My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Sweet Seventeen



Abhi membangun kan Indira, dengan lembut. "Sayangnya Mas," sambil menyentuh pipinya.


"Apaan sih Mas Abhi, aku masih ngantuk nih," rengek Dira. Justru Abhimanyu tersenyum melihat istri kecilnya bersikap seperti itu.


Abhi mempunyai ide, agar Indira membuka matanya. "Bangun dulu, kamu belum makan ya,? Mas punya makanan enak spesial buat kamu,"


Mendengar kata makanan, tiba tiba saja otak Dira langsung nyambung, dan langsung memanggil cacing cacing di perut Indira untuk bergerak aktif. Abhimanyu tersenyum, saat melihat Indira yang langsung membuka matanya. Saat matanya terbuka, Indira melihat cahaya lilin di hadapannya.


"Happy birthday to you, happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday sayang," Abhimanyu menyayikan lagu untuk Indira, tentunya Indira tercengang mendapatkan kejutan dari Abhi. "Selamat ulang tahun yang ke 17 , sweet seventeen. Untuk istri ku yang cantik, dan Mas sayangi. Doa ku yang terbaik untuk mu, menjadi lebih dewasa dan menjadi istri yang baik, Amiiin..." Kata Abhi.


"Aamiiin,, terimakasih Mas. Ya ampun aku speechless loh mas, kejutan kamu ini,"


Abhimanyu tersenyum. " Sekarang tiup lilinnya, tapi sebelum itu kamu berdoa terlebih dahulu.!" Suruh Abhi, Indira pun mengangguk, lalu mengangkat tangannya dan berdoa dalam hati. Setelah itu Indira meniup lilinnya.


Huuffh.. Huuffhh.. Lilin itu pun mati di tiup oleh Indira. Dira pun tersenyum saat mendapatkan kecupan manis dari Abhi di kening dan di bi*irnya.


"Ini kejutan kecil untuk kamu, di luar masih ada kejutan lagi menanti kamu." Mendengar itu, Indira membayangkan, kejutan apa yang di berikan oleh suami nya itu.


"Benarkah Mas?"


"Hemmm,, sekarang ikut aku yuk.!" Abhimanyu menggenggam tangan Indira, agar Dira mengikuti nya.


Saat melewati anak tangganya, Abhi menghentikan langkahnya, dan kembali menatap Indira. " Maaf ya, sekarang mata kamu, aku harus tutup."


"Memang harus ditutup, agar Surprise yang aku berikan tidak gagal," kata Abhi, yang menutup mata Indira menggunakan kain putih.


Abhimanyu membawa Indira ke halaman yang di mana sudah di hias dengan cantik oleh Abhi. Indira berjalan dengan sangat hati-hati, sampai Abhi membantu Indira untuk duduk di kursi. " Aku buka ikatannya, tapi mata kamu belum boleh di buka.!" Indira mengangguk di sertai senyuman manis di bibir nya.


Abhimanyu membuka ikatan itu, dengan senyuman karena melihat istrinya yang juga tersenyum. Abhimanyu mendekatkan wajahnya di samping Indira ," dalam hitungan ketiga kamu buka mata kamu ya sayang. 1, 2, 3 .!"


Indira membuka matanya, dan alangkah terkejutnya dengan apa yang dia lihat. Halaman rumah yang di hias terlihat nampak cantik, dengan bunga, balon, cahaya lilin dan juga cake cantik yang lebih besar dari yang tadi. Indira tidak bisa berkata apa-apa, hanya menangis bahagia terharu akan perlakuan manis dari suaminya itu.


"Selamat ulang tahun sayang," kata Abhi dengan semangat memberikan kejutan untuk Indira.


Hiks, hiks, hiks... Indira menangis bahagia, Abhi memeluknya. "Terimakasih Mas. Ya ampun aku sampai menangis seperti ini dengan kejutan yang kamu berikan,"


"Sama sama sayang, ya pastinya kejutan ini aku berikan untuk kamu. Karena kamu sekarang sudah menjadi istri aku, pasti semua ini aku berikan untuk kamu," sambil menghapus air matanya. "Bagaimana kamu suka dengan ini semua?"


"Suka banget Mas, terimakasih."


"Terimakasih aja nih dari tadi,?" kata Abhi, dan Indira pun mengerti yang di maksud Abhimanyu.


Cup


Indira mencium bi*ir Abhi, tentu nya Abhimanyu tersenyum bahagia dengan kepekaan istri kecilnya itu.


"Sekarang kamu tiup lilinnya lagi untuk cake yang ini." Kata Abhimanyu, Indira tersenyum melihat cake dengan bentuknya yang lucu.


"Lagi?" tanya Indira, dan di angguki oleh Abhimanyu. Dira pun meniup lilin yang di atas kue.


Indira melihat banyak makanan di atas meja yang sudah tertata rapi. Cacing di perut Indira kembali memanggil untuk do isikan makanan.


"Mas Abhi, aku sudah lapar. Apa boleh aku memakan makanan ini sekarang,?"


"Boleh dong sayang ku, yasudah sekarang kita makan yuk.!" Kata Abhi.


Indira memakan masakan yang sudah tersedia, dan menyuapnya kedalam mulutnya. Indira menikmati makanan nya dengan begitu lahap, sampai Abhi tersenyum melihatnya.


"Ya ampun Mas Abhi, ini mantuul banget loh rasanya. Berasa lagi makan di restoran,?" Abhimanyu tersenyum mendengarnya.


"Ya iyalah Dir, seperti rasa restauran. Kan aku sendiri yang membuatnya dan aku juga pemilik restauran. Masa tidak bisa memasak makanan yang aku sudah kasih resep nya di restauran milik ku,"


"Aah iya, Mas Abhi kan hebat." Kata Indira dengan menunjukan 2 ibu jarinya, Abhi di buta terkekeh mendengarnya.


Kini keduanya sedang menikmati makan malam romantis bersama. Untuk pertama kalinya Indira di perlakukan seperti ini oleh pria, hati begitu bahagia dan berbunga bunga. Indira merasa enggak nyangka dirinya akan menjadi istri dari pria yang tak lain gurunya sendiri, yang terlihat dingin seperti beruang kutub ternya berhasil membuat hatinya meleleh.


"Hadiah lagi untuk kamu, semoga kamu suka dengan hadiahnya," Indira pun di buat tidak bisa berkata apa-apa.


"Mas Abhi, apa ini?" tanya Indira.


"Hadiah kalung untuk kamu, aku pakaikan di leher kamu ya.?" Indira mengangguk.


Abhimanyu memakaikan kalungnya, dan Indira terlihat sangat cantik, saat memakainya. Abhi pun tersenyum melihat nya. " Cantik sayang,"


"Terimakasih Mas,"


"Iya sayang, sama sama." Dengan mengecup pucuk kepala Indira.


Keesokan paginya, saat Abhimanyu membuka matanya yang pertama kalinya di lihat sekarang adalah Indira. Dengan wajah polos namun terlihat cantik, membuat Abhi betah memandang nya berlama lama.


Saat Indira membuka mata, ternyata dirinya di buat terkejut dengan wajah Abhi yang saat ini sedang menatapnya, dengan senyum hangat menyapa di pagi hari.


"Selamat pagi sayang, dan selamat hari lahir," ucap Abhi dengan senyuman manisnya.


"Pagi Mas Abhi, kan semalam sudah ngucapin, orang pertama dengan cara yang romantis lagi,"


"Enggak apa-apa, aku suka aja ngucapin selamat pagi ke kamu, seperti ini." Lalu Abhi mengecup kening Indira.


Indira hanya tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari Abhi sejak semalam, yang terus saja memberikan sikap romantis dengan dirinya.


Malam harinya, Abhimanyu dan Indira menunggu kedatangan keluarganya ke rumah mereka. Karena hari ini Abhi mengundang kedua keluarga nya untuk makan malam di rumah, merayakan ulang tahun Indira.


Rumah mereka di hias dengan dekorasi cantik dan manis. Membuat para keluarga yang datang tersenyum saat melihat hiasan rumah yang di dekor oleh Abhimanyu. Mamah Lidya tidak heran dengan sikap Abhi yang bersikap romantis dengan wanita yang putranya sayang. Mamah Lidya menganggap kalau Indira itu gadis yang sepesial dan berhasil membuatnya jatuh cinta.


Indira terlihat menuruni anak tangga, yang terlihat begitu cantik dengan pakaian dan penampilan yang Dira pakai. Mamah Diana melihat putri kecilnya kini tumbuh dengan dewasa dan sangat cantik, merasa bahagia.


Indira tersenyum menghampiri semua keluarga, semua keluarga pun juga menyambut nya dengan senyuman.


"Ya ampun, menantu Mamah cantik banget. Abhi beruntung nya kamu, mendapatkan istri secantik ini, Mamah seperti melihat Barbie loh melihat kamu," puji Mamah Lidya yang memeluk menantu kesayangan nya itu . " Selamat ulang tahun ya sayang, doa mamah selalu yang terbaik untuk kamu. Ya ampun Mamah gemas loh sama kamu," kata mamah Lidya terlihat gemas menatap Indira.


Indira melihat ke arah Mamah Diana dan Papah Benny, Indira mendekati mereka berdua. "Anak Mamah dan Papah sudah dewasa sekarang, dan sudah menjadi seorang istri. Rasanya baru kemarin Papah menggendong kamu sayang, sekarang kamu sudah nampak dewasa dan begitu cantik. Selamat ulang tahun yang ke 17 tahun ya sayang. Doa Papah selalu yang terbaik untuk putri kesayangan Papah ," kata kata Papah Benny berhasil membuat air matanya menetes.


Selama ini memang Indira sangat begitu manja jika bersama Papah nya, mangkanya tidak heran kalau Indira itu selalu membanggakan dan mengidolakan Papah nya itu.


"Papah,,,," Indira tak sanggup berkata-kata, hanya bisa memeluk sang Papah. Papah Benny mengerti, sikap Indira seperti apa.


"Jangan sedih dong, Papah tidak bermaksud membuat kamu sedih sayang," ucap Mamah Diana, mencoba menenangkan Indira. Memang putri nya itu sangat dekat, dan begitu manja dengan Papah nya. "Bukan hanya Papah, Mamah juga bangga dengan kamu nak. Sekarang kamu sudah dewasa, dan nampak lebih cantik. Di usia kamu yang sekarang berusia 17tahun, kamu juga sudah menjadi seorang istri dari Abhimanyu. Doa kami sebagai orang tua, selalu berdoa untuk yang terbaik buat kamu, dan jadi istri yang baik ya nak,"


"Amiin, terimakasih Mamah, doa Dira pun selalu terbaik untuk kalian, aku sayang kalian," jawab Indira.


"Sudah Mah, Pah. Indira ulang tahun jangan di bikin banjir air matanya, nanti make up nya luntur," kata Faisal mencoba mencairkan suasana. " Selamat ulang tahun ya dek. Di usia kamu yang sekarang, kamu jangan bersikap seperti anak kecil. Apalagi kamu sudah menjadi istri, rajin rajin belajar masak, jangan Abhi terus yang masak untuk kamu.!" Kata Faisal, membuat semuanya terkekeh, hanya Indira lah yang cemberut dengan perkataan kakaknya.


"Kakak,," ucap Indira merengek.


"Iya maaf, tapi gak apa-apa, biar Abhi saja yang masak. Kamu kan wanita yang membuatnya bucin biar dia saja yang masak. Hahaha....! Becanda Bhi jangan baper,!" Goda Faisal. " Oh iya dek, ini kakak punya sesuatu yang selama ini kamu inginkan. Semoga kamu suka ya,"


"Apa ini, terimakasih ka. Pasti aku suka, kakak kan, kakak ku yang hebat, selalu tau apa yang aku suka," Faisal hanya tersenyum mendengar nya, Abhi mengusap rambut Indira karena gemas dengan adiknya itu.


"Ka, ini dari ku. Mungkin milikku tidak sebagus dan semahal milik mereka, tapi ini aku belikan untuk kakak, hasil uang yang aku kumpulkan. Ini aku berikan untuk kakak ku yang paling nyebelin, dan ngangenin. Karena tidak ada kakak di rumah aku kesepian gak ada yang buat aku jahilin, hehehe...." Kata Adam membuat Indira melototi dirinya, dan tersenyum.


"Selama ulang tahun ka, tetap jadi kakak ku yang paling nyebelin tapi ku sayangi."


"Uuuuhh,,, Adam kata kata kamu sederhana dan ngeselin. Tapi dalam banget, ke hati. Kakak sayang sama kamu, kamu juga adik yang nyebelin, tapi kakak sayang. Terimakasih kado, tidak perlu seberapa mahalnya, tapi niat nya," Indira memeluk adiknya itu.


Setelah para keluarga mengucapkan selamat kepada Indira.Kini para keluarga besar sudah berada di ruang makan, yang di mana banyak makanan yang sudah di sajikan dan tertata rapih di atas meja.


Bersambung....