil menonton pertunjukan.
"Loe bisa nyanyi dangdut Nton?"
"Kagak bisa, mati gue....Raras bisa nyanyi kagak ya?" ucap panik Anton
"Kalo lihat lagian dia kemaren yang lega banget kagak disuruh nyanyi, nasib loe Nton ntar dipanggung apes" ucap prihatin dr Andro.
Setelah dr Eka dan dr Bima yang saling merayu receh, Mc langsung mempersilahkan Clara untuk naik ke panggung
"Oke dr Raras saat anda telah tiba, sebelumnya saya tanya apakah dr Raras bisa menyanyi?"
"Hehehe saya cuman menyanyi di kamar mandi, jadi gak ada yang dengar" ucap polos Clara membuat Mc tertawa
"Baiklah dok, di departemen bedah jantung itu ada tiga senior yaitu dr Wisnu, dr Lino dan dr Anton...nah silahkan dipilih ketiga dokter tampan di rs sakit kita ini dok..kalau boleh kasih saran pilih dr Anton saja yang pandai bernyanyi dok" goda Mc
dr Wisnu yang sedang asik mengobrol dengan dokter-dokter kepala, terkejut namanya disebut langsung berdiri dengan muka bingung
"Dah Nu dinikmati nyanyi bersama dr cantik" ejek dr Sutoyo disambut ketawa para dokter lainnya
Ketiga dr Pradipta langsung berdiri berjajar membuat para penonton bersorak-sorak, Clara menuruni panggung sambil membawa 2mic menuju ketiga dokter sambil berusaha menahan emosi melihat dr Wisnu dengan tetap tersenyum.
"dr Wisnu kalo saya memilih dr, saya sungkan dan khawatir nanti encok dr sakit karena berjoget hehehe becanda ya dok, jangan marah ya" ucap Clara sambil menakupkan tangannya
"Kalau saya memilih dr Anton yang suaranya bagus saya minder, maka saya pilih dr Lino saja yang sama ambyarnya..........dr Lino maukah anda menemani saya untuk bernyanyi ambyar?"
"Dengan senang hati dok, mari kita rubuhkan rs ini dengan suara kita yang ambyar" ucap Lino diiringi sorak sorai penonton.
Jangan ditanya bagaimana muka dr Anton, dia yang sudah mengharapkan kesempatan ini dari semalam langsung memerah mukanya karena menahan marah.
Tim dr Anton menghela nafas panjang, sambil saling pandang melihat Pradiptayuda babak pertama dimenangkan Lino.
"Sabar Nton!!"bujuk Andro
"Mari kita dengarkan suara ambyar mereka berdua " ucap Anton ketus sambil tersenyum sinis.
Kembali ke pasangan Lino dan Clara yang menuju ke panggung
"Dik aku gak bisa nyanyi dangdut" bisik Lino panik
"Abang pernah dengar lagu kopi dangdut kan?" bisik Clara
"Iya pernah"
"Kita nyanyi itu yah...please tapi nanti jangan illpill ama adik yah habis ini" ucap Clara sambil tersenyum jahil.
Clara lalu menuju pemain musik nya untuk aransemen musik nya, lalu mengalunlah lagu kopi dangdut yang dibuat dangdut koplo dan mulailah Clara menyanyi
...Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana...
...Sayup kudengar melodi cinta yang menggema...
...Terasa kembali gelora jiwa mudaku...
...Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut...
...Api asmara yang dahulu pernah membara...
...Semakin hangat bagai ciuman yang pertama...
...Detak jantungku seakan ikut irama...
...Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut...
...Irama kopi dangdut yang ceria...
...Menyengat hati menjadi gairah...
...Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu...
...Api asmara yang dahulu pernah membara...
...Semakin hangat bagai ciuman yang pertama...
...Detak jantungku seakan ikut irama...
...Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut...
...Dag-dig-dug, detak jantungku...
...Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku...
...Dag-dug-dug-dig-dug, detak jantungku...
...Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku...
...Na-na-na, mengapa kamu da-datang lagi menggodaku...
...Dulu hatiku membeku bagaikan segumpal salju...
...Ku tak mau peduli biar hitam, biar putih...
...Melangkah berhati-hati, asal jangan nyebur ke kali...
...Api asmara yang dahulu pernah membara...
...Semakin hangat bagai ciuman yang pertama...
...Detak jantungku seakan ikut irama...
...Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut...
...Irama kopi dangdut yang ceria...
...Menyengat hati menjadi gairah...
...Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu...
...Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana...
...Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema...
...Terasa kembali gelora jiwa mudaku...
...Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut...
...Api asmara yang dahulu pernah membara...
...Semakin hangat bagai ciuman yang pertama...
...Detak jantungku seakan ikut irama...
...Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut...
...Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut...
...Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut...
Lino dan para penonton terkejut dan tidak mengira bahwa suara dr Raras sangat bagus, membuat dr Lino tersenyum dan semakin tersenyum melihat Raras berjoget dangdut dengan lenturnya, untuk mengimbangi Lino pun ikut berjoget dan bernyanyi yang suaranya ternyata tidak kalah merdunya dengan dr Anton membuat para penonton ikut heboh bersorak.
Sedangkan Anton melihatnya jengkel dengan mereka berdua dan semakin membenci Lino
"Ciiih dasar pasangan udik" umpat lirih Anton tapi terdengar oleh Andro yang tersenyum geli.
Berbeda jauh dengan dr Wisnu yang terlihat senang
"Baru kali ini aku melihat senyum lepas Lino dengan mata berbinar, dari kecil mata anak itu selalu terlihat kosong" ucap dr Wisnu kepada dr Sutoyo
"Iya, kelihatannya mereka saling tertarik dan mencintai...aku rasa buruan kamu harus segera melamar nya umur Lino sudah tidak muda lagi Nu" ucap Sutoyo.
"Iya aku tahu Yo, aku tunggu kesempatan untuk berbicara dengan Lino"
...***...
...TBC...
...Babak 1 Pradiptayuda dimenangkan Lino, bagaimana babak selanjutnya?...
...Kalian jagoin siapa?😁😁😁...