
Kini Abhimanyu berada di samping Indira, menemaninya di saat istri kecilnya sakit. Abhi membawa Indira untuk mendekat dengannya, dan Indira pun merasa nyaman tertidur dengan berada dalam dekapan Abhi.
Keesokan paginya
Abhimanyu terbangun lebih dulu, saat dirinya melihat ke arah samping. Abhi pun tersenyum saat melihat posisi nya saat ini. Karena di saat ini Indira berada di dalam deka*annya, dengan wajahnya menghadap ke bagian dadanya. Abhimanyu menyentuh kening istri kecilnya itu.
"Masih anget keningnya, tidak seperti semalam panas," gumamnya.
Saat melihat tanda-tanda Indira akan terbangun, Abhi pun memejamkan matanya kembali.
Mata Indira pun terbuka, saat di lihat ternyata ada suaminya. Indira pun hanya tersenyum mengingat kejadian semalam, di saat dirinya menahan Abhi untuk tidak pergi. Indira pun hendak turun dari tempat tidurnya.
"Mau kemana?" Tanya Abhi, yang tiba-tiba bertanya, dan membuat Indira terkejut.
"Mau ke tandas, mau pi*is," jawab Indira.
"Mas antar ya?" Indira terkejut mendengar ucapan Abhimanyu. "Jangan berpikiran macam-macam, hanya sampai depan pintu saja," Indira pun mengerti dan mengangguk kan kepalanya saja.
Abhimanyu membantu Indira untuk masuk ke dalam tandas. " Aku tunggu di luar ya, jangan di kunci. Aku tidak akan macam-macam, kalau kamu sudah selesai, kamu panggil mas lagi,!"
"Iya," jawab Indira.
Abhimanyu pun keluar, setelah mengantar Indira ke dalam tandas. Abhi menunggu di depan pintu kamar mandinya. Sebenarnya Abhi merasa khawatir dengan kondisi Indira saat ini, dirinya tidak perduli dengan tanggapan orang orang. Mau menilai dirinya bagaimana dengan hubungan nya dengan Indira. Yang jelas saat ini, Abhi menganggap pernikahan nya itu SAH. Dan dia pun menikmati perannya sebagai suami, yang memiliki istri yang masih belia. Abhi yakin Indira pun juga akan menjalani perannya sebagai seorang istri, mungkin untuk sekarang belum. Tapi Abhi yakin Indira akan melakukan perannya dengan baik.
Indira pun keluar dari dalam tandas, dan Abhi pun membantu Indira untuk kembali ke kamarnya. Abhi begitu sabar merawat Indira sampai sehat, bukan hanya itu dirinya pun juga dengan sabar menanggapi sikap Indira yang terkadang manja, dan bawel.
Beberapa bulan kemudian.
Hubungan pernikahan Indira dan Abhimanyu sudah berjalan 5 bulan lamanya. Dan meskipun di antara mereka belum pernah melakukan hubungan seperti pasangan pengantin lainnya. Tetapi mereka menjalani nya dengan naik dan bahagia.
Kini di sekolah Puspita Pertiwi sedang melakukan kegiatan Ujian Nasional. Setelah anak kelas 3 melakukan Ujian, dan sekarang untuk kelas 1 dan 2, yang melakukan Ulangan. Seluruh murid sedang mengerjakan tugas dan lebar jawaban yang di berikan dari guru. Indira mengerjakan setiap tugas di lebar jawaban, dengan teliti. Indira tidak ingin terburu-buru mengerjakan tugasnya, yang penting setiap tugas nya di isi dengan benar.
Pelajaran pertama dan ke 2 pun sudah selesai, dan sekarang pun sudah jam istirahat. Indira selesai istirahat mengisi waktu luang nya untuk membaca buku kembali di perpustakaan. Abhimanyu sengaja untuk tidak mendekati Indira selama di sekolah, agar dirinya bisa fokus untuk melakukan Ujian nya.
Dan kini jam pelajaran selanjutnya, Indira mengerjakan 2 mata pelajaran. Dan Indira benar benar mengerjakan tugasnya dengan fokus dan teliti. Tanpa Indira sadari, Abhimanyu melihat Indira di balik kaca, saat Indira sedang mengerjakan tugas.
Teeeettttt...... Bel sekolah pun berbunyi tanda jam pelajaran pun sudah selesai. Indira dan teman temannya keluar dari kelas. Sebagian murid pun sudah meninggalkan sekolah, dan ada pula yang masih berada di sana sekedar ke kantin untuk makan siang.
Indira, Gea, Alin, dan Hanna, saat ini berada di kantin. Mereka kesana untuk mengisi perut mereka dengan makanan setelah sejak tadi,otak mereka bekerja keras untuk mengingat pelajaran yang sudah di pelajari. Dan saat ini, bergantian mereka manjakan perutnya dengan mengisi segala macam makanan di kantin.
Gea, Alin kini sedang menikmati semangkuk bakso. Sedangkan Indira dan Hanna sedang menikmati seporsi siomay Bandung, yang di beri bumbu kacang serta saos, sambal kecap dan di berikan perasaan jeruk limau.
"Asli tugas yang tadi lumayan cukup sulit. Otak gue harus bekerja keras untuk mengingat kembali semua pelajarannya," kata Alin sambil mengunyah baksonya.
"Bener banget apa kata Markonah bilang, otak gue tiba-tiba buntu, saat melihat soal yang susah. Untung aja daya ingat gue datang lagi, mangkanya gue buru buru jawab. Kira kira halaman 23 dah, bener gak si Markonah,?" ucap Gea, yang memanggil Hanna dengan sebutan aneh.
Hanna pun hanya melototi Gea, yang memanggilnya sembarangan. Tentunya Gea Alin dan Indira tertawa melihat Hanna yang terlihat kesal.
"Jahat banget si lo Ge, nama orang udah cakep-cakep di ganti jadi aneh. Udah namanya Markonah, kacau lo,?" Alin protes, namun sedikit tampang ngeledek.
"Sudah sudah, kalian apaan sih. Hanna itu sudah bagus namanya, masa di panggil Markonah," kata Indira yang membela Hanna.
" Tau kalian, bunda gue kasih nama Hanna Azzahra, Artinya anak perempuan yang penuh kasih serta keindahan. Masa kalian ganti nama Markonah," ucap Hanna memanyunkan bibirnya.
"Iya iya, maaf gitu aja ngambek. Jangan ngambek dong cantik," Gea merayu Hanna, agar tak merajuk. Hanna pun kembali tersenyum.
Hari hari pun terus berlalu, tak terasa besok adalah hari terakhir anak murid Ulangan. Saat ini Indira sedang belajar, di kamarnya. Sengaja Abhimanyu membiarkan Indira yang sedang belajar, paling dirinya hanya memanggil Indira sekedar untuk makan saja, agar dia punya tenaga untuk belajar.
Begitulah yang di lakukan oleh Abhimanyu untuk istri kecilnya. Harus ekstra sabar menjalani banyak peran sebagai guru, suami, kakak dan orang tua. Semuanya itu dia lakukan untuk kebaikan bersama.
Tok tok tok... Abhimanyu mengetuk pintu kamar. Terdengar jawaban dari dalam. Ceklak... Pintu pun di buka oleh Abhi, dan terlihat Indira tersenyum manis kearahnya.
"Ada apa mas Abhi?" Tanya Indira.
"Belajar nya sudah belum? makan dulu yuk, belajar kan juga butuh tenaga, jangan hanya belajar saja. Perut pun juga harus di isi,!" Ajak Abhi.
"Iya, aku juga sudah mulai lapar. Yuk kita makan mas,!" Mereka pun akhirnya berjalan menuju ruang makan.
Kini mereka sedang menikmati makan malam bersama, tak ada obrolan di antara mereka. Indira begitu menikmati makanan yang di buat oleh suami nya. Tak terasa makanan pun sudah habis di atas piringnya.
"Iiihh... Masakan mas Abhi itu, TOP BGT, top banget deh," Menunjukkan 2 jempol nya untuk Abhimanyu.
"Masa sih, tapi syukurlah kalau kamu suka," Abhi tersenyum. " Ooh iya, bagaimana ulangan kamu, ada yang sulit tidak beberapa hari ini?"
"Lumayan sulit, ada beberapa pertanyaan yang aku tidak mengerti . Aku sudah jawab, semoga jawaban nya benar," kata Indira penuh dengan rasa optimis nya.
"Yasudah, pokoknya kamu harus semangat, dan Bismillah aja semoga nilai kamu baik." Kata Abhi memberikan semangat untuk Indira.
Indira pun mengangguk dan tersenyum mendapatkan Abhi memberikan semangat untuknya.
" Semangat....!" Kata Indira mengepalkan tangannya dan mengarah ke atas.
Abhi pun ikut tersenyum melihat istri kecilnya begitu bersemangat.
Bersambung