My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
I Love You



"Memang mantan kamu ada berapa, selain Winda.?" Tanya balik Dira dengan tatapan menyelidik ke arah Abhi.


Abhi pun tercengang, seperti dia tersadar kalau ucapannya ada yang salah.


"Bukan begitu Dira, kamu jangan salah paham," Abhi mencoba menjelaskan.


" Udah aah,, aku mau istirahat." Indira mencoba melepaskan tangan nya dari Abhimanyu.


"Gak aku gak mau ngelepasin tangan kamu." Tangan Abhi masih memegangi tangan nya. Indira justru menoleh ke arah lain, karena merajuk. Dan itu justru membuat Abhimanyu tersenyum, menatap Indira.


"Apa, liat liat pake senyum senyum.!" Kata Indira engan mata melotot.


"Kamu cemburu.?" Tanya Abhi di sertai senyuman. "Aku tau kamu cemburu kan dengan Winda?"


"Tau, udah aah aku mau ke kamar," Indira hendak melangkah, namun tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggang nya.


"Jujur aku gak tau harus bagaimana, bahagia atau merasa bersalah. Mengetahui kamu yang tiba-tiba marah sama mas, mungkin kamu sedang cemburu, saat bertemu dia. Tapi yang jelas aku minta maaf jika memang aku salah."


Sebenarnya Indira merasa tak tega dengan kata maaf yang di katakan Abhimanyu, namun jujur yang saat ini dirinya memang merasa kesal. Ya mungkin benar yang di katakan oleh Abhi, kalau dirinya cemburu.


"Kenapa minta maaf. Mas Abhi sedang tidak berbuat salah dengan ku, aku hanya merasa kesal saja sejak bertemu dengan dia di sana. Apalagi dengan kata kata ya dia itu, ingin sekali aku lem*ari dengan saos ke wajahnya." Dengan kesal Indira menceritakan tentang kekesalannya.


Ada senyuman kecil di sudut bibir Abhimanyu, mendengar cerita Indira. Dia tau kalau istri saat ini kesal karena cemburu akan sikap dan perkataan Winda. Namun Abhi berusaha untuk tidak membuat keadaan semakin keruh. Abhimanyu mencoba menenangkan Indira dengan mengajak duduk, berbicara dengan tenang. Karena saat ini, hati istri kecilnya ini sedang tidak baik baik saja.


Abhi menatap wajah Indira yang nampak cemberut.Sambil menyelipkan rambut yang menutupi sebagian wajahnya ke belakang telinga nya. Memang yang saat ini Abhi butuhkan adalah sebuah kesabaran, untuk menghadapi emosi istri kecilnya itu.


"Sekarang boleh mas minta kamu ceritakan apa yang di katakan oleh dia, sampai kamu kesal seperti ini. Maaf bukan maksudku kepo, tapi setidaknya agar kamu tidak terus menerus marah jika mengingat perkataan nya." Abhi sengaja tidak ingin menyebutkan nama Winda di hadapannya saat ini, karena itu akan menjadi bom untuk mereka berdua. Sambil menggenggam tangannya, Abhi berusaha meyakinkan Indira.


"Dia minta bantuan aku dan Gea, buat kalian balikan lagi. Karena dia juga masih cinta sama kamu, dan dia juga yakin kalau kamu pun juga masih memiliki rasa yang sama dengannya," ucap Indira sambil melihat wajah suaminya. Abhi sengaja tidak menunjukkan reaksi apapun saat ini, walaupun sebenarnya dirinya juga terkejut mendengar perkataan Dira.


'Astaga Winda kenapa mengatakan itu kepada Indira dan teman temannya. Dia tau kalau aku itu orang yang sangat sulit untuk melupakan. Tapi tidak seperti ini, dia yang sudah membuat hubungan itu hancur, kenapa sekarang mengatakan masih cinta. Aku tau dia tipe gadis yang nekat, untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Justru aku khawatir dengan kondisi Indira, bagaimana kalau dia tau Dira ini istri ku.' Kata Abhi dalam hatinya.


Sambil menyentuh tangannya, Abhi pun mengecupnya. "Mas boleh tanya sesuatu sama kamu?" Indira mengangguk. "Selama ini, kamu menganggap mas ini siapa?"


Indira tersenyum kecil, menatap heran dengan pertanyaan Abhi." Kamu itu suamiku lah, kenapa pertanyaan kamu aneh sih.? Aku sadar mas, aku ini belum genap 17 tahun. Tapi aku tau arti sebuah pernikahan, dan menikah itu bukan hal yang untuk di main mainkan," Abhimanyu pun tersenyum istri kecilnya itu mengatakan arti sebuah pernikahan.


"Syukurlah kalau kamu mengerti, dan kamu tau. Indira Dwi Diandra, sejak aku kenal kamu, apalagi sekarang kamu itu sudah menjadi istri aku. Kamu tau sendiri isi hati aku ke kamu seperti apa.? Dan bukan hanya itu, aku sudah jatuh hati sama kamu sejak lama. Kamu tau pertemuan pertama kita bagaimana dan dimana, dan sampai tuhan pun mempertemukan kita kembali. Bahkan di vila papah, jujur aku mulai tertarik dengan kamu. Dan di sisi lain hati aku mengatakan, ingin sekali aku mengenal jauh tentang kamu. Namun apa nyatanya, Tuhan mendengar isi hatiku, dan menjadikan kamu sebagai istri ku. Bukan itu nama kamu dan aku memang sudah ditakdirkan untuk bersama. Dira yang harus kamu tau saat ini, aku sayang sama kamu. Bahkan melebihi rasa sayangku pada diriku sendiri. Jadi aku minta sama kamu, jangan pernah kamu mendengarkan apapun perkataan dia atau siapapun, untuk merenggangkan hubungan kita. Karena bagaimanapun itu, kamu yang tetap sepesial di hati aku." Sambil membawa tangan nya ke arah dada.


Setiap perkataan yang diucapkan oleh Abhimanyu, Indira merasakan perasaan bahagia. Entahlah dia tak tau apa Abhi mengatakan itu benar-benar tulus atau hanya untuk sekedar membuatnya merasa bahagia saja. Tapi dirinya tidak melihat sedikit kebohongan di mata suaminya saat ini.


Dan saat itu juga, Indira tersenyum malu sampai mengumpat di dada bidang Abhimanyu. Abhi pun terkekeh mendapatkan sikap Indira yang begitu sangat menggemaskan itu.


"Dira," Panggil Abhimanyu.


"Iya," Indira melihat kearah Abhi, dan tatapan mereka saling bertemu.


Posisi mereka saat ini begitu dekat dan sangat dekat. Abhi menyentuh dagunya, dan menatap bibir ranum milik Indira.


"Bolehkah aku meminta sesuatu dari kamu?"


"Apa?" Tanya Indira, jujur saat ini Indira merasa gugup, apalagi dengan jarak mereka yang begitu dekat.


"Aku ingin....!" Sambil menyentuh bibirnya Dira.


"Bukankah mas Abhi pernah mencuri nya waktu itu,?" tanya Indira dan itu membuat Abhi tersenyum.


"Iya, aku pernah mencuri nya. Tapi sekarang aku ingin meminta nya dari kamu secara langsung.!" Dengan posisinya yang masih sama, dan kini Indira pun mengangguk kan kepalanya. Abhimanyu pun tersenyum mendapatkan izin dari Indira.


"Terimakasih," Indira pun tersenyum.


Karena Indira merasa sangat malu, jika harus menatap wajah Abhi. Akhirnya Dira pun memejamkan matanya, dan itu justru membuat Abhimanyu tersenyum dengan melihatnya menutup mata.


Abhimanyu pun semakin dekat dan berhasil menempelkan bibi* nya kepada bibi" gadis yang sangat dia cintai. Apalagi dengan Indira yang mengizinkan Abhi untuk menyentuhnya, mana mungkin dia sia siakan begitu saja. Abhi berhasil meminta izin kepada Indira, dan kini berhasil dia dapat kan. Meskipun selama ini dia mengambilnya dengan mencuri tiba tiba, dan kini dia dapat kan secara langsung.


Sebuah ci*man yang dia dapatkan dari istri kecilnya. Walaupun hanya sebuah ci*man, namun ci*man itu cukup lama dia dapatkan. Sampai saat keduanya pun melepaskan dan kehabisan nafas. Abhi melihat bibi* Indira yang terlihat bengkak karena ulahnya, membuat istrinya itu terlihat semakin menggemaskan. Tak lupa Abhi pun membersihkan saliva nya yang masih tersisa.


Indira nampak tersipu malu, dan hanya menundukkan kepalanya saja. Abhimanyu pun juga tersenyum melihat istri kecilnya itu nampak malu malu, terlihat wajahnya yang merah merona.


Cup


Abhi pun menc*um bibi* nya kembali, namun sebuah ci*man yang singkat.


"Terimakasih sayang, I Love You."


"Love you to, mas Abhi." Indira pun langsung kembali mengumpat dirinya di balik dada bidang suaminya.