My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Dira merasa kesal



Gilang bingung, harus mengatakan apa kepada indira. Karena memang sebenarnya foto gadis itu adalah kenalan nya, yang diberi tahu oleh seseorang untuknya lewat media sosial. sedangkan itu juga ia hanya melihat profilnya saja, belum saling komunikasi yang


Apa yang mau dikenalkan, aku saja hanya baru kenal melihat fotonya, komunikasi dengan dia juga belum.'


Indira melihat pria di sebelahnya justru melamun, Dira akhirnya menggerakkan tangannya di depan wajah Gilang.


"Halo, kak Gilang!" Dia pun tersadar, dan tersenyum sambil menggaruk keningnya.


"Kok diam aja sih? Terus kapan mau dikenalkan gadis itu ke keluarga! Oh iya siapa tadi namanya?" tanya Dira dengan semangat.


"Erika," jawab Gilang.


"Nah iya Erika. Terus kapan Kak mau kenalkan dia ke sini?" tanya Dira


Di saat Gilang bingung, karena harus menjawab pertanyaan dari Indira. Tiba-tiba handphone di sakunya berbunyi, dia pun merasa lega karena ada panggilan masuk, jadi bisa menghindar dari Dira dan adiknya itu.


"Maaf ya Dir! Ada telepon masuk, aku harus angkat dulu." pamit Gilang dan Dira pun mengangguk.


Kini Gilang pun pergi, untuk menerima panggilan telpon. Sedangkan Dira dan Gea, masih menikmati minuman segar yang dibuat oleh keponakan suaminya.


Ketika malam hari datang, Indira dan Abhi sedang berada di dalam kamar. Seperti biasanya, selalu ada saja obrolan antara mereka.


Saat itu Abhi baru saja keluar dari kamar mandi, lalu ia pun duduk di sebelah Indira dengan tersenyum menatap istrinya. Dira pun membalas senyuman manis untuk suaminya.


"Gilang datang, kalian ngobrol nggak?" tanya Abhi dengan membuka obrolan obrolannya.


Indira nampak heran dengan pertanyaan suaminya, yang membawa Gilang di obrolan mereka. Karena tidak ingin suaminya salah paham, Dira pun menimpali pembicaraan suaminya.


"Iya kami mau ngobrol, kenapa memangnya?" tanya balik Indra, dan menatap ekspresi suaminya.


"Enggak kenapa-napa kok cuma tanya aja? gak boleh memangnya," sambil melirik Indira.


Indra tidak suka dengan pertanyaan dari suaminya. Karena pasti dialah yang akan kesal, jika dia membicarakan tentang Gilang.Karena memang Dira tahu kalau keponakannya itu menyukainya.


"Boleh aja! Lagian aku dengan kak Gilang hanya mengobrol saja di taman." Sambil berbicara Indira melihat ekspresi suaminya. yang sedang asyik memainkan gadget nya.


" Asyik dong? Sudah lama gak ngobrol berduaan, apa yang kamu obrolin dengan dia?" Abhi mancing pertanyaan kepada istrinya.


Indira menatap Abhi, dengan tatapan menyelidik. Dira tersenyum berniat ingin menjahili suaminya, yang saat ini sedang memberi pertanyaan tentang Gilang.


'Dasar pria pencemburu, maksudnya apa memberi pertanyaan seperti itu?


Dira semakin sengaja, agar suami terlihat kalau dirinya sedang cemburu. Meskipun ujung-ujungnya dia kesal, dengan sikap pria yang saat ini sedang sok sibuk dengan gadget nya.


Tadi aku dan kak Gilang, hanya bercerita saat dulu. Waktu itu aku sering diajak nonton dengan dia, terus juga dia pernah jemput ke sekolah dan ngajak aku jalan. Dia sering memintaku untuk menemaninya sparing futsal, dengan teman-temannya." ucap Indira mencoba memanas-manasi suaminya yang cemburuan.


Abhimanyu terlihat terbakar api cemburu saat mendengar istrinya mengatakan itu.


"Segitu akrabnya kalian berdua, berarti kamu itu baginya sangat spesial. Bahkan kamu sampai di kenalkan oleh teman-temannya!" Kata Abhi dengan nada dingin dan terdengar kesal. Dengan tatapan masih melihat ke layar gadget


Indira tersenyum melihat suaminya yang terlihat cemburu. Karena selama memainkan handphonenya Abhi hanya menscroll setiap chat di aplikasi. Entah apa yang di lakukan tidak jelas hanya mengotak Atik layar handphone miliknya


Indira menahan senyumnya, melihat suami yang mulai ngambek.


"Huuufh ... panas banget kayaknyanih kamar. Padahal di luar sedang hujan, tapi kenapa di sini panas ya?" sindir Indira sambil matanya melirik ke arah Abhi.


"Enggak jelas kamu! Udara dingin begini, kamu malah panas!" jawab Abhi dengan ketus.


Abhi meletakkan gadget nya di atas meja, lalu membaringkan badannya, dengan membelakangi Indira. Sedangkan Dira hanya menggelengkan kepalanya, melihat sikap suaminya yang masih saja cemburu kepada keponakannya.


"Mas Abhi," panggil Dira dengan menggoda. "Kok aku ditinggal tidur sih? Bukannya kamu sedang mengajak aku mengobrol?" tanya Dira dengan merengek lalu menggelitik pinggang suaminya, namun tak ada respon apapun dari suaminya.


"Mas Abhi kamu tidur atau marah sih?" tanya Dira.


Indira mencoba bertanya lagi.


"Mas kalau memang sudah tidur, kenapa tidak melihat ke arah aku? Bukannya kamu tidak bisa pulas kalau tidak menatap wajah aku." Rengek Dira, dengan menggerakkan tubuh suaminya, agar menatapnya.


Namun nyatanya Abhi justru tak menanggapi Indira. Sampai Dira pun mulai kesal dengan sikap suaminya yang terus membelakanginya.


"Terus aku harus apa, dan bagaimana? Terus aku harus mendengarkan kebersamaan kamu waktu dengan Gilang. Mendingan aku tidur dari pada mendengar kamu bicara tentang dia!" jawabnya dengan ketus.


Indira terkejut dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. Padahal dialah yang memulai obrolannya untuk membicarakan tentang Gilang, tetapi malah dia yang marah dan kesal.


Sebenarnya Dira sudah paham dan malas. Jika harus berdebat dengan suaminya untuk masalah yang sepele. Namun lagi-lagi suaminya yang memulai lebih dulu dan dia merasa malas menimpalinya.


Dira merasa kesal dan akhirnya terpancing emosi karena udah suaminya.


Bersambung....


...Maaf kemarin author libur, karena lagi kurang sehat. Maaf sudah membuat kalian kecewa, salam sayang buat kalian. Sehat-sehat ya buat kalian.🤗...