My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Pernikahan Faisal dan Hanna



Dira merasa kesal dan akhirnya terpancing emosi karena ulah suaminya.


"Jadi kamu marah sama aku? Karena aku menceritakan tentang Gilang, bukannya kamu yang meminta dan memulai membahas topik tentang Gilang. Terus kenapa aku seolah-olah aku yang salah ya, dan membuat kamu marah!" Ucap Dira dengan nada yang marah.


Abimanyu baru tersadar kalau ini adalah ulah dirinya, yang memulai topik percakapan untuk membahas tentang Gilang.


"Kalau begitu aku keluar saja! Mendingan tidur di kamar lain, percuma juga kalau harus tidur saling membelakangi seperti ini! Aku titip Shira, kalau dia terbangun kamu beri dia susu atau panggil aku di kamar sebelah!" Kata Dira yang sudah turun dari tempat tidurnya.


Karena tidak ingin istrinya semakin marah. Abhimanyu berbalik badan menatap Indira, dan melihat istrinya yang sudah bangkit dari tempat tidur dan hendak meninggalkan kamar.


Abimanyu pun segera mengejar Indira agar tidak pergi dari kamar.


"Sayang aku minta maaf, aku sudah membuat kamu marah! Aku menyesal !" Abhimanyu dengan wajah memohon dan memegang tangan istrinya.


Dira enggan menjawab permintaan maaf Abhi, karena dirinya masih merasa kesal dengan suaminya.


"Sayang." Abhi menahan tangan Indira, namun Dira menghempaskan tangannya dari Abhi.


Dira tidak menatap wajah Abhi yang kini ada di hadapannya.


"Dira sayang!" Abhi berusaha membujuk istrinya, namun Dira sudah teramat kesal dengannya.


"Apaan sih? Bukannya kamu sudah ngantuk, tidak ingin bicara denganku 'kan!" jawab Dira dengan kesal


"Aku minta maaf sayang! Aku sudah membuat kamu marah dan kesal. Jangan pergi ya aku mohon!"ucap Abhi dengan rasa bersalahnya.


"Bukannya kamu tidak ingin menatap aku! Jadi untuk apa aku di sini sedang kamu sendiri malas melihat ke arah aku!" jawab Dira tak ingin menatap wajah suaminya.


Indira pun hendak melangkah, namun lagi-lagi Abhi menghalanginya.


"Sayang aku minta maaf, aku sudah membuat kamu marah! Aku menyesal !" Abhimanyu dengan wajah memohon dan memegang tangan istrinya.


Abhimanyu pun bergegas mengunci pintu kamar, lalu kuncinya segera di cabut dan di pegang olehnya.


Indira meras kesal dengan sikap suaminya itu. Dira pun menghentakkan kakinya, lalu memutar balik, dan kembali duduk di tempat tidurnya.


Abhi menatap wajah istrinya yang cemberut, dan menatap ke arah lain. Terlihat mata Dira yang mulai basah, mungkin menahan kesalnya.


Abhimanyu menyentuh tangan istrinya, lalu di kecupnya.


"Aku minta maaf, aku salah sudah memulai terlebih dahulu, dengan memancing pertanyaan tantang Gilang." ucap Abhi, Dira masih enggan menjawab.


"Aku sebenarnya sudah malas menimpali pertanyaan kamu itu Mas. Tetapi kamu selalu mendesak agar aku menjawabnya!" jawab Dira dengan kesalnya. " Sekarang aku lelah mau istirahat!"


Dira merebahkan dirinya , Abhi pun pasrah dengan sikap istrinya yang merajuk. Iya sadar memang itu kesalahannya, wajar jika Dira marah.


Abhimanyu benar-benar merasa bersalah, kini istrinya membelakanginya. Saat Dira ingin memejamkan mata, tiba-tiba ada tangan yang mendekapnya dari belakang.


"Maafin suamimu ini ya? Aku tidak bisa jika kamu mendiami seperti ini." Bisik Abhi di telinga Dira.


Masih belum ada jawaban dari Dira, sebenarnya ada rasa tak tega di benaknya. Lagian jika tidur dengan mendiami pasangan, ia juga takut kalau ada setan yang akan mengisi pertengkaran mereka. Kalau tidak segera berbaikan.


"Sayang, kok tidak di jawab pertanyaan aku, kamu sudah tidur ya?" Dira tersenyum mendengar pertanyaan suaminya, persis seperti apa yang dia katakan tadi.


Merasa tak tega, Dira pun membalikkan badannya menghadap suaminya. Abhi pun tersenyum saat dirinya dapat melihat wajah istrinya.


"Aku minta maaf ya! Aku sadar aku sudah salah sama kamu," Abhi mengecup tangan Dira.


"Heemm ..." jawab Dira, membuat Abhi tersenyum mendengarnya.


"Ceritanya balas dendam?" ucap Abhi, mengangkat kepalanya lalu menunjang dengan tangannya.


Dira tidak sadar, kalau bibirnya maju karena masih kesal dengan suaminya. Abhimanyu masih menatap wajah Indira dengan tersenyum manis, dengan bibir manyun dan itu berhasil membuat istrinya menjadi salah tingkah.


"Apa!" tanya Dira dengan melotot ke Abhi.


Abhimanyu justru tersenyum melihat istrinya yang melototinya, karena Abhi melihat terselip senyuman di bibir Dira.


"Gak apa-apa." Abhi dengan senyumnya. "Aku minta maaf, sudah membuat kamu kesal!"


Cup!


Abhi mengecup bibir istrinya.


"Lain kali, kalau membahas obrolan dengan seseorang yang kamu cenburui aku tidak mau. Aku menghargai kamu Mas, menjaga hati kamu. Pasti ujung-ujungnya kita bertengkar, padahal kamu sendiri yang memulainya." Dira dengan menatap suami.


"Iya aku minta maaf!" Abhi dengan wajah menyesal.


Setelah mereka berbaikan Dira pun kini berada di dalam dekapan suaminya. Abhimanyu merasa tenang karena sudah bisa memeluk istrinya kembali.


Seminggu kemudian dimana hari yang di nantikan Faisal dan Hanna. Dua insan yang saling mencintai kini duduk di kursi pelaminan dengan senyuman kebahagiaan.


Hanna menggunakan gaun berwarna grey yang terlihat begitu cantik, hasil rancangan sendiri. Apalagi dengan menggunakan mahkota kecil tepat di kepalanya, seperti seorang putri raja.


Faisal pun juga nampak gagah dengan kemeja putih, dan setelah jas berwarna senada dengan Hanna. Senyuman kebahagiaan pun selalu terpancar di bibirnya.Karena ia dapat menikahi wanita cantik bermata indah.


Bersambung..