
Banyak teman-teman dari sekolah Puspita Pertiwi yang turut hadir melihat pertandingan. Dan saat ini mereka pun memberikan selamat kepada para pemain.
Tentunya ada beberapa guru yang ikut melihat pertandingan murid di sekolah mereka. Abhimanyu pun bersikap biasa-biasa saja kepada Indira, layaknya seorang guru dan muridnya. Karena mereka masih berada di kawasan sekolah dan masih bertatap langsung dengan para guru dan muridnya.
Rasanya ingin sekali dirinya memberikan selamat serta pelukan hangat untuk istri kecilnya itu. Namun apalah daya, Abhi hanya bisa memberikan selamat seorang guru kepada muridnya.
Saat Indira sedang berkumpul dengan Tim nya, tiba tiba ada suara seseorang yang memanggil namanya.
"Dira," Indira pun menoleh terlihat Aldo yang memanggil dirinya.
Grrreeeppp... Tiba tiba saja Aldo memeluk Indira dengan tiba-tiba, tentunya Indira pun merasa terkejut dengan sikap Aldo yang seperti itu. Bukan hanya Indira saja, Gea, Alin dan Hanna pun juga terkejut melihat Aldo yang memeluk Indira dengan tiba-tiba.
Tentunya Abhimanyu pun melihat langsung ketika Indira mendapatkan pelukan dari Aldo, hatinya terasa terbakar dengan apa yang dia lihat saat ini.
Indira pun bingung harus bagaimana, karena Aldo memeluknya dengan begitu erat. Dan tiba tiba saja ada yang menarik tangan Aldo dari belakang, untuk menjauh dari Indira. Indira dan Aldo pun terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu, bahkan Aldo sempat merasa kesal. Namun saat mereka melihat siapa yang dia lihat saat ini, Aldo pun terkejut.
" Pak Abhimanyu," Aldo melihat Abhimanyu dengan tatapan matanya yang tajam, dengan memandang nya dengan rasa tak suka.
"Kamu tau ini di mana.? Ini di sekolah, dan bukan sekolah kita juga. Jadi jaga nama baik sekolah kita, jangan menunjukkan perilaku buruk dan nantinya sekolah kita mendapat penilaian buruk, karena kamu." Kata Abhimanyu dengan suara tegas dan tatapan garangnya.
" Maaf pak, saya hanya ingin mengucapkan Selamat kepada Indira dan teman teman yang lainnya. Karena mereka bertanding dan memenangkan pertandingan, dan itu keren." Jawab Aldo dengan Cengengesan, merasa santai dengan tatapan Abhimanyu.
"Bisa kan kamu memberikan selamat dengan cara yang wajar, jangan terlalu over seperti tadi.!" Suara Abhimanyu masih dengan nada dingin. Aldo pun mengangguk.
"Maaf pak,!" Kata Aldo. "Ooh iya, selamat untuk kemenangan ukalian, dan selamat juga untuk kamu Dira, yang sudah memasukkan bola kedalam Ring. Aku melihat permainan kamu sangat bagus, Dira,"
"Terimakasih Aldo, bukan cuma gue yang hebat. Teman teman yang lain pun juga hebat," Kata Indira dengan gugup, karena Abhimanyu masih menatapnya.
Gea, Hanna dan Alin, berusaha menahan tawanya, untuk ngeledekin Indira. Ternyata bukan Indira saja dapat tatapan tajam dari Abhimanyu, ternyata mereka pun juga mendapatkan tatapan tajam dari gurunya itu. Dan alhasil mereka ber3 pun hanya diam, tak ada yang bersuara.
****
Kini Abhimanyu dan Indira baru saja sampai di rumah, Indira merasa lelah saat ini. Indira hanya duduk dan bersandar di sofa di ruang tamu. Begitu pun juga Abhimanyu, yang beristirahat kaki selonjoran ke arah bawah.
"Om Abhi," Panggil Indira, berniat menggoda pria yang duduk di sofa sebelahnya. Abhimanyu pun tak merespon suara Indira, dengan matanya tertuju ke layar gadget nya. "Asyik banget si ngeliat tuh hapenya. Aku di sini di cuekin jadinya, orang mah ucapin selamat ke untuk aku. Aku kan sudah menang, masa di diemin aja sejak tadi. Gak ngucapin selamat, atau apa gitu ke aku, ini hanya diam aja.!" Kata Indira dengan cemberut.
Abhimanyu tak menanggapi perkataan dari Indira, yang menyindir dirinya. memang sejak tadi, Abhimanyu hanya diam kepada Indira, tidak mengatakan kata selamat atau apapun secara langsung kepada nya.
"Om Abhi ko diam gitu si, aku kan nanya ke om. Om kenapa si, kenapa diam aja.?" Tanya Dira, namun untuk sekarang Indira terdengar kesal.
"Malas aku, jika harus berdebat dengan kamu. Dan 1 lagi, aku ini suami kamu, bukan om kamu. Aku merasa gak di hargai tau gak sejak tadi. Aku males ngeladeni omongan kamu Dir.!" Abhi dengan nada sedikit tak enak di dengar Dira.
"Maaf, kalau selama ini aku seperti itu. Aku gak bermaksud, buat kamu marah, permisi.!" Dengan perasaan kesal, Indira pun berjalan dengan cepat menaiki anak tangga menuju kamarnya. Indira menutup pintu kamarnya dengan di banting, sampai terdengar di telinga Abhimanyu.
Abhimanyu hanya menatap kepergian Indira, ada rasa penyesalan pada dirinya. Sudah melaksanakan seperti itu kepada Indira. Abhimanyu tidak bisa mengkontrol emosi nya.
Di dalam kamar..
Aaaaaahhh..... Indira berteriak membuang rasa kesalnya, dan lelahnya. Dengan mata memerah, dan mengembun menahan marahnya. Sejenak Indira terdiam duduk di lantai,dengan bersandar di tempat tidurnya.
" Apa gue salah, manggil dia dengan sebutan om. Itu kan hanya bercanda,dari nada bicara gue pasti dia tau. Dan apa gue salah, kalau gue ingin dengar dia ngucapin selamat sama gue secara langsung. Mungkin tadi rame, dia bingung mau bilang nya. Tapi ini kan di rumah, kenapa dia masih acuh begitu. Apa dia masih marah, karena Aldo yang main pel*k gue begitu aja," Kata Indira di akhir kalimat mengingat kejadian tadi. " Apa begini ya rasanya menikah di saat usia masih muda, masih labil, harus bersikap seperti apa gue bingung. Di saat dialah ya g harus membimbing gue, tapi dia nya seperti itu. " Hiks hiks hiks.... Indira pun menangis." Tiba tiba gue jadi kangen sama mamah. Kangen pelukan mamah, pengen curhat sama mamah." Seketika air matanya menetes, ketika mengingat mamahnya.
Indira segera menghapus air matanya, dan segera bangkit dari duduknya. Indira mengganti pakaiannya, yang terasa lengket. Indira menggunakan kaos dan kardigan warna coklat Indira menggunakan topi, dan juga tas selempang kecilnya untuk menyimpan handphone nya. Tak lupa Indira menggunakan sepatu, lalu mengambil kunci motor nya. Indira keluar kamar, berjalan menuruni anak tangganya.
Abhimanyu yang melihat Indira sudah mengganti pakaiannya, dengan rapi seperti orang yang akan pergi. Seketika raut wajahnya pun berubah, menjadi khawatir.
" Astaga, mau kemana dia," gumam Abhi. Dan Abhi pun segera menghampiri Indira yang berjalan begitu saja tanpa melihat kearahnya. Abhimanyu pun segera menghampiri Indira, "kamu mau kemana?" Tanya Abhi, yang menahan tangan nya. Dan di saat itu juga, Abhi melihat mata Indira memerah seperti habis menangis.
Bukannya menjawab, Indira melepaskan tangan nya dari Abhimanyu. " Dira, aku lagi bertanya kamu mau kemana sudah rapih seperti ini.?"
"Aku mau keluar, aku jenuh di rumah. Aku mau kemana bukan urusan om,!" Jawab Indira dengan ketus.
"Ya gak bisa begitu dong Dir, kamu kalau mau kemana ngomong. Aku ini suami kamu, dan kamu ini sudah menjadi istri aku. Jadi kemanapun kamu pergi, kamu harus bilang sama aku," Sambil menatap Indira, namun Indira tak menatapnya balik. Abhi paham kalau Indira saat ini sedang marah, dan itu juga karena dirinya. Secara perlahan Abhi menyentuh tangan Indira, namun Indira menolak tangannya untuk di sentuh.
Di saat itu juga Abhi melihat air mata Indira, yang keluar dari pelupuk matanya. Dengan cepat Indira menghapus air matanya, dengan tangan nya." Kamu mau kemana, ngomong sama aku. Jangan kaya gini dong Dir. Kalau kita ada masalah di selesaikan jangan main pergi seperti ini,!" Kata Abhimanyu, yang mengatakan itu dengan nada yang lembut.
Mau tidak mau hati Indira tersentuh dengan kata kata Abhi yang terdengar lembut. "Aku cuma ingin menemui mamah, di saat seperti ini, aku rindu dengan mamah." Indira mengatakan itu dengan wajah yang menunduk, dan pundak yang bergetar.
Abhimanyu merasa bersalah dan tak tega melihat Indira seperti itu, dirinya segera membawa Indira ke dalam pel*kan nya.
"Aku minta maaf ya, aku sudah membuat kamu sedih seperti ini."
"Kamu tidak salah, aku yang salah. Aku hanya mengundang untuk kita saling berdebat, aku juga tidak bisa menghargai kamu sebagai suami. Mas, aku sadar aku hanya anak yang berusia 16 tahun, yang masih labil, dan belum dewasa untuk menyikapi setiap masalah. Tapi aku juga butuh bantuan dan bimbingan agar aku mengerti dan memahami arti sebuah pernikahan. Aku sadar pernikahan kita ini karena keadaan, dan aku tau pernikahan itu bukan hal yang untuk di mainkan. Aku hanya tidak ingin kamu menyesal dan lelah, dengan sikap ku yang seperti ini. Kalau memang kamu capek dan lelah, akan sikap ku yang seperti ini, sekarang terserah kamu bagaimana hubungan kita selanjutnya.?" Kata Indira, dengan nada sedihnya. Dan entah kenapa ada rasa tak rela Indira mengatakan hal itu.
Abhimanyu menggelengkan kepalanya,dan segera mendekap erat Indira. " Jangan katakan itu Dir, kamu gak salah disini. Aku lah yang salah, rasa cemburu yang aku rasakan saat ini. Sudah membutakan segalanya, aku minta maaf, maaf dan maaf sama kamu." Kata Abhi sambil menggenggam tangan Indira, dan menatap wajah Indira.
Bersambung.
...Jangan lupa untuk tinggal 👍 kalian terimakasih 🙏🙏🙏🙏...