
Sedangkan Abhimanyu pun hanya tersenyum melihat sikap Indira yang kadang membuatnya merasa gemas...
Kini Abhimanyu dan Indira sedang berada di dalam mobil, Abhimanyu akan membawa Indira ke restauran milik nya untuk pertama kalinya.
Kini saatnya berada di halaman restauran, Indira mengikuti langkah Abhimanyu di belakangnya. Banyak mata tertuju kepada Indira, yang baru pertama kali datang ke sana. Berbeda dengan Abhimanyu, yang menampakkan wajah dinginnya tanpa ekspresi. Indira justru menunjukkan wajah ramah, dan selalu memberikan senyuman kepada setiap orang yang juga ramah kepada nya.
Para karyawan menatap Indira, sampai Indira masuk kedalam ruangan Abhimanyu.
Saat berada di dalam ruangan.
" Kamu mau minum apa, aku pesankan untuk kamu.?"
" Ada es krim tidak mas.?" Abhimanyu pun tersenyum mendengar Indira yang sudah mulai memanggil dengan panggilan mas.
" Ada, kamu mau rasa apa.?"
Indira nampak berpikir, rasa apa yang akan aku pilih. " Eeeemmmm..... Apa ya, semua rasa aku suka. Tapi aku lebih suka rasa tiramisu dan vanilla, apalagi ada campuran toping coklat bubuk atau cookies. Eemm pasti lebih enak.." Sambil membayangkan nikmatnya es krim.
" Yasudah nanti aku pesankan spesial untuk kamu. Selain es krim kamu mau apalagi Hem...?" Sambil menatap wajah Indira yang semakin terlihat menggemaskan baginya.
Wajah Indira semakin sumringah, saat ditawari menu makanan di sana. Indira tersenyum dan menggigit bibirnya sendiri. Dan itu rasanya benar-benar membuat Abhimanyu mengalihkan pandangan dari Indira. Yang membuat dirinya semakin gemas, dan ingin sekali dirinya mengigit bibir nya yang ranum.
Indira melihat Abhimanyu yang menoleh ke arah lain, tak melihat ke arahnya. Indira pun justru menjadi cemberut.
" Sebenarnya nawarin aku makanan, niat gak si.? Kenapa harus menoleh ke arah lain coba." Ucap Indira dengan nada memelas.
Abhimanyu pun terkejut mendengar Indira berkata seperti itu. Abhimanyu tidak bermaksud membuat Indira tersinggung.
" Maaf ya. Bukan maksud aku mendiami kamu. Aku hanya..." Abhimanyu mencoba tidak melanjutkan perkataannya." Ya sudah sekarang kamu mau pesan apa lagi." Abhimanyu mengalihkan pembicaraan, dan berusaha tersenyum agar Indira tidak merajuk.
" Aku mau ini." Sambil menunjuk ke arah buku menu makanan. Dengan gambar cake dengan bertuliskan tiramisu.
" Oke, pesanan tuan putri akan datang." Indira pun mengangguk.
Abhimanyu pun tersenyum dan keluar ruangannya.
' Sabar Abhi sabar. Lagi lagi kesabaran mu harus lebih kuat, untuk istri mu yang masih bocil.. Huuufhhh....' Abhimanyu pun membuang nafas nya.
Abhimanyu pun melanjutkan langkahnya menuju bagian dapur. Untuk memesan es krim, cake, dan minuman untuk Indira dan dirinya.
Sedangkan Indira saat ini duduk di sebuah sofa, dengan membaca majalah, dan senyum senyum sendiri.
'Ternyata menikah muda itu tidak menyeramkan seperti yang aku bayangkan ya. Ternyata rasanya di perhatikan oleh suami sendiri itu bahagia rasanya. Dan mempunyai suami yang lebih dewasa di atas usia kita itu, ternyata dia lebih sabar dan lebih mengayomi. Uuuhh... Sweet banget si..'
Tanpa Indira sadari, Abhimanyu sebenarnya sudah berada di sampingnya. Abhimanyu memperhatikan Indira dengan aneh, yang sedang tersenyum melihat buku buku makanan.
Abhimanyu pun tersenyum melihat ekspresi wajah lucu Indira yang senyum senyum sendiri seperti itu.
"Sebenarnya nih anak bayangin apa ya, senyum senyum sendiri seperti itu. Dasar bocah kebanyakan baca novel, bisa nya hanya berhalu lewat pikiran nya saja." Ucap Abhimanyu, namun Indira masih belum menyadarinya..
Abhimanyu justru masih betah mengamati wajah Indira yang baginya sangat lucu.. Sampai tiba-tiba Indira pun tersadar dari lamunannya. Dan dirinya terkejut, saat di hadapannya itu ada Abhimanyu yang sedang memperhatikan dirinya sambil tersenyum mengarah kepada nya.
" Mas Abhi ngapain seperti itu, senyum senyum gak jelas ke aku." Indira melototi suaminya, tentunya Abhimanyu menanggapi nya dengan senyuman dan kedua alisnya yang di naik turunkan.
" Justru aku yang tanya kamu ngapain senyum senyum sendiri seperti itu. Kamu lagi melamun jorok ya.?"
" Yeee enak aja, sembarangan kalau ngomong. Seorang Indira tidak pernah melamun jorok tau. Hanya saja, aku lagi bayangin senyuman nya Oppa Kim Bum. Ooohhh manis banget tau." Sambil senyum di buat buat.
Abhimanyu hanya mencebik kan bibirnya menanggapi sikap istrinya yang masih kanak-kanak itu. Sedangkan Indira menatap Abhimanyu dengan tatapan tajam, lagi lagi Abhimanyu hanya tersenyum.
Karena tak mau membuat Indira merajuk, akhirnya Abhimanyu pun pindah duduk menyelesaikan pekerjaannya di meja kerjanya.
Saat itu terdengar suara seseorang mengetuk pintu.
Tok tok tok.... Abhimanyu pun segera membukakan pintu nya. Dan ternyata salah satu pelayan restoran mengantarkan pesanan yang dirinya pesan. Minuman dan makanan itu pun di letakkan di atas meja, oleh pelayan seorang laki-laki. Tatapan pelayan restoran itu sesekali melirik ke arah Indira, namun Indira tak menghiraukan yang justru asyik membaca majalah di tangannya.
Ekhem.. Abhimanyu pun berdehem, karena melihat karyawan nya, yang diam diam memperhatikan Indira.
Karyawan nya pun terkejut. Bukan hanya karyawan nya saja, Indira pun juga sama. Namun Indira hanya bisa memperhatikan antara bos dan karyawan nya .
" Maaf pak Abhi." Ucap karyawan laki laki itu dengan menundukkan kepalanya.
" Sekarang kamu kembali dan mengerjakan tugas kamu yang belum selesai."
" Siap pak. Kalau begitu saya permisi."
" Terimakasih ya mas, sudah mengantarkan ini semuanya." Karyawan itu mengangguk dan tersenyum.
Setelah karyawan itu pun keluar, Indira langsung melahap es krim yang sudah sejak tadi dia perhatikan. Indira sangat menikmati es krim itu. Sedangkan Abhimanyu hanya bisa tersenyum melihat istri kecilnya itu sedang menikmati es krim. Setelah es krimnya habis, Indira melanjutkan menikmati cake tiramisu. Benar benar menjadi pemandangan yang menggemaskan bagi Abhimanyu. Melihat tingkah lucu dari istri nya yang masih ABG itu.
Abhimanyu tersenyum saat melihat Indira selesai makan makanan nya, dan di sekitar bibir nya masih tersisa krim cake nya. Lalu Abhimanyu pun mengambil tisu untuk membersihkan sisa sisa krim di area bibir Indira.
Indira pun terkejut dengan apa yang pria di hadapannya ini lakukan. Yang sekarang sudah berstatus menjadi suaminya. Kini tatapan mata mereka berdua saling bertemu..
" Kamu kalau makan itu yang benar, masa sampai belepotan, seperti anak kecil." Ucap Abhimanyu.
" Sudah tau seperti anak kecil, kenapa kemarin di nikahi." Indira menatap Abhimanyu dengan tatapan kesal.
Abhimanyu tak menanggapi nya, hanya tersenyum mendengar Indira yang menggerutu. Dan Abhimanyu kembali ke meja kerjanya, untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Dua hari kemudian.
Kini Indira dan Abhimanyu sudah kembali beraktivitas lagi seperti biasa. Indira sudah masuk bersekolah, dan Abhimanyu sudah kembali untuk mengajar. Mereka pun berangkat dengan kendaraan berbeda.
Indira menggunakan motor matic, begitu pun juga Abhimanyu menggunakan motor Kopling. Saat sampai di parkiran motor, Indira melihat ada Aldo sedang menunggu kedatangan nya..
" Aldo, kamu ngapain di sini.?" Tanya Indira yang sedang melepaskan helmet dari kepalanya.
Aldo menunjukkan wajah khawatir. Aku dengar kamu sakit, dan terkena begal. Apa benar itu Dir, terus sekarang bagaimana keadaan kamu.?"
Abhimanyu yang saat itu juga kebetulan sampai di parkiran motor tepat bersamaan dengan Indira. Di saat itu juga Abhimanyu melihat Indira bersama dengan Aldo. Abhimanyu pun juga melihat rasa peduli nya kepada Indira.
" Aku sekarang tidak kenapa kenapa Aldo. Buktinya sekarang aku sudah masuk sekolah.?"
" Iya tapi ko bisa kamu terkena begal. Aku sangat khawatir sampai kamu terkena luka pisau di lengan kamu. Jujur kalau aku tau kamu di mana, akan aku susul tempat kamu di rawat yank." Indira terkejut saat Aldo memanggilnya dengan sebutan sayang.
Terutama Abhimanyu, yang terkejut mendengar Aldo memanggil Indira dengan sebutan sepesial.. Abhimanyu menatap Aldo dengan tatapan tak suka. Dan Indira hanya bisa melihat tatapan tak suka Abhimanyu ke arah Aldo.
" Do kamu kenapa masih memanggil itu si.?" Indira merasa tak enak dengan Abhimanyu.
" Sorry Dir, soal nya aku belum bisa lepas pikiran aku ke kamu."
Taaak... Abhimanyu menyakutkan helmet motor nya dengan sangat keras. Setelah itu Abhimanyu berjalan menuju kantor, dengan melewati Indira dan Aldo yang masih berada di parkiran.
Aldo melihat Abhimanyu dengan tatapan heran. Sedangkan untuk Indira, dia bingung harus bagaimana.
" Do maaf ya, aku harus masuk kelas."
" Tapi Dira aku ingin tanya.?"
" Do, kamu lihat kan aku tidak kenapa kenapa. Sudah ya aku mau kekelas dulu.." Indira pun langsung berlari menuju ruang kelas nya meninggalkan Aldo.
Aldo hanya bisa termenung melihat Indira yang sudah berubah menjadi acuh kepadanya.
Indira kini sudah berada di dalam kelas dan berkumpul dengan teman-temannya.
" Hai tanteh kecil.." Bisik Gea kepada Indira.
" Diam deh, jangan bikin rame..?"
" Hihihi.... Gimana jadi istri nya om Abhi. Sudah seminggu nih, dia galak gak sama elo Dir..?"
" Kadang galak, kadang baik. Kemarin gue di ajak ke restauran milik dia Ge.?" Pamer Indira, dengan wajah bahagia.
" Ooh ya, asyik dong. Bisa makan puas, kan elo doyan makan. Hihihi ..." Gea masih cekikikan, Indira mengangguk.
Membuat Alin dan Hanna menjadi penasaran, dengan sikap Indira dan Gea yang saling berbisik.
" Ada apaan si kalian, ko cerita asyik gak ajak ajak kita si.?" Tanya Hanna.
" Ke to the po. KE...PO." Ucap Gea, membuat Alin dan Hanna menjadi kesal.
" Yeee. Dasar lo, jadi gini nih. Grup Ceinis ada rahasia rahasian.?" Tanya Alin dengan sedikit rasa kesalnya.
" Iidih gitu aja sewot lo Lin. Orang bercanda." Jawab Gea masih ngeledek Alin.
" Gea. Jangan bikin kesel Alin terus dong Ge." Indira menengahi antara Alin dan Gea.
Indira tau, kalau Alin itu orang nya gampang marah.
" Tau Lo Ge, kenapa suka banget bikin Alin kesel..?" Timpal Hanna .
" Alin nya aja yang baper. Iya iya sorry, Kalau gue bikin kesel elo Lin."
" Iya, mangkanya jangan ada rahasia rahasian di antara persahabatan kita. Jelasin ada apa ? Tadi gue denger elo manggil Dira dengan sebutan tanteh kecil. Memangnya ada rahasia apa.?"
" Gimana ya, gue bingung cerita nya. Harus dari Dira nya dulu. Dir gimana ya, cerita enggak ke dia.?
" Ada apa si Dir.?"
" Jangan di sini ya guys, gue gak bisa ngejelasin di sini. Nanti saja ya kalau udah sepi." Kata Indira di angguki oleh Alin dan Hanna.
Tepat di saat itu jam masuk sekolah pun di mulai. Saatnya seluruh murid pun sudah memulai pelajarannya..