
"Indira, kamu tidak apa-apa?" tanya Aldo yang tangannya menyentuh lengan Dira.
Karena saat bertabrakan, Indira hampir terjatuh
Abhimanyu saat keluar dan melihat istrinya sedang bersama seorang pria segera menghampirinya. "Sayang!" panggil Abhi dengan nada dingin.
Indira dan Aldo pun terkejut mendengar suara seseorang di belakang Aldo. Saat Abhimanyu menghampiri, ia terkejut karena istrinya bersama pria yang pernah menjalin hubungan bersamanya.
Abhimanyu semakin menunjukkan sisi dinginnya. "Lepaskan tangan kamu dari istri saya!" ucap Abhi dengan tatapan membunuh.
Aldo pun segera menjauhkan tangannya dari Indira, dan mereka menjadi salah tingkah. terlebih lagi Dira sedikit takut melihat raut wajah suaminya.
"Maaf pak, ini tidak seperti yang bapak lihat. Tadi Dira hampir ..." Aldo melanjutkan pembicaraannya karena Abhi sudah menyelaknya.
"Kamu kesini untuk datang ke acara Hanna menikah, 'kan? Bukan ingin bertemu dengan masa lalu kamu!" ucapnya dengan tatapan tajam.
Indira yakin suaminya sudah salah paham, takut berpikir yang macam-macam.
"Mas! Aku bisa jelaskan. Ini bukan seperti apa yang kamu lihat!" jelas Dira, namun tak berani melanjutkan karena Abhi sudah menatapnya dengan garang.
Indira tak berani menatapnya dan hanya menundukkan kepalanya saja.
"Ayo kita pulang!" ajak Abhi, dan Dira hanya menganggukkan kepalanya.
Abhi menatap Aldo dengan tatapan tajam, lalu merangkul pinggang indira, lalu ia membawanya pergi jauh Dira, dari pria yang pernah memiliki hubungan dengan istrinya.
Aldo masih menatap kepergian Indira, dirinya masih merasakan sesak ketika melihat gadis yang pernah menjadi kekasihnya.
Kini Abhimanyu, Dira dan juga putri mereka, sudah berada di dalam mobil. Tatapan Abhi menatap lurus dan fokus mengendarai mobil. Tanpa sedikitpun menoleh ke arah istri dan anaknya.
Padahal sejak tadi indira sudah memanggilnya, karena Shira berceloteh ceria, membuatnya tertawa. Tetapi Abhi masih enggan menoleh ke arahnya.
Tidak ada obrolan di antara mereka, yang ada hanya suara deru mesin mobil yang mengisi kesunyian mereka. Selama perjalanan Abhi mendiami Indira.
Kini mereka sudah sampai di depan rumah. Abhimanyu membukakan pintu mobil untuk istrinya. Dira pun tersenyum ternyata suaminya masih perhatian kepadanya.
"Berikan Shira kepadaku, biar aku yang bawa!" pinta Abhi dengan ekspresi datar.
Dira pun memberikan putrinya yang tertidur kepada suaminya, karena memang dirinya merasa sakit di bagian kakinya. Tapi setelah menggendong Shira, Abhi meninggalkan istrinya di belakang.
Entah kenapa hatinya merasa sedih dengan sikap Abhi yang mendiaminya. Namun Dira tidak mau terbawa suasana, dirinya berusaha tersenyum menatap punggung suaminya yang menjauh.
Kini Indira sudah berada di dalam kamarnya, melihat putri kecilnya sudah tertidur. Namun dirinya tak nampak suaminya, dan terdengar suara air di dalam kamar mandi. Dira berpikir suaminya sedang membersihkan diri.
Setelah Abhi menggunakan kamar mandi, bergantian Dira. Hanya membutuhkan waktu 10 menit, Indira pun keluar dari dalam tandas. Saat keluar melihat suaminya yang sudah berbaring di tempat tidur.
"Mas, kamu sudah tidur ya?" tanya Dira, tak ada jawaban dari suaminya.
Indira pikir kalau Abhi benar-benar sudah tertidur. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menjelaskan kejadian tadi saat bertemu Aldo.
Namun nyatanya Abhi belum tertidur, dirinya sengaja menghindar dari istrinya. Dirinya masih kesal saat melihat Dira dengan mantan pacarnya.
Lain dengan Abhi yang mendiami Indira karena Aldo. Berbeda dengan pengantin baru satu ini.
Kini Hanna sedang berada di dalam kamarnya, sudah mengganti gaun pengantin dengan piyama untuk tidur. Faisal yang baru saja keluar dari dalam tandas, terlihat wajah segarnya habis membersihkan diri dari keringat.
Faisal tersenyum saat melihat Hanna tersenyum malu-malu. ia pun menghampiri istrinya, yang nampak cantik.
"Sayang kamu terlihat cantik," puji Faisal. Hanna pun tersipu malu, saat wajah suaminya mendekat.
Cup!
Faisal mengecup kening Hanna, kecupan itu berlanjut kedua kelopak matanya. Ia melihat istrinya itulah memejamkan mata, dan itu membuatnya tersenyum.
Kecupan Faisal semakin menurun di bibir Hanna, dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Apa yang mereka lakukan? apa bermain ular tangga atau bermain congklak?
Itu hanya mereka saja yang tau, author gak liat soalnya. wkwkwkw....
back to Indira.
Malam ini, ketika Indira terbangun tengah malam. Dirinya tidak melihat ada suaminya di sebelahnya. Dira melihat pintu ke arah balkon terbuka, karena sudah malam ia pun coba melihatnya.
Benar saja kalau suaminya sedang berada di sana sedang menatap gelapnya malam. Indira mencoba mendekati Abhimanyu, lalu memeluknya dari belakang.
Abhi terkejut saat ada tangan yang melingkar memeluknya.
"Aku tau, kamu sedang marah denganku. Kamu mendiami aku, karena kejadian tadi. Hiks ... hiks ..." Terdengar suara Isak tangis dari Dira.
Abhi merasakan getaran saat Dira mendekatkan wajahnya di punggungnya. "Maaf jika aku sering membuat kamu kesal. Tapi jujur aku tadi tidak sengaja menabraknya saat keluar dari gedung. Aku mohon kamu jangan mendiami aku seperti ini Mas!"
Abhimanyu tak tega mendengar istrinya menangis seperti itu. Abhi menyentuh tangan istrinya,lalu membalikkan badannya untuk menatap wajah Dira yang sedang menunduk.
Abhi mengangkat dagu istrinya agar dirinya dapat melihatnya. Pipi Dira sudah di basahi dengan air matanya.
"Ini bukan salah kamu sayang! Ini salah aku yang terlalu cemburuan dan posesif sama kamu." Ucap Abhi sambil menghapus air matanya. "Aku seperti ini, karena aku sangat mencintai kamu, aku tidak ingin kehilanganmu. Aku juga gak mau, kalau milikku sampai disentuh oleh orang lain."
Abhimanyu masih menatap wajah istrinya.
"Aku sudah pernah merasakan di bohongi di khianati dan di tinggal pergi. Aku tidak ingin itu terjadi kembali. Mangkanya aku merasa jadi pria yang paling beruntung memiliki seorang istri seperti kamu. Kamu mengerti akan sikap ku yang terlalu cemburuan. Aku sedang berusaha mengimbangi itu semua. Tapi satu, aku tidak bisa melihat jika kamu sampai di sentuh seperti Aldo tadi!"
Terlihat mata Abhimanyu memerah saat mengatakan kata Aldo. Rasa cemburunya sudah merasuki dan membakar hatinya.
"Aku marah, kesal! Tapi aku tidak bisa melampiaskan amarahku. Aku hanya bisa diam, memendam emosiku ini!" terlihat Abhi yang mengepalkan tangannya.
"Maaf jika diamnya aku ini membuat kamu terluka, aku tidak bermaksud membuat kamu sedih. Aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diriku sendiri." Nada bicara Abhimanyu mulai melembut kembali.
"Iya Mas aku mengerti, tetapi kamu seharusnya mendengarkan penjelasan aku terlebih dahulu. Aku tadi tidak sengaja menabraknya, dan aku hampir terjatuh bersama Shira. Dia memegangi aku agar aku tidak jatuh. Aku juga tidak tau kalau yang aku tabrak itu Aldo." Jelas Dira dengan jujur tanpa kebohongan.
Abhimanyu mengangguk.
"Iya sayang aku percaya kamu, tadi aku masih terbawa emosi dan api cemburu." Abhi pun membawa istrinya kedalam pelukannya.
Sebenarnya bukan hanya Aldo penyebab dia kesal, dirinya juga tau kalau keponakannya itu masih menyukai istrinya ini. Abhi tau dari sorot matanya saat menatap Dira, dan itu tidak bisa di bohongi..
Bersambung...