My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Berbaikan



Kini Gea sudah di antar pulang oleh Yoga. Seperti Indira, mereka juga saling diam tak ada obrolan.


"Ge, jangan marah dong!" ucap Yoga dengan memohon. Tak ada jawaban dari Gea. "Aku minta maaf!"


"Aku mau masuk, kamu langsung pulang saja!" usir Gea dengan lembut.


"Kamu jangan marah dong! Masa baru jadian udah bertengkar?" Yoga mencoba berdamai.


"Aku gak marah, hanya kesal saja. Jujur saja aku juga malas membahasnya untuk sekarang!" jawab Gea.


"Yasudah kalau kamu malas membahasnya, aku pulang. Aku minta maaf, gak bermaksud membuat kamu kesal!" tanpa menjawab Gea membuka pintu mobilnya, dan meninggalkan Yoga begitu saja.


Yoga pun pasrah, Gea marah kepadanya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan perasaan kecewa.


Kalau Yoga pusing dengan Gea yang ngambek. Lain halnya dengan Abhimanyu.


Kini Indira mendiami Abhimanyu, ia membelakangi suaminya, dengan rasa kesalnya. "Please aku minta maaf! Jangan mendiami aku seperti ini!"


"Aku malas membahasnya!" jawab Dira dengan ketus.


"Wajib dong, kita harus menyelesaikan masalah ini sebelum tidur." Abhimanyu terus merayu Dira.


"Mau kamu aku harus bagaimana, diam aja! Di saat teman-teman kamu mengatakan itu ke aku. Di tambah lagi, dengan mereka dua ulat bulu, saat mencium kamu di hadapan ku." Wajah Dira terlihat kesal.


"Jika itu terjadi sama aku gimana? Jika Aldo melakukan hal yang sama ke aku! Bagaimana perasaan kamu saat itu?" tanya Indira dengan rasa kesalnya.


"Kenapa harus membawa-bawa nama Aldo sih!" jawab Abhi, dengan reflek nada bentak.


Mata Indira pun mengembun, mendengar suara Abhi membentaknya. Abhimanyu menyesal sudah melakukan hal yang membuat istrinya sedih.


"Ya sudah aku tidak akan membahasnya lagi. Cukup sampai sini aja aku mau tidur!"


Indira pun membelakangi suaminya kembali, dengan air mata, yang mengalir di sudut matanya.


"Sayang," panggil Abhi dengan nada lembut. "Aku sadar, aku salah. Aku janji tidak akan datang ke acara seperti itu. Aku juga tidak ingin istri ku diperlakukan buruk, oleh Karina,"


Abhimanyu melihat pundak istrinya bergetar.


"Siapa mereka?" tanya Indira, membuat Abhi tercengang mendengarnya.


"Siapa sayang?" tanya balik Abhi.


"Dua ulat bulu itu!" jawab Dira dengan ketus.


"Maksud kamu, Karina dan Veronica?" Indira mengangguk, masih membelakangi Abhimanyu.


Indira pun duduk dan menatap wajah suaminya yang kini menatapnya. Ada rasa tak tega di benak Abhi saat melihat wajah istrinya.


Abhimanyu menceritakan tentang Karina yang memang mantan pacarnya saat sekolah.


"Udah jangan marah ya! Aku sudah ceritakan semuanya. Karina itu hanya cinta monyet sayang. Aku sekarang ke dia ya biasa saja!" sambil menggenggam tangan Dira.


"Lalu gadis satunya?" tanya Dira.


Abhimanyu menceritakan tentang Veronica yang pernah ia tolong saat malam itu.


"Namanya Veronica, benar hanya kamu pernah menolongnya?" tanya Dira dengan tatapan menyelidik.


"Iya sayang,aku tidak berbohong. Kamu kenal aku seperti apa? Aku juga tadi sempat kaget saat melihat dia di acara itu," cerita Abhi dengan jujur.


Indira menatap sorot mata suaminya, tak ada kebohongan yang di sembunyikan. Namun Dira masih merasa kesal aja, mengingat kejadian tadi.


"Aku mohon kamu jangan marah ya! Kamu percaya ' kan sama aku? Tidak ada yang bisa aku bohongi dari kamu. Lagian daripada dia mendingan kamu lah." jelas Abhi, membuat bibir Dira berbentuk perahu.


"Mendingan aku kenapa? Aku bawel, manja, galak. Iya kan? Ayo ngaku, kalau aku seperti itu!" ucap Indira dengan beruntun.


"Astaghfirullah, kok kamu nilainya seperti itu? Aku tidak mengatakan itu sayang." Abhi sambil menggenggam tangan Dira.


"Kamu wanita yang berbeda, cantik, pintar dan menggemaskan. Mana mungkin ada gadis yang seperti kamu." Abhimanyu mengerlingkan matanya, membuat istrinya tersenyum.


"Bohong!" elak Dira.


"Kok bohong sih? Andaikan hati ini bisa di buka, pasti kamu akan lihat dalam sini ada nama kamu, dan hanya kamu," Abhi mencoba menggombal, membuat Indira menahan senyumnya.


Indira mencebikkan bibirnya. " Preet !"


"Seriusan sayang, masa Preet sih?" jawabnya.


Indira pun tersenyum mendengarnya, walaupun hanya gombalan receh, tapi itu berhasil membuatnya tersenyum mendengarnya.


Pastinya Abhimanyu tersenyum karena berhasil membuat istrinya tidak lagi merajuk. Akhirnya ia tersenyum, karena merasa lega. Malam ini tidurnya akan nyenyak karena tidak didiami oleh Indira.


Karena sudah berbaikan, kini Indira berbaring dengan posisinya berada di dada bidang suaminya. Sedangkan Abhimanyu sendiri tersenyum bahagia karena masalah nya malam ini selesai, tak berkepanjangan.


Akhirnya Abhi pun bisa tidur dengan nyenyak, karena biasanya setelah bertengkar mereka akan melakukan permainan. Yaitu kegiatan yang membuat mereka berkeringat dan hubungan mereka menjadi semakin lengket seperti perangko.


Hayoo tebak mereka main apa? Hihihi...


Bersambung...