My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Papah Benny bernyanyi



"Sorry nih semuanya, gue pamit duluan.Tiba tiba nyokap nyuruh pulang," kata Abhimanyu berbohong kepada Niko dan Winda, kalau yang mengirim pesan nya itu sebenarnya Faisal.


"Yaelah bro, baru juga ketemu udah pulang aja. Yaudah sana, tapi sebelumnya gue minta nomor elo dong. Yang kemarin nomor elo gak aktif,"


"Iya nomor gue ganti, yaudah mana handphone Lo," Niko pun memberikan handphone nya ke Abhi. "Nih nomor gue, nanti Lo chat gue ya?" Niko memberikan jempolnya ke Abhi. " Ya udah gue balik ya, sorry gue gak bisa lama,"


"Santai bro," jawab Niko, dan Abhimanyu pun meninggalkan Winda dan Niko.


Kini Abhimanyu sudah sampai di rumahnya, dan mencari di mana Indira. Dan ternyata istri kecilnya itu sedang berada di ruang makan, sedang menikmati mie instan buatan nya sendiri.


"Kamu sedang apa Dir?"


"Sedang ngaduk pasir.!" Jawab nya dengan nada ketus.


"Cerita nya kamu ngambek nih, maaf ya,?" Abhi justru tersenyum melihat Indira yang sedang makan dengan wajah cemberut.


"Tadi aku keasikan joging, saat mau pulang aku bertemu dengan teman lama, jadi ngobrol dulu. Lupa mau ngabarin kamu, pas liat handphone ada pesan masuk dari kakak kamu. Kamu jangan marah ya, please.!"


Indira menahan senyum saat melihat wajah Abhimanyu, terlihat menunjukan ekspresi lucunya . Abhi sendiri tentunya ikut tersenyum karena berhasil membuat Indira tersenyum.


"Kenapa senyum senyum seperti itu, gak jelas," ucap Indira dengan pura pura cemberut.


"Kenapa memangnya, senyum ku pakai bibirku sendiri, bukan minjm bibir kucing. Jadi bebas bebas aja dong," Indira hanya tersenyum mendengar jawaban Abhi yang sedikit garing.


"Hahaah.. Lucu dan garing," kata Dira dengan tertawa garing.


Tanpa aba-aba Abhimanyu langsung menarik sepiring mie milik Indira ke depannya. Dan itu berhasil membuat Indira kembali cemberut dengan sikap Abhi yang merebut makanannya. "Aku lapar banget, mie ini buat aku ya,? kamu bikin lagi aja,!"


"Kamu aja yang bikin lagi, itu kan mie aku," Indira hendak mengambil, namun Abhi membalikkan badannya, dan melahap makanan milik Indira, tanpa rasa bersalah sama sekali. "Ternyata masakan buatan istri itu lebih enak ya. Padahal aku kalau bikin rasanya biasa aja loh, tapi ini kenapa enak ya?"


"Ya karena kamu tinggal makan aja, makanan itu punya aku, Mas." Rengek Dira, dengan bibir cemberut Indira pun melangkah menuju dapur kembali, untuk membuat mie yang sudah di makan Abhi.


Tanpa butuh waktu lama, mie yang di makan Abhi pun habis tak tersisa. Abhimanyu pun juga meminum air jeruk yang ada di gelas milik Indira, ditenggaknya tak tersisa.


' Begini ya rasanya makan makanan yang di buatkan istri, rasanya lebih nikmat. Meskipun hanya sekedar mie instan pakai telor dengan irisan cabai rawit .Nikmat banget rasanya, kalau dia tau minumannya aku habiskan juga, sudah pasti dia akan ngambek lagi.' Batin Abhimanyu.


Indira masih memasak mie instan, Abhi segera menghampiri istrinya.


Cup


Abhimanyu mengecup pipinya Indira, dan itu membuat Dira tersenyum.


"Terimakasih ya makanannya enak, sini aku yang masakin untuk kamu." Abhi mengambil alih tugas Indira. "Sayang maaf ya, minuman kamu aku habiskan,"


"Gak apa-apa Mas, aku buat minumannya banyak, di kulkas pun masih ada." Abhi pun merasa lega mendengarnya, berarti istrinya tidak jadi ngambek saat tau minumannya habis olehnya. "Mas,"


"Hemm ..." Jawab nya yang lagi menuangkan mie kedalam mangkuk.


"Tadi kata kamu, ka Ical ngirim pesan ke kamu, memang pesan apa?"


Abhimanyu pun tak lupa memberikan toping bakso bawang goreng dan juga saos ekstra pedas di atas mie nya, seperti buatan Indira tadi. "Oooh itu. Tadi si Faisal bilang kita di suruh ke rumah Mamah, katanya hari ini ulang pernikahan orang tua kamu. Benar gak sih, sayang?" Kata Abhi, membuat Indira tersenyum mendengarnya, dan mengangguk kan kepalanya. "Kenapa kamu gak bilang kalau hari ini ultah pernikahan mereka?"


"Bagaimana mau bilang, dari semalam aja aku di cuekin sama kamu," kata Dira sambil mencebikkan bibir nya. " Yasudah aku makan dulu ya, lapar banget soalnya."


"Yasudah aku mandi dulu ya, setelah itu kita langsung ke rumah Mamah oke.?"


"Iya," jawab nya Indira sambil melahap mie buatan Abhimanyu.


Abhimanyu pun melangkahkan kakinya menuju arah kamarnya. Begitu pun juga Indira, selesai makan, Indira mencuci piring dan merapikan dapur. Setelah selesai Indira masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Kini Indira dan Abhimanyu sudah berada di kediaman Mamah Diana, seluruh keluarga sudah menyambut kedatangan Indira dan Abhi. Saat malam harinya, Papah Benny dan sekeluarga mengajak istri anak dan menantunya untuk Dinner di sebuah restauran. Papah Benny sudah reservasi restauran tersebut untuk keluarga nya, di ruangan private. Di mana tempat itu tersedia Live Music, untuk menghibur keluarga papah Benny.


Memang seperti itulah, papah Benny suka memberikan kejutan di hari Anniversary pernikahan nya. Dan papah Benny tidak ingin kalau hanya berdua dengan istrinya saja, Papah Benny ingin mengajak seluruh anaknya, dan sekarang ada Abhimanyu yang menjadi menantu nya, untuk menikmati hari kebahagiaan itu bersama sama.


Papah Benny memperlakukan mamah Diana penuh dengan keromantisan. Dan Indira yang melihatnya pun senyum senyum, melihat ke uwuhan kedua orang tuanya, yang kembali seperti anak muda


yang di sedang mabuk cinta.


Selesai menikmati makan yang begitu lezat rasanya. Papah Benny memberikan kejutan lain nya yaitu sebuah kotak perhiasan berwarna biru, yang di berikan untuk Mamah Diana. Tentunya Mamah Diana merasakan terharu karena bahagia mendapatkan hadiah dari suaminya. Bukan hanya itu, Faisal, Adam, Indira dan juga Abhi, mereka memberikan hadiah untuk kedua orangtuanya.


Saat itu musik di panggung kecil itu berbunyi, dan saat tau ternyata Papah Benny yang naik panggung dan siap untuk bernyanyi. Istri anak dan menantunya pun semuanya pun bertemu tangan.


🎢🎢🎢


Cantik


Ingin rasa hati berbisik


Untuk melepas keresahan


Dirimu


O cantik


Bukan kuingin mengganggumu


Tapi apa arti merindu


Selalu (ow)


Walau mentari terbit di utara


Hatiku hanya untukmu


Tentu saja kan kubalas seisi jiwa


Tiada lagi


Tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu


Cantik


Bukan kuingin mengganggumu


Tapi apa arti merindu


Selalu (ow)


Walau mentari terbit di utara


Hatiku hanya untukmu


Tentu saja kan kubalas seisi jiwa


Tiada lagi


Tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu


Ingin ku berjalan menyusuri cinta


Cinta yang abadi untukmu selamanya


Hei heya ya ya heya ya ya heya


Tentu saja kan kubalas seisi jiwa


Tiada lagi


Tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu


Tentu saja kan kubalas seisi jiwa


Tiada lagi


Tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu


Hei heya ya ya heya ya


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu


🎢🎢


Itulah lagu yang di nyanyikan oleh Papah Benny untuk istri tercinta.


Abhimanyu dapat melihat rasa percaya diri pada Papah mertuanya, ada pada diri Indira. Abhi melihat Papah Benny yang bernyanyi penuh dengan rasa percaya diri di atas panggung, dan itu menurun kepada putrinya.


'Pantas saja Indira selalu percaya diri, dan suaranya pun juga bagus saat perform di panggung. Ternyata bakat Indira selama ini menurun dari Papah Benny, benar benar jiwa papah melekat pada Indira. Apalagi saat tanding di lapangan kemarin rasa santai dan percaya dirinya Indira itu begitu besar.' Batin Abhimanyu dan merasa bangga kini menjadi bagian keluarga mereka.


Kini acara pun selesai, dan keluarga papah Benny pun kembali kerumahnya. Tentunya Abhimanyu pun juga menginap di rumah mertuanya.


Bersambung