
" Sembarangan elo, kalau ngomong. Rasanya gue pengen amplas mulut Lo, biar gak kaya ember bocor,!" kata Abhimanyu dengan sewot, dan Dokter itu pun hanya terkekeh.
"Hahahah.... Mulut gue berasa kayu yang abis di gergaji, kalau gak di amplas tangan orang bisa kesusuban. Udah pak jangan marah marah, udah kaya cewek yang lagi datang PMS, galak bener. Udah serius tuh cewek siapa, gue baru liat. Keponakan Lo atau siapa.? Boleh lah kenalin ane ke tuh cewek, lumayan kan itu calon bibit,"
"Bibit gundul mu. Enak saja kalau bicara, mau gue kasih buat makan komodo. Dia itu istri gue,"Kata Abhimanyu
Bagaikan tersambar petir dimalam hari, Yoga pun merasa terkejut mendengarnya. Merasa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Abhimanyu.
" What....!!! Serius lo pak, cewek itu istri lo.?" Dengan rasa terkejut Yoga merasa tak percaya. " Sumpah demi apa, kalau dia itu istri Lo. Sorry maksud nya, ada rasa tak percaya gitu bro. Secara gue kenal elo banget, siapa cewek lo dan bagaimana tipe yang lo suka, gue juga tau mas bro. Tapi ini, yang gue liat apa, cewek manis lucu kaya dia. Elo bilang dia bini lo, gimana gue mau percaya bro?" Yoga pun melihat wajah Abhi yang tak menunjukkan wajah bercanda nya. "Jadi beneran cewek di dalam itu istri Lo?" Abhimanyu pun mengangguk.
"Ya sebenarnya benar si apa yang pernah elo bilang. Bagaimana cara nya, kita harus keluar dari zona nyaman. Bagaimanapun itu caranya, gue harus bisa keluar dari hubungan toxic bersama dia. Dan seperti saat ini, gue berhasil sedikit melupakan kenangan gue bersama dengan dia. Ditambah lagi, istri gue yang seperti itu. Terkadang dia itu bikin gue gemas, dan sedikit demi sedikit gue berhasil melupakan dia," ada senyuman kecil di bibir Abhimanyu, saat mengingat tingkah lucu Indira yang membuatnya gemas.
"Ya sekarang gue percaya, melihat wajah elo kaya gitu. Gelay gue liat Lo kaya gitu," Yoga bergidik geli melihat nya. Abhi masa bodo melihat kelakuan temannya itu.
POV Dokter Yoga
Yoga itu teman SMP Abhimanyu, namun saat SMA, mereka pun bersekolah di jurusan yang berbeda. Namun meskipun begitu, komunikasi antara mereka terus berjalan, bahkan sampai sekarang. Terkadang mereka masih sempat bertemu di waktu senggang, hanya sekedar bercerita. Yoga ini tau betul sikap temannya itu seperti apa, begitu pun juga Abhimanyu, yang tau betul kelakuan temannya itu. Yoga pun juga selalu tau, teman Abhi siapa, bahkan Abhi menjalin hubungan dengan siapapun, Yoga pun tau. Namun untuk kali ini dia tertinggal trending tentang pernikahan temannya itu. Mangkanya Yoga tidak percaya kalau Abhi bilang, Indira itu istrinya.
POV end
"Elo kenal di mana cewe manis kaya dia, boleh lah kalau ada stok lagi kenalin ke gue pak guru?"
"Sembarangan lo kalau ngomong, lo kata gue nemuin dia gue di gudang makanan, pakai nanya stok segala."
"Jangan marah dong pak guru, marah marah itu akan mempercepat penuaan loh. Mau istri lo masih muda, tampang ko udah tua. Hahahah... " Kata Yogas membuat raut wajah abhi terlihat semakin garang. "uuppss... Sorry pak guru ane cuma bercanda, jangan sensi gitu dong." Karena Yoga melihat wajah Abhi yang kesal.
"Yaudah sekarang Lo, balik sana. Gue juga harus ngerawat Dira."Abhi mengusir Yoga dengan nada ketus nya.
"ciaelah, pak guru marah marah mulu ya. Tadi gue di telpon suruh cepat cepat kesini. Sekarang udah kelar urusan,gue di usir begitu aja. Kejam sekali dikau dengan ku,hiks hiks hiks.." Yoga berlaga menangis. Ya begitulah sikap Dokter receh seperti Yoga.
"Terus mau Lo gimana Paijo, kalau gue ngeladenin omongan elo, sampe kapan. Nimpalin cerita lo bisa 24 jam, udah kaya Rumah Sakit. Sedangkan istri gue lagi sakit, mana tega gue ninggalin dia, demi ngobrol sama elo,"
"Iya iya gue ngerti. Sekarang gue balik, tapi elo masih punya hutang cerita ke gue. Pokoknya elo harus cerita ke gue, bagaimana bisa Lo nikahi gadis yang sepertinya masih sekolah. Kalau elo gak cerita, bakalan gue tagih terus sampai kapanpun itu.!"
"Iya bawel."
Yoga pun tersenyum melihat Abhimanyu yang terlihat kesal. "Ya sudah kalau begitu gue balik, tapi ingat ya, elo masih punya hutang ke gue. Bakalan gue tagih terus. Oh iya 1 lagi, gue akan ke restauran elo. Tapi gue mau pesan makanan dan minuman, dan itu gratis. Gue ogah bayar, anggap aja itu upah minum gue sekarang. Datang ke rumah, tapi gak di kasih minum, tuan rumah apa itu." Kata Yoga dengan berlaga kesal.
"Tapi gue masih transfer ke elo, sebagai pembayaran. Ya udah terserah elo mau bagaimana, untungnya orang kaya elo cuma 1. Coba kalau banyak kelakuan temen gue kaya elo, restauran gue bisa bangkrut."
"Amiin..."
Kini Yoga pun sudah meninggalkan rumah Abhimanyu. Dan kemudian Abhi pun melihat Indira ke kamarnya, dan ternyata saat itu Indira hendak mengambil minum. Abhi segera membantu Indira untuk mengambil minum nya . Selesai minum Abhi meletakkan gelas nya di atas mejanya kembali.
"Sekarang kamu makan ya, habis makan kamu minum obat dan istirahat." Indira pun mengangguk, Abhi mengambil piring yang sudah diisi nasi dan lauk nya. " Aku suapi kamu ya?" lagi lagi Indira pun menganggukkan kepalanya.
Abhimanyu kini duduk di samping Dira, dengan posisinya Indira bersandar di dipan tempat tidurnya. Dengan sabar Abhi menyuapi dan telaten, Abhi menyuapi Indira.
"Cukup." Indira menahan tangan Abhi untuk berhenti.
"Sudah makannya?" Indira pun mengangguk. "Sekarang minum obatnya ya,!"
"Iya," jawabnya.
Setelah meletakkan piring, Abhi membantu Indira untuk meminum obat.
"Kamu sudah minum obat, sekarang kamu istirahat ya,!" Abhimanyu membantu Indira untuk berbaring, dan menutupi sebagian tubuhnya menggunakan selimut.
"Sekarang aku keluar ya, kamu istirahat. Semoga besok pagi kamu sudah sehat lagi," Indira hanya mengangguk kan kepalanya saja.
Cup
Abhimanyu mengecup keningnya, setelah itu abhi hendak melangkah untuk meninggalkan Indira.
"Jangan pergi, jangan tinggalin aku sendiri." Sambil memegangi tangan Abhi.
Abhimanyu melihat raut wajah Indira yang memohon, terlihat matanya yang mengembun, dengan nafasnya yang terasa berat. Ada rasa tak tega di benaknya saat melihat Indira yang seperti itu. Apalagi melihat wajahnya yang pucat, dengan nada yang bergetar. Membuat dirinya tak berdaya jika menolak permintaan nya.
"Yasudah sekarang kamu istirahat. Mas akan di sini menemani kamu, sudah jangan menangis." Kata Abhimanyu yang duduk di sampingnya, sambil menghapus air matanya.
"Terimakasih mas Abhi," ucap Dira.
"Iya sayang," Indira pun menggeser dirinya, agar Abhi mendapat tempat di sampingnya.
Kini Abhimanyu berada di samping Indira, menemaninya di saat istri kecilnya sakit. Abhi membawa Indira untuk mendekat dengannya, dan Indira pun merasa nyaman tertidur dengan berada dalam dekapan Abhi.
Bersambung