
apa
'Dasar orang gak jelas, di panggil pak dia protes. Di panggil om dia jawabannya hanya terserah. Gue berasa lagi sama om om. Ampun dah aah.." Ucap Indira dalam hatinya.
Kini Abhimanyu berada di sebuah jalan yang cukup terang dan ramai. Abhimanyu pun menghentikan mesin mobil nya.
"Ko berhenti pak?" Indira dapat tatapan tajam dari Abhimanyu. "Uuppsss Sorry,,, maksudnya Om. Memang sudah sampai om, ko mobil nya berhenti.?"
"Sudah, yuk turun.!" Ajak Abhimanyu dengan tersenyum.
Indira pun mengangguk kemudian mereka berdua pun turun. Mereka berdua berjalan menuju minimarket yang di buka 24 jam.
Indira berjalan membawa keranjang, lalu kemudian Indira melangkah mencari tujuan utamanya. Setelah Indira mendapatkan yang di butuhkan, selanjutnya Indira mengambil susu kotak dan juga makanan ringan. Abhimanyu hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Indira yang begitu semangat mengambil makanan. Indira seperti seorang anak kecil yang di ajak belanja orang tua nya. Dan merasa begitu bahagia nya, saat memilih makanan.
Sedangkan Abhimanyu hanya membeli beberapa minuman kaleng, dan juga rokok. Lalu mereka berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka. Setelah kasir menghitung lalu memasukkan belanjaannya Indira.
"Total belanjaannya 80 ribu ka," kata seorang laki-laki, yang tugasnya menjadi kasir. Dan saat Indira ingin membayar belanjaannya, tiba tiba Abhimanyu.
"Sekalian saja punya saya mas." Ucap Abhimanyu, kasir pun hanya mengangguk kan kepalanya, lalu menghitung belanjaannya milik Abhimanyu juga.
"Di bayarin nih Om punya ku?"
"Emmm...." Jawab nya dengan singkat.
"Asyik rezeki anak Sholeha. hihihi..." Ucap Indira dengan cekikikan, dan itu membuat Abhimanyu dan kasir laki laki itu tersenyum.
Setelah menghitung jumlah belanjaannya, dan di masukkan ke dalam kantong .
"Semuanya jadi 155 ribu mas," ucap kasir yang melihat jumlah harganya.
Abhimanyu pun mengeluarkan dua lembar berwarna merah dari dompet nya. Lalu di berikan kepada kasir. Setelah mendapatkan kembaliannya, Abhimanyu dan Indira pun hendak melangkah. Namun di panggil oleh si kasir tersebut.
"Maaf Mbak, dan Mas nya." Indira dan Abhimanyu pun menoleh ke pria itu.
"Ada apa ya Mas .?" Tanya Abhimanyu.
"Maaf saya mau tanya. Mbak dan Mas nya pendatang ya, maksud nya bukan orang sini.?"
Indira dan Abhi pun saling menatap, lalu mereka menatap si laki-laki itu. "Iya Mas, kita bukan orang sini. Kami hanya tamu yang kebetulan sedang menginap di Vila. Ada apa ya mas?"
"Ow pantesan wajah kalian seperti bukan orang sini. Dan kalau pun orang sini, pasti kalian sudah tau.
Ucapan si laki-laki itu membuat Indira dan Abhimanyu pun menjadi penasaran.
"Maaf Mas maksud apa ya,? Memang nya kenapa kalau saya bukan orang sini ?"
Dengan wajah yang sedikit tegang, si pria itu menceritakan sesuatu kepada Abhimanyu dan Indira.
"Begini Mas, di jalan kampung kecil pertigaan jalan dekat jalan sukun. Di situ tempatnya rawan mas, sering terjadi begal walaupun masih jam 11 atau jam 12. Dan hanya orang yang bernyali besar yang melewati jalan itu, saya saja pernah terkena begal mas, di tempat itu. Motor saya di bawa, bukan hanya itu saja, saya pun mendapatkan luka luka ulah mereka yang merebut motor saya. Mangkanya saya kalau pulang kerja malam, lebih baik saya menginap di sini. Dari pada saya pulang malam dan keselamatan saya pun juga terancam." Cerita si pria itu.
Nampak kekhawatiran di wajah Indira, dan Abhimanyu dapat melihatnya. Sebenarnya Abhimanyu pun juga merasa khawatir, namun bukan khawatir dengan dirinya. Justru Abhimanyu lebih khawatir dengan Indira. Bagaimana pun mamah Diana menitipkan Indira kepada Abhimanyu, dan bagi Abhimanyu itu adalah amanat yang harus di lakukan.
"Baik kalau begitu terimakasih ya Mas, kami akan hati hati melewati jalan itu. Semoga malam ini, nasib kami baik dan tidak terjadi apa-apa." Ucap Abhimanyu.
"Iya mas, semoga kalian selamat sampai tujuan kalian. Hati hati ya mas, dan terimakasih sudah berbelanja di sini."
"Sama sama mas."
Kini Indira dan Abhimanyu pun berjalan keluar dari minimarket tersebut. Lalu keduanya masuk kedalam mobil. Abhimanyu pun mengendarai mobil nya menuju tempat arah Vila. Sambil melihat kiri kanan jalan, melihat sekitar jalan.
Namun tiba-tiba saja di pertengahan jalan, saat melewati jalan kampung kecil. Ban mobil milik Abhimanyu pun pecah, dan itu membuat mobil nya tidak bisa dikendarai. Dan terpaksa Abhimanyu menghentikan mobilnya. Abhimanyu dan Indira pun keluar dari mobilnya, untuk melihat kondisi mobil mereka.
"Ya ampun dalam keadaan seperti ini aja, ban pake pecah segala." Abhimanyu pun mengecek ban mobilnya, yang di mana terlihat paku besar menancap di ban mobil.
"Astaga paku itu Om." Abhimanyu pun mengangguk. "Om bawa ban cadangan?" Tanya Indira.
"Iya saya bawa ban Cadangan di dalam mobil. Sebentar saya ambil ban nya dulu," Indira pun mengangguk, sedangkan Abhimanyu membuka pintu bagasi mobilnya, dan mengeluarkan ban serap nya.
Indira pun menemani Abhimanyu yang menggantikan ban mobilnya. Wajah Abhimanyu mengeluarkan banyak keringat saat mengganti ban mobil nya. Indira yang melihat Abhimanyu ingin mengelap dengan tangan nya yang kotor. Indira pun menghalangi nya.
"Jangan pakai tangan Om, soalnya tangan Om kotor.!" Abhimanyu melihat Indira mengeluarkan sesuatu dari tas nya.
Ternyata Indira mengeluarkan tisu dari tasnya, lalu Indira membantu membersihkan keringat di kening Abhimanyu. Dengan begitu lembut Indira menghapus keringat yang membasahi wajahnya. Abhimanyu dapat melihat wajah cantik Indira dengan posisinya yang begitu dekat seperti saat ini. Apalagi dengan cahaya yang sangat minim, wajah cantik Indira pun masih terlihat.
"Sudah, kalau Om menggunakan tangan. Nanti wajah om akan kotor," ucap Dira selesai membersihkan wajahnya Abhimanyu, dan dirinya pun tersadar dengan keadaannya saat ini.
"Terimakasih ya." Abhimanyu pun tersenyum.
"Sama sama Om," Indira pun membalas senyumannya.
Abhimanyu pun melanjutkan pekerjaan nya mengganti ban mobil nya. Dan Indira pun masih menemaninya, sesekali Indira memberikan minum kepada Abhimanyu, yang terlihat lelah.
Kini ban mobil pun sudah terpasang dengan sempurna, Indira menepuk tangan memberikan tanda hebat kepada Abhimanyu. Abhimanyu hanya tersenyum mendapatkan Indira mengarahkan 2 jempol kepada nya.
"Hebat Om, keren lah,"
"Keren kenapa, biasa aja lah,"
"Itu bisa menggantikan ban mobilnya,"
"Biasa aja lah, " ucap Abhimanyu. "Yuk masuk, kita lanjutin perjalanan menuju ke Vila." Indira pun mengangguk.
Lalu mereka pun masuk kedalam mobilnya, namun ketika hendak menyalahkan mesin mobil. Tiba-tiba ada segerombolan orang mengendarai motor, mendekati mobil mereka. Indira sedikit khawatir melihat segerombolan orang itu.
"Om," panggil Indira yang terlihat khawatir.
"Kamu yang tenang ya, jangan panik.!" Indira pun mengangguk.
Lalu segerombolan orang itu turun dari motor, lalu mereka mengetuk kaca mobilnya.
Duugg... Duuuggg ...Dduuuggg....
"Keluar lo dari mobil.!" Kata salah satu pria yang menggunakan penutup wajah.
"Om jangan keluar. Sekarang Om nyalain mesin mobil saja kita terobos mereka.!"
"Tidak bisa Dira, lihat di depan kita di jaga 4 motor. Mau tidak mau, saya harus keluar."
"Tapi Om, saya takut."
"Jangan takut, Bismillah semoga kita selamat ya." Abhimanyu menenangkan Indira. "Sekarang kamu dengar kan ucapan saya, kamu kunci pintu mobilnya, dan kamu tetap harus di dalam. Apapun yang terjadi jangan keluar ya, demi keselamatan kamu.!"
"Tapi om?"
"Jangan tapi tapian, ikuti saja apa yang saya katakan. Kamu paham kan Dir.!" Sambil menatap mata Indira, dan Indira pun mengangguk.
Abhimanyu pun keluar dari dalam mobilnya, dan Indira pun segera mengunci semua pintu mobil nya.
"Ada apa ini.?" Kata Abhi, yang berhadapan dengan para begal.
"Jangan banyak bacot lo. Sekarang lo pilih harta atau nyawa.!" Bentak salah satu pria begal tersebut.
Abhimanyu pun tersenyum, mendengar pertanyaan orang itu. "Tidak ada yang saya pilih, semuanya milik saya."
"Wah berani juga nyali lo, kayaknya elo lebih pilih nyawa ya, dari pada harta.!"
"Hajar aja bos, jangan banyak omong. Enak kita bisa bawa barang nya, apalagi di dalam kayanya ada cewek cantik, 'kan lumayan kita bisa icip-icip dikit." Kata salah satu teman yang lain, membuat Abhimanyu mengepalkan kedua tangannya.
"Betul juga ucapan elo, kita abisin aja nih orang, terus kita bisa bawa tuh cewek di dalam buat mainan kita. Hahaha..." Kata si pria yang di panggil bos. "Sekarang mam* us lo di tangan gue.
Pria itu berkelahi antara Abhimanyu dan 4 orang, dan semuanya masih bisa Abhimanyu atasi dengan ilmu beladiri yang dia miliki.
Buuugghhh... Abhimanyu memberikan sebuah Bogeman kepada beberapa begal tersebut.
Indira melihat nya sedikit ketakutan, apalagi khawatir terjadi sesuatu kepada Abhimanyu. Bagaimana tidak khawatir ,4 orang lawan 1 orang. Di tambah lagi di belakang yang duduk di atas motor masih ada 2 orang.
Namun salah satu dari mereka ada yang menggunakan balok untuk memukul punggung Abhimanyu. Abhi pun tersungkur ke tanah, menahan rasa sakit nya.
Aaaaa.... Indira pun berteriak ketakutan melihat kondisinya Abhimanyu. Air mata pun keluar dari pelupuk matanya. Kini Abhimanyu pun di pegangi oleh 2 orang, di kiri dan kanan. Dengan tatapan mata, masih melihat ke arah Indira. Berharap Indira tidak keluar dari dalam mobil, biar lah diri nya yang terluka asalkan jangan Indira.
Salah satu begal itu mengambil handphone dan dompet milik Abhimanyu, di keluar kan isi dompetnya. Di mana terdapat banyak uang berwarna merah.
"Wahahaha.... Ternyata nih orang orkay juga ya. Nih gue balikin dompet lo, gue gak butuh itu, yang gue butuhkan cuma uang lo. Hahahah ...." Dompet itu di lemparkan ke wajahnya Abhimanyu.
Indira melihat wajah Abhimanyu penuh dengan lebam dan darah di sudut bibirnya. Hanya bisa menatapnya merasa tak tega. Abhimanyu menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan agar Indira tidak keluar. Tapi Indira pun merasa tak tega dengan Abhimanyu yang tak lain gurunya sendiri.
"Bos, masih ada mangsa satu lagi bos di dalam. Seperti nya mangsa nya cukup manis, bagaimana kita bawa ke markas untuk mainan kita, buat kita cicipi dulu gadis itu." Kata salah satu teman begal yang tersenyum melihat ke arah mobil.
"Lo urus dia, biar cewek itu gue yang urus." Kata si bos begal tersebut, anak buahnya pun mengangguk dan tertawa.
" Ber3ngseek jangan elo deketin dia. Lo habisin gue aja, jangan elo sentuh dia, Dasar sialan.!" Teriak Abhimanyu, terlihat sangat marah.
Justru teriakan Abhimanyu membuat para begal itu tertawa terbahak-bahak.
"Wahahaha... Kayaknya dia kekasih elo ya, sampai segitu nya khawatir dengan kondisi nya." Sambil menatap Abhimanyu, Pria itu tersenyum sinis . "Tapi boleh kan gue cicipin dulu tuh cewek." Begal itu tertawa terbahak-bahak.
Abhimanyu marah sampai berontak dari dua begal lainnya. Justru dua orang lainnya pun ikut menghampiri ketua bos begal itu.
Lalu mereka menghampiri mobil yang dimana Indira berada.
"Jangan dekati dia, sampai elo semua dekati dia, habis kalian semua sama gue.!" Abhimanyu terus berteriak. Abhi mendapatkan bogeman dari salah satu begal yang memegangi nya.
Bukan hanya itu, Abhimanyu juga di injak-injak oleh dua begal itu. Dan itu di lihat jelas oleh Indira. Bukan hanya itu, Indira pun juga mendengar apa yang Abhimanyu katakan untuk tidak mendekati dirinya.
Dduuuggg... Ddduuuuggggh... Dduuuggggh...
"Cantik keluar lah, sebelum kami berbuat kasar sama kamu.!" Ucap bos begal dengan nada lembut namun terdengar jijik oleh Indira.
"Jangan Dira, kamu tetap di dalam jangan keluar.!" Teriak Abhimanyu.
"Diam Lo." Buuugghhh... Abhimanyu mendapatkan Bogeman lagi dari si begal yang menjaganya.
"Sekarang elo keluar sebelum pacar lo, abis sama kita.!" Ancam begal tersebut.
Melihat kondisi yang tidak memungkinkan untuk Indira tetap bertahan di dalam mobil. Dengan terpaksa Indira pun keluar dari mobilnya. Dan itu membuat Abhimanyu semakin lemas melihatnya.
Ke tiga pria begal yang berada di dekat Indira menatap Indira dengan tatapan menjijikkan.
"Cantik juga bos nih cewek." Kata si pria di sebelahnya.
"Iya bos, bening licin pula. Hahaha..." Kata teman yang satu nya.
"Iya mubazir jika ada cewek segini cantik nya di anggurin. Temani kita ya cantik, kita janji gak akan kasar sama kamu. Asal kamu mau temani kita main." Bos begal itu hendak menoel pipinya Indira, namun Indira menghindar dari tangan begal itu .
"Jangan kurang ajar ya kalian.!" Ucap Indira dengan marah.
"Widih... Gahar bleh. Cantik cantik ko galak si, makin se*si tau gak, kalau galak begini.?" Kata ketua begal yang hendak menyentuh tangan Indira.
Namun tiba-tiba Indira melayangkan tamparan ke pria yang ingin menyentuh nya.
"Wah galak juga nih cewek. Gue demen cewek galak kaya dia. Sampai mana dia bisa melawan.!" Sambil menunjukkan wajah tak suka nya.
Saat pria begal itu ingin melayangkan tamparan ke wajah Indira. Justru Indira mengeluarkan jurus untuk bela diri. Dan itu bisa di lihat oleh Abhimanyu , kalau Indira saat ini berkelahi dengan 3 begal yang menggangu nya.
Abhimanyu tercengang dengan apa yang dia lihat, ternyata Indira bukan gadis lemah seperti gadis lainnya.
Buuugghhh ... Buuugghhh... Bbbuuuugggghhh... Indira berkelahi melawan 3 pria itu, dan kini justru mereka tersungkur ke tanah karena Indira.
Saat seorang temannya membantu menyerang Indira, justru di situ lah Abhimanyu pun ikut menyerang begal lainnya. Dan kini antara Abhimanyu dan Indira saling melawan 6 begal yang kini mereka hadapi.
Setelah cukup lama mereka berkelahi, kini Indira berada di samping Abhimanyu. Namun tiba tiba saat Abhimanyu lengah, ada seorang pria mengeluarkan sebilah pisau, yang hendak di arahkan kepada Abhimanyu. Namun oleh Indira di tepis nya, memang tidak mengenai Abhimanyu, namun mengenai lengan Indira yang tergores oleh pisau. Indira pun menyemprotkan parfum ke mata para begal itu. Dan akhirnya mereka pun melarikan diri dengan membawa hasil mereka. Membawa uang dan juga handphone milik Abhimanyu.