
Bu Lidya, membantu membuka ikatan rambut di kepala putranya. Abhi merapikan penampilan, yang sekarang terlihat tampan. Kini Abhimanyu terlihat lebih cool dan percaya diri.
Karena Indira sudah di pindahkan ruangan VIP, jadi para keluarga bisa menjenguk Indira.
Saat ini Indira baru saja selesai memberikan ASI pada anaknya. Bayi mungil itu kini sedan tertidur pulas dan sangat menggemaskan. Para keluarga yang melihatnya nampak tersenyum melihat ekspresi lucu dari makhluk kecil itu.
"Iihh ... gemes banget si dia. Lucu banget mirip Dira waktu kecil ya Pah?" kata mama Diana, pak Benny yang melihatnya mengangguk membenarkan ucapan istrinya.
"Iya mirip ibunya dulu waktu bayi," timpal pak Benny, dengan tersenyum.
Sedangkan di kamar itu ada mama Annisa dan pak Fadil ayah dari Gea.
"Benar Diana, anak mereka ini mirip seperti ibunya waktu baby," Mama Annisa pun juga tak mau kalah.
Abhimanyu dan Indira hanya bisa tersenyum mendengar orang tua dan Kakak sedang melih wajah anak mereka.
"Ow iya kalian mau kasih nama siapa cucu Mama?" tanya Bu Diana.
"Dzaibah Ashira Vierendra. Kita panggil Ashira atau baby Shira Bagaimana menurut kalian?"
"Namanya bagus, dan Mama suka," jawab bu Diana.
"Kami juga suka Bhi dengan nama yang kamu berikan," timpal Bu Lidya dan pak Arif.
"Yee ... Aku punya adik sepupu cantik," timpal Gea dengan senang.
Membuat semua keluarga tertawa melihat sikap Gea yang garing.
Empat hari kemudian Indira sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun mereka harus tinggal bersama Mama Diana, memang sudah permintaan Dira,untuk tinggal dengan orang tuay. Abhi sebagai suami yang pengertian pun juga tak keberatan. Selain memang Indira masih tahap pemulihan, dia juga belum pandai merawat baby.
Rumah mama Diana menjadi ramai Karena suara baby Shira, dan itu membuat para orang tua terlihat bahagia.
Hampir seminggu Indira tinggal di rumah Papa Benny, tugas yang selalu memandikan baby Shira yaitu Mama Diana, dan di bantu Abhimanyu. Sedangkan Dira masih belum bisa, untuk sekedar mengganti popok.
Seperti hari ini, Indira di buat heboh sendiri saat sedang belajar mengganti popok putrinya, yang habis pipis. Tiba-tiba Dira berteriak histeris saat melihat sesuatu lepas di balik baju baby Shira.
"Aaaaaaaa ..." teriak Indira dengan histeris, dan juga Isak tangisnya.
Pastinya Abhi yang sedang berada di dalam toilet segera keluar menghampiri istrinya.
"Ada apa sayang? Kamu kenapa berteriak histeris, dan menangis?" ucap Abhimanyu terlihat panik.
Bukan hanya Abhi tetapi Mama Diana, Faisal dan Papa Benny pun ikut masuk ke dalam kamar Indira.
Sedangkan Abhimanyu menggelengkan kepalanya merasa bingung harus menjawab apa, memang kenyataannya Abhi juga tak tahu apa yang terjadi.
"Sayang ada apa? Kenapa kamu teriak Shira jadi ikutan menangis,"
"I_ _ itu, ada yang lepas dari perutnya Shira. Aku takut baby kita kenapa-kenapa." jelas Dira membuat Abhi semakin merasa khawatir mendengar istrinya bicara.
Bukan hanya Abhi, Mama Diana dan yang lainnya juga cemas. Untuk memastikan kembali, Abhimanyu melihat baby Shira.
Mama Diana dan papa Benny tercengang melihat apa yang di takuti putrinya. Ternyata yang di maksud oleh Dira itu tali pusar yang sudah terlepas, dan itu membuat kedua orang tuanya terkekeh.
Abhimanyu hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang terlalu berlebihan saat melihat apa yang terjadi pada putrinya.
"Mas Abhi, ayo kita ajak Shira ke rumah sakit. Aku tidak ingin dia kesakitan , menangis seperti itu!" ucap Dira dengan Isak tangisnya.
"Dira sayang, kenapa Shira harus di bawa kerumah sakit segala. Putri kamu tidak kenapa-kenapa, dia menangis karena terkejut mendengar kamu berteriak." Kata Mama Diana menjelaskan kepada Indira.
Indira tercengang mendengarnya, ada rasa tak percaya di benaknya.
"Benarkah Shira tidak apa-apa?" Mama Diana dan suaminya mengangguk. Sedangkan Papa Benny dan Kakak nya hanya tersenyum. " Lalu itu apa yang copot, pasti dia nangis karena sakit?"
Abhi memberikan minum untuk istrinya, lalu mengajak Dira untuk duduk agar tenang. Indira menatap putri kecilnya yang kini sedang di pakaikan popok oleh Mamanya
"Sayang dengarkan aku ya! Yang kamu lihat itu tali pusar Shira, memang sudah waktunya dia terlepas. Jadi kamu jangan panik atau takut!" jelas Abhi dan di angguki mama Diana.
"Yang benar Mas? Apa baby Shira tidak sakit kalau tali pusar terlepas?" tanya Dira membuat Abhi gemas melihat sikap istrinya itu .
"Ya gak dong! Kalau sakit pasti Shira akan terus menangis karena sakit, buktinya itu dia diam saat di gendong Mama kamu."
"Tapi tadi dia nangis Mas?" tanya Dira.
"Iya dia menangis karena mendengar teriakkan kamu, Shira kaget
Mendengar Abhi dan mama Diana menjelaskan, Dira pun menatap putrinya yang terlihat memanyunkan bibirnya.
Indira tersenyum melihat putrinya seperti itu. "Iya ya, dia tidak kenapa-kenapa Mas. Hihihi ... berarti akunya yang terlalu berlebihan ya?" ucap Dira, dan Abhi pun mengangguk.
" Uuuu ... maaf ya sayang, kamu kaget ya mendengar teriakkan Bunda. Maaf ya nak?" kini baby Shira berada di tangan Dira.
Semua keluarga hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Indira yang berlebihan.
Bersambung...