My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Aldo



Sedangkan Abhimanyu beserta anak dan istrinya juga menggunakan baju warna couple. Indira dan putrinya terlihat cantik menggunakan gaun berwarna grey, dengan bandana yang berada di atas kepala mereka.


Abhi tersenyum, karena kebahagiaannya lengkap, mempunyai dua wanita cantik, mengisi hari-harinya.


Kini di acara itu, tentunya teman-teman Faisal pun turut hadir mengucapkan selamat kepadanya. Ada sebagian tamu undangan yang Abhimanyu pun kenal.


"Rendra!" Suara seseorang memanggil Abhi.


"Angga," sahut Abhi, saat mengenal seseorang yang datang, yang tak lain teman sekolahnya.


Mereka pun saling bersalaman.


"Waduh pak guru di sini rupanya. Bagaimana kabarnya? Selama dari Bandung kita udah gak komunikasi?" ucap Angga.


"Handphone gue ilang, saat terkena begal dua tahun lalu," cerita Abhi.


"Oh pantas aja, gak ada kabar sama sekali. Ow iya gue temuin Faisal dulu, yuk sekalian kita foto!" ajak Angga, Abhi pun mengangguk.


Kini Abhimanyu menemani sangga untuk bersalaman dengan pengantin. Tak lupa mereka berfoto, tentunya Faisal pun senang teman kuliahnya menyempatkan datang dari jauh.


"Jangan buru-buru bro, makan dulu! Kasian perjalanan jauh, " kata Faisal, di angguki oleh Angga.


Kini Angga pun menikmati masakan yang sudah tersedia di prasmanan.Sedangkan Abhi kembali menemui anak dan istrinya.


Di saat itu, ada Dokter Yoga sahabat Abhi, ia pun juga datang ke acara Faisal. Bagaimanapun Abhi mengenalkan Faisal kepadanya jadi pasti mereka saling kenal.


"Widih Mas bro, akhirnya menyusul Rendra juga Lo?" ucap Yoga saat bersalaman dengan Faisal.


"Iya tinggal elo aja yang belum!" ledek Faisal.


"Ya doakan aja, barang kali di acara loe ini gue bertemu jodoh gue," cetus Yoga asal jeplak.


Faisal dan Hanna mengamini ucapan Yoga.


"Jangan lupa bro, sebelum pembukaan nanti malam, baca Nawaitu dulu. Jangan asal nyamber aja," bisik Yoga ke telinga Faisal.


Membuat Faisal tercengang lalu tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha dasar loe, ya itu mah pasti lah.Loe kira minuman Boba tusuk main serobot di sedot isinya." Jawab Faisal membuat Hanna tak mengerti pembicaraan mereka berdua.


Mereka berdua pun tertawa, Yoga turun dari pelaminan lalu duduk bergabung dengan Angga.


Indira menitipkan baby Shira kepada Mama Diana, karena Dira ingin menyumbangkan suaranya untuk Kakak dan sahabatnya.


Sudah pasti, Alin dan Gea pun ingin melihat Indira mengisi acara di pernikahan Kakaknya.


"Selama datang para tamu undangan, yang turut hadir. Selamat menikmati hidangan yang sudah tersedia. Pastinya saya ucapkan untuk kedua mempelai, yang berdiri di atas sana.Semoga kalian berbahagia, dan cepat di berikan momongan ." Sambutan dari Dira.


"Dengan berdirinya saya disini, saya ingin menyumbangkan suara untuk kalian,"


🎢🎢🎢


Selalu ingin bersama


Dekat dengan dia


Dan menghabiskan waktuku


Tanpa tersisa


Berharap dia terus temani aku


Hingga buat diriku tersadar


Aku wanita yang


Sedang jatuh cinta


Ingin membawanya selalu


Kedalam hidupku selamanya


Aku wanita yang


Sedang jatuh cinta


Kuharap dia


Merasa yang


Aku rasa (aku sedang jatuh cinta)


Kegelisahan datang


Tak menentu kala rasa itu ada


Kegundahan pun melanda


Kala dia ada atau pun tiada


Tanpa ada cela


Dihadapan dirinya


Oh yang kupuja


Aku wanita yang


Sedang jatuh cinta


Ingin membawanya selalu


Kedalam hidupku


Selamanya


Aku wanita yang


Sedang jatuh cinta


Kuharap dia


Merasa yang


Aku rasa...


🎢🎢


Semua para tamu undangan sangat menikmati suara Indira yang begitu merdu. Banyak mata tertuju kepada Dira, dan merasa kagum dengan suaranya yang indah.


Lagi-lagi Abhi melihat Gilang yang terus menatap istrinya dengan wajah kagumnya.


Setelah selesai bernyanyi, Indira menghampiri suaminya yang memberikan senyuman manis kepadanya. Bahkan Abhi pun tak malu menunjukkan sikap romantis nya di hadapan banyak orang kepada istrinya, dengan mencium pipinya.


Pastinya Gilang menoleh ke arah lain, dirinya tidak ingin menyaksikan apa yang di lakukan Om nya kepada Indira.


Kini Indira dan teman temannya pun sedang menikmati hidangan yang tersedia. Dira sudah seperti seorang gadis yang belum mempunyai suami dan anak, kalau sedang berkumpul dengan teman-temannya.


Sebenarnya sejak Indira, Gea dan Alin sedang berkumpul. Banyak para tamu undangan yang memperhatikan mereka bertiga. Ada seorang yang sejak tadi memperhatikan Gea, yang begitu manis di acara pernikahan Faisal dan Hanna.


"Ndra, cewek yang di samping istri lo bukannya dia keponakan Lo?" tanya salah satu teman Abhi.


"Yang mana?" tanya balik Abhi, karena posisi Dira berada di tengah-tengah Alin dan Gea.


"Itu yang lagi tertawa!" tunjuk pria itu, karena hanya Gea yang tertawa, Alin dan Dira hanya tersenyum menggelengkan kepalanya saat mereka bercerita.


"Memang kenapa pak Dokter?" sindir Abhi, ke temannya bernama Yoga. Karena dari gelagatnya temannya itu sejak tadi melirik Gea terus.


"Boleh kali ah, kenalin teman lo yang lagi jomblo ini," cetus Yoga the to poin kepada Abhi.


"Dia masih kecil Bro! Mau loe di bilang pedofil!" Abhi meledek Yoga dengan tersenyum.


"Idih dia gak sadar. Eeh! Oncom, elo nikahin istri lo juga di saat dia masih sekolah. Terus elo apa, kalau bukan pedofil!" celetuk Yoga membuat Angga tercengang mendengarnya.


Sedangkan Abhi hanya terkekeh mendengar temannya terlihat kesal.


"Seriusan, kalau Rendra nikah sama istrinya di saat masih sekolah?" tanya temannya bernama Angga, yang memang tidak tau alur cerita.


"Iya bro, kalau di ceritain panjang kaya sinetron di TV. Gue juga kaget, saat gue di suruh datang untuk memeriksa seseorang di rumah yang dia jarang tempati. Saat gue liat ada gadis belia di rumahnya, gue kira sandarannya. Pas dia bilang istrinya, gue juga kaget dengernya." Kata yoga membuat Abhi dan Angga terkekeh mendengarnya


"Enak dong bro, dapet daun muda masih seger lagi," goda Yoga.


"Semuanya itu karena keadaan, mungkin Tuhan sudah menuliskan dia sebagai jodoh gue." ucap Abhi sambil menatap Dira yang sedang menatapnya dengan tersenyum.


"Sorry bro, untuk buat comblangin elo dengan keponakan gue. Kayanya gue gak bisa, lebih baik elo usaha sendiri aja! Dia agak susah-susah gampang, kalau buat dekat dengan cowok!" pesan Abhi, membuat Yoga menganggukkan kepalanya.


"Baik gue akan berusaha sendiri tanpa minta di comblangin sama elo Ndra." Abhi tersenyum.


Mereka pun menghentikan obrolan mereka, karena Indira menghampiri Abhi dengan membawa putrinya.


"Kenapa sayang?" tanya Abhi.


"Kamu masih ingin di sini atau bagaimana? Shira sepertinya lelah. Aku pulang duluan ya? Soalnya aku juga sudah lelah," ucap Dia mendiami Shira yang sedang merengek.


"Ya udah kita pulang saja, aku pamit Faisal dan yang dulu takut dia nyariin!" Dira pun mengangguk.


Abhi pun berjalan pamitan kepada keluarga dan pengantinnya.


Sedangkan Dira berjalan keluar gedung mendiami putrinya yang sedang menangis, mungkin Shira sudah lelah mungkin itu penyebab dia menjadi rewel.


Saat melangkah ingin ke parkiran, tiba-tiba Indira tidak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf! Saya tidak sengaja me ..." ucap Dira menghentikan ucapannya saat yang di tabrak orang yang dia kenal. "Aldo,"


"Dira ...."


Aldo menatap Indira, sedangkan Dira hanya tersenyum canggung. Saat berpapasan dengan pria yang pernah menjalin hubungan dengannya.