My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Kedatangan Winda



Untuk pertama kalinya Abhimanyu memanggil Indira dengan sebutan sayang.


Cup


Indira pun memberikan kecupan terimakasih di pipi Abhimanyu. Dan seketika Abhimanyu diam mematung mendapatkan kecupan dari Indira untuk pertama kalinya .


Keesokan harinya.


Sore harinya, Indira dan Abhimanyu kini mereka sedang berada di supermarket. Abhimanyu sengaja mengajak Indira membeli keperluan untuk mereka dan isi kulkas.


Sambil membawa troli belanja, Indira dan Abhimanyu berjalan bersamaan. Sesekali Abhimanyu bergandengan dan merangkul pundak Indira. Begitu pun juga Indira, sesekali Indira merangkul lengan Abhimanyu. Mereka tidak canggung untuk saling bergandengan tangan.


Indira memilih barang apa saja yang dirinya butuhkan, begitu pun juga Abhimanyu. Mereka mengambil barang-barang yang mereka butuhkan masing masing. Dan saat memilih makanan dan bahan bahan untuk isi kulkas, mereka memilih bersama.


"Kamu mau pilih apa Dir,?"


"Apa ya, Mas Abhi mau apa,? Ikan atau ayam,?"


" Terserah kamu, tapi kamu memang bisa masak,?" Indira menggelengkan kepalanya. Abhimanyu malah tersenyum mengetahui jawaban Indira." Aku pikir kamu bisa masak, semangat sekali memilih stok makanan."


"Hahaha... Aku tidak bisa masak mas. Hanya saja setiap kali mamah minta temani ke pasar, aku selalu ikut. Bahkan mamah lah yang menyuruh ku memilih makanan yang aku mau. Hihihi.." Jawab Indira dengan terkekeh.


Abhimanyu hanya menggelengkan kepalanya." Yasudah kamu mau pilih apa, kalau masak nanti aku saja. Jangan lupa beli makanan untuk cemilan di rumah. Biar kejadian kemarin tidak terulang lagi.."


Indira pun mengangguk. Dan dengan semangat nya Indira membeli bahan bahan untuk stik di kulkasnya. Dari buah,sayuran, ikan, ayam dan makanan Frozen food yang tentunya makanan itu sangat di sukai Indira. Bukan hanya itu, Indira pun juga membeli cemilan, Snack, dan juga cake. Abhimanyu pun ikut membeli, minuman kaleng dan juga minuman botol untuk stok isi kulkas.


Kini troli yang mereka bawa, penuh dengan belanja yang mereka pilih.


"Mas, uang kamu habis loh sama belanjaan yang aku beli,?"


" Gak masalah tuh, memang uang kalau tidak untuk di pakai mau di apakan lagi. Dan aku mengumpulkan uang ku ya untuk keluarga ku nanti. Berarti sekarang uang ku ini, ya memang untuk kebutuhan kamu."


Sambil mencubit hidung Indira.


Indira pun tersenyum menatap Abhimanyu, begitu pun juga Abhimanyu. Entah kenapa jika bersama Indira rasa sepi dan bosan yang selama ini dia rasakan hilang begitu saja. Yang ada hari hari saat bersama Indira, penuh kebahagiaan, dengan warna yang dia berikan setiap harinya.


Kini Abhimanyu dan Indira sedang berada di meja kasir, untuk membayar semua belanjaannya yang sudah mereka beli. Abhimanyu mengeluarkan kartu debit berwarna hitam untuk pembayaran.


" Wow..." Gumam Indira saat melihat kartu yang di keluarkan Abhimanyu.


Abhimanyu hanya tersenyum mendengar nya. Lalu dengan gemas, Abhimanyu merangkul pundak Indira. Abhimanyu tidak peduli dengan keadaan di sekitar mereka, yang menjadi pusat perhatian pengunjung Mall.


Saat pembayaran selesai, Abhimanyu dan Indira pun keluar dari supermarket. Dan melanjutkan perjalanan menuju arah parkiran. Namun tiba-tiba saja ada yang seseorang memanggil Abhimanyu.


"Rendra....." Abhimanyu yang merasa nama belakang nya ada yang memanggil lantas menghentikan langkahnya. Abhimanyu tau siapa yang memanggil namanya itu.


Indira yang melihat Abhimanyu berhenti, Indira pun ikut berhenti. Abhimanyu dan Indira menoleh kebelakang, dan melihat seorang wanita cantik tersenyum ke arah Abhimanyu. Wanita itu berjalan menghampiri Abhimanyu, dengan senyuman yang manis.


"Hei Rendra, akhirnya aku bertemu kamu di sani," Tanya gadis itu sambil bercipika cipiki kepada Abhimanyu.


Indira tertegun melihat kejadian yang baru saja dirinya lihat. Ya memang wanita itu memanggil Abhimanyu itu dengan panggilan Rendra.


"Winda, kamu di sini,?" Tanya Abhimanyu.


"Ya aku di sini. Lagi main kerumah keponakan ku si, intinya." Winda melihat ke arah Indira." Ini siapa Ndra, keponakan kamu kah.?"


Abhimanyu nampak bingung ingin menjawab apa. Karena gadis ini cukup mengenal Abhimanyu seperti apa. Indira pun paham, dengan situasi saat ini.


"Ini.." Abhimanyu bingung untuk menjawab apa.


"Iya, aku keponakan nya om Abhimanyu. Namaku Indira Dwi Diandra." Kata Indira yang memperkenalkan diri sebagai keponakan Abhimanyu, dengan santai.


"Ooo Indira. Bukannya keponakan Rendra itu namanya Gea ya.?"


"Iya Gea itu anaknya mamah Anissa. Aku ini anaknya papah Arfianto." Jawab Indira dengan ramah nya.


Abhimanyu sejak tadi memperhatikan sikap Indira, yang mengaku sebagai keponakan nya .


"Ow begitu ya, kebetulan aku kurang dekat dengan keluarga kamu." Kata Winda dengan tersenyum kepada Indira.


"Perkenalkan namaku Winda," Sambil mengulur kan tangannya kepada Indira.


"Kamu pasti tau kalau aku dan om kamu pernah memiliki hubungan, ya kan Ndra.? Ooh iya kebetulan ketemu kalian di sini, bagaimana kalau kita makan dulu,?" Winda tersenyum ke arah Abhimanyu, sambil mendekatkan dirinya kepada Abhimanyu.


Abhimanyu enggan untuk menjawab ajakan Winda.


"Ayolah Ndra, kita tidak pernah ketemu loh. Masa saat aku kebetulan lagi di sini kamu menolak ajakan aku si.?"


"Ya sudah kita makan dulu. Kamu mau kan Dir,?" Tanya Abhimanyu menoleh ke arah Indira.


"Terserah om Abhimanyu saja" Jawab Indira dengan singkat tanpa menatap Abhimanyu.


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan sambil mengobrol. Namun keseringan gadis itu yang lebih banyak bicara, kepada Abhimanyu. Ketimbang kepada Indira. Begitu pun Abhimanyu, yang seperti nya menanggapi setiap Winda bicara.


Dan Indira sendiri di sini menjadi obat nyamuk di antara mereka. Sambil menikmati es krim, dan juga dessert strawberry cheese. Es krim dan dessert yang Indira nikmati rasanya tiba tiba menjadi hambar. Dan Indira nampak enggan menikmati.


"Ow iya Ndra, Dira. Maaf ya aku mau ke toilet, nanti kita lanjutin ngobrol nya dengan kalian," Indira hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya saja.


Abhimanyu baru tersadar sejak tadi Indira di cuekin olehnya. Terlihat sekali raut wajah Indira yang nampak kesal . Di situ Abhimanyu merasa bersalah dengan Indira.


"Om kalau kalian masih lama mengobrol nya, aku mau balik duluan saja," Indira hendak bangun dari duduknya dengan memakaikan tas Sling bag di pundaknya


"Dira tunggu, kita pulang sama sama," Abhimanyu menghalangi dengan memegangi tangannya Indira.


" Enggak usah, aku gak mau kelamaan jadi obat nyamuk. Di tengah-tengah kalian, lebih baik aku pulang saja."


"Oke aku minta maaf. Habis ini kita balik ya, tunggu Winda balik dari toilet."


Tanpa menjawab apapun Indira hanya duduk kembali, dengan wajah cemberut. Kini Winda pun datang kembali ke meja mereka .


"


Sorry ya ke tunda dulu deh ceritanya. Tadi Sampai mana ya cerita nya.?"


"Winda sorry ya, sepertinya aku dan Dira harus kembali. Soalnya orang tua nya telponin Dira terus kapan pulang,?"


"Gitu ya, bagaimana kalau Dira pakai taksi online aja, dan kamu tetap di sini Ndra. Kita lanjutin ngobrol nya."


Indira tercengang mendengar jawaban dari Winda. Indira menatapnya dengan tatapan tajam kearah Winda.


"Yasudah aku pulang sendiri saja Om. Om Abhi lanjut kan saja cerita nya bersama tante Winda," Sambil menahan rasa kesalnya.


Abhimanyu dapat melihat wajah Indira yang terlihat sangat kesal dengan perkataan Winda.


"Tidak bisa, kita harus pulang sama sama." Abhimanyu menahan Indira saat Indira hendak bangun dari duduknya." Winda aku dan Indira harus kembali ya."


" Ya sudah deh. Next time aja ya kita ketemuan lagi,?" Abhimanyu mengangguk.


Setelah berpamitan, akhirnya Indira pun berjalan lebih dulu meninggalkan Winda dan Abhimanyu. Abhimanyu pun segera mengejar Indira. Karena belanjaannya terlebih dahulu. sudah di simpan di dalam mobil. Indira berjalan dengan sangat cepat, mungkin bisa di bilang Indira berlari. Namun langkah Indira masih bisa di kejar oleh Abhimanyu.


Kini mereka berdua sudah berada di dalam


mobil. Indira mendiami Abhimanyu, dengan memasang headset di telinga nya. Di dalam mobil tidak ada obrolan antara Indira dan Abhimanyu.


Abhimanyu mencoba menggenggam tangan Indira, namun Indira menepisnya. Abhimanyu berusaha menyentuh tangan Indira kembali, dan kini berhasil Abhimanyu menggenggam tangan Indira. Setiap kali Indira mencoba melepaskan tangan nya, percuma tangan Abhimanyu lebih kuat tenaganya dari Indira.


Kini mobil yang di kendarai Abhimanyu pun sudah berada di halaman rumah mereka. Di saat itu juga, Indira mencoba membuka pintu mobilnya. Namun percuma, pintunya di kunci otomatis oleh Abhimanyu.


"Buka om pintunya, aku mau masuk ke dalam." Abhimanyu tidak mendengarkan permintaan Indira untuk membuat pintu mobil nya.


"Dira, aku minta maaf apa yang tadi aku lakukan."


"Sekarang buka pintu, aku mau masuk kedalam rumah," Jawab Dira, tanpa menjawab maaf dari Abhimanyu.


"Kenapa kamu tidak menjawab si Dir. Aku minta maaf aku sadar aku salah sama kamu," Kata Abhimanyu dengan berusaha sabar." Dira kamu marah, kamu cemburu dengan Winda.?"


"Om sadar gak si, sejak tadi aku di cuekin sama om. Karena om asyik berbincang dengan dia, seperti ya gadis itu pernah berarti untuk om. Benar kan om,?" Ucap Indira dengan terus memanggil Abhimanyu dengan sebutan om.


"Dira, aku sudah minta maaf. Please,, jangan seperti anak kecil, yang ngambek dengan masalah yang sepele,"


"Memang aku anak kecil, kenapa om mau menikahi gadis yang masih kecil." Dira menjawab dengan perasaan kesal. " Aku memang anak kecil, tapi aku tidak bodoh om untuk masalah perasaan," kata Indira dengan rasa emosi


"Dira cukup," Kata Abhimanyu, yang mulai terpancing dengan Indira untuk pertama kalinya.


Abhimanyu berbicara dengan nada tinggi, membuat Indira terkejut mendengarnya. Abhimanyu pun tersadar, kalau dirinya sudah membentak nya.


"Maaf Dir, aku tidak bermaksud untuk membentak kamu."


"Sekarang buka pintunya, aku mau masuk ke dalam rumah." Kata Indira tanpa menjawab kata maaf Abhimanyu.


Cklak, suara kunci otomatis.


Di saat itu juga Indira keluar dan membuka pintu rumahnya. Abhimanyu mengejar Indira saat masuk kerumah.