
Abhimanyu menggelengkan kepalanya,dan segera mendekap erat Indira. " Jangan katakan itu Dir, kamu gak salah disini. Aku lah yang salah, rasa cemburu yang aku rasakan saat ini. Sudah membutakan segalanya, aku minta maaf, maaf dan maaf sama kamu." Kata Abhi sambil menggenggam tangan Indira, dan menatap wajah Indira.
Tangan Abhi menyentuh wajah dan menghapus air matanya Indira. "Maafkan aku, kamu benar Dira, seharusnya aku bisa membimbing kamu, dengan sabar. Tapi justru aku yang lagi lagi membuat kamu sedih, aku minta maaf ya?"
"Kamu gak salah aku yang tidak pernah menghargai kamu, sekarang terserah kamu mau bagaimana. Kalau kamu mau ingin hubungan kita ....," Kata Indira yang ingin bicara, Abhi potong ucapannya. Karena Abhi tau Indira ingin bicara apa, dan Abhi menghalangi nya agar Dira tidak jadi mengatakan hal yang tidak ingin di dengar.
" Uuuusssssttttt.... Please aku mohon jangan mengatakan itu. Aku tidak ingin apapun, aku ingin hubungan kita ini bisa lebih baik lagi." Sambil menghapus air matanya.
"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan. Aku masih labil, dan tidak mengerti perasaan kamu. Sebelum kamu tersakiti, dan hubungan kita belum jauh. Lebih baik hubungan kita di..." Lagi lagi perkataan Indira terpotong dengan Abhimanyu. Untuk kali ini, Abhi melakukan nya dengan tindakan.
Cup
Abhimanyu menempelkan bibi*nya di bibi* Indira. Walaupun begitu singkat, namun berhasil membuat Indira terdiam seperti patung.
"Maaf, aku melakukan itu karena aku tidak ingin mendengar kata mengakhiri. Indira aku tidak mungkin mengakhiri hubungan kita. Aku sudah jatuh cinta sama kamu," mendengar itu jantung Indira merasa berdebar, dirinya tak percaya jika pria di hadapannya ini mengatakan isi hatinya.
"Kamu salah kalau hubungan kita belum jauh, selama ini hubungan kita sudah berjalan menjauh. Kamu sudah berhasil membuat aku jatuh hati dengan kamu, dengan kemanjaan kamu, dengan sikap kamu yang terkadang nyebelin, ngeselin itu. Dan kadang ada suatu hal yang tidak bisa aku sebutkan, yang dimana itu bisa membuat aku tertarik dan jatuh cinta dengan kamu," ucapan yang di katakan oleh Abhimanyu, tentang isi hatinya. Berhasil membuat Indira terpaku mendengarnya.
"Apa itu benar yang kamu katakan.?"
"Ya benar, itu isi hatiku Dira. Kenapa aku marah selama ini, melihat kedekatan kalian.? Aku cemburu, ada sesuatu yang panas yang aku rasakan, melihat kalian dekat. Aku tidak peduli penilaian atau tanggap kamu seperti apa, yang jelas aku marah. Apalagi saat tadi, dia datang langsung memeluk kamu, di depan mata kepalaku sendiri. Sedangkan aku ingin sekali memeluk kamu dan mengucapkan selamat. Namun aku harus bagaimana, aku melihat posisiku adalah guru kamu. Namun saat melihat dia yang melakukan itu ke kamu, rasanya ingin sekali aku menghajar dia. Namun apa daya, aku harus menahan emosiku Dira. Semua itu aku lakukan, agar tidak mencoreng nama baik kamu, keluarga, dan sekolah," Abhimanyu pun menggenggam tangan Indira, lalu di ci*m nya tangan itu. Dengan sorot mata, yang teduh dan wajah penyesalan karena sudah membuat gadis yang di cintainya menangis karena dirinya.
"Maafkan aku, yang selama ini sudah membuat kamu menangis. Aku hanya seorang manusia, yang memiliki rasa cemburu dan emosi. Tapi di balik itu semua, aku juga pria yang lemah akan perasaan. Apalagi jika apa yang ku punya di sentuh oleh laki-laki lain, aku tidak bisa. Aku tidak ingin milikku di sentuh oleh orang lain."
Indira tidak bisa berkata kata, mendengar setiap ucapan yang di lontarkan dari Abhimanyu tentang isi hatinya.
"Jadi sekarang kamu mau kan, maafin aku. Pria yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan gadis labil berusia 16 tahun. Gadis yang memberikan senyuman dan warna di setiap hari hari ku . Indira Dwi Diandra, mau kan kamu memaafkan aku, dan memulai hubungan kita ini?"
Indira pun mengangguk. "Iya mas, aku mau maafin kamu. Aku juga mau memulai hubungan baru kita ini." Dengan cepat Abhimanyu langsung memeluk Indira dengan rasa bahagianya.
Indira pun menitikkan air matanya, dirinya di buat speechless, dengan apa yang di dengar. Kejujuran yang diutarakan oleh pria yang tak lain guru olahraga nya, yang sekarang berstatus menjadi suaminya. Indira sendiri bingung harus bagaimana, tapi tak bisa di bohongi, dirinya merasa bahagia mendengar kejujuran pria yang berada di hadapannya ini.
Kini mereka berdua berada di ruang keluarga sedang duduk di sofa. Abhimanyu bersandar di sofa, sedangkan Indira bersandar di dada bidangnya.Masih belum ada kata kata dari Indira untuk berbicara, Abhi paham kalau Indira masih mode marah. Mangkanya di saat Indira kembali mengatakan ingin ke rumah orang tuanya, Abhi menahan, dan sekarang Abhimanyu sedang membujuk istri kecil nya untuk tidak merajuk kembali.
"Maaf ya, hanya maaf yang bisa aku katakan." Kata Abhimanyu sambil membelai rambut nya dengan lembut.
"Om jahat, bukannya mengucap kan selamat, justru membuat aku sedih,!" Dengan cemberut Indira menjawabnya masih mode ngambek, meskipun saat ini hatinya sedang tidak karuan. Sejak mendengar ungkapan cinta Abhi, dan sekarang dirinya sedang berada dalam dekapannya.
"Maaf, aku gak bermaksud membuat kamu sedih. Rada cemburu ku, yang membuat ku terpaksa marah. Aku harus melakukan apa agar kamu tidak marah lagi?" Kini wajah keduanya saling bertatapan, jujur Abhimanyu benar benar tidak tega melihat mata Indira yang terlihat sembab.
Tring... Terdengar suara notifikasi pesan masuk di handphone milik Abhimanyu. Abhimanyu pun tersenyum saat membaca pesannya.
Dasar cowok aneh yang nyebelin, tapi bucin. Baru kali ini, gue dengerin pria ungkapin perasaan nya, sampai segitunya. Ya ampun apa memang benar, kalau mas Abhi itu pria yang di kirimkan oleh Tuhan buat gue. Dengan dia yang terus sabar dan mengalah ,untuk menghadapi sikap gue yang kekanak-kanakan. Lama lama gue di buat jatuh cinta sama dia. Beruntung nya gue punya suami ganteng, manis, pintar, dan sabar, kaya dia. Ya ampun bodohnya gue sampai gak nyadar kalau dia cinta sama gue. Ya ampun ini mah judulnya, guruku aku mencintai kamu, ooh mas Abhi," kata Indira dalam hatinya, dengan bibirnya yang terus tersenyum melihat Abhimanyu yang kembali menghampiri nya.
Abhimanyu pun tersenyum melihat Indira.
"Ikut mas sebentar yuk!" Kata Abhi dengan menggandeng tangan nya Indira.
"Kemana mas?"
"Enggak kemana mana, aku cuma ingin kasih sesuatu ke kamu," Abhimanyu pun melangkah menuju pintu, dengan menggandeng tangan Dira. Saat sampai depan pintu, Abhi pun berhenti. "Sekarang kamu tutup mata kamu,!"
"Tutup mata, untuk apa?"
" Sudah tutup aja, nanti dalam hitungan ke 3 kamu baru boleh buka mata kamu,!" Indira pun mengangguk dan menuruti apa yang dikatakan oleh Abhimanyu. Indira menutup matanya, sedangkan Abhimanyu keluar mengambil sesuatu.
Kini Abhimanyu menyuruh Indira membuka matanya, dan lagi lagu Indira di buat speechless dengan apa yang dia lihat. Abhimanyu memberikan kejutan dengan sebuah buket bunga dan juga buket coklat.
" Selamat untuk kemenangan Tim kamu, dan juga selamat untuk kamu. Karena permainan kamu sangat hebat. Maaf jika aku sudah membuat kamu sedih lebih dulu, tapi aku tidak bermaksud seperti itu." Seketika Indira kembali merasa terharu.
"Ya ampun mas Abhi, terimakasih banget. Mas Abhi tidak perlu seperti ini, dengan ucapan selamat saja aku sudah senang. Terimakasih ya mas Abhi, terimakasih untuk semuanya,"
"Cuma bilang terimakasih aja nih?"
"Lah terus mas Abhi mau nya bagaimana.?" Tanya Indira, namun Abhimanyu justru menunjukkan tangan nya ke arah pipinya.
Indira pun tercengang melihat Abhimanyu menunjukkan ke mana arah tangan nya itu.
Cup
Indira memberikan ci*man di pipinya Abhimanyu. "Terimakasih, atas hadiahnya,"
" Sama sama sayang," Kata Abhi, membuat Indira pun tersipu malu, Abhimanyu justru menjadi gemas melihat sikap Indira yang malu malu seperti itu.
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak 👍 agar author semangat untuk membuat ceritanya 🙏...