
Gilang pun berjalan sedikit menjauh dari penginapan, dan Indira pun mengikuti langkah Gilang di belakangnya.
Pandangan Gilang pun menatap deburan ombak di selimuti gelapnya malam. Indira pun berdiri di belakang Gilang.
"Kamu mau bicara apa?"
"Aku tau ka Gilang itu sepertinya punya masalah dengan ku,"
"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?"
"Karena aku tidak mengenal sosok Gilang yang dingin dan acuh seperti ini. Mana Gilang yang hangat dan selalu ramah, tapi saat ini kamu berubah menjadi acuh dan sepertinya kamu selalu ingin menghindari aku. Ada apa, apa aku punya salah sama kamu.?"
"Gilang yang kamu kenal dulu sudah tiada Dira. Yang ada Gilang yang terluka, Gilang yang dulu sudah mati."
"Astaga kenapa kamu bicara seperti itu ka. Siapa yang membuat kamu seperti ini ka, bilang ka,?"
Gilang pun menatap Indira dengan tersenyum menyeringai. "Yakin kamu ingin tau siapa orang yang membuat aku seperti ini?" Indira pun mengangguk. " Orang itu kamu Dir, kamu yang membuat aku seperti ini."
Indira pun terkejut mendengar jawaban yang Gilang katakan. "Aku?"
"Ya kamu yang membuatku seperti ini, kamu yang membuatku acuh, dan kamu yang membuatku terluka." Gilang mengatakan itu dengan perasaan kesal. "Kamu ingin tau kenapa dan sejak kapan.?Sejak kejadian malam itu, yang di mana kamu SAH menjadi istri dari Om ku sendiri. Di saat itu hatiku sakit dan hancur berkeping-keping, seorang gadis yang membuat ku bahagia, dan membuat ku mengerti arti jatuh cinta. Kini justru dia menjadi istri dari om ku sendiri. Di tambah lagi aku menyaksikan sendiri kalian berci*man semalam. Sakit banget rasanya,dan aku tidak ingin melihat kamu lagi Dir. Karena setiap melihat kamu, aku mengingat kalian berdua."
Indira pun terkejut bahkan air mata pun keluar dari pelupuk matanya. Rasa tak percaya, dengan apa yang dia dengar.
"Maaf, jika yang membuat kamu seperti ini adalah aku. Aku tidak bermaksud untuk membuat hati ka Gilang sakit. Aku pun juga tidak tau kalau kakak mempunyai perasaan dengan ku. Maaf ka, tapi semua ini sudah terjadi. Ku harap kamu bisa mendapatkan gadis cantik dan baik, yang bisa menyembuhkan luka hati kamu. Maaf aku harus kembali ke dalam, sekali lagi maaf, aku sudah membuat kamu terluka." Kata Indira pun berbalik melangkah menuju penginapan.
"Aku hanya menyukai kamu Dira, aku hanya mencintai kamu. Tidak akan ada pengganti kamu di sisi aku." Kata Gilang dengan berteriak, dan itu masih dapat di dengar oleh Indira.
Indira melangkah menuju penginapan, namun sebelum itu Indira menghapus air matanya lebih dulu, baru lah Indira masuk.
Gilang dan Indira tidak tau, kalau Abhimanyu dan Faisal mendengar percakapan antara mereka. ingin sekali Abhi menghambat Indira, namun di tahan oleh Faisal. Faisal membawa Abhimanyu sedikit menjauh dari Gilang.
Flashback
Setelah sampai membeli makanan Abhi dan Faisal mencari di mana Alin, Indira dan Gilang. Namun saat hendak melangkah, Abhi dan Faisal melihat Alin dari luar. Dan saat Faisal tanya, Alin memberitahu kalau Indira sedang bersama Gilang.
Abhimanyu dan Faisal pun mencoba menghampiri mereka berdua, namun alangkah terkejutnya saat mendengar pembicaraan Indira dan Gilang. Terutama saat Gilang membicarakan tentang isi hatinya kepada Indira.Hati Abhimanyu terasa terbakar saat mendengar kejujuran dari Gilang.
Abhimanyu mengepalkan kedua tangan nya dan hendak memberi pelajaran kepada Gilang, bisa bisa nya dia mengatakan itu kepada Indira. Abhi melihat Indira menangis, dan hendak meninggalkan Gilang. Namun justru Abhi di buat terkejut mendengar perkataan Gilang yang hanya mencintai istrinya. Abhi hendak menghampiri Gilang, namun Faisal membawa Abhimanyu menjauhi Gilang karena emosi Abhi yang masih meledak ledak.
"Biarkan dia menyelesaikan masalah mereka. Sekarang elo tahan amarah elo." Kata Faisal menenangkan Abhi, terlihat dari wajahnya yang kesal.
"Sebenarnya gue tau kalau keponakan elo itu juga suka sama adik gue. Dia memberanikan diri untuk jujur ke gue, kalau dia punya rasa ke Indira. Hanya saja Indira yang tidak peka akan perasaan dan perhatian dari Gilang," Abhimanyu pun terkejut mendengar cerita dari Faisal yang mengetahui perasaan Gilang kepada Indira.
"Kenapa elo gak bilang ke gue sih.?" Sambil menarik kerah baju Faisal.
"Kalau gue bilang ke elo juga percuma Ndra, ujung ujungnya elo yang akan kecewa. Dan kalau elo tau Gilang suka dengan Indira, apa elo akan ninggalin adik gue, demi keponakan elo.?" Kata Faisal dengan menantang balik pertanyaan Abhi. Dan seketika itu, Abhimanyu melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Faisal.
"Gue udah jatuh cinta dengan adik lo. Gue gak akan ngelepasin dia begitu aja untuk orang lain, meskipun itu keponakan gue sendiri." Faisal tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut sahabatnya, sekaligus Adik Iparnya.
"Gue harap elo bisa berpikir dengan kepala dingin untuk menyelesaikan masalah ini. Gue tau elo itu pria yang sabar untuk menyelesaikan masalah, buktinya elo bisa menghadapi adik gue yang manja dan bawel itu dengan sabar," Kata Faisal dengan sedikit mencair kan suasana Abhi, yang tersenyum walaupun sedikit.
"Masa masalah seperti ini elo gak bisa ngatasin dengan tenang, pesan gue 1 selesaikan secara baik baik. Kalian berdua laki laki, selesaikan masalah perasaan kalian jangan pakai emosi.!"
Flashback of
Abhimanyu diam sejenak, berusaha menenangkan perasaannya yang sedang emosi. Angin yang berhembus menyentuh kulitnya, dan rambutnya. Dan itu berhasil membuat Abhi tenang, dan bisa sedikit berpikir dengan tenang.
Indira yang berada di kamar, merasa kalau Abhimanyu dan Faisal belum datang juga sudah cukup lama mereka keluar membeli makanan. Indira lalu mencuci mukanya, dan mencoba tersenyum untuk menghilangkan raut wajah yang habis menangis. Tak lupa, Indira menggunakan listrik mate untuk mencerahkan warna bibir yang terlihat pucat.
Indira keluar kamar, melihat teman-teman nya sedang menikmati beberapa kotak makanan yang tersedia di atas meja.
"Ka Ical dan mas Abhi udah kembali ya membeli makanan?" Tanya Indira, teman temannya hanya mengangguk kan kepalanya saja.
Hanna yang baru saja selesai minum pun langsung menjawab. " Iya ka Ical dan om Abhi sudah pulang sejak tadi. Tapi dia keluar katanya nyariin elo Dir, memang tadi elo gak ketemu di luar?" Indira hanya menggelengkan kepalanya. "Kalau elo mau nyari Om Abhi, gue temenin yuk. Kebetulan gue bete di sini, gue mau jalan-jalan di pantai malam malam,"
"Ya udah yuk temenin gue, nyari mas Abhi. Kalian lanjutin makan aja, biar gue sama Hanna aja,!"
"Beneran gak mau kita temenin?" Tanya Gea.
"Gak usah Ge, biar gue sama Hanna aja,"
" Oke kalau begitu, yasudah kalau begitu. Gue lanjutin makan nya ya,?" Indira pun mengangguk kan kepalanya.
Kaki Indira dan Hanna melangkah menuju arah pantai. Indira melihat kiri dan kanan namun tidak ada siapapun. Indira melangkah ke arah kiri, karena kalau ke arah kanan sudah pasti akan bertemu Gilang kembali.
"Kita ke arah kiri aja yuk Han, mungkin mereka di sana," Hanna pun mengangguk.
Mereka berdua pun melangkah ke arah kiri, untuk mencari Abhimanyu dan Faisal. Dan benar saja, dari kejauhan Indira melihat 2 pria yang berdiri menatap arah laut. Dan Indira mengenal 2 pria itu, tanpa pikir Indira pun menghampiri 2 pria itu.
Bersambung...