
Mereka berdua pun asyik mengobrol, tanpa sadar sudah berapa lama mereka saling bercerita. Lalu terdengar suara deru mesin mobil, ternyata papah Benny dan mamah Diana pun datang.
"Loh ada tamu ya ?" Tanya mamah Diana.
"Iya Mah, ada tamu jauh. Mah, Pah ini Rendra, dia ini teman kuliahku di Bandung, dan baru bertemu lagi di sini,"
"Ow begitu, bisa pas ya. berarti kalian berjodoh untuk bertemu lagi. Mungkin kalian memang ditakdirkan berteman, dan menjalin pertemanan kembali. Hehehe.." Ucap mamah Diana dengan terkekeh.
Terlihat mamah Diana itu orang yang humoris. Dan Abhimanyu pun ikut tertawa mendengar humor mamah Diana.
"Ya Mah, dan Abhimanyu ini ternyata guru olahraga Indira mah di sekolah. Dan bukan hanya itu, dia anak pemilik sekolah Dira,"
"Ow ya, siapa nama panjang kamu nak?" Tanya mamah Diana.
"Abhimanyu Hermawan Virendra," Jawab nya.
"Ya ampun jadi kamu adiknya Anissa, mamahnya Gea?"
"Iya tanteh, saya adik dari ka Anissa."
"Ya ampun nak, kamu itu saat kami main usia kamu masih 5 tahun. Kalian itu usianya hanya terpaut 5 bulan, kamu duluan si baru Faisal,"
"Masa si Tante, saya terkejut loh mendengar cerita Tante,"
Mamah Diana dan papah Benny pun kini duduk di sofa ruang tamu bersama Faisal dan Abhimanyu. Bukan hanya itu, Indira pun ikut bergabung dengan mereka . Mereka pun mendengar cerita mama Diana.
Flashback
Diana dan Anissa itu bersekolah di mana tempat Indira bersekolah saat ini. Dan saat itu bangunan sekolah itu masih kecil, belum seluas seperti saat ini. Dan di mana saat itu juga Fadil yang tak lain papah nya Gea itu adalah guru, yang mengajar di tempat Anissa dan Diana bersekolah.
Sedangkan Benny yang tak lain papah nya Indira. Dia adalah orang kepercayaan Bu Lidya, yaitu istri dari pak Arif Hermawan. Benny adalah orang kepercayaan Bu Lidya. Yang di mana Benny itu bekerja dengan Bu Lidya, sebelum Bu Lidya menikah dengan pak Arif.
Benny di tugaskan mengurus rumah makan milik Bu Lidya. Saat itu perkenalan Diana dan Benny, berawal dari Anissa yang saat itu sering mengajak Diana untuk makan di tempat Benny bekerja. Dan dari sanalah Benny memberanikan diri untuk berkenalan dengan Diana. Setelah Diana lulus sekolah, dan baru mulai bekerja beberapa bulan. Benny memberanikan diri menemui kedua orang tua Diana, Benny melamar Diana untuk menjadikan Diana istri nya. Setahun setelah Diana menikah dengan Benny, dan memiliki putra, yaitu Faisal. Dan saat itu juga mereka mendengar kabar, kalau bu Lidya ternyata juga baru saja melahirkan. Melahirkan Bayi laki-laki, yang hanya terpaut 5 bulan dengan Faisal, dan di beri nama Abhimanyu.
Dan 1 tahun kemudian Diana dan Benny mendapat kabar, Anissa akan menikah dengan gurunya yang bernama pak Fadil, dan mereka pun belum juga di berikan momongan. Sampai usia pernikahan mereka 3 tahun, pak Fadil dan Anissa akhirnya memutuskan untuk mengadopsi seorang bayi laki-laki yang bernama Gilang, untuk mengisi ke sunyian di rumah mereka. Benar saja, 8 tahun kemudian Anissa di berikan momongan yaitu Gea. Bukan hanya Anissa, Diana pun di berikan kepercayaan kembali memiliki seorang putri dan beri nama Indira. Lalu 2 tahun kemudian, Diana pun di berikan kepercayaan kembali dan memiliki seorang putra yang bernama Adam. Begitu pun juga Anissa yang di karuniai kembali seorang putra yang bernama Sadam. Dan berkat kesabaran antara papah Fadil dan mamah Anissa, kini mereka memiliki 3 orang anak. Begitu pun juga mamah Diana dan papah Benny mereka pun juga mempunyai 3 orang anak.
Flashback of
"Berarti saya harus memanggil kalian siapa, Kak Diana atau Tanteh Diana. Saya jadi bingung nih?" tanya Abhimanyu. Mendengar pertanyaan Abhi, semua nya pun jadi tertawa.
"Terserah kamu saja lah nak, mau memanggil kami siapa,"
"Tidak apa-apa kan kalau saya panggil kalian Tanteh dan Om."
"Tidak apa-apa lah Abhimanyu, yang seenaknya kamu saja. Selagi itu masih sopan," Abhimanyu pun mengangguk.
Setelah berbincang dan bercerita cukup lama. Abhimanyu pun akhirnya berpamitan untuk pulang.
Satu bulan kemudian
Keluarga Hermawan akan mengadakan liburan, yang dimana itu adalah hari ulang tahun pak Arif. Pak Arif pun mengajak seluruh keluarga nya liburan, tentunya Bu Lidya dan Mamah Anissa mengajak pak Benny dan keluarga nya untuk ikut liburan ke Vila. Bukan hanya pak Benny, Gea pun mengajak Alin dan Hanna untuk ikut dengan keluarga nya.
Yang di mana kini seluruh keluarga dan teman-teman pun sudah berkumpul semua di Vila pada sore hari.
"Selamat ulang tahun pak. Semoga di berikan kesehatan oleh Allah untuk bapak dan keluarga," Ucap pak Benny yang bersalaman dengan pak Arif.
"Terimakasih Benny, semoga kamu dan keluarga mu juga di berikan kesehatan."
"Amiin... Terimakasih pak," Pak Arif dan pak Benny pun saling memberikan senyum.
"Benny bagaimana usaha kamu sekarang ?" tanya Bu Lidya.
"Alhamdulillah Bu, usaha saya lancar, ini juga berkat ilmu yang pernah ibu berikan ke saya,"
"Syukurlah kalau seperti itu, saya dengar kamu sudah membuka cabang ya, dan toko kue istri kamu juga rame ya ?"
"Iya Bu, Alhamdulillah usaha istri saya pun juga lumayan rame,"
"Ya ampun terimakasih banyak Bu, sudah mempercayakan toko kami menjadi langganan Bu Lidya, " Kata Bu Diana.
"Sama sama, lagian kamu itu juga teman baik Anissa saat sekolah dulu. Kamu juga sering bermain ke rumah saya,"
"Iya Bu," Bu Diana tersenyum saat mengingat dirinya dulu sering main ke rumahnya. "Ibu selalu baik dengan keluarga saya, bahkan sampai sekarang. Bahkan dengan putri saya pun ibu juga baik, saat Dira bermain bersama Gea,"
"Karena putri mu itu sangat lucu. Gea dan Dira itu cocok kalau main, selalu ramai. Suasana jadi tidak sepi," Semuanya pun jadi tertawa.
Mamah Diana merasa bahagia. Karena keluarga pak Arif selalu menganggap keluarganya itu, seperti keluarga nya sendiri.
***
Kisah pak Benny.
Bu Lidya yang mengetahui kehidupan Benny seperti apa, karena dulu nya Benny itu tetangga Bu Lidya. Sejak Benny tidak mempunyai seorang ayah saat kecil, Benny hanya tinggal bersama ibunya dan adiknya saja. Namun saat itu Ibunya pun juga menyusul ayah kepangkuan sang Khaliq, dan hanya Benny dan adiknya yang tertinggal.
Di saat itu Benny berusia 16 tahun, dan masih duduk di bangku sekolah Menengah Atas. Benny pun berniat ingin putus sekolah untuk bekerja agar adiknya bisa melanjutkan sekolah. Karena merasa tak tega Bu Lidya jika Benny harus putus sekolah. Dan di saat itu juga Bu Lidya mengajak Benny untuk membantu nya di rumah makan milik nya, dan bekerja part time, agar Benny dan adiknya bisa melanjutkan pendidikannya.
Benny yang saat itu tinggal bersama ibunya hanya mengontrak, akhirnya Bu Lidya memboyong Benny dan adiknya untuk tinggal di Mess di tempat rumah makannya. Sampai Benny lulus sekolah, Benny di jadikan orang kepercayaan dengan bu Lidya untuk mengurus rumah makan miliknya.
Bahkan saat Benny sudah menikah dengan Diana, pak Benny bahkan di berikan modal untuk membuka usaha untuk mereka.
Berkat modal yang di berikan oleh Bu Lidya itu, dan dikelola oleh Benny dengan benar. Hasilnya usaha yang Benny pun berjalan lancar, bahkan sekarang Benny sudah mempunyai anak cabang. Bukan hanya itu, Benny pun menyuruh istrinya untuk membuka usaha juga. Karena setiap kue dan makanan yang di buat oleh istrinya sangat lah enak, dan banyak peminatnya.
***
Next..
Kini Abhimanyu sedang membawa kue dengan lilin yang menyala di atas nya. Dengan berjalan menghampiri pak Arif, dan menyanyikan sebuah lagu untuk papahnya.
Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday papah.
Pak Arif pun tersenyum melihat putra bungsunya, membawakan kue. Padahal acara liburan ini, tidak ada acara tiup lilin.
Bu Lidya, serta anak menantu dan cucunya pun juga tersenyum. Melihat kejutan yang di berikan oleh Abhimanyu.
"Tiup lilinnya pah, tapi sebelum itu papah berdoa terlebih dahulu." Pak Arif mengangkat tangannya, dan membaca doa dalam hatinya.
Hhhhuuuuuuffffhhh... Hhhhuuuuuuffffhhh...
Hhhhuuuuuuffffhhh...
Pak Arif pun meniup lilin itu hingga padam.
"Dasar anak nakal, sudah di bilang jangan tiup lilin segala." Omel pak Arif dengan bercanda nya.
"Yaelah kakek, kalau gak ada tiup lilin gak seru. Masa cuma makan makan saja," timpal Gea yang di angguki oleh Abhimanyu dan Sadam.
"Dasar kalian ini," ucap pak Arif dan semua orang pun yang melihatnya hanya bisa tersenyum.
Kini acara yang di nanti kan adalah acara makan malam bersama, yang di mana, pak Arif sudah menyiapkan makanan yang di pesankan dari restauran milik Bu Lidya.
Masing-masing orang sibuk dengan obrolan. Pak Arif, Bu Lidya, mereka mengobrol dengan anak dan menantunya. Tak lupa papah Benny dan mamah Diana pun di ajak gabung bersama mereka.
Sedangkan Adam, Sadam, dan sepupunya pun juga berkumpul dengan seusia mereka.
Indira, Gea, Alin dan Hanna mereka pun juga sedang berkumpul,dan asyik bercerita tentang film kesukaan mereka. Indira yang menggunakan pakaian Sabrina, dengan bagian atasnya sedikit terbuka, membuat dirinya terlihat manis dan dewasa.
Sedangkan Gilang yang memang diam diam menyukai Indira, sejak tadi sedang memperhatikan Indira diam diam.
"Biasa aja Lang, ngeliatin Dira nya," goda Faisal.
Membuat Gilang menjadi salah tingkah, saat di goda oleh Faisal. Faisal pun tau itu, kalau Gilang memang menyukai Indira. Namun yang Gilang tau kalau Indira itu mempunyai kekasih, jadi Gilang menahan perasaannya untuk Indira.
Faisal tidak tau, kalau Abhimanyu pun juga diam diam memperhatikan Indira yang begitu asyik bercerita dan tertawa dengan teman temannya.