My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Pengumuman Novel baru gaes



Hai ... hai ... hai....


Assalamu'alaikum semuanya. Author ingin kasih tau pengumuman buat kalian semuanya!


kalau Aku mengeluarkan karya baru yang di jamin gak kalah bagus dar cinta untuk Erina akan bikin kalian sedikit menguras air mata. Sedikit aja ya, jangan banyak-banyak takut nanti kering. Hihihi.....


Biar gak penasaran aku kasih sedikit bocoran untuk kalian.


Happy reading ....



Di suatu Daerah ada dua orang gadis yang selalu berteman dengan baik dari kecil sampai dewasa. Bersekolah pun mereka selalu duduk berdua di ruang kelas yang sama. Sampai mereka kini duduk di bangku SMA, mereka masih bersama.


Dua gadis yang saling bersahabat baik itu bernama Meliana dan Ratna Antika. Mereka memang berteman baik, bahkan di antara mereka tak ada yang ingin berjauhan, dan juga saling mengerti satu sama lain.


Meliana.


Meliana ini atau di panggil Meli atau Liana, ia adalah putri bungsu dari pasangan pak Pujianto Purnomo, dan Fitriana. Ia juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama Arga Purnomo


Pak Pujianto sendiri pun mendapat julukan juragan kontrakan, dan memiliki beberapa tanah di mana-mana.


Namun meskipun Meliana orang berada, namun ia tak malu berteman dengan Ratna. Yang hanya seorang anak penjual sayuran, yaitu pak Syafi'i dan Bu Nur.


Ratna Antika sendiri memiliki dua saudara laki-laki, sedangkan dirinya sendiri adalah putri satu-satunya di tengah dua saudaranya. Mereka semuanya hidup rukun dan bahagia, dengan kesederhanaan yang mereka miliki.


Namun tidak dengan Meliana, meskipun hidup mereka terbilang orang berada, namun gadis itu tak merasakan kebahagiaan jika di dalam rumahnya. Ia lebih mencari kesenangan jika berkumpul dengan sahabatnya, yaitu Ratna.


Meliana sebenarnya kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya, bahkan kakak laki-laki nya juga bekerja di sebuah perusahaan terkenal.


Liana selalu merasa kesepian jika berada di rumahnya, orang tuanya hanya bisa mengekang dirinya untuk patuh kepada mereka. Tanpa memikirkan perasaannya. Mangkanya ia sering menginap ke tempat Ratna atau ketempat bibinya, jika suasana hatinya sedang bosan.


Ratna sendiri adalah sosok sahabat yang paling mengerti, dan baik untuk Meliana.


Mangkanya tidak heran jika Ratna memiliki banyak teman perempuan ataupun laki-laki. Karena dia seseorang yang mudah akrab dengan siapapun.


***


Hingga suatu ketika di saat Ratna dan Meliana sedang berjalan saat pulang sekolah. Tiba-tiba ada tiga motor yang mengendarainya dengan sangat cepat.


Hingga salah satu dari motor tersebut menyenggol Meliana hingga tersungkur di jalan. Ratna yang berada di dekatnya pun segera menolongnya, dan berteriak memaki pengendara motor tersebut.


"Woooy ....! Orang gil*, liat-liat dong !" maki Ratna dengan kesal, sambil membantu Meliana untuk berdiri.


Ratna pun membantu Meliana, agar bisa pindah duduk di sebuah batu tepat di bawah pohon.


Mendengar Ratna berteriak, sang pengendara motor pun memutar balik, lalu menghampiri mereka berdua.


Karena motor yang di kendarai orang tersebut menggunakan kenalpot racing dan sangat berisik. Membuat Meliana terlihat ketakutan, namun tidak dengan Ratna yang menunjukkan wajah marahnya.


"Ratna, gue takut. Sudah jangan di perpanjang masalah ini, mungkin dia gak sengaja." Bisik Meliana.


"Gak papa, ini biar gue yang urus!" jawab Ratna, dengan wajah merah padam.


Motor dengan bersuara berisik itu di matikan, lalu orang tersebut membuka helmet full face nya.


Saat di buka, terlihat wajah seorang pria dengan paras tampan, dengan memberikan senyuman manis kepada Ratna.


Pastinya Ratna pun tercengang saat melihat orang tersebut.


"Gunawan." Ratna menunjuk ke arah laki-laki yang saat ini berada dihadapannya.


"Hai ...Ratna," Kata seorang laki-laki bernama Gunawan, menghampiri Ratna.


"Ya ampun sorry ya! Maaf banget gue tadi gak sengaja menabrak kalian." Gunawan dengan rasa bersalahnya.


"Bukan gue, tapi Meliana yang terserempet!" jawab Ratna dengan ketus


"Maaf ya? Kalau begitu gue akan tanggung jawab ko! Ayo gue bawa ke klinik! Untuk di obati luka loe." Ajak Gunawan, namun Meliana hanya menggelengkan kepalanya, sambil tangan satunya memegangi tangan Ratna.


Gunawan nampak heran dengan sikap teman Ratna. "Gue gak bermaksud buat menabrak elo tadi, gue minta maaf. Sekarang elo gue bantu buat ke klinik untuk obati luka di kaki elo itu!"


Meliana yang hanya menundukkan kepalanya, membuat Gunawan semakin merasa bersalah.


"Liana, gak usah takut. Dia itu kakak kelas kita waktu SMP namanya Gunawan. Kita pernah satu sekolah dengan dia," Bisik Ratna.


Gunawan melihat ke arah Ratna.


"Gak usah takut, gue bukan orang jahat. Gue udah jinak kok sama Ratna." Sambil mengerlingkan matanya, dan tersenyum.


Ratna langsung melototi ke arah Gunawan, ia pun terkekeh.


"Jadi cowok jangan lenjeh Gun, emangnya gue cewek apaan,"


"Cewek jadi-jadian," celetuk Gunawan, dan Ratna pun tertawa. Meliana akhirnya ikut tersenyum.


Gunawan pun tertegun melihat Meliana mempunyai senyuman manis, dan paras yang cantik.


Akhirnya dengan bujukan Ratna, Meliana pun mau di antar untuk ke klinik. Setelah kaki di obati, Gunawan pun berniat ingin mengantarnya untuk pulang. Namun ia menolak, dan minta di antar ke rumah Ratna.


Gunawan.


Gunawan anak semata wayang dari keluarga yang broken home. Ayahnya bernama pak Candra, dan ibu nya bernama bu Sarah. Mereka sudah tak lagi bersama sejak Gun duduk di bangku SMP.


Karena kedua orang tuanya bercerai, yang menjadi korban adalah anak. Apalagi mereka sudah memiliki keluarga masing-masing, dan Gunawan pun di abaikan oleh mereka.


Karena lelah, dan selalu di abaikan oleh orang tuanya. Akhirnya Gunawan menjalani kehidupannya sendiri. Hidup di pergaulannya yang menjadi liar dan nakal.


Gunawan melampiaskan kesenangannya dengan minuman alk*h*l dan balapan liar. Hanya dengan itulah, dirinya mendapatkan perhatiannya dari orang tuanya. Meskipun harus mendapatkan Omelan dari ayah dan ibunya.


Hal itu membuatnya sudah merasa sangat senang setidaknya orang tuanya menjenguknya, dan memberikan perhatiannya. Meskipun ada makian dari sang ayah, setidaknya mereka peduli dengan dirinya.


Sedangkan sekarang Gunawan tinggal di sebuah kontrakan, berukuran dua kamar. Setelah lulus sekolah, ia bekerja di sebuah bengkel milik paman nya.


☘️☘️☘️


Dua bulan kemudian.


Sejak kejadian itu, Gunawan dan Ratna kembali saling berkomunikasi. Seperti malam ini, Gun datang main ke rumah teman lamanya.


Kini Gunawan duduk di kursi di depan teras rumah Ratna. Mereka mengobrol sambil menikmati dua cangkir kopi dan singkong rebus buatan Bu Nur.


"Satu tahun elo gak pernah ada kabar, jadi sekarang elo bantuin paman elo di bengkel?" tanya Ratna.


"Iya memang gue mau tinggal di mana Na. Gue udah di buang dengan orang tua gue sendiri," cerita Gunawan dengan senyum kecutnya.


"Gue bingung mau kemana lagi. Sedangkan bokap nyokap, gak peduli dengan gue. Elo tau siapa yang mau terima gue, anak begajulan kaya gue. Syukurlah paman gue masih mau terima gue," Gunawan tersenyum kecut meratapi nasibnya sendiri.


Ratna yang mendengar cerita ikut sedih. Karena perceraian orang tua, Gunawan harus memendam kesedihannya sendiri, dan di kehidupannya yang begitu keras.


"Udah deh Na! Begini nih, yang gue gak suka. Raut muka elo nunjukin kalau elo Kasian sama gue!" kata Gunawan, dengan tertawa mencairkan suasana.


"Idih siapa juga yang kasian sama elo," jawab Ratna, padahal sebenarnya setiap mendengar cerita Gunawan ada rasa tak tega.


"Elo juga sih, yang gak peka sama gue. Jelas-jelas gue suka sama elo, tapi elo tolak terus," celetuk Gunawan, dengan menyindir Ratna.


"Idih, kenapa nyambungnya ke situ. Udah lah Gun, lebih baik kita temenan begini aja. Lebih asyik, dari pada punya hubungan, seakan-akan ada jarak gitu!"


Gunawan tersenyum mendengarnya, karena dia tau betul Ratna itu paling gak suka jika berteman, dan ujung-ujungnya punya rasa. Kalau katanya seperti ada pagar untuk jarak pertemanan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Yuk teman-teman mampir ke karya baruku. Terima kasih 🙏🙏👍...