My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Alin dan Aldo



Beberapa bulan kemudian.


Kini usia Baby Shira genap satu tahun. Setelah dua Minggu lalu Abhi dan Indira, merayakan ulang tahun untuk anak mereka.


Saat ini Abhimanyu sedang mengajak anak dan istrinya ke sebuah tempat wisata. Terlihat wajah kebahagiaan terpancar di wajah mereka.


"Yuk kita istirahat sini aja!" ajak Indira, saat melihat taman, dengan pemandangan danau buatan.


Abhimanyu mengangguk, dan kini dirinya menggelar alas untuk duduk, dan meletakkan makanan. Sedangkan Indira menemani putrinya berjalan, menyusuri rumput yang hijau.


Dari kejauhan, Indira melihat dua orang yang sepertinya ia kenal. Dira menggendong Shira dan menghampirinya, benar saja kalau ia melihat sahabatnya.


"Alin, Aldo," panggil Dira, dan itu membuat mereka terkejut mendengarnya.


"In_ _ Indira, elo di sini?" tanya Alin dengan gugupnya.


Lalu seorang pria di sebelahnya pun menjadi salah tingkah, dan juga ikut gugup.


"Hai Dira, kamu di sini, dengan pak Abhimanyu?" sapa Aldo.


"Kalian di sini, hanya berdua?" tanya Dira, lalu menatap sahabatnya. "Alin elo di sini sama Aldo? Apa kalian mempunyai hubungan?"


Aldo dan Alin menjadi salah tingkah.


"Santai aja kali, kalau kalian memang punya hubungan. Ya udah kalian jalanin aja, gue senang dengarnya.


Alin memeluk Dira. "Terimakasih ya Dir, gue pikir elo akan marah melihat gue dekat dengan Aldo."


"Ya gak dong! Justru gue senang Lin, karena ada laki-laki yang elo percaya. Gue enggak marah ko sama elo atau Aldo. Gue senang melihatnya," jawab Dira dengan tersenyum.


Saat itulah juga datanglah Abhimanyu dengan menghampiri Indira dengan wajah dingin.


"Dira!" Indira pun menoleh ke sumber suara, dan ternyata suaminya.


"Alin, Aldo. Sedang apa kalian di sini?" tanya Abhi dengan pandangan menatap pria yang pernah menjadi masalalu istrinya.


"Mas Abhi, biar aku jelaskan! Aku sedang menemani Shira, dari kejauhan aku melihat mereka berdua. Kamu tau gak, ternyata mereka berdua mempunyai hubungan loh, alias pacaran," jelas Dira, membuat Abhi mendengarnya dengan rasa tak percaya.


Abhimanyu menatap istrinya, memastikan jawaban yang Indira di berikan istrinya benar atau tidak.


Dira pun mengangguk, lalu Abhi menatap Alin dan Aldo. "Apa benar yang Indira katakan, kalau kalian berpacaran?"


Aldo mengangguk. "Iya pak Abhi, saya dan Alin memiliki hubungan, baru dua bulan," jelasnya.


Terlihat sebuah senyuman kecil di bibir Abhimanyu. "Bagus kalau begitu, jadi kekhawatiran saya, berkurang. Tapi kamu mengatakannya dengan sungguh-sungguh kan!"


"Ya ampun Om, masa bohong sih. Saya dan Aldo benar-benar pacaran. Kenapa gak percaya?" cerocos Alin sudah biasa berbicara seperti itu kepada Abhimanyu ketika main kerumah Dira.


"Iya Om percaya. Yasudah kalian mau ke mana habis ini. Mau gabung tidak sama kami? Kebetulan Dira bawa makanan cukup banyak," ucap Abhi.


"Memang tidak apa pak, jika kami gabung?" tanya Aldo.


"Memang kenapa? Kamu gabung bukan untuk menggoda istri saya kan?" celetuk Abhi, membuat Aldo mendudukkan kepalanya.


Kini Indira, Shira, Abhi, Aldo dan Alin. Mereka berkumpul, dan menikmati makanan yang di bawa Indira.


Selepas makan, Aldo menghindar untuk merokok, sedangkan Abhimanyu mengajak putrinya bermain. Sekarang Dira dan Alin yang sedang membereskan tempat dan makanan.


"Lin, elo punya hutang penjelasan ke gue. Kok bisa elo jadian sama Aldo?" tanya Dira dengan tatapan menyelidik.


" Iya, gue akan jelasin ke elo. Tapi elo jangan terkejut ya pas dengannya!" jawab Alin, Dira pun mengangguk.


"Sebenarnya gue itu sempat suka sama seseorang, yaitu Gilang," ucap Alin, dan benar Dira terkejut mendengarnya.


"Aaah, yang benar Lin? Elo suka sama Gilang?" tanya Dira dan Alin mengangguk.


"Kan gue bilang, elo jangan terkejut!" Indira hanya terkekeh mendengarnya.


"Ya udah lanjutin ceritanya!"sambil menumpuk tempat makannya.


"Gue suka sama Gilang, tapi nyatanya dia suka sama cewek lain. Elo paham lah maksud gue apa?" Indira pun mengangguk.


"Dari situ gue tau, dia masih suka sama elo Dir," jelas Alin, membuat Dira terkejut.


Indira berusaha menunjukkan ekspresi wajahnya.


'Bukannya kak Gilang bilang dia sedang dekat dengan gadis bernama Erika.Terus kenapa Alin mengatakan dia masih menyukaiku. Berarti selama ini tebakkan mas Abhi benar adanya, kalau dia masih menyimpan rasa sama aku. Ya ampun kasian alin.'


"Jangan ke kasian sama gue Dir!" sindir Alin membuat Indira tercengang mendengarnya, bagaimana Alin bisa tau.


Alin tersenyum melihat Indira menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Ya udah lanjutin ceritanya!" pinta Dira


Flashback.


Saat itu Alin sedang pulang kerja malam karena lembur. Saat itu juga dirinya melihat ada sebuah motor yang tergeletak di jalan.


Alin pun menghampiri motor tersebut, dan melihat ada seseorang yang meminta tolong. Saat di hampiri, ternyata itu Aldo.


Alin menolongnya dan membawanya ke rumah sakit, setelah Aldo sadar ia menceritakan tentang perjodohan dirinya dengan seorang gadis. Lalu ia menolak untuk menikahi wanita itu, dan berhenti dari kantor tersebut.


Pemilik perusahaan yang dimana, tempatnya pernah bekerja, tak terima karena putrinya ditolak oleh Aldo.


Karena tak terima, orang tua gadis itu menyuruh seseorang untuk menghajar Aldo. Sampai ia tak berdaya terkapar di pinggir jalan.


Alin mendengarkan semua cerita dari Aldo, dan hanya dia yang menemani pria yang sudah pernah menjadi kekasih sahabat nya itu.


Selama itu juga Alin lah yang menemani Aldo selama di rawat. Karena orang tua nya kecewa keada putranya, yang menolak di jodohkan dengan wanita pilihannya.


Alin dan Aldo semakin dekat, yang dulu saat sekolah, mereka berdua selalu jarang bicara.


Flashback of.


Bersambung...