
Kini Indira berada dalam dekapan Abhi, mereka tak menggunakan sehelai benang pun, hanya selimut lah yang menjadi pelindung tubuh mereka. Indira nampak malu malu, karena terus bersembunyi di dalam dada bidang Abhimanyu.
Lain halnya dengan Abhimanyu, saat ini dirinya merasa sangat bahagia, karena saat ini sudah berhasil miliki Indira seutuhnya.
"Terimakasih kamu sudah memberikan itu ke aku. Aku pun sangat bahagia, ternyata kamu bisa menjaga kehormatan kamu untuk suami kamu ini." Abhi mengecup bahu nya, yang polos.
"Aku akan selalu menjaga kehormatan ku, untuk keluarga ku dan suamiku,"
"Apa aku boleh melakukannya lagi.?" Kata Abhimanyu, dengan tatapan yang memohon dan memelas. Indira pun mengangguk kan kepalanya, dan tentunya Abhi merasa bahagia dengan jawaban yang Dira berikan.
Dan akhirnya permainan session selanjutnya pun berlanjut, bahkan bukan hanya itu, Abhi melakukan itu sampai Indira merasa kelelahan dan tertidur. Barulah permainan itu berhenti, karena dirinya pun juga sudah merasa lelah.
Sampai menjelang sang fajar, udara pun terasa dingin. Karena memang sejak malam, hujan pun turun tak juga berhenti.
Dira pun membuka matanya, dan pertama kali di lihat ada suaminya yang sedang tersenyum memandang dirinya.
"Selamat pagi istri ku yang cantik," Sapa Abhimanyu yang memberikan kecupan hangat di bibirnya.
Indira pun tersenyum manis mendapatkan kecupan manis di pagi hari. "Selamat pagi juga Mas Abhi," pipi Dira merah seperti tomat.
"Terimakasih ya kamu sudah memberikan izin, untuk semalam."
"Sama sama Mas Abhi," jawab Dira dengan malu, Abhi pun tersenyum melihat Indira membuat nya gemas.
Saat Indira hendak turun dari tempat tidurnya, tiba tiba Dira merasa sakit di area V nya. "Aaaww ,,,, Sakit, iiisshh ...."
"Kami kenapa sayang,?"
"Sakit Mas, ini aku," sambil menunjuk ke arah bawah, dengan tersenyum malu-malu.
Abhimanyu pun mengerti maksud dari ucapan Dira, "Mau aku bantu untuk kedalam?"
"Ma_ _ _ maksudnya,?" tanya Dira, karena benar benar dirinya sangat malu jika Abhi membantu nya.
Abhimanyu pun tersenyum, melihat ekspresi Dira. "Kenapa memangnya, kamu malu.? Bukannya aku sudah melihat semuanya, yang ada pada diri kamu semalam," dan itu membuat Indira sangat malu, saat Abhi mengatakan itu.
"Mas Abhi cukup, jangan katakan lagi.! Aku malu," ucap Dira di akhir kalimat nya.
Abhimanyu pun terkekeh melihat Indira yang malu malu seperti itu. "Kenapa harus malu si sayang, nanti kita akan terbiasa melakukan itu, tanpa rasa malu seperti sekarang." Indira hanya tersenyum mendengar nya. "Ya sudah aku bantu ya untuk ke tandas, aku janji tidak akan macam-macam." Sambil menunjukkan dua jari. "Terus bagaimana mau tidak aku bantuin?"
"Iya aku mau," Abhimanyu pun tersenyum, lalu Abhi pun bangkit dari tempat tidur, dan berjalan mendekati Indira.
Indira pun menoleh ke arah lain, karena melihat Abhi hanya menggunakan pakaian segitiga yang tipis, hanya menutupi bagian di bawah pusar nya saja ini. Abhimanyu tentunya tersenyum saat Indira yang enggan melihat nya, karena malu.
" Hei, kamu kenapa seperti itu, malu?" Indira pun mengangguk. "Kenapa pakai malu, kan semalam sudah melihatnya," kata Abhi dengan menggoda nya.
"Mas Abhi ...." Rengek Dira dengan manja, membuat Abhi gemas.
Haaapp .... Abhi mengangkat tubuh Indira, ala bridal style, dan membawanya ke dalam tandas. Terdengar suara tawa dari pasangan itu, dengan suara Abhimanyu yang menggoda nya, dan suara Indira yang sedikit manja. Membuat 2 pasangan itu kembali melakukan kegiatan itu di sana , untuk sessions selanjutnya.
Abhimanyu sedang menyisir rambutnya yang masih terlihat basah, dengan rona kebahagiaan di sertai nyanyian yang belum pernah Dira dengar dari Abhi.
Indahnya, indahnya, aduhai.
Manisnya, manisnya, aduhai.
la laa, la la la, la la la....
Itulah sebait lagu yang di nyanyikan oleh Abhimanyu saat berada di depan cermin, sambil tersenyum ke arah Indira di belakangnya. Sedangkan Dira sendiri menahan senyumnya saat mendengar suaminya yang dia kenal garang, ternyata menyayikan lirik lagu dangdut.
"Aku keringkan ya rambut kamu, yang masih basah ini.?"
"Heeemmmmhhh ,,,,," jawab Dira, dan itu membuat Abhi terkekeh.
Kini Abhimanyu sedang mengeringkan rambut Indira menggunakan hairdryer. Setelah itu, Abhi juga menyisir rambutnya, dan di beri jepitan kecil di samping poninya. Abhi tersenyum melihat istri kecilnya itu terlihat cantik.
"Istri Abhimanyu sudah cantik sekarang, lihat deh.!" Kata Abhi, dan Dira pun melihat dirinya di cermin memang terlihat cantik dengan rambutnya yang di berikan jepitan lucu.
"Iya mas, cantik. Terimakasih ya, suami aku hebat." Kata Dira dengan 2 jempol nya.
"Iya dong, siapa dulu Abhimanyu. Tidak sia sia aku tinggal di rumah kak Anissa, dan mengikat rambut Gea saat dia kecil," jawab Abhi dengan bangganya.
Flashback
Abhi mengingat saat Gea masih kecil, mamahnya sedang mengurus adiknya yaitu Sadam. Gea merengek ingin di ikatkan rambutnya, namun mamah Anissa sibuk dengan si kecil. Alhasil Abhi lah yang turun tangan menyisir rambut Gea, dan di berikan jepitan kupu-kupu di rambutnya. Dan dari sanalah Abhi terbiasa mengikat rambut keponakan kecilnya itu, justru sekarang Dira yang di rapihkan rambutnya.
Flashback of
Kini Abhimanyu dan Indira kebetulan sedang libur di sekolah. Dan niat Abhi, hari ini dirinya ingin di rumah saja seharian dengan istrinya itu. Sedangkan Indira sendiri, kini sedang sibuk menutup tanda merah di bagian lehernya, karena ulah Abhi.
"Lihat nih, banyak tanda merah di sini. Untung saja hari ini dan besok masih libur, kalau tidak aku di nilai gadis nakal karena banyak tanda seperti ini.!" Kata Indira yang menggerutu di depan Abhimanyu.
"Hahahah.... Terus bagaimana dong, kapan lagi aku buat itu. Lagian memangnya kenapa, berarti itu bukti kalau kamu sudah ada yang punya."
"Justru orang yang melihatnya malah jadi ilfil tau gak. Apalagi aku masih sekolah, iiihhh nyebelin kamu, Mas.!"
"Biarkan saja mereka tau, kan itu akan jadi tanda tanya buat mereka." Abhimanyu masih betah menggoda Indira.
"Enak aja kalau bicara, aku juga masih ingin sekolah tau. Kalau mereka semua tau, bagaimana nasib ujian aku. Tinggal berapa bulan lagi, aku ujian sekolah, Mas.?" Kata Indira dengan wajah merajuk.
Abhimanyu pun juga menunjukkan wajah serius. "Dengar ya, aku pun juga memikirkan urusan itu. Maafkan aku ya, janji tidak akan membuat nya di sini, tapi di tempat lain," di akhir kalimat nya Abhi justru terkekeh.
Alhasil Indira pun tersenyum mendengar nya, dan langsung memberikan Abhi sebuah cubitan, yang membuatnya mengaduh kesakitan.
Bersambung.