My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Anak laki-laki



Hubungan Gea dan Yoga semakin dekat, dan berniat para keluarga akan melangsungkan pernikahan.


Begitupun juga Alin dan Aldo kini hubungan mereka sudah mendapatkan Restu dari keluarga.


Aldo pun kini sudah bekerja di sebuah perusahaan besar di Jakarta. Karena tak ingin berlama-lama dirinya ingin menikahi Alin, karena pengalamannya yang membuatnya tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.


Sedangkan Hanna, kini sedang hamil besar di perkirakan seminggu lagi, perkiraan ia akan melahirkan. Faisal sendiri menjadi peran suami siaga.


Hari ini di kediaman mama Diana, para keluarga dan sahabat semua sedang berkumpul. Karena hari ingin, Hanna minta ngerujak dan ngeliwet bersama-sama.


"Yee, asik akhirnya kita ngerujak lagi," ucap Hanna kegirangan.


"Kapan lagi nyenengin bumil," celetuk Alin.


"Beberapa bulan lagi juga kita ngerujak berjamaah lagi. Secara bulan besok ' Gea dan pak Dokter akan menikah," goda Dira membuat Gea tersipu malu.


"Iya habis Gea, terus Alin dan Aldo. Hahahah ... beruntun terus," timpal Hanna dengan tertawa.


"Amiin doa'in aja, semoga di lancarin niat baiknya," ucap Alin.


"Amiin ..." jawab serentak.


"Sekarang kita doa'in juga Hanna agar baby nya cepat keluar,dan selamat keduanya," ucap Dira mengelus perut kakak iparnya.


"Aamiin ..." jawab ketiga temannya.


Tiba-tiba Hanna merasa ada yang aneh berputar di perutnya, ia pun menggenggam tangan Dira sangat kencang.


"Aaaww ... ssssssttt aaaw ..."desis Hanna karena merasa sakit, rasanya panas di bagian pinggulnya.


"Hanna elo kenapa?" tanya Dira merasa cengkraman sahabatnya terasa sakit.


"Dira, perut gue sakit. Kaya ada yang muter-muter," ucap Hanna dengan wajahnya yang di penuhi peluh.


"Apa Hanna mau melahirkan ya?" tanya Alin.


"Memang kapan HPL nya?" tanya Dira ikut meringis, tangan nya di cengkram makin kuat oleh Hanna.


"Harusnya Minggu besok, tapi ini ko berasa banget ya? Tolong panggil ka Ical, please!" pinta Hanna, dengan menahan rasa sakitnya.


Gea mengangguk, lalu berlari keluar memanggil Faisal dengan nafas tersengal-sengal. "Ka Ical, hah. Itu Hanna sepertinya ingin melahirkan, dia kesakitan."


"Apa, melahirkan! Sekarang di mana dia?" terlihat wajah panik Faisal.


"Sama Dira lagi di tenangin," Faisal pun lari menghampiri istrinya.


Papa Benny dan Mama Diana pun mengikuti Faisal, yang dimana terlihat Hanna sedang meringis kesakitan.


"Sayang," Faisal terlihat panik, dan cemas.


"Sakit Mas," ucap Hanna.


Dengan cepat Faisal menggendong Hanna ke mobil, dengan Abhi yang sudah duduk di kursi kemudi. "Ayo kita bawa segera!"


Sedangkan para keluarga, mereka menunggu di luar, dengan berharap keduanya sehat dan selamat.


Tidak lama, datanglah kedua orang tua Hanna, pak Dito dan Bunda Kinan.


"Diana, bagaimana keadaan Hanna? Apa Baby sudah keluar?"


"Belum, ini kita juga lagi menunggu persalinannya. Kita berdoa saja ya, biar keduanya selamat dan sehat," ucap mama Diana, yang saling berpegangan tangan kepada besannya.


"Amiinn ..." Bu Kinan mengusap wajahnya, mengamininya.


Setelah lama, Hanna berjuang di ruang persalinan, kini terdengarlah suara.


Oooeek ... oooeek ... oooeek!


Semuanya yang menunggu, terlihat bahagia saat mendengar suara tangisan bayi dari ruang bersalin.


"Alhamdulillah," ucap semua keluarga dan kerabat.


Tidak lama keluar Faisal dengan tersenyum dan wajah berbinar, lalu menghampiri keluarga.


"Bagaimana Faisal, keadaan Hanna dan anaknya?" tanya Mama Diana.


"Alhamdulillah Mah semuanya lancar, dan sehat," Faisal dengan wajah bahagia. "Anakku tampan seperti aku ayahnya,"


Bunda Kinan dan mama Diana tersenyum mendengarnya.


"Selamat sekarang kamu sudah mejadi seorang ayah." kata papa Benny.


"Iya nak, ayah senang sekarang ayah jadi seorang kakek," timpal pak Dito.


Faisal tersenyum melihat wajah bahagia orang tua dan mertuanya. Abhimanyu pun menghampiri nya mengucapkan selamat.


"Selamat Kakak ipar, akhirnya elo punya jagoan," Abhi dengan senyumnya.


Setelah Satu jam, dan Hanna di pindahkan ke ruang rawat inap. Para keluarga pun di perbolehkan menjenguk ibu dan baby nya.


"Uuuhhh ... lucu banget si anak loh Han, mirip banget kaya ayahnya," ucap Dira membuat Hanna tersenyum.


"Iya iih gemess banget, lucu, hidungnya mancung. Ganteng banget sih kamu," timpal Gea dengan geregetan, melihat bayi mungil di hadapannya.


"Kalau ini mainan, atau makanan pasti gue udah gigit, keletus aja." ucap Alin menempelkan giginya.


Abhimanyu yang berada di sampingnya Dira pun berbisik.


"Bagaimana kalau kita memproses untuk pembuatan adik Shira yang baru. Aku juga ingin punya anak laki-laki, agar sepasang."Abhi dengan menunjukkan wajah nakalnya, membuat Indira bergidik ngeri menatap suaminya.


Tentunya Alin dan Gea mendengar apa yang di katakan Abhimanyu, membuat keduanya menganga, dan saling bertatap dengan tersenyum bergidik.


Sedangkan Abhimanyu hanya tersenyum menatap istrinya yang menjadi salah tingkah, saat dirinya mengatakan itu.


Bersambung...