My Teacher I Love You

My Teacher I Love You
Ular sanca



Mama Annisa dan Diana tertawa mendengarnya. Abhi sendiri belum yakin, dengan perkataan keponakannya itu. Karena sejak tadi Gilang diam-diam mempertahankan Indira, dan tatapannya masih ada rasa suka kepada istrinya.


Saat sore hari, Gilang, Faisal dan Gilang sedang mengobrol di taman. Sedangkan Indira Gea sedang mengobrol di balkon kamar, apalagi dengan kedatangan Alin dan Hanna membuat Dira kembali tersenyum.


"Jadi beneran Om, yang buat Gea dan Dira kecelakaan itu, ulah dari Winda?" tanya Gilang dan Abhi mengangguk.


"Ya, dia belum rela katanya ngeliat adik gue nikah sama Abhi. Sakit tuh cewek! Selama ini gue kenal dia gadis yang manis, rupanya dia monster yang dingin," kata Faisal ikut menimpali pembicaraan Gilang


"Pokoknya untuk masalah Winda yang menabrak, jangan sampai Indira tau. Karena saya takut itu akan mempengaruhi kesehatannya. Bagaimana Dira pasti akan bertanya siapa yang sudah menabraknya?" kata Abhimanyu lalu di angguki oleh Gilang dan Faisal.


Ketika malam harinya saat Abhimanyu sedang menemani istrinya di kamar. Benar saja tembakkannya, kalau Dira pasti akan bertanya tentang kecelakaan itu.


"Mas, kamu belum beritahu aku! Siapa yang sudah membuat aku dan Gea celaka? Sampai menyebabkan aku ..." Dira tidak melanjutkan perkataan,setiap kali mengatakan ada rasa sesak di rasakan olehnya.


Abhimanyu mengerti, perasaan istrinya saat ini. Musibah itu baru berapa Minggu, dan bagi Dira butuh waktu untuk menerima kenyataan itu.


"Sayang, bukannya aku tidak ingin memberitahu kamu. Tetapi aku hanya khawatir dengan kondisi kamu, jika kamu sampai tau siapa yang menyebabkan kecelakaan itu," jawab Abhi.


"Aku belum boleh tau siapa orangnya?" tanya Dira.


"Belum sayang, tapi suatu saat kamu akan tau," jawab Abhi dan Dira hanya cemberut.


Abhimanyu membawa Indira kedalam pelukannya. "Kalau kamu sudah sehat, aku ingin ajak kamu Honeymoon. Kamu mau tidak?"


"Mau dong Mas," jawab Dira dengan semangat. "Memangnya mau kemana?"


"Ke Bali aja bagaimana menurut kamu?


"Bali, pasti keren tuh! Aahh ... udah bayangin aja bertapa indahnya pantai di Bali," jawab Dira yang sudah membayangkan.


"Yasudah! Kita ke sana nanti. Tapi kamu jangan ajak pasukan kamu, cukup kita berdua aja, 'kan kita honeymoon bukan liburan keluarga," celetuk Abhi, menunjukkan wajah peringatan.


Indira terkekeh melihat wajah suaminya yang terlihat menggemaskan.


"Iya Mas Abhi tersayang. Aku janji gak akan mengajak pasukan rempong, saat kita ke Bali. Itu 'kan jatah waktu honeymoon antara kamu dan aku," ucap Dira dengan wajah manisnya.


Cup!


"Aku juga kangen Mas, sama kamu," jawab Dira dengan tatapan sendu, membuat Abhi menjadi gemas saat melihat.


Abhimanyu menatap wajah Indira dengan dalam. "Apa aku boleh minta sekarang?" tanya Abhi.


Karena sudah lama Abhimanyu menahan hasratnya, untuk menyentuh istrinya. Abhi kemarin melihat kondisi istrinya yang belum memungkinkan untuk melakukan kewajibannya.


Ada rasa tak tega dalam hati Abhi untuk meminta haknya, kepada istrinya. Namun, ular sanca miliknya tidak bisa di ajak kompromi, dirinya ingin mecari tempat persinggahannya.


"Minta Apa?" tanya Dira menggoda Abhi.


"Main ular tangga," jawab Abhi.


"Sudah lama ya? kamu tidak menjelajahi hutan belantara." Kata Dira dengan terkekeh.


Abhimanyu tercengang mendengar apa yang di katakan istrinya. Abhi tertawa mendengarnya, lalu dengan gemasnya mencubit hidungnya.


"Nakal kamu ya!" ucap Abhi.


"Ko nakal. Aku benar 'kan? Aku tau Mas, kamu menahan, untuk menjelajahi goa yang menjadi sarang ular,"


"Astaga kamu ini, benar-benar ya?" Abhimanyu menggelengkan kepalanya.


"Terserah kamu aja dah. Mau bilang apa goa, sarang ular, hutan belantara. Yang jelas, aku sudah lama menahannya sudah lama!" Indira terkekeh mendengarnya.


"Apa kamu tidak merindukannya?" tanya Abhi lagi.


"Rindu sih! Cuma untuk kali ini, aku tidak bisa bergaya ular menari, hanya bisa bergaya cicak menempel di tembok saja,"


"Apa, ular menari, cicak menempel. Astaga kamu ini!" jawab Abhi menjentikkan jarinya di kening Dira. "Kamu diam saja seperti batu, biar aku saja yang memulai permainan ular tangganya,"


Indira pun tertawa, dengan perkataan suaminya yang sedikit gesrek. Tanpa banyak bicara, akhirnya Abhi dan Dira memainkan ular tangga, yang siap menjelajahi goa dan hutan belantara.


Indira hanya mengikuti permainan yang di pimpin oleh Abhimanyu. Ular sanca sudah memasuki sarang, yang sudah lama tak di datangi olehnya.


Bersambung