
Kini teman-teman Indira sudah datang, mereka sedang menikmati bakso yang sudah di buat Abhi Dira dan Abhi. Begitu juga dengan Dokter Yoga, ikut gabung bersama.
Bukan hanya ada Yoga saja, Abhi juga mengundang Faisal untuk makan bakso bersama.
Kini ketiga pria itu duduk menikmati secangkir kopi di taman. Sesekali obrolan mereka mengarah meledek Faisal, si pengantin baru. Lalu kemudian membahas si Abhimanyu, sampai yang terakhir Yoga lah yang diserbu oleh mereka berdua.
"Alah, cowok modus kaya elo. Gue bisa nebak Yo!" kata Faisal dengan tertawa, Abhi hanya mengangguk.
"Bukan modus bro. Gue tulus bantuin dia, awal gue gak tau kalau dia itu Gea. Saat gue ingat, ternyata benar dia keponakan Rendra," jawab Yoga jujur.
"Gue berterimakasih atas bantuan elo, udah nolongin keponakan gue," timpal Abhi.
" Santai bro." Ucap Yoga.
Setelah acara makan- makan selesai, Yoga pun pulang. Begitupun juga Hanna Faisal dan juga Alin mereka kembali ke rumahnya.
Sedangkan Abhimanyu mengantar Gea pulang. Abhi tak langsung pulang, dirinya mengobrol terlebih dahulu di rumah kakaknya.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Abhi pun mengendarai mobilnya dengan sedikit kencang.
Namun tiba-tiba, ada seorang gadis berlari berteriak meminta tolong di tengah gelapnya malam. Dia menghalangi mobil yang Abhi kendarai.
"Toloong!" teriak gadis itu.
Abhi pun menghentikan mobilnya, lalu gadis itu menggedor kaca mobil.
"Tolong saya! Saya hampir di bunuh oleh seseorang!" kata gadis itu dengan wajah ketakutan.
Abhimanyu menatapnya dengan tatapan menyelidik, ada rasa kasian dan curiga.
"Siapa yang ingin membunuhmu ?" tanya Abhi.
Saat gadis itu ingin menjawab, ada tiga orang bertubuh kekar mengejarnya. Karena Abhi sedang malas berkelahi, ia pun menyuruh gadis itu masuk ke mobilnya.
Abhimanyu mengendarai mobilnya dengan cepat, sampai tiga orang itu tak dapat lagi mengejarnya.
Setelah menjauh, Abhi baru berbicara pada gadis di sampingnya.
"Nama kamu siapa? Lalu apa hubungan kamu dengan mereka?" tanya Abhi dengan tatapan masih menatap lurus ke depan.
"Aku Veronica. Mereka itu suruhan paman aku, yang hendak membawa aku untuk di jual dengan pria pilihan mereka," jawab gadis itu, dengan nafas yang masih terengah-engah.
Abhi memperhatikan penampilan gadis itu, masih terlihat sopan. Jadi Abhimanyu tidak berpikir macam-macam dengannya.
"Setelah ini kamu mau kemana? Maaf saya tidak bisa mengantarkan kamu jika jauh." Gadis itupun tersenyum mendengarnya.
"Tidak apa-apa, cukup anterin saya sampai depan jalan raya. Saya ingin naik taxi saja, untuk ketempat sahabat saya," timpal gadis itu, lalu Abhi mengangguk.
Setelah sampai di jalan raya cukup ramai, Abhi menghentikan mobilnya.
"Maaf saya boleh tau nama kamu siapa?" tanya gadis itu.
"Abhimanyu," jawabnya.
"Baik kalau begitu terimakasih Mas Abhimanyu, atas bantuannya dan tumpangannya." Abhi mengangguk.
"Kamu hati-hati ini sudah malam, dan sebaiknya jangan mudah percaya dengan orang lain." Kata Abhi, dan di angguki oleh gadis itu.
Setelah sampai rumah, Abhi masuk kedalam tandas membersihkan dirinya. Karena melihat istri dan putrinya sudah tertidur, Abhimanyu pun merebahkan dirinya dan ikut bermimpi seperti mereka.
Beberapa Minggu kemudian, Abhi mendapatkan undangan dari Yoga, untuk datang ke acara reunian teman SMP. Pastinya Abhi mengajak Indira untuk ikut menemaninya, sedangkan baby Shira di titipkan ke Mama Diana, yang kebetulan sedang menginap di rumahnya.
Sedangkan Yoga dengan terang-terangan berani mengajak Gea untuk menemani acara reuni tersebut.
Bahkan panggilan Gea untuk memanggil Yoga pun sudah berubah, menjadi sebutan Mas, bukan pak dokter lagi. ( Ada kemajuan juga wkwkwkw)
Di sana acara tersebut cukup ramai, apalagi, acara tersebut diadakan di sebuah rumah cukup mewah.
Yoga membawa Gea ketempat yabg di mana cukup tenang untuk menikmati makanan dan mengobrol.
"Andaikan hubungan perkenalan kita ini, bisa lebih. Mungkin rasanya akan lebih bahagia, karena aku tidak harus menutupi setatus ku yang masih saja jomblo," ucap Yoga, membuat Gea terkekeh mendengarnya.
"Maksudnya apa ya? Sepertinya tanda- tanda mengarah ke modus deh!" sindir Gea, membuat Yoga tersenyum.
"Modus apa si Gw, aku benar. Lagian di usiaku sekarang untuk apa modus, mendingan terus terang, biar jelas." Celetuk Yoga, membuat Gea tertawa kembali.
"Terus maunya Mas Yoga bagaimana?" tanya Gea dengan terang-terangan.
Yoga terkejut mendengar apa yang dikatakan Gea. Dia merasa ini sebuah pancingan atau jebakan, agar dirinya terlihat semakin menjadi salah tingkah jika dengan gadis di hadapannya ini.
"Maksud kamu?" tanya Yoga dengan hati-hati. Karena selama ini dia kenal Gea, anaknya cukup jahil, dengan memberikan pertanyaan yang aneh.
"Iya, menurut kamu, harus bagaimana? Agar setatus Mas Yoga itu gak di bilang jomblo terus," ucap Gea dengan tersenyum menatap pria di hadapannya.
Yoga merasa ada pertanyaan yang membuatnya ingin sekali mengutarakan isi hatinya.
"Ge, kamu itu kasih pertanyaan aku, atau kasih jebakan untukku?" pertanyaan Yoga berhasil membuat Gea tertawa.
"Pertanyaan dong, masa jebakan!" jawab Gea, dengan tersenyum.
Gea menatap Yoga dengan terus tersenyum, membuat pria itu menjadi salah tingkah.
"Oke! Sekarang aku tanya lagi ke kamu! Seandainya kalau kita itu jadian. Bagaimana menurut kamu?" tanya Yoga dengan menaikan alisnya.
Gea tersenyum mendengarnya, lalu dengan serius dirinya menjawab. "Oke kita jadian." Alhasil itu membuat Yoga terkejut mendengarnya.
Ada senyuman pada Yoga saat mendengarnya, namun dirinya ingin memastikan jawaban Gea.
"Kamu yakin?" Gea mengangguk. "Gak sedang bercanda atau ngeprank aku 'kan?"
"ngeprank! Untuk apa, aku melakukan itu?" jawab Gea dengan serius. Yoga pun tersenyum mendengarnya.
"Sekarang buat aku ya. Om Abhi, mama papa, oma, dan opa. Mereka semua kenal kamu, lalu untuk apalagi diragukan. Kamu macam-macam tinggal lapor dengan mereka," ucap Gea dengan tersenyum.
"Lagian aku rasa perkenalan kita cukup, jadi untuk apa terlalu lama untuk kenal lebih jauh lagi. Keluarga kita sudah saling kenal, jadi apalagi yang kurang?"
Jujur saja, Yoga menyukai sikap Gea, yang cukup terus terang. Apalagi dengan pertanyaan dan jawaban yang keluar dari mulutnya.
Rasanya memang Gea ini gadis yang unik baginya, hanya dia yang mampu membuat mejadi salah tingkah.
Bersambung...