My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Menjadi seorang istri



Di sini yang tak terima pernikahan Abhimanyu dan Indira adalah Gilang. Dan Gilang sendiri yang tak lain adalah kakaknya Gea.


" Kenapa harus om yang menikah dengan Indira." Gumam Gilang dalam hati.


Faisal yang mengetahui kalau Gilang saat ini sedang patah hatinya. Hanya bisa menepuk pundak nya, untuk kuat menerima kenyataan bahwa Indira akan menjadi milik orang lain.


Saya terima nikah dan kawinnya. Indira Dwi Diandra, binti pak Benny Hendrawan. Dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Abhimanyu dengan lantang, saat tangan nya di hentakan.


" Bagaimana semua nya.?" Tanya pak penghulu.


Saaahhh... Jawab semua orang yang menyaksikan pernikahan Abhimanyu dan Indira.


Dan kini Indira dan Abhimanyu pun sudah SAH menjadi pasangan suami-istri di mata agama.


Indira pun menangis saat mendengar Pria yang tak lain gurunya, dan om dari temannya. Kini sudah menjadi suaminya. Ada getaran yang di rasakan Indira saat Abhimanyu mengatakan ikrar janji di hadapan pak penghulu dan keluarga..


Setelah mengucapkan ikrar janji, Indira pun mencium tangan Abhimanyu. Dan itu membuat hati Abhimanyu bergetar. Dirinya tidak menyangka kalau dirinya harus menikah dengan keadaan seperti ini.


Setelah itu, saat Indira hendak melangkah untuk dekat dengan keluarga nya. Tiba-tiba Indira merasa kepalanya berat dan pandangan nya pun terasa gelap. Dan saat itu juga Indira pun tak sadarkan diri.


Abhimanyu pun yang masih berada di belakang Indira, dengan sigap menahan tubuh Indira yang terjatuh tepat di depannya.


" Dira... " Seluruh keluarga pun panik, melihat Indira yang tiba tiba tak sadarkan diri.


Abhimanyu pun juga merasa khawatir kondisi Indira saat ini. Akhirnya Indira pun di angkat Abhimanyu, lalu Indira di bawa ke rumah sakit.


Pukul 7 pagi, kini Indira pun membuka matanya. Yang pertama kali di lihat Indira adalah sosok pria yang kini memberikan senyuman hangat untuk dirinya. Namun Indira masih nampak kebingungan, seperti mencari seseorang.


" Kamu mencari siapa, di sini hanya ada kamu dan aku." Untuk pertama kalinya, Indira mendengar Abhimanyu berbicara non formal.


" Mamah, dan yang lainnya kemana om.?" Tanya Indira yang masih belum menyadari apa yang sudah terjadi semalam.


Abhimanyu pun menghembuskan nafasnya.


" Mamah dan yang lainnya sudah kembali ke Vila. Dan kata mamah, hari ini yang lainnya akan kembali ke Jakarta. Mamah, papah, dan kita akan kembali jika memang kamu sudah pulih."


" Kita...?" Tanya Indira lagi. Abhimanyu pun mengangguk.


" Iya kita, kamu ingat apa yang terjadi semalam. Ada kejadian apa yang kita lakukan semalam.?" Abhimanyu mencoba mengingatkan Indira kembali, akan kejadian yang mereka alami.


Indira mencoba mengingat kejadian semalam. Saat mengingat nya , bibir Indira bergetar, dan air matanya pun kembali menetes. Indira pun menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


Hiks hiks hiks.... Indira pun menangis. Abhimanyu pun mencoba mendekatkan dirinya di samping Indira.


" Jadi semalam beneran, kalau kita sudah menikah dengan keadaan seperti tadi malam.?" Abhimanyu pun mengangguk.


" Iya semalam itu sungguh sungguh kita sudah sah menjadi pasangan suami-istri . Jadi kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawab aku, karena aku sekarang suami kamu." Abhimanyu menjelaskan ke Indira dengan nada yang lembut, agar Indira tidak merasa takut. Dengan hubungan di antara mereka berdua.


Indira masih menangis dengan sesenggukan. Abhimanyu yakin kalau Indira masih merasa tertekan akan kejadian semalam. Abhimanyu mencoba menenangkan Indira, dengan mendekatkan dirinya. Abhimanyu lalu mendekap Indira dengan perlahan, Indira pun juga tak menolak akan dekapan yang Abhimanyu berikan.


Abhimanyu pun tersenyum, Abhimanyu terus membelai lembut rambutnya Indira. Sampai Indira benar benar merasa cukup tenang, barulah Abhimanyu melepaskan pelukannya .


Kini Abhimanyu masih duduk di dekat Indira. Duduk Abhimanyu pun menghadap ke arah Indira, Abhimanyu mencoba untuk menghapus air mata Indira. Tentunya tidak ada penolakan dari Indira.


Indira pasrah akan hal yang telah terjadi padanya. Indira bukan nya tidak tau akan arti pernikahan. Namun Indira masih tidak percaya dengan setatus nya kalau dirinya saat ini sudah menikah. Ya menikah di saat usianya masih belum genap 17 tahun.


" Kamu mau minum.?" Indira hanya mengangguk kan kepalanya saja. Abhimanyu membantu Indira untuk minum.


" Sekarang kamu makan ya, habis itu minum obat. Agar kamu cepat sehat."


Indira tidak menjawab, namun Indira menatap sorot mata Abhimanyu. Abhimanyu pun masih memberikan senyuman nya kepada Indira. Abhimanyu tidak ingin membuat Indira merasa takut dengan dirinya, apalagi dengan setatus nya saat ini.


Abhimanyu pun segera mengambil sarapan untuk Indira yang sudah di bawakan oleh perawat, sebelum Indira tersadar.


Suapan demi suapan pun kini masuk ke dalam mulutnya Indira. Selesai makan, Abhimanyu pun membantu Indira untuk minum obat.


Saat itu juga Indira melihat bagian wajah Abhimanyu dengan jelas, kalau dirinya melihat luka di dahi dan di bibir pria di hadapannya ini. Yang sekarang sudah berstatus menjadi suaminya.


" Itu lukanya om sudah di obati.?" Indira menyentuh bagian luka di wajah Abhimanyu.


Abhimanyu pun tersenyum, mendapatkan perlakuan Indira yang masih mengkhawatirkan kondisi nya.


" Sudah di obati sama dokter semalam. Kamu jangan khawatir." Abhimanyu lagi lagi tersenyum ke arah Indira." Dira sekarang aku minta kamu jangan memikirkan apapun. Aku minta kamu fokus sama kesembuhan kamu dulu. Nanti setelah ada waktu yang tepat, kita bicarakan lagi tentang hubungan kita. Maksud nya dengan hubungan baru kita. Kamu mengerti kan.?"


"Iya om. Maaf kalau aku memanggilnya masih om, karena aku saat ini belum.."


" Iya tidak apa-apa, aku mengerti. Dan aku tidak akan memaksa kamu untuk waktu yang cepat." Ucap Abhimanyu yang mencelak pembicaraan Indira.


" Terimakasih."


" Sama sama. Sekarang kamu istirahat dulu saja, nanti mamah dan papah kamu akan datang.." Abhimanyu pun tersenyum dan mengusap rambut Indira..


Kini Indira pun beristirahat, begitu pun juga Abhimanyu yang ikut beristirahat di sofa.


Tepat jam 10 pagi, Indira pun terbangun. Yang di mana Indira melihat banyak keluarga yang datang menjenguknya.


" Hallo sayangnya mamah." Sapa mamah Diana uang memberikan kecupan nya kepada putrinya.


" Putri cantik papah, syukurlah kamu sudah bangun.." Kata papah Benny yang juga mengecup kening putri nya.


Indira menundukkan wajahnya, saat kembali mengingat kejadian semalam. Dirinya merasa bersalah, karena sudah melakukan kesalahan.


" Hei anak papah kenapa.?" Papah Benny mengangkat dagu putri nya, dan melihat kalau mata putri nya sudah basah dengan air matanya. " Sayang, kamu kenapa menangis. ?"


" Mamah papah, dan semuanya. Aku minta maaf, atas kejadian semalam. Karena aku sudah membuat kalian semua malu. Jujur aku merasa bersalah dan malu kepada kalian. Terutama mamah dan papah. Maafkan aku sudah membuat kalian malu, sudah mencoreng nama baik keluarga. Tapi jujur kami tidak melakukan apapun di sana, kami hanya mengobati luka luka saja. Namun kenapa mereka salah paham dan ingin mengarak kami. Bahkan kami di bilang berbuat...." Indira tak kuasa mengatakan akhir kalimat nya, Indira pun hanya menangis.


Papah Benny pun akhirnya memeluk putri kesayangannya, agar tenang. Karena dirinya tau kalau anaknya merasa tertekan, atas kejadian semalam.


" Uuuusssssttttt.... Sayang anak papah kesayangan papah. Kami sebagai orang tua tidak merasa di permalukan dengan sikap kalian. Papah mengerti ke adaan kamu nak. Semalam papah memang sangat terkejut dengan kepergian kalian. Papah tau tempat itu rawan dengan kejadian seperti ini. Mangkanya saat Abhimanyu menghubungi orang tuanya. Papah dan mamah belum tertidur, kami mengkhawatirkan kalian. Di tambah lagi handphone kamu pun tertinggal, papah mengkhawatirkan kamu nak.." Pak Benny menghapus air mata sang putri." Jadi papah ingat kan kamu. Jangan merasa bersalah dengan keadaan kamu. Dan dengarkan baik baik ucapan papah ya. Kamu masih bisa bersekolah, dan melanjutkan pendidikan kamu. Abhimanyu pun juga tidak merasa keberatan untuk masalah pendidikan kamu sayang. Dan satu lagi sayang, saat kamu pulang dari sini. Kamu sudah tidak tinggal bersama kami lagi, kamu harus ikut dengan suami kamu."


Mendengar itu Indira menatap wajah papah nya.


"Maksudnya papah mengusir aku dari rumah.?" Indira menunjukan wajah sedihnya kembali.


" Tidak begitu cantik. Begini dengar kan mamah ya nak. Setiap anak gadis yang sudah menikah, pasti mereka akan di bawa oleh suaminya. Kemanapun suaminya pergi, istrinya harus ikut dengan suaminya. Begitu pun juga kamu nak. Sekarang anak mamah ini sudah menjadi istri dari Abhimanyu. Nah kamu harus ikut dan tinggal bersamanya. Bukan kamu di usir dari rumah, atau pun kamu tidak boleh main kerumah lagi. Justru kehadiran kamu kerumah, akan kami nantikan. Jadi jangan bilang kamu di usir dan tidak boleh main ya sayang." Kata mamah Diana menjelaskan putri dengan penuh kesabaran dan kelembutan..


"Beneran aku masih boleh kerumah mamah dan papah kan.?"


" Boleh dong sayang. Jangankan main, menginap pun juga boleh.."Kata mamah Diana dengan memberikan senyuman kepada putrinya.


" Jangankan untuk main dan menginap di rumah orang tua kamu sayang. Di rumah kami pun kamu juga harus main ya, menginap pun juga apalagi." Indira pun menoleh ke arah Bu Lidya dan pak Arif.


" Dan satu lagi, kami sekarang pun juga orang tua kamu juga sayang.Jadi jangan panggil kami seperti kemarin, sama seperti Gea cucu kami. Kamu sekarang sudah menjadi menantu kami, panggil kami mamah dan papah ya." Pinta Bu Lidya dan di angguki oleh pak Arif.


" Benar yang di katakan mamah. Dan kami senang memiliki seorang menantu seperti kamu. Anak dari kerabat dekat kami, dan kami pun mengenal baik keluarga kamu." Kata pak Arif, dan di angguki oleh Bu Lidya dengan senyuman.


Indira menatap wajah orang tuanya, dan papah Benny dan mamah Diana pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


" Boleh mamah peluk kamu sayang. Mamah ingin merasakan rasa bahagia memiliki menantu cantik lucu dan manis seperti kamu." Kata Bu Lidya dengan tersenyum.


Indira pun mengangguk, lalu Bu Lidya dan pak Arif pun memeluk Indira yang kini sudah berstatus menantunya. Ya menantu kecil, lucu dan manis. Gadis yang mereka kenal, gadis yang selalu ceria dan membuat mereka tertawa ketika sedang bermain kerumah bersama Gea dan teman temannya..